
beberapa Dewa yang secara sembunyi-sembunyi menghadiri pernikahan Xiao Zhou duduk di tempat dua orang yang mengenakan caping bercadar itu, semua Dewa saling berbisik, dan yang paling sulit adalah Dewa Neraka yang bertubuh besar harus berdesakan di tempat itu.
"hei... jiwa yang di tolak Neraka... apakah tidak ada tempat yang lebih baik dari ini? di sini terlalu penuh," ucap Dewa Neraka pelan dengan suara berat nya, matanya juga menatap ke segala arah, seperti tidak tenang.
orang yang bercaping itu menghela nafas nya, dan melepaskan caping nya.
Semua dengan menatap dengan mata terbelalak, dan bibir terbuka.
"Yang Mulia....." ucap Dewa Pengetahuan dan semua Dewa turun dari tempat duduk mereka dan berlutut dengan wajah tertunduk.
"hemmm.... sudah lah karena kita semua sudah berkumpul di tempat ini, jadi untuk kali ini sebaiknya kita menikmati pesta pernikahan ini saja," ucap Kaisar Langit dan berdiri di ikuti Ratu Langit yang juga telah melepaskan caping nya, dan melangkah mencari tempat yang lebih luas.
mereka semua duduk di aula keluarga dan menonton Xiao Zhou yang melakukan prosesi pernikahan nya dengan lancar.
Lou Rong, Tang Liem, Yun Qixuan, Jung Min Ha, Lun Zhing Yue, adalah wanita yang di nikahi Xiao Zhou kali ini, dan mereka terlihat begitu bahagia, air mata bahagia mereka tidak pernah berhenti keluar.
perjamuan pun digelar, semua undangan tidak ada yang mengenali Kaisar Langit, kecuali beberapa istri Xiao Zhou dan para Dewa yang terlihat tertekan, karena mereka semua telah melanggar aturan, mereka hanya tertawa jika Kaisar Langit tertawa.
"Yang Mulia.... silakan ini adalah arak terbaik kami," ucap Yun Li Wei menuangkan guci ke cawan di hadapan Kaisar Langit.
"ooohhh.... terimakasih Dewi Yun, kau masih terlihat seperti dulu, bahkan kau semakin cantik dan dewasa," ucap Kaisar Langit dan meneguk isi cawan nya.
cubitan kencang mulai menyerang perut Kaisar Langit dari istri nya, membuat Kaisar Langit hanya terdiam dan tidak berani menatap ke arah Yun Li Wei lagi.
di taman belakang istana tenda-tenda besar telah di pasang, anak-anak Xiao Zhou terlihat begitu riang bermain, dan para istri Xiao Zhou sedang berbincang dengan para kerabat mereka.
tampak mantan Dewa Kematian Fei yu sedang menggendong putera nya, dan lengan nya di peluk oleh seorang wanita cantik yang tidak lain adalah Dewi pemburu Xiang yu, dan Dewa Kebijaksanaan terlihat begitu bahagia berbincang dengan mereka.
di gerbang istana, Raijuta, Yang Tian dan dewa Yang Dong berdiri mereka mengawasi semua gerak-gerik yang mencurigakan, mereka berdua terlihat begitu tegang, dan itu adalah ekspresi pertama Yang Tian.
Dan tidak lama suasana hati para Dewa itu semakin lega, saat Kaisar Langit sedikit mabuk, dan mengatakan jika dirinya juga sudah melanggar aturan, dan obrolan ringan di tempat itu semakin hidup.
Ratu langit kini berkumpul dengan para istri Xiao Zhou, Ratu Xhin Ye duduk berdampingan dengan nya, kedua nya terlihat begitu akrab, karena merasakan hal yang sama saat menjadi Ratu Langit.
****
di rumah tamu pangeran ke empat terlihat termenung, rambut pendek mulai muncul di pipi dan di sekitar bibir nya, rambut nya yang panjang di biarkan acak-acakan, dengan langkah gontai sambil tertawa tipis dan duduk di sebuah banku panjang di taman belakang rumah tamu itu.
"bocah itu menunggangi wanita yang begitu aku cintai di depan mataku, ini persis seperti apa yang aku ingin lakukan padanya, sebaiknya aku tidak berurusan lagi dengan nya, dunia ini benar-benar adil, hahaha...." guman Pangeran ke empat dan mulai bersiap meninggalkan pulau keseimbangan.
****
malam itu di atas menara istana keseimbangan, Dewa kebijaksanaan dan Xiao Zhou sedang berbincang, dengan wajah yang begitu serius.
"menantu apa kau tidak ingin membantu dalam masalah Yun Fengyin?" tanya Dewa Kebijaksanaan.
"ayah mertua... ada pepatah lama mengatakan, telinga tidak boleh melewati tanduk, kekaisaran langit adalah tanduk, mengatur cuaca, bencana, keajaiban, mati hidup dan semua, aku tidak boleh mencampuri urusan yang menjadi tanggung jawab nya, itu bisa menjadi kegoncangan di tiga alam," ucap Xiao Zhou.
Dewa kebijaksanaan mengangguk dan mengelus janggut nya.
"kau benar... posisi mu seperti Dewi xhuwuan, kau sudah ke dari kekuasaan kekaisaran langit, dan kau tidak berhak mencampuri apa yang telah di jalankan oleh kekaisaran langit ini, baiklah jika seperti itu," ucap Dewa Kebijaksanaan.
"saat ini panglima Perang memimpin delapan puluh ribu pasukan nya, sedang mencoba merangsek masuk ke istana laut, kau tidak perlu khawatir, mereka pasti mampu mengatasi nya," ucap Dewa Kebijaksanaan.
"ayah mertua... hanya satu saat memakan jasad Dewa Suci Qing Tao, terjadi sedikit kesalahan, Dewa Suci telah menelan arak dan itu membuat tubuh setengah abadi dari Yun Fengyin sedikit berbeda," ucap Xiao Zhou.
"apa maksud mu dengan sedikit berbeda? bukankah setengah abadi hanya tidak termakan usia saja, dan bisa di bunuh," ucap Dewa Kebijaksanaan.
Xiao Zhou menggeleng,
"setengah tubuh bagian kiri Yun Fengyin menua, dan bagian kanan nya tidak bisa mati, aku rasa ayah mertua mengerti maksud ku," ucap Xiao Zhou.
Mata Dewa Kebijaksanaan melebar, dan menghela nafas nya.
dan tiba-tiba saja petir mulai menyambar di sekitar mereka, dan seluruh alam bergetar kecuali pulau keseimbangan.
"ayah mertua tidak ada yang perlu di khawatirkan, mungkin Dewa yang mengatur cuaca terlalu banyak minum," ucap Xiao Zhou.
"benarkah? baiklah menantu... aku akan menemui cucu-cucu ku dulu, sebaiknya kau beristirahat," ucap Dewa Kebijaksanaan, dan meninggalkan menara tertinggi di istana keseimbangan.
****
Akhirnya novel RDK ini tamat Genk... terimakasih untuk semua dukungan nya selama ini, tidak lupa gw minta maaf jika ada salah kata atau hal yang tanpa gw sadari sudah menyinggung suatu golongan, atau kata-kata yang membuat tidak nyaman terutama untuk para pembaca wanita, maaf jg karena menurut gw akhir dari novel ini tidak maksimal, karena kesibukan gw yang kerja berat, dan bagi yang tidak menyukai novel ini jangan terlalu di ambil hati, dan bagi kebetulan menemukan nya yang merasa terhibur biarlah novel ini menjadi rahasia kecil kita, sebuah hiburan yang terselip di tumpukan ribuan novel di rak usang noveltoon, akhir kata.... salam satu imajinasi... author izzyl.
"cuaca di tentukan oleh kekaisaran langit, saat ini dewa cuaca sedang minum di aula keluarga, jadi orang lain yang sedang melakukan nya ayah mertua," batin Xiao Zhou dan menatap ke langit, pandangan Xiao Zhou menuju ke arah lembah kuno.
Seorang berambut pendek berwarna emas keluar dari lembah itu, pria itu tampak seusia Xiao Zhou, dengan senyum tidak berdosa melangkah tanpa menggunakan alas kaki, dan pakaian compang-camping, gerakan nya terlihat begitu pelan, dan membuka sebuah gerbang, dan gerbang itu menuju suatu tempat di alam tengah, dan tempat itu adalah Lembah Kuburan, salah satu tempat paling menakutkan di rute punggung serigala.
****
"seperti nya adik mu sudah keluar," guman Xiao Zhou.
Cincin langit berputar di sekitar wajah Xiao Zhou,
"kau benar.... dia menginginkan ku, dan mencari cara untuk mengeluarkan ku dari kurungan pusaka ini, dia ingin aku bergabung dengan sebelas jiwa di tubuh nya," ucap Dewi yang terkurung di pusaka cincin langit.
"apa kau ingin bergabung?" tanya Xiao Zhou.
"hahaha.... kau membuat ku tertawa bocah, tentu saja... dengan bergabung nya aku, maka dua belas jiwa dewa terkuat di zaman ku akan bersatu, dan istri mu Ratu Xhin Ye yang cantik itu pasti tahu apa artinya ini," ucap Dewi dalam cincin itu.
"aku tahu.... dua belas Dewa memang sudah di siapkan jika Kaisar Langit di zaman kalian meninggal, kalian akan mengambil alih kekaisaran langit, itu adalah takdir kalian, tapi itu ada di zaman kalian, sekarang zaman sudah berganti dan semasih ada aku seperti itu tidak bisa terjadi," ucap Xiao Zhou.
"hihihi... aku menyukai rasa percaya diri mu itu, kau terdengar seperti sang Pembunuh Dewa yang begitu bodoh, mungkin kau tidak bisa mati, tapi jangan lupa ada empat jiwa dewa kegelapan dalam dua belas dewa terkuat, empat Dewa dengan kemampuan yang begitu hitam, salah satu nya Dewa Kematian, jika dia mau satu persatu keluarga mu ini dengan mudah kehilangan jiwa mereka, bukan kah itu sama saja kau akan mati saat melihat itu terjadi?" ucap Dewi itu.
"kau benar... aku terasa mati jika itu terjadi," ucap Xiao Zhou.
"hihihi... kau memang satu-satunya yang dapat mengendalikan waktu, tapi Dewa Kematian di jaman ku adalah satu-satunya pengendali jiwa, dia bisa memainkan jiwa lain sesuka hati nya, dan memindahkan jiwa nya saat tubuh yang di tempati nya hancur, ini sedikit mengkhawatirkan jika dia masuk ke tubuh salah satu orang yang kau cintai, jika kau pintar sebaiknya tidak menggangu kami," ucap Dewi itu.
"Pengendali jiwa, mungkin kami akan selalu hidup berdampingan," guman Xiao Zhou, dan memainkan kuku jari tangan nya seperti sedang menghitung.
"mungkin saja, tapi aku meragukan nya, dia mungkin menginginkan tubuh abadi mu dengan menyatukan jiwa kalian, tapi aku rasa hal itu sulit tidak ada jiwa yang mampu bertahan dari panas inti matahari mu, tapi tunggu!! kau seperti nya tidak khawatir sama sekali, kau seperti sudah tahu apa yang akan kau lakukan, aku menyukai sikap mu ini," ucap Dewi itu.
"hemmm.... lakukanlah apa yang terbaik menurut kalian, dan aku... aku akan melakukan apa yang aku suka," guman Xiao Zhou dengan seringai iblis nya dan mengeluarkan guci arak nya. serta menghilang dalam kegelapan, di ikuti oleh cincin langit seperti anjing yang mengejar tuan nya.
****
lima tahun kemudian.
Pagi buta udara terasa begitu dingin, terlihat tetes-tetes air jatuh dari ujung atap yang di selimuti bunga es, Xiao Zhou berdiri di anak tangga yang begitu banyak menuju sebuah istana, tampak uap asap keluar dari setiap hembusan nafas nya di hidung nya yang mancung.
Pakaian hitam bermotif segitiga ke emasan membungkus ketat dada nya, dan begitu lebar di ujung kakinya, sebuah pedang panjang melengkung terselip di pinggangnya, dengan kedua tangan di belakang punggung, tampak dari kejauhan punggung panjang itu mulai melangkah menuju pintu besar terbuat dari batu yang sudah penuhi jaring laba-laba.
Sorot matanya terlihat begitu tajam, dan dingin, sangat berbeda dari biasanya yang terlihat acuh, kristal biru yang hampir senada dengan bola mata nya tampak bersinar. jemari panjang indah nya mulai memegang gagang pedang yang panjang itu, dan perlahan mencabut nya.
"bedebah apa kau sudah siap membantai," ucap Xiao Zhou bicara pada pedang kematian nya.
tapi di balik pintu batu yang begitu tebal itu, ribuan Petarung tangguh sudah menanti tamu mereka, semua pedang di tempat itu bergetar hebat sedari Xiao Zhou menginjakkan kaki di ujung anak tangga paling bawah, dan seorang Dewi yang terlihat begitu menawan sedang duduk, salah satu kaki nya bertumpu pada kaki yang lain, matanya yang jernih menatap ke arah gerbang nya, salah satu tangan nya menopang dagu nya, seperti sedang tidak sabar menunggu sebuah pertunjukan yang menarik, terlihat senyum nya mulai mengembang saat gerbang tua itu mulai bergetar.
Seorang pemuda dengan penutup kepala hitam, dan juga pakaian serba hitam setengah berlutut di hadapan wanita duduk itu,
"Dewi air... ini adalah karena kesalahan ku, biar aku yang menyelesaikan ini di luar istana mu, kau adalah lambang dan juga ibu dari semua kehidupan, ini akan mencoreng istana anda," ucap pemuda tampan itu.
"haha... jendral, kau jangan gegabah, meski begitu samar, aku bisa merasakan hawa dari keponakan ku Mou Lu yang agung di tubuh pemuda ini, sebaiknya kita lihat saja!" ucap wanita berhidung indah itu.
****
ini cuma menunjukkan jika zau akhirnya kembali menjadi pembantai, gw belum bisa bikin sekuel ato cerita yang serupa, mohon maaf jika kalian yang berharap ada cerita serupa sedikit kecewa, kesibukan gw benar-benar membunuh halusinasi gw.