Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
kekuatan misterius.


di atas langit tampak Kaisar Langit berdiri di pinggir sebuah taman indah, hatinya begitu gundah, tangan nya mengelus jenggot panjang nya.


puluhan dewa dan penasehat nya tidak berani mendekati nya, hanya berdiri tidak jauh dari nya.


"Yang Mulia.... sebaiknya anda masuk kedalam istana, biar kami yang menyelidiki apa yang terjadi" ucap Dewa Pengetahuan melangkah maju sambil membungkuk.


"hemmm... hatiku berdebar kencang saat ini, bagaimana apa kau tahu apa yang menyebabkan bayangan bulan dan matahari menjadi sembilan beberapa waktu yang lalu?" tanya Kaisar Langit.


"maafkan hamba Yang Mulia... tapi hamba belum mendapatkan jawaban dari kejadian itu, sama sekali tidak ada hal yang aneh dari tiga alam ini, tetapi hamba berpemikiran akan muncul sumber kekuatan yang tidak yang sangat hebat " ucap Dewa Pengetahuan.


degggg....


Langit sedikit bergetar,


"kekuatan itu telah muncul Yang Mulia," ucap Dewa Pengetahuan, dan mulai memainkan ujung kuku nya.


"hemmm... kekuatan ini tidak tersegel Yang Mulia, jadi kita bisa melihat nya, dan ini bersumber dari alam tengah( bumi)," ucap Dewa Pengetahuan, dan melangkah ke samping Kaisar Langi dan merapal sebuah mantra, tangan Dewa Pengetahuan melambai membuat awan yang ada di bawah nya menjadi sebuah layar sangat lebar, dan memperlihatkan sebuah cahaya biru di tengah lautan.


cahaya biru itu semakin mendekat dan terlihat seorang wanita berkerudung sedang menghancurkan sebuah kapal perompak.


"ini adalah sumber dari kekuatan itu Yang Mulia, bahkan alam pun tunduk pada nya, anda bisa melihat nya, laut yang terkenal dengan keganasan kali ini begitu tenang di sekitar kekuatan itu, bagi kekuatan itu laut hanya seperti kolam kecil saja Yang Mulia" ucap Dewa Pengetahuan.


"kekuatan yang menggetarkan langit, kenapa ada kekuatan semacam itu di alam ini" ucap Kaisar Langit.


"Yang Mulia... tiga alam menyimpan begitu banyak misteri, meskipun kita dewa kita tidak mengetahui semuanya, Yang Mulia..." ucap Dewa Pengetahuan.


dan tiba-tiba saja mata wanita berkerudung itu menatap kedua Dewa yang sedang mengamati nya, tampak senyum tipis di bibir nya, dan mulai melanjutkan perjalanan menggunakan perahu kecil nya.


"wanita itu bukan Dewi seperti kita Yang Mulia, aku tidak mengetahui nya, tetapi yang jelas kekuatan nya berasal dari pedang panjang di punggung nya itu." ucap Dewa Pengetahuan lagi



ilustrasi dari pedang di punggung wanita itu.


"apa kau pernah mendengar tentang pusaka itu?" tanya Kaisar Langit.


"hamba tidak yakin Yang Mulia... tapi beberapa waktu yang lalu, penguasa ke 15 pernah menanyakan sebuah pedang, nama nya pedang semesta Yang Mulia..." jawab Dewa Pengetahuan.


"hemmm... penguasa ke 15, pedang semesta, apa mungkin pedang yang dimiliki wanita itu merupakan pedang semesta?" guman Kaisar Langit sambil mengelus jenggotnya.


******


sudah dua hari Xiao Zhou melakukan perjalanan menuju istana iblis, pagi itu sebelum langit terang Xiao Zhou menginjakkan kakinya di gerbang desa menuju istana iblis.


tampak sebuah istana megah terlihat di atas bukit, tidak jauh dari tempat nya berdiri.


pagi itu tampak desa itu begitu ramai, semua begitu larut dalam kesibukan nya masing-masing, terlihat para rombongan dari berbagai sekte, sudah mulai keluar dari penginapan masing-masing. mereka begitu mencolok karena pakaian yang di kenakan menunjukkan identitas dari masing-masing sekte.


mereka mulai berjalan menuju bukit itu, sambil berbincang hangat.


"kemarin adalah hari keberuntungan ku bisa melihat seorang legenda hidup, ini seperti mimpi bagiku, sang penguasa timur melangkah di depan ku" ucap salah satu dari anggota sekte itu, dan semua rekan nya mengangguk setuju,


"kenapa waktu berjalan begitu lambat" batin naga emas Utara yang mengenakan pakaian merah khas seorang mempelai pria.


naga emas mulai menyapa para undangan dari beberapa tokoh dunia kultivator, dengan wajah yang begitu bahagia.


sore hari nya di dalam ruangan yang di jaga begitu ketat, Yun Li Wei tampak sangat muram, walaupun pakaian yang dikenakan nya juga begitu mewah, dan elegan.


hiasan di atas kepala nya begitu tampak serasi, dan selembar kain merah tipis menutup wajah nya.


tidak ada senyum sedikit pun di wajah nya dingin nya, tak jauh dari nya Long Fei duduk sambil mengerutkan keningnya.


"bersiaplah ibu beberapa saat lagi calon suami ibu akan datang melihat ibu" ucap Long Fei tersenyum.


"ibu harap kau tidak pernah menyesali tindakan mu terhadap ku hari ini" ucap Yun Li Wei, mata nya sedikit memerah karena marah.


"hemmm... aku sudah mengambil keputusan yang tepat kali ibu, dan ingatlah ibu kau harus melakukan apa yang di katakan tabib kemarin, saat ini ibu tidak boleh mengeluarkan energi qi,"


Yun Li Wei terlihat pucat, mengingat ucapan tabib yang memeriksa nya kemarin.


"Ratu bayi dalam kandungan nyonya begitu kuat, tetapi rahim Ratu sangat lemah, sebaiknya gunakan semua kekuatan qi anda untuk memperkuat rahim anda. dan jangan menggunakan nya untuk hal-hal lain." ucap tabib itu.


"itu sama saja artinya mulai saat ini seperti manusia biasa tabib?" tanya Yun Li Wei seakan-akan tidak percaya.


"benar Yang Mulia Ratu, anda harus melakukan nya jika ingin mempertahankan bayi ini, tapi itu hanya sampai bayi ini lahir saja, setelah itu anda akan kembali seperti semula" ucap tabib itu.


"baiklah tabib, akan aku lakukan anjuran mu" ucap Yun Li Wei cepat, seperti tidak ada hal yang lebih penting selain bayi dalam perut nya.


sreeeggggg......


pintu besar di ruangan Yun Li Wei tergeser ke samping kanan dan kiri, membuat nya terbuka lebar.


"ibu mertua calon suami mu ingin melihatmu" ucap Wang Jia Li, ikut masuk ke ruangan itu.


Yun Li Wei begitu marah, dan tidak ingin melihat mempelai pria nya, hatinya begitu putus asa, dan hanya menunduk. sesekali mata nya menatap Long Fei dengan sorot penuh kebencian.


Yun Li Wei hanya menatap lantai ruangan nya, tampak sepanjang sepatu laki-laki melangkah dan berhenti di hadapan nya.


"apa aku boleh melihat wajah mu" ucap seorang pria di hadapannya Yun Li Wei.


jantung Yun Li Wei seperti berhenti berdetak mendengar suara pria itu, mata nya menatap ke arah Long Fei, seperti tidak percaya sikap Long Fei masih tenang dan tersenyum setelah mendengar suara dari pria di depan nya.


"ibu apa ibu tidak mendengar pertanyaan dari calon suami mu itu" ucap Long Fei saat Yun Li Wei menatap nya.


"a-apa ini?? katakan apa yang sedang terjadi" teriak Yun Li Wei air matanya sudah tidak tertahankan lagi.


*****


siapa kira-kira pemilik suara itu geng? wkwkwk... naga emas Utara, Xiao Zhou, atau Hua Ming.... hemmm... ga usah penasaran tarik nafas dalam-dalam, kita lanjut baca nya geng.. wkwkwkkw..... jangan lupa like dan komen.