
adik Geun Soo kau? ini jebakan," ucap Park Min Ji yang baru menyadari jika minuman bermasalah, namun tubuh nya sudah di begitu panas, dan terlambat untuk mencari celah melarikan diri.
"aku rasa ini sudah cukup tuan Kim," ucap Park Min Ji dan berusaha menjauh.
"anda tahu sendiri tubuh mu akan terluka, jika berhenti saat ini nyonya," ucap Kim bong Goo.
Kim bong Goo yang sudah mengetahui Park Min Ji ingin berhenti semakin melancarkan serangan-serangan nakal nya di sela-sela melakukan gerakan berlatih.
sentuhan-sentuhan pada bagian sensitif semakin gencar membuat Park Min Ji begitu terangsang, dan nafas nya memburu saat latihan itu selesai.
"baiklah... aku ingin beristirahat," ucap Park Min Ji dan berusaha pergi, namun Kim Bong Goo dengan cepat menarik pinggang wanita itu hingga dada mereka menempel,
"hahaha.... nyonya kau terlalu kaku, sebaiknya kau sedikit lemas," ucap Kim bong Goo dan memutar tubuh Park Min Ji serta menekan pinggang ramping wanita itu kebawah sehingga wanita itu sekarang seperti sedang merangkak, dengan bertumpu pada kedua lututnya.
"sebaiknya kau menyerah saja, maka pelayan kecil itu akan selamat," bisik Kim bong Goo.
"tolong hentikan ini," ucap Park Min Ji, tampak wajah nya begitu terangsang dan tubuh nya seperti tidak dapat di kendalikan lagi.
"nyonya coba mundurkan tubuh mu," ucap Kim bong Goo yang kini berlutut di belakang Park Min Ji.
"hentikan," ucap pangeran ke empat namun suaranya begitu pelan.
pangeran ke empat yang sudah sangat mengetahui niat Kim bong Goo mencoba berdiri namun kaki nya begitu lemas, bahkan tangan nya tidak mampu di gerakan.
Kim bong Goo tersenyum licik ke arah pangeran ke empat,
"bukankah ini adalah hal yang sering kau lakukan pangeran, hanya saja kali ini kau sendiri akan menyaksikan langsung tanpa bisa melakukan apapun, kau hanya bisa bicara," ucap Kim bong Goo.
"apa yang kau lakukan pada pangeran?" tanya Park Min Ji.
"tenanglah.... dia hanya akan lumpuh sementara, dan aku harap kau tidak keberatan," ucap Kim bong Goo dan meraba perut Park Min Ji dan tangan nya mulai ke arah gundukan indah milik wanita itu.
jemari lihai Kim bong Goo sudah bergerak di ujung gunung itu yang sudah begitu keras, elusan nya membuat Park Min Ji terbuai, tampak dari sorot mata nya yang mulai sayu, dan lidah nya yang sesekali menjilati permukaan bibir merah nya.
"aahhh.... aku begitu ingin di sentuh," batin nya, dan sedikit membantu dengan mengangkat tubuh depan yang masih dalam posisi merangkak agar tangan-tangan dari arah belakang nya itu dapat meremas nya sedikit lebih kencang.
"nyonya seperti kau begitu menikmati remasan ku, sebaiknya kau sedikit memundurkan bokong indah mu ini," ucap Kim bong Goo dan salah satu tangan nya mulai mengelus paha panjang Park Min Ji dan bergerak semakin ke atas.
jemari nya hanya menyentuh ringan di sepanjang celah wanita itu dan melewati nya, membuat Park Min Ji mende*sah pelan sambil menggigit bibir bawahnya untuk meredam desa*Han nya.
"aahhhhssss....."
"dia begitu pintar memainkan tubuh ku," batin Park Min Ji jemari tangan nya sudah melepaskan gagang pedang nya, dan meremas apapun di bawah jemari itu, pikiran nya begitu campur aduk, antara benci, malu, tapi semua nya itu tenggelam dalam lautan kenikmatan bi*rahi yang haus akan penuntasan.
dan kini tangan Kim Bong Goo bermain di bokong yang begitu membulat membuat Park Min Ji sedikit merendahkan tubuh depan nya, dan terlihat posisi mereka kini seperti sudah siap bersatu.
terlihat keringat mulai membasahi kening dan leher jenjang Park Min Ji, matanya menatap ke arah Kim bong Goo yang sudah ada di belakang nya, dan mengetahui jika memundurkan tubuhnya maka milik nya akan beradu dengan milik Kim bong Goo, dan wanita itu sudah mengetahui jika Milik Kim bong Goo keras sedari tadi.
"jangan.... Ji'a aku mohon," ucap Kim bong Goo air mata nya mulai menetes.
namun perlahan rasa gatal, dan gejolak b*rahi sudah meracuni akal sehat wanita bertubuh indah itu dan mulai memundurkan pinggul nya sedikit demi sedikit.
"aahhsss.....," lenguhan nya kembali terdengar, saat ujung benda milik Kim bong Goo menyentuh tepat di bagian celahnya yang terasa sudah begitu berlendir.
Kim bong Goo yang juga merasakan sentuhan lembut di ujung milik nya seperti menggila dan meremas bokong besar di hadapan nya sambil mengayunkan pelan tubuh nya.
"aahhhh...." desa*Han merangsang Park Min Ji terdengar lagi,
Park Min Ji yang sudah merasakan kenikmatan, mulai memejamkan matanya, dan menggigit bibir bawahnya kembali mendorong sedikit tubuh nya lagi,
"enggghhhh....." de*sah Park Min Ji sedikit berbeda karena teredam oleh bibir bawahnya yang tergigit.
Kim bong Goo yang sudah tidak tahan dengan cepat membebaskan benda besar nya, dan dengan perlahan menyibakan pakaian bawah sekaligus pakaian dalam Park Min Ji.
Park Min Ji yang sudah begitu terangsang oleh obat yang dicampur dalam teh yang di minum bersama Park Geun Soo, mengetahui ulah nakal tangan Kim bong Goo, namun desakan naf*su nya sudah membuat nya membiarkan semua aktivitas Kim bong Goo, yang ada di pikirannya hanyalah sesuatu yang masuk ke dalam milik nya dan menuntaskan rasa gatal yang sudah menggila.
Kim bong Goo menatap ke arah pangeran ke empat yang duduk bersandar, berusaha bangkit dari tempat duduknya
"bagaimana pangeran? mungkin ini adalah hukuman untuk mu, kau selalu mengkhianati teman mu, dan sayangnya kau juga mengkhianati ku, dan sekarang kau mendapat ganjaran dari apa yang pernah kau perbuat, hahaha... dunia benar-benar adil," teriak Kim bong Goo
"kau benar-benar binatang, lepaskan Ji'a, dia adalah milik ku, miliku....." teriak pangeran ke empat begitu lemah, dan hanya mampu menggeleng saja.
Kim bong Goo tidak mempedulikan teriakan-teriakan pangeran ke empat yang tidak pernah berhenti, pria berbibir tebal itu mulai bermain jemari nya di bibir celah yang sudah terlihat seperti bengkak itu,
"haha... nyonya kau seperti nya sudah begitu basah, apa kau terlihat begitu menyukai permainan ku,hehe..." Kim bong Goo yang sudah merasa di atas angin.
"i-tu tidak benar... aku tidak menyu-kai nya, aaahhh.... mmmsssss" de*sahan Park Min Ji sedikit kencang saat jemari kasar Kim bong Goo menggesek tepat di daerah yang sudah begitu becek itu.
"maafkan aku Zhou'er... aku tidak mampu menahan nya, aku benar-benar ingin," batin Park Min Ji menggelengkan kepalanya namun tubuh nya mulai menekan milik nya ke arah Kim bong Goo.
mata Park Min Ji menatap milik Kim bong Goo yang begitu keras dan mengkilap karena begitu tegang,
"oohh... tidak benda milik pria jelek itu akan memasuki ku," ucap Park Min Ji.
"hahaha.... nyonya kau benar... aku pria jelek yang begitu beruntung, mendapat tubuh indah ini," teriak Kim bong Goo dengan suara bergetar
tangan pria itu mulai meremas bongkahan bokong besar dan mulus Park Min Ji untuk sesaat, dan menarik sedikit pakaian dalam berwarna coklat muda yang sudah tersingkap itu, dan menatap milik Park Min Ji yang sudah memerah dan begitu berlendir,
"ohhh... indahnya nyonya," guman Kim bong Goo dan memegang milik nya dan menempelkan ujung benda besar nya, dipermukaan bibir dari celah Park Min Ji, yang tampak dari bawah begitu cembung dan hanya sedikit bulu pendek rapi berbentuk segitiga karena sempat dicukur beberapa waktu lalu.
Park Min Ji yang merasakan sebuah benda besar menempel di permukaan bibir celah nya begitu panik dengan menggelengkan kepalanya, memejamkan matanya begitu erat.
"aku mohon jangan dimasukkan," suara Park Min Ji bergetar dan terputus-putus, namun bi*rahi nya yang sudah di ujung seperti ingin mengerakkan tubuh nya kebelakang dan milik nya seperti berkedut ingin menyambut serta menelan benda dengan ujung berkilat itu.