Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
rumah makan kota huangdong


apa aku bermimpi?" tanya Xiao Zhou


"kau tidak bermimpi bocah mesum, dan sekarang lepaskan aku" ucap Lou Rong, yang mencoba berontak lagi, tapi tangan Xiao Zhou sudah memeluk nya dengan erat.


"tidak, ini pasti mimpi, dan dalam mimpi aku bisa melakukan apa saja, dan malam ini kita akan melewati nya dengan indah" ucap Xiao Zhou.


wajah Lou Rong memerah, saat tangan kanan Xiao Zhou mengelus wajah nya dan menarik nya kearah wajah nya, dan mereka kembali berciuman.


kali ini bibir keduanya saling terbuka, dan lidah mereka saling membelit, tangan Xiao Zhou mulai masuk ke pakaian tidur Lou Rong membuat wanita itu seperti bergetar hebat, karena baru pertama kali nya tubuh nya di sentuh seperti itu.


desahan Lou Rong mulai terdengar dari bibirnya.


"kau tahu, ini adalah ciuman pertama ku" ucap Lou Rong.


"hahaha, dan kau memberikan nya pada pria yang sedang tertidur? baiklah, dan malam ini akan menjadi pengalaman pertama buat mu" ucap Xiao Zhou dan mulai bermain di leher putih Lou Rong dan bergulir kebawah sampai di gunung besar milik Lou Rong,


"aahhhsss.... bocah nakal ini ucapan nya selalu membuat ku kesal, tapi tubuhku selalu menginginkan sentuhan nya" batin Lou Rong, dan tidak beberapa lama pakaian nya sudah tampak acak-acakan.


Xiao Zhou mulai memainkan tangannya di bagian bawah perut dari Lou Rong dan hanya beberapa saat tubuh Lou Rong melenting dan dan menekan-nekan pinggul ke tubuh Xiao Zhou dan akhirnya mengejang, dengan bibir terbuka.


aahhhh.... Lou Rong sedikit berteriak dan tubuh nya terjatuh di dada Xiao Zhou dan beberapa saat nafas nya mulai teratur lagi.


Xiao Zhou hanya tersenyum tipis dan kedua tertidur dengan lelap.


pagi itu, Lou Rong terbangun, dan mencoba mendapatkan kesadaran, mata nya sedikit melebar saat mendapati dirinya dan Xiao Zhou saling berpelukan, perlahan Lou Rong melihat pakaian nya yang sudah berantakan, dan mencoba mengingat kejadian semalam.


"semalam sangat indah, hatiku sangat bahagia, walaupun tidak sampai melakukan itu" batin Lou Rong dan membenamkan wajahnya di dada Xiao Zhou.


"mmm.... ini sangat nyaman" guman Lou Rong dan tertidur lagi.


dan sampai seseorang menjambak rambut halus nya, dan orang itu tidak lain adalah Jung Min Ha,


"apa yang kau lakukan iblis jalang? apa kau tahu bocah kecil ini masih terluka" guman Jung Min Ha kesal.


Lou Rong sangat malu,


"maafkan aku nona kecil, semalam aku begitu lelah dan tertidur di samping pemuda ini" ucap Lou Rong dan cepat-cepat merapikan pakaian nya dan keluar dari ruangan itu.


pagi itu Xiao Zhou sudah berjalan di sekitar benteng tua itu,


"udara yang sangat menyegarkan" guman Xiao Zhou dan masuk ke ruang makan, dan duduk di samping Jung Min Ha.


terlihat Lou Rong pagi itu sudah tidak menggunakan pakaian perang nya lagi, hanya mengenakan pakaian biasa yang memperlihatkan bahu nya yang kurus, dan rambut yang di ikat sekedar saja, membuat wajah nya terlihat begitu menggoda, dengan bibir merah alami.


Lou Rong sedikit tersenyum, yang mengetahui jika dirinya sedang di perhatikan oleh Xiao Zhou, dan hampir melupakan jika di depan nya jendral Yo sedari tadi hampir tidak berkedip menatap tubuh nya.


"nona Lou, apa kau tidak memiliki rencana menikah?" tanya Jendral Yo


"hihihi... jendral Yo, kita baru saja selesai bertempur, aku tidak menyangka akan selesai dengan begitu cepat, jadi aku tidak pernah berpikir ke arah sana sebelum nya" ucap Lou Rong yang tahu arah dari pembicaraan jendral Yo.


sudut mata indah Lou Rong sesekali menatap Xiao Zhou, yang terlihat tidak begitu suka dengan jendral Yo yang selalu dekat dengan dirinya.


***


beberapa hari ini Jung Min Ha tidak pernah meninggalkan ranjang Xiao Zhou, dan mereka tidur bertiga dengan Jung Min Ha setiap malam, dan Jung Min Ha selalu tidur di antara keduanya.


dan saat malam terakhir Xiao Zhou di benteng tua yang berdinding tebal terbuat dari batu itu, mereka berdua menelusuri koridor dengan ratusan kolong jendela tanpa daun yang menghadap ke medan pertempuran yang sudah tidak di gunakan lagi, tidak ada pencahayaan di tempat itu, hanya cahaya bulan yang redup menerangi dari celah-celah jendela tak berdaun itu.


kedua tangan mereka saling meremas, dan seperti tidak bisa menahan kedua sudah saling ******* dan berpelukan seperti tidak ingin berpisah.


Xiao Zhou mengelus wajah nya dan sesekali mencium nya.


"apa jendral itu sudah pergi?" tanya Xiao Zhou.


"aku tidak tahu, tapi apa kau cemburu? kau bahkan tidak pernah menyatakan kau menyukai ku, katakan hubungan kita ini apa?" tanya Lou Rong menatap mata Xiao Zhou dalam-dalam.


"setelah aku memberikan inti darahku ke tubuh mu, kau hanya punya satu jenis hubungan dengan ku, aku ini adalah suami mu, dan apa sekarang boleh aku cemburu?" Xiao Zhou balik bertanya.


mata Lou Rong berkaca-kaca, dadanya terasa sesak,


"suami bodoh, kenapa kau baru mengatakan nya" ucap Lou Rong terisak sambil memukul-mukul dada Xiao Zhou.


kedua kembali berciuman lagi, kali ini Lou Rong begitu bahagia dan ingin memberikan semuanya kepada calon suami nya itu. tangan Xiao Zhou sekarang mencoba melepas pakaian Lou Rong tapi di tahan nya.


"jangan di buka suami, nanti ada orang yang melihat" ucap Lou Rong dan tangan nya kini sudah mengeluarkan benda milik Xiao Zhou


"bisa kita melakukan nya tanpa membuka pakaian kita, aku benar-benar sudah tidak tahan" ucap Lou Rong, sambil menggigit bibir bawahnya, menambah wajah nya semakin menggoda.


Xiao Zhou menarik pinggul Lou Rong, membuat Lou Rong sedikit terpekik dan hanya melepaskan pakaian dalam Lou Rong yang sudah begitu basah, Lou Rong mengangkat sedikit tubuh bagian bawah nya agar memudahkan Xiao Zhou melakukan aksinya, sehingga milik mereka kini sudah saling menempel dan tidak terlindungi apapun, tubuh Lou Rong setengah berbaring di kolong jendela tebal itu dengan bertumpu kepada kedua tangan nya, mata sayu nya melihat benda besar itu mulai menempel dan perlahan mulai memasuki nya.


mmmmmsssss...


desahan Lou Rong mulai terdengar,


"ahkkkk...." dan sedikit terpekik saat benda itu mulai tertelan oleh milik nya, bibirnya terbuka lebar dan lidah nya keluar.


Xiao Zhou yang mengetahui jika ini adalah pengalaman pertama bagi Lou Rong melakukan dengan begitu lembut, dan menarik tengkuk Lou Rong dan mereka mulai berciuman dengan lidah keluar dari bibir mereka.


perlahan Lou Rong mulai menikmati gerakan Xiao Zhou dan tak lama tubuh nya mulai bergetar, dan gerakan tubuh nya begitu agresif, dan tangan nya menarik bokong Xiao Zhou agar lebih menempel ke tubuh nya, dan bersamaan dengan itu teriakan kencang keluar dari bibir Lou Rong dan di ikuti oleh Xiao Zhou.


malam itu Lou Rong tidur dengan lelap di pelukan lengan kanan Xiao Zhou, dan Jung Min Ha di sisi kiri Xiao Zhou.


pagi hari nya.


setelah Xiao Zhou pergi tatapan Lou Rong seperti kosong, jiwanya masih berada di kolong jendela tebal itu.


"bocah itu benar-benar menakjubkan, aku tidak bisa melupakan sedetik pun kejadian semalam" guman Lou Rong dan sudah tidak sabar menunggu Xiao Zhou, yang berjanji menjemput nya, setelah semua urusan nya selesai.


Jung Min Ha dan Xiao Zhou keluar dari lubang teleportasi di luar kota huangdong, Xiao Zhou ingin melihat-lihat kota huangdong sebelum pulang ke istana nya.


pagi itu Xiao Zhou masih mengenakan pakaian hitam seperti biasa dengan rambut di ikat di atas kepala, seperti ekor kuda membuat nya terlihat seperti pendekar pedang yang gesit, wajah tampan nya menjadi sedikit terbuka, dan pedang panjang di pinggang menjadi kan nya begitu menjadi pusat perhatian terutama dari lawan jenis.


beberapa wanita mulai berbisik saat Xiao Zhou melewati mereka.


Xiao Zhou memasuki sebuah rumah makan di lantai dua dan duduk di dekat sebuah jendela, yang tempat nya di sudut rumah makan itu, kedua nya mulai menyantap hidangan yang di pesan nya.


sampai dua orang berlainan jenis memasuki ruangan itu, keduanya tampak begitu mesra dan sang pria memeluk pundak wanita itu dengan begitu lembut.


"istriku kita duduk di tempat yang sudah aku pesan" ucap pria itu yang tidak lain adalah Huang Lang.


wanita yang bersama Huang Lang itu menatap Xiao Zhou beberapa saat, tatapan mata indah itu sesekali berkedip seperti gerakan lambat, walaupun tubuh wanita itu berbelok tapi tidak dengan tatapan nya, dan kedua nya saling menatap, sampai Huang Lang membawa nya duduk agak jauh dari tempat Xiao Zhou.


berkali-kali wanita itu mencuri pandang ke arah Xiao Zhou, dengan sorot mata berbeda, dan terlihat mata nya sedikit berkaca-kaca.


wanita cantik yang di panggil istri oleh Huang Lang itu tidak lain adalah Lun Zhing Yue.