Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pecah nya pasukan dewa pemburu


sudah tiga hari badai melanda, pagi itu terlihat cuaca cukup cerah, Xiao Zhou keluar dari gedung luas milik Zhania,


"bangunan ini terletak tepat di belakang tembok istana kekaisaran zarzantium," guman Xiao Zhou, dan terdengar suara parau di kepalanya,


"bocah ini adalah hari ke 60," suara itupun hilang


Xiao Zhou mengerutkan keningnya, hati nya begitu gundah.


"sebaiknya aku kembali ke pulau sekarang," batin Xiao Zhou, dan masuk ke bangunan milik Zhania.


"istriku... aku akan kembali ke pulau keseimbangan, apa kau ikut sekarang?" tanya Xiao Zhou


"istri? pulau keseimbangan?" terdengar suara seorang wanita di pintu bangunan itu, dan wanita bersuara itu melangkah mendekati Xiao Zhou dan Zhania.


Zhania melangkah dan berdiri di depan Xiao Zhou, dan mencabut pedang nya,


"mau apa kau wanita jalang? sebaiknya kau tidak mendekati nya lagi" ucap Zhania dengan marah


wanita bersuara itu tiada lain adalah Jasmine, mata nya tidak lepas dari wajah Xiao Zhou, dan mulai mencabut dua pedang di pinggangnya,


"bocah... kau apakan tubuh ku? setelah malam itu aku tidak pernah bisa bercinta dengan lelaki lain lagi," ucap Jasmine dan mulai bersiap menyerang Zhania,


"nyonya kenapa mereka bertarung?" tanya Yang Tian yang berada tidak jauh dari keduanya


"ahhh... ini sangat menarik, tapi wanita yang berpedang ganda itu seperti nya level itu nya sangat banyak" ucap Dewi pemburu, dan mengalihkan pandangannya ke lawan bicaranya, dan menggelengkan kepalanya.


"ahh.. bodoh nya aku bicara ini kepada mu" batin Dewi pemburu dan kembali menatap kedua wanita yang akan bertarung itu.


"istriku tenanglah, biarkan nona Jasmine bicara"


bukkkk... satu pukulan tepat di perut Xiao Zhou.


"bocah kau jangan menenangkan istri mu, saat sedang seorang wanita lain ingin merebut mu" ucap Zhania.


"harusnya pukulan nya lebih keras lagi, biar bocah kurang ajar itu tidak berani macam-macam lagi" ucap Dewi pemburu itu


Jasmine memasukkan pedang nya kembali,


"baiklah... kali ini aku sedang tidak ingin bertarung, tapi sepertinya istana sedang dalam kekacauan" ucap Jasmine dan melangkah pergi dari tempat itu, terlihat senyum di wajahnya yang begitu cantik, dan dapat menggoda setiap kaum laki-laki.


"kali ini aku pergi, tapi aku sudah mengetahui tempat tinggal bocah itu sekarang, aku akan merampasnya dari mu adik" batin Jasmine


"wanita licik itu, pasti memiliki rencana busuk sebaiknya kau tidak terperangkap oleh tipuan nya suami" ucap Zhania menatap kepergian kakak angkat nya Jasmine.


mereka berempat berkemas-kemas akan kembali ke pulau keseimbangan,


"kau penguasa ke 15, namaku Xiang yu, aku ingin mengucapkan terimakasih padamu, kau sudah menyelamatkan hidup ku, suatu saat aku akan membalas budi ini" ucap Dewi pemburu.


"itu hanya kebetulan saja, jangan terlalu di pikirkan" ucap Xiao Zhou.


"tidak ada kebetulan di dunia ini, yang ada kau terlalu merendah, tapi apapun itu berkat kau aku masih hidup saat ini" ucap Xiang yu


"baiklah... tidak ada gunanya meributkan itu, kita berangkat sekarang" ucap Xiao Zhou dan mulai merapal mantra yang di ajarkan tetua Zhifu.


seberkas cahaya melapisi pintu kamar zhania dan beberapa saat kembali normal lagi.


Xiao Zhou menggenggam jemari tangan Zhania, dan menarik nya memasuki pintu itu, di ikuti Yang Tian dan terakhir Xiang yu, terlihat wajah Zhania tertunduk dan sedikit memerah.


********


di pulau keseimbangan, sebuah pulau kecil dengan istana kecil muncul lagi dan juga terhubung dengan istana milik Xiao Zhou, gerbang kedua sudah di buka oleh Xiao Zhou, dan dari istana itu muncul Xiao Zhou di ikuti tiga orang, para dayang sudah menunggu mereka, dan seperti biasa tetua Zhifu berdiri paling depan.


Xiao Zhou menganggukan kepala nya,


"dayang tolong antar kan istri ini dan tamu ku ke kamar nya" ucap Xiao Zhou menatap Zhania yang hanya tersenyum.


"baik tuan muda, ratu silakan ikut kami" ucap salah satu dayang itu.


Xiao Zhou dan tetua Zhifu berjalan di pinggiran taman istana nya,


"tuan muda, penjaga pulau tingkat kedua, belakang ini semakin, sering bergerak sebaiknya anda tidak menggangu mereka lagi" ucap Zhifu terlihat wajah nya sedikit khawatir.


"begitu rupanya, apa mereka sangat berbahaya paman?" tanya Xiao Zhou


"mereka ada di berdampingan dengan kita, aku rasa mereka tidak akan menyerang kita," balas tetua Zhifu, sampai tiba-tiba terlihat seekor serigala hitam besar berdiri di gerbang pulau itu dan menyalak ke arah istana Xiao Zhou, tampak tiga orang yang tidak asing di belakang mereka.


"mereka datang lagi, kali ini aku akan menghabisi para dewa itu" ucap tetua Zhifu,


"tunggu paman, seperti nya mereka datang untuk tamu ku tadi, jadi biar aku saja menemui mereka" ucap Xiao Zhou


dari dalam istana terlihat Xiang yu dan Yang Tian melesat terbang dan mendarat di hadapan serigala hitam itu.


"pemimpin kau sudah datang" ucap Xiang yu menyapa pimpinan dari dewa pemburu.


"kau Xiang yu, rekan mu sudah mati kau masih berani menyapaku" ucap Wang Cong yang merupakan pimpinan dewa pemburu.


"maafkan aku pimpinan, tapi aku di lempar ke lorong ruang oleh dewa suci Qing Tao, dan juga dia telah menyegel semua kemampuan navigasi ku pimpinan" ucap Xiang yu


"apa? dewa suci menyegel kemampuan mu?" ucap Wang Cong dan mengeluarkan cahaya dari ujung jarinya menyentuh kening Xiang yu


"kau benar, dewa suci Qing Tao sudah menyegel mu, jadi aku rasa kau tidak keberatan" ucap Wang Cong dan merampas lencana dari pakaian Xiang yu


"kau sudah tidak memiliki kemampuan navigasi, kau sama sekali tidak berguna untuk kami, mulai sekarang kau bukan lagi bagian dari dewa pemburu lagi" ucap Wang Cong dengan wajah dingin nya.


"apa ini?, kau seorang pemimpin harus nya saat bawahan mu kehilangan kemampuan nya, kau harus nya membantu bukan membuang nya, aku rasa kau bukan pemimpin yang bijaksana" ucap Yang Tian tanpa ekspresi.


"hahaha... kebijaksanaan??? kami para dewa pemburu tidak pernah dilatih tentang itu, yang kami pelajari adalah cara menangkap binatang buruan dengan segala cara, apa kau mengerti manusia" ucap Wang Cong


Xiang yu mendorong tubuh Yang Tian yang ada di antara dirinya dan Wang Cong


"ini bukan urusan mu menyingkirlah manusia," ucap Xiang yu dan melangkah mendekati Wang Cong


"seluruh hidupku aku abdikan untuk menjadi seorang dewa pemburu, ternyata ini yang kudapat, awalnya aku sangat kesal dengan Dewa suci Qing Tao yang menyegel kemampuan navigasi ku, tapi Dewa suci Qing Tao selalu melakukan sesuatu dengan alasan yang benar, hari ini aku Dewa suci Qing Tao telah membuka mataku, bahwa aku mengabdi pada orang yang salah, terimakasih dewa suci Qing Tao" ucap Xiang yu dan mulai berlutut dan berdoa atas kematian dewa suci itu.


"kau berani nya mengatai ku, baiklah... kau sudah tepat tinggal di tempat sampah ini hidup bersama teman-teman sampah mu itu, dan sebaiknya jangan pernah kembali ke alam dewa lagi" teriak Wang Cong


"Liu Chan, Yang Dong kita tinggalkan tempat terkutuk ini" ucap Wang Cong lagi


"tunggu pemimpin, walaupun aku lahir dari batu dan bodoh, tapi aku mengerti sedikit tentang ini, kau bukanlah pemimpin yang baik menurut ku, aku berhenti menjadi pengikut mu" ucap Yang Dong dengan suara nya serak dan berat serta melepaskan lencana nya dan melemparkannya ke arah Wang Cong.


Yang Dong mulai berlutut dan memanjatkan doa, untuk dewa suci Qing Tao, dan perlahan sebuah sinar keluar dari kepala Xiang yu, segel suci dewa Qing Tao terlepas.


Xiang yu tersenyum dan berdiri, dan menarik lengan Yang Tian dan mengapit nya dengan lengan nya


"tadi kau terlihat sangat jantan manusia, kakak Yang Dong sebaiknya kita menikmati suasana pulau ini" ucap Xiang yu meninggalkan Wang Cong dan Liu Chan


"Yang Dong berdiri, kakak Liu apa kau yakin masih mengikuti nya, suatu saat dia akan membuang mu sama seperti yang dia lakukan pada adik xiang" ucap Yang Dong menatap Liu Chan.


"kakak Yang Dong cepat lah" teriak Xiang yu yang sudah melangkah beberapa meter dari tempat Yang Dong berdiri.


"baik adik" suara berat Yang Dong terdengar dan berlari kecil ke arah Xiang yu yang bergandengan dengan Yang Tian.