Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
menuju gerbang ke tiga


"aku adalah yang terbaik melayani lawan jenis ku di atas ranjang" ucap siluman laba-laba itu.


Xiao Zhou memejamkan matanya dan menggunakan pendengaran nya untuk melihat ke arah siluman laba-laba itu, mencari titik lemahnya, tetapi siluman laba-laba itu tetap masih dalam bentuk wanita cantik,


"hihihi, aku adalah siluman puluhan ribu tahun yang sudah memiliki tubuh asli, bagaimana sayang apa kau menyukai tubuh ku ini" ucap siluman itu yang mengetahui Xiao Zhou menggunakan tehnik melihat lewat pendengaran nya


"wanita ini seperti Xue, bahkan Xue masih belum bisa menghilangkan ekor sembilan nya" batin Xiao Zhou, dan memusatkan pikirannya pada pedang kematian di tangan kanan nya.


pedang panjang itu mulai melayang dan menebas tali emas itu, tapi tebasan nya begitu lemah, dan tidak dapat memutuskan tali emas itu.


"hemm... kau masih belum menyerah juga rupanya, kau harus nya belajar lebih keras lagi" ucap siluman wanita itu, dan tangan kiri nya kini sudah membebaskan benda milik Xiao Zhou dari pakaian nya, sekali Gus memegang nya.


"kau memiliki benda yang begitu bagus, aku belum pernah bertemu yang seperti ini, aku harap kemampuan nya, sehebat bentuk nya ini" ucap siluman itu, dan mulai menduduki nya.


"aahhhkkkkk....." bibir siluman wanita itu sedikit terbuka dan mengeluarkan sedikit pekikan


"aahhh..." Xiao Zhou kini juga melakukan hal yang sama.


"benda ini tidak bisa masuk, meskipun milik ku sudah begitu basah" batin siluman cantik itu.


"ini sangat penuh" ucap siluman itu, suara terputus-putus, dan kembali menekan benda berdiri di bawah nya, dan perlahan benda itu masuk meskipun tidak sepenuhnya.


emmmmsss.... siluman cantik itu menggigit bibir bawahnya dan mulai bergerak perlahan.


"oohhh... ini sangat hebat, aku benar-benar menyukai mu bocah kecil, dan jika kau beruntung aku akan mengajarimu beberapa tehnik yang membuat wanita tidak akan pernah bisa melupakan mu" ucap siluman itu.


"a-apa? apa itu seperti tehnik terlarang" tanya Xiao Zhou kening nya berkerut menahan kenikmatan dari milik siluman itu.


"aahh... tidak seperti itu, tehnik yang kau sebut itu tidak ada apa-apa nya di bandingkan tehnik yang akan aku warisan padamu, tapi sayang nya hal itu hanya terjadi jika kau bisa mengimbangi ku, yang selama ini belum ada yang mampu" ucap wanita itu dan tubuh nya mulai bergetar, nafas nya mulai tidak teratur, dan gerakan nya mulai semakin liar.


"aku tidak pernah merasa senikmat ini" batin siluman itu, badan nya semakin bergerak liar di atas tubuh Xiao Zhou, bibirnya terbuka dan terlihat cahaya keunguan.


siluman itu mencium bibi Xiao Zhou dan, dan tubuh wanita itu mengejang, sekaligus mendorong cahaya ungu itu masuk ke tubuh Xiao Zhou.


"aahhkkkk.... tubuh Xiao Zhou juga mengejang bersama, dan cahaya ungu itu pun masuk ke tubuh Xiao Zhou dan menghilang.


kedua nya terbaring lemas, di atas jaring emas yang begitu lembut.


"hemmm... bocah beruntung, sekarang kau sudah mewarisi tehnik itu, kau akan mahir dengan sendiri nya, sekarang setiap wanita yang kau tiduri, kewanitaan nya akan memberikan kenikmatan yang berkali-kali lipat dari sebelumnya kepada kalian berdua, saat melakukan itu" ucap wanita itu dan melepaskan jeratan tali emas itu.


Xiao Zhou meraih pedang nya, dengan nafas masih belum teratur, menatap siluman itu.


"aku berterimakasih padamu, tapi aku harus pergi dari alam ini, jadi aku harus membunuh mu" ucap Xiao Zhou.


"hemmm.... kau tidak pernah belajar bocah, baiklah aku akan mengizinkan kau lewat, tapi bagaimana jika kita melakukan nya sekali lagi" ucap siluman itu.


"dasar siluman mesum, aku tidak mau" ucap Xiao Zhou,


siluman cantik itu menarik tubuh Xiao Zhou dan memeluk nya, juga mencium paksa bibir Xiao Zhou, perlahan kedua saling *******, dan mereka kembali melakukan itu.


sudah berkali kali tubuh siluman itu mengejang, dan berhenti saat wanita itu tidak berdaya lagi.


"baiklah aku akan pergi sekarang" ucap Xiao Zhou.


"pergilah pejantan ku, pergi lah... kau sangat menakjubkan," ucap wanita itu yang terbaring tertelungkup sambil memejamkan matanya.


"dan satu lagi pesan ku, jika kau keluar gerbang menuju dunia mu, jangan pernah memberikan apapun ikut keluar bersama mu dari alam ini, kecuali gadis yang kau bawa itu" ucap siluman itu pelan dan tertidur karena kelelahan, dan sayangnya Xiao Zhou sudah jauh dari wanita itu saat ini.


Xiao Zhou meninggalkan gerbang ke dua, meninggalkan siluman cantik itu yang duduk di atas ranjang yang terbuat dari jaring emas, dan terus menatap kepergian Xiao Zhou.


Xiao Zhou melangkah kaki nya menuju pintu gerbang ke tiga, udara terasa begitu dingin, dan tidak jauh dari nya, seorang pria tampan berambut putih panjang, dan dengan dua pedang terbuat dari es, sedang duduk dengan mata terpejam menunggu kedatangan nya.


****


di rumah indah pinggiran danau biru. sebuah jendela yang terkunci di lantai dua kini sudah terbuka lagi.


terlihat seorang wanita sedang berlatih pengendalian darah, dengan segel di sekeliling nya, dengan keringat bercucuran di sekujur tubuh nya, sampai seorang pria mendekati nya, tapi tidak melewati segel yang di buat wanita itu.


"adik Lun, kau sudah berlatih tujuh hari dengan begitu keras, beristirahat" ucap pria itu yang tidak lain adalah Huang Lang.


"baiklah kakak Huang," ucap Lun Zhing Yue dan membuka segel nya, wajah nya terlihat kecewa, karena belum mampu menguasai pengendalian darah dengan sempurna.


kedua nya duduk di sebuah bangku, di taman dengan rumah mereka, dan menatap permukaan danau biru yang begitu indah di malam itu.


mereka mulai berbincang dengan begitu serius, dan sesekali mata Lun Zhing Yue, menatap ke arah pulau keseimbangan.


"bocah itu benar-benar tidak pernah datang lagi ke kamar ku, sekarang aku merasa begitu hampa" batin Lun Zhing Yue.


"adik Lun?" ucapan Huang Lang membuyarkan lamunan Lun Zhing Yue


"apa yang mengganggu pikiran mu? kau bahkan tidak mendengar ucapan ku" ucap Huang Lang.


" maafkan aku kakak Huang, mungkin aku sedikit lelah setelah berlatih beberapa hari" ucap Lun Zhing Yue.


"aku mengerti, sebaiknya kau mengunjungi kakek atau teman mu beberapa hari agar tidak bosan" ucap Huang Lang.


"kau sangat baik padaku kakak Huang, mungkin itu ide yang bagus, baiklah aku akan mengunjungi kakek ku untuk beberapa hari," ucap Lun Zhing Yue.


****


di pulau keseimbangan,


Xiao Zhou dan Liu fenghua dan juga Li Mei yin sedang berbincang, dan tiba-tiba seorang wanita cantik datang yang di antar oleh seorang penjaga.


"adik Lun," guman Liu fenghua yang kebetulan menatap kearah Lun Zhing Yue datang.


Xiao Zhou, berdiri dan ingat ucapan Lun Zhing Yue yang tidak ingin melihat nya lagi, ingin segera pergi dari tempat itu,


Xiao Zhou melangkah kan kaki nya mendekat ke arah Lun Zhing Yue, hanya membungkuk sedikit di depan nya, dan melewati nya begitu saja.


"tunggu tuan Xiao Zhou!!! apa kau tidak ingin bicara pada guru mu ini" ucap Lun Zhing Yue sambil tersenyum ke arah Xiao Zhou.


"apa? guru?" ucap Li Mei yin dan Liu fenghua bersamaan.


"benar, suami kalian sekarang adalah murid ku dalam bermain kecapi, apa kau tidak memberi tahu nya pada istri mu?" tanya Lun Zhing Yue yang mendekati Xiao Zhou.


"benar, maafkan aku jika lupa memberi tahu hal sepenting ini guru" ucap Xiao Zhou dan ingin melangkah pergi.


"hari ini siapkan perlengkapan nya, sebentar lagi kita mulai latihan kecapi mu" ucap Lun Zhing Yue, membuat kedua istri Xiao Zhou hanya membeku, Li Mei yin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"satu lagi wanita gila" batin kedua istri Xiao Zhou.


"oh ya kakak Liu, bisakah aku menginap beberapa hari di istana suami mu ini" ucap Lun Zhing Yue dengan nada begitu percaya diri, membuat nya terlihat begitu mendominasi, meski sekarang dirinya berada di kandang macan.


****


sorry geng cerita Lun Zhing Yue ini sedikit panjang, tapi sabar aja paling cuma dua ch lagi bakal kelar cerita Lun Zhing Yue ini,