Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch 26


di bantu dengan kedua tangan nya, Kim bong Goo mulai berhasil merenggang kan paha putih itu, dan mulai mencium paha panjang Park Min Ji.


Park Min Ji meremas kencang serbet panjang meja makan itu, perlawanan nya mulai melemah kehabisan tenaga, dan akhirnya kepala Kim bong Goo berhasil mendekati milik Park Min Ji dan mencium aroma celah wanita cantik itu.


"oohhh... ini begitu cembung dan indah," batin Kim bong Goo, yang mampu menatap dalam gelap.


Kim bong Goo semakin menggila saat melihat benda indah yang di lapisi pakaian dalam putih tipis itu, dan berusaha untuk mencium nya dan menjulurkan lidahnya, namun Park Min Ji sudah tidak mampu lagi menahan kemarahannya, dan mendorong tempat duduk nya menjauhi meja, dan dengan cepat memperbaiki pakaian nya.


"ada apa Ji'a?" tanya pangeran ke empat menatap Park Min Ji yang tiba-tiba terbangun dari tempat duduknya, dan menatap ke arah Kim bong Goo yang kini sudah duduk sambil berpura-pura membersihkan lencana nya.


"maaf pangeran, aku baru saja datang bulan," ucap Park Min Ji dan dengan terburu-buru keluar dari ruang makan itu.


prannkkkkk....


prannkkkkk....


Kim bong Goo dan pangeran ke empat mendengar suara benda-benda di hancurkan oleh Park min Ji di koridor menuju ruang tidur nya.


"apa datang bulan begitu menyebalkan bagi wanita?" ucap pangeran ke empat sambil menggeleng.


"seperti nya begitu pangeran," balas Kim bong Goo asal, dan masih terbayang keindahan paha milik wanita yang sudah pernah bersuami itu.


"besok malam kau akan jadi milik ku nyonya," batin Kim bong Goo, sambil menatap lencana lekat-lekat, dan mulai mengatur siasat agar mereka pergi ke kota, meninggalkan Park Min Ji sendirian, dan pria kekar itu akan berusaha menyelinap dan kembali ke rumah megah itu.


Langit mulai gelap, lebih dari lima ratus orang prajurit Zhou Chan sudah mengepung rumah mewah itu, puluhan orang melompat ke atap rumah tanpa menimbulkan suara sedikit pun, dan bersiap dengan busur dan anak panah yang siap di lepas kan.


dan seorang prajurit dengan cepat berlari dan berlutut di hadapan Zhou Chan,


"katakan mata-mata, kau tidak perlu berbisik saat ini, bicaralah yang kencang," ucap Zhou Chan yang mengenali prajurit di hadapan nya adalah seorang mata-mata.


prajurit berlutut itu mengangguk,


"tuanku... aku baru mendengar jika tuan muda Liu adalah putera mahkota kekaisaran Tang yang hilang saat pemberontak terjadi di negri ini," ucap mata-mata itu dengan lantang.


"seharusnya dari awal aku sudah membunuhnya," guman Zhou Chan dengan gigi bergeretak.


"bunuh semua orang di dalam, tanpa kecuali, mereka adalah pemberontak yang sedang menyamar, ratakan bangunan ini!!! jangan biarkan satupun yang selamat," ucap Zhou Chan tanpa ekspresi sama sekali.


di belakang rumah megah itu Xiao Zhou hanya duduk dengan jubah hitam menyelimuti punggung nya, sambil meneguk guci kesayangan nya.


dan di dalam rumah megah itu ratusan orang dari biro pengawalan sedang menyusun strategi pengawalan mereka yang akan berangkat pagi-pagi buta, di ruangan khusus, Park Min Ji seperti enggan untuk meninggalkan tempat itu, matanya sesekali menatap cahaya dari rumah kecil Xiao Zhou dan juga gudang jerami itu.


"demi Dewa.... apa yang terjadi padaku," batin Park Min Ji, dan melepaskan cincin penyimpanan di atas meja, dan bersiap untuk membersihkan diri.


Park Min Ji mulai melepaskan pakaian nya, pikiran nya sesekali mengingat kejadian di dermaga itu, dan mulai menenggelamkan tubuh nya dalam bak kayu berbentuk bulat, penuh air hangat dan rempah serta bunga wewangian.


blaaarrrrr.....


gerbang depan terbuka, dan terlepas dari penyangga nya, beberapa orang dari biro pengawalan yang berjaga di luar gerbang terlempar ke dalam halaman rumah megah itu, dengan luka menganga.


melihat rekan-rekan nya di bunuh, orang-orang dari biro pengawalan itu tanpa berpikir panjang mulai keluar dan bertarung, dentingan pedang terdengar begitu nyaring, dan pasukan biro pengawalan meski jumlah mereka lebih sedikit, namun penuh kultivator hebat, membuat pasukan Zhou Chan tertahan.


Kim bong Goo yang datang lebih awal yang berencana menikmati tubuh Park Min Ji tidak berani mendekat ke rumah itu, hanya mengamati dari jauh pertempuran sengit di halaman rumah megah itu, sambil mencoba mencari celah untuk menyelinap, namun kepungan prajurit Zhou Chan membuat usaha Kim bong Goo sia-sia, dan hanya menatap pertempuran dengan rasa kekecewaan yang begitu mendalam.


di dalam ruangan Park Min Ji, wanita yang sedang menikmati air hangat di sekujur tubuh halus nya, mendengar terjadi pertarungan dengan cepat keluar dari bak mandi nya, serta menyambar pakaian nya dan melihat dari arah balkon, tampak orang-orang mulai terluka, dan banyak mayat bergelimpangan.


Park Min Ji menggelengkan kepalanya, matanya melebar saat melihat beberapa pelayan yang terbunuh dengan luka yang mengenaskan, dengan cepat wanita itu berlari, paha panjang nya sesekali terlihat dari belahan jubah mandi nya saat melangkah meninggalkan balkon ruang tidur nya.


Xiao Zhou melangkah pelan menelusuri jalan setapak menuju rumah megah itu, dimana terdengar pertempuran sengit, rambut sedikit panjang nya itu tersapu hembusan angin, sesekali menutupi wajahnya nya, dengan tatapan dingin menatap ke arah rumah itu dengan seringai seperti bergairah.


namun tiba-tiba langkah nya terhenti, saat seorang wanita yang terlihat begitu tegang mendekati nya, dan untuk sesaat mereka saling bertatapan,


"malam ini ekspresi wajah dan tatapan mata pelayan ini tampak berbeda, pakaian hitam dan pedang panjang di pinggang membuat ku sedikit merinding, dia lebih mirip seorang pembantai," batin wanita itu yang tidak lain adalah Park Min Ji.