
Puteri apa yang kau lakukan, kau baru saja menghancurkan masakan mu sendiri." teriak Xiao Zhou.
"kau, kenapa kau memakan masakan seperti itu, masakan ku sangat asin dan tidak enak sama sekali," teriak Puteri Yun Qixuan sambil memukul dada Xiao Zhou,
Xiao Zhou hanya tersenyum,
"kau memasak dengan sepenuh hati, aku tidak ingin membuat mu kecewa," ucap Xiao Zhou dan memeluk tubuh Yun Qixuan, dan mendudukkan nya di pangkuan nya,
"kenapa kau lakukan itu?" tanya Yun Qixuan.
"kau tahu mengapa aku melakukan ini, aku tidak ingin melihat air mata keluar dari mata indah mu ini," ucap Xiao Zhou dan membelai kepala Yun Qixuan
mata gadis itu berkaca-kaca, dengan lembut Xiao Zhou mencium lembut bibir Yun Qixuan, membuat mata Puteri Yun Qixuan melebar beberapa saat dan kemudian menutup mata perlahan, dan menikmati ciuman mereka.
Xiao Zhou melepaskan ciuman nya, mata mereka saling menatap, kedua terlihat begitu kikuk.
"kau suami bodoh, setelah tahu masakan ku tidak enak kau bahkan tidak ingin berbagi dengan ku, ini bukan dirimu, aku tidak menyukai mu saat bersikap baik seperti ini," ucap Yun Qixuan, menghilangkan kekakuan di antara mereka.
"benarkah kau tidak menyukai ku? bukankah aku calon suami mu?" ucap Xiao Zhou,
"cih... aku tidak mau," ucap Yun Qixuan sambil memainkan kedua ujung jari nya, wajah keduanya begitu dekat.
Yun Qixuan sedikit menundukkan kepalanya sehingga rambut nya yang kecoklatan tidak di ikat menutupi sedikit wajah nya dari kedua sisi.
"suami... berjanji lah kau akan membagi semua dengan ku, tidak peduli itu buruk atau baik," ucap Yun Qixuan sedikit gugup, ini pertama kali nya dirinya begitu serius bicara dengan Xiao Zhou.
"aku berjanji istriku, baiklah sudah saatnya aku pergi," ucap Xiao Zhou.
"tunggu suami.... itu tadi ciuman pertama ku," ucap Yun Qixuan malu-malu.
"hehe... kau sangat cantik jika seperti itu," ucap Xiao Zhou.
"su-ami, bisakah kita melakukan nya lagi?" tanya Yun Qixuan wajah nya menatap ke tempat lain.
Xiao Zhou tersenyum, dan menyentuh dagu Yun Qixuan dan menarik nya sehingga kedua sekarang begitu dekat, kedua tangan Yun Qixuan di bahu Xiao Zhou, dan dengan pelan Xiao Zhou memiringkan wajahnya sedikit dan menyatukan bibir nya dengan bibir Yun Qixuan.
ciuman Xiao Zhou begitu ringan, perlahan bibir Yun Qixuan sedikit terbuka, dan mulai mengikuti permainan lembut Xiao Zhou, lidah Xiao Zhou begitu pintar bermain di luar bibir Yun Qixuan, membuat wanita itu begitu gemas, dan perlahan lidah wanita itu terpancing keluar, dan di sambut lembut oleh bibir Xiao Zhou.
"emmmmsss..... aahhh...." tubuh Yun Qixuan sedikit bergetar, dan bertumpu kepada kedua tangan di bahu Xiao Zhou tubuh nya sedikit terangkat dan menyesuaikan posisi bibir mereka.
"bibir nya begitu lembut aku sangat menyukai ini, aku sangat menyukai berciuman," batin Yun Qixuan yang baru pertama merasakan hal seperti ini.
hujan telah berhenti, berganti dengan udara yang terasa begitu dingin.
"aku akan merindukan mu suami, kau tenang saja aku akan belajar memasak dengan kakak Ming," ucap Yun Qixuan dan meninggalkan Xiao Zhou di rumah kecil nya di tepian hutan itu.
*****
di kediaman kepala desa Lou fang.
sebuah keranjang berisi makanan tergeletak begitu saja di atas meja, mata Jung Min Ha kembali berair.
"apa yang kulakukan? perasaan ini sangat tidak dapat aku lawan, iblis kecil bahkan belum pernah mencium bibirku, iblis kecil aku juga ingin merasakan seperti hal nya puteri langit itu," batin Jung Min Ha sambil meraba bibir merah darah nya.
"aahhh.... aku harus melupakan perasaan ku pada iblis kecil, aku harus bisa mengikuti apapun yang di ucapkan nya," guman Jung Min Ha mencoba tegar, walaupun hatinya luluh lantak.
Jung Min Ha keluar dari ruangan nya, terlihat Lou fang duduk dan beristirahat.
Jung Min Ha menuangkan teh dan menyerahkan nya kepada ayah angkat nya.
"ayah angkat kau terlihat lelah," ucap Jung Min Ha
"aahhh... Puteri ku kau tidak perlu repot-repot, memang benar, beberapa hari ini banyak kultivator hebat menginap di tempat ini, bahkan rumah sewa kita sudah hampir penuh," ucap Lou Fang.
"benarkah? apa mereka sedang berlibur?" guman Jung Min Ha dan duduk di samping Lou Fang.
"aahhh... entahlah Puteri ku, mereka terlihat tegang seperti dalam misi, sebaiknya aku akan berbicara dengan harimau tua itu," ucap Lou Fang sambil mengelus jenggot panjang nya.
Jung Min Ha yang penasaran, keluar dari kediaman ayah angkat nya, dan berjalan-jalan di kota kecil yang di kuasai ayah angkat nya.
seorang pemuda tampan berusia sekitar 28 tahun, dengan rambut panjang yang di ikat kebelakang, dan pakaian nya begitu rapi membungkus tubuh kekar nya, membuat para wanita tidak berkedip jika melihat penampilan pemuda itu.
Jung Min Ha berbalik dan menatap pemuda di belakang nya itu.
"kau seperti nya seorang Dewa muda," ucap Jung Min Ha yang merasakan hawa Dewa keluar dari pemuda itu, dan melangkah meninggalkan pemuda itu.
"nona... tunggu!!! maafkan ke tidak sopanan ku, nama ku Song Feng, aku adalah putera dari Dewa asmara," ucap pemuda itu.
"benarkah? kebetulan sekali aku sangat ingin menghajar ayah mu itu," ucap Jung Min Ha.
wajah Song Feng sedikit bergetar karena marah, tetapi dada nya berdebar hebat saat menatap wajah Jung Min Ha yang terlihat bertambah cantik meskipun dalam keadaan marah, dan perasaan marah pemuda itu seketika menguap begitu saja.
"tunggu nona, mungkin anda sedang bermasalah dalam asmara, tapi aku tidak ada hubungannya dengan semua ini," ucap Song Feng,
"baiklah Dewa muda... aku mengerti, sekarang sebaiknya jangan mengejar ku lagi, jika tidak aku akan melampiaskan kemarahan ku pada mu karena kelakuan ayah mu itu," ucap Jung Min Ha.
"tapi nona aku akan pergi jika kau memberi tahu siapa dirimu," ucap Song Feng, dan mengikuti langkah Jung Min Ha.
Jung Min Ha menghentikan langkahnya, dan berbalik sekali lagi,
"kau Dewa keras kepala rupanya, baiklah aku tidak ingin bermasalah, namaku Jung Min Ha, dan aku seorang iblis, apa itu cukup?" ucap Jung Min Ha dan melangkah menuju rumah kepala desa Lou fang.
Song Feng tersenyum, dan menatap Jung Min Ha yang pergi menjauh.
"aahhh... kali ini aku benar-benar jatuh cinta," guman Song Feng, wajah tampan nya tampak bersinar, membuat beberapa wanita yang melihat nya menjadi terbius.
****
beberapa hari sudah Song Feng mencoba mendekati Jung Min Ha, tetapi tidak pernah berhasil menaklukkan hati wanita itu.
"dengarkan aku baik-baik Dewa Song Feng, aku yakin kau adalah Dewa yang pintar," ucap Jung Min Ha menatap dalam-dalam ke mata Song Feng.
"aku sudah memiliki kekasih, dan aku sangat mencintai nya, kau jangan buang-buang waktu mu demi hal yang percuma, apakah itu cukup jelas," ucap Jung Min Ha dengan sangat lambat mengucapkan kata demi kata.
Song Feng mengangguk, dengan raut wajah yang begitu kecewa, hatinya begitu sakit.
****
malam itu Song Feng berbaring di ranjang tempat nya menginap, bayangan Jung Min Ha selalu terbayang di pikiran nya.
tangan nya memainkan sebuah anak panah berwarna merah muda,
"aku akan menggunakan pusaka ini, benda ini adalah hadiah dari ayahku, dan nona Min Ha adalah wanita yang selama ini aku inginkan" guman Song Feng, dan mulai merapal mantra nya.
anak panah itu mulai bercahaya, sinar nya berwarna merah muda, dan anak panah itu melesat menembus tembok ruangan nya tanpa meninggalkan kerusakan di tembok itu.
slebbbb.....
anak panah itu menembus jantung Jung Min Ha dan membuat jantung Jung Min Ha bersinar kemerahan, mata Jung Min Ha terbuka dan terjaga dari tidurnya.
"aahhhkkk... kenapa dada ku berdebar," batin Jung Min Ha, sambil mengusap dadanya dan kembali melanjutkan tidur nya.
Jung Min Ha membuka matanya, beberapa orang sudah ada di dekat pembaringan nya, beberapa tabib sedang memeriksa nadi nya.
"apa yang sedang terjadi?" tanya Jung Min Ha.
"aahhh... Puteri ku akhirnya kau sadar, pelayan menemukan mu terbaring di lantai, kau sudah tertidur dua hari," ucap Lou Fang.
hari-hari Jung Min Ha terlihat lebih bersemangat dari biasanya, senyum nya selalu mengembang di bibirnya.
"aahhh... ayah senang kau terlihat sehat Puteri ku, beberapa hari ini kau tidak pernah lagi membawa makanan untuk penguasa, apa kalian baik-baik saja?" tanya Lou Fang, sedikit gugup.
"apakah aku harus melakukan nya ayah angkat?" tanya Jung Min Ha menatap Lou Fang.
"ehemmm.... tidak Puteri ku, tidak... kau sama sekali tidak perlu membawakan nya makanan lagi," ucap Lou Fang, seperti tidak percaya apa yang di dengar nya.
"seperti nya kau sudah benar-benar sehat, ayah senang mendengar nya," ucap Lou Fang meninggalkan ruangan Puteri nya.
Song Feng tersenyum saat menatap Jung Min Ha melintas di hadapan tempat nya makan,
"hemm... pusaka itu memang hebat, kau akan melupakan perasaanmu kepada orang yang kau cintai, dan sebentar lagi takdir akan menyatukan kita, kita sudah terikat saat ini, aku hanya tinggal menunggu, iya menunggu," guman Song Feng.