
tiga bulan sudah berlalu,
tampak aura kegembiraan memenuhi aula keluarga di istana megah, di pulau mengambang itu, para putera Xiao Zhou berlarian, mereka begitu gembira bahkan para ibu mereka tidak dapat mengendalikan tingkah nakal bocah-bocah kecil itu.
Park Min Ji dan Choe Eun Soo sedang menikmati makanan yang berbeda dari para istri Xiao Zhou lain nya, beberapa tabib memeriksa makanan kedua istri baru Xiao Zhou itu dan tidak lama memberi hormat dan meninggalkan ruang makan yang ramai itu, sorot mata bahagia dari kedua wanita itu tidak pernah hilang dari wajah kedua nya, mereka menyuap makanan mereka sambil mengusap perut mereka dengan buliran air mata bahagia keluar dari sudut matanya.
"kalian berdua jangan mengeluarkan air mata saat makan, meski itu air mata bahagia," ucap Xue sambil tersenyum lebar, dan memberikan tambahan lauk ke mangkuk mereka.
kedua wanita itu dengan cepat menghapus air mata mereka,
"terimakasih kakak Xue, aku tidak menyangka akan bisa memiliki anak, aku bahkan tidak berani memimpikan hal sebahagia ini akan mengisi hidup ku," ucap Park Min Ji tampak hidungnya memerah dan berair.
"sudah-sudah... jangan bicara lagi, makan yang banyak agar bayi kalian sehat," ucap Xue dan kembali ke tempat duduknya.
"hukkk..." pipi Park Min Ji menggelembung, matanya melebar, wajahnya terlihat panik, jari-jari kurus nya dengan cepat menutup bibir nya, dan berlari keluar ruangan itu, semua orang hanya tersenyum sambil menggeleng melihat kejadian itu.
tidak lama Park Min Ji sudah kembali ke ruangan itu, dan acara makan pun selesai, semua orang memberikan selamat untuk nya, dan juga kepada Choe Eun Soo.
"hihihi.... selamat wanita Yunha, anak mu itu pasti akan sangat nakal," ucap Kaisar Zhang Rui sambil tertawa lepas, mengelus kepala Park Min Ji.
Choe Eun Soo mendekati Xiao Zhou yang hanya duduk di sudut ruangan itu,
"suami... terimakasih, kau telah memberikan ku hadiah yang begitu berharga dalam perut ku," ucap wanita yang memiliki lekuk tubuh begitu menggairahkan, dan wajah begitu khas dataran Yunha.
choe Eun Soo.
"aku juga suami," ucap Park Min Ji yang terus berlinang air mata bahagia.
saat semua sedang berkumpul di sudut ruangan, tiba-tiba pintu besar aula keluarga itu di buka dengan kasar oleh seseorang.
"blarrrrr...." suara pintu terbuka,
dia adalah Dewa Yang Dong dengan tinggi lebih dari dua meter, Dewa batu itu masuk dengan begitu tergesa, diikuti oleh Dewa pengetahuan di belakang nya dan para pengawal istana.
"katakan padaku apa ada yang melihat kakak zou," ucap Dewa Yang Dong dengan suara nya yang berat.
para wanita cantik itu saling menatap, menyingkir memberi jalan untuk Dewa Yang Dong ke arah Xiao Zhou yang masih duduk dengan memangku dua orang bocah kecil, salah satu nya memiliki daun telinga yang runcing, dan satu nya seorang gadis kecil yang tampak begitu lucu
"kakak zao-" ucapan Dewa Yang Dong terhenti karena tangan Xiao Zhou terangkat dengan telapak tangan terbuka, membuat Dewa Yang Dong seketika menghentikan ucapannya, dengan bibir masih terbuka.
"dayang... tolong bawa putera Puteri kami ke aula agung, jangan sampai ada yang terlewat kan," ucap Ratu Xhin Ye yang berpikir telah terjadi sesuatu yang buruk melihat dari wajah panik Dewa batu itu.
Xiao Zhou menurunkan bocah kecil itu, dan gadis lucu itu berlari ke arah Puteri Ming Mei yang merupakan ibu nya.
"sekarang bermain lah dengan saudara-saudara mu, nanti ibu menyusul," ucap Puteri Ming Mei, dan mencium pipi gemuk Puteri nya.
dan para dayang mulai bergerak, menggendong para bocah kecil di tempat itu, dan hanya menyisakan orang dewasa saja.
"kakak zau... ada ribuan orang datang, mereka menuntut keadilan," ucap Dewa Yang Dong.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis, sesaat menatap sekeliling nya.
tampak dua penjaga pulau sedang berdiri gagah menahan orang-orang yang ingin menerobos gerbang itu, tidak ketinggalan raijuta, Yang Tian, dan kepala desa Lou Fang bersiap dengan senjata masing-masing.
"mereka benar-benar sudah gila," ucap Dewa Li Fei yu dengan pedang runcing baru di belakang punggung nya, pria kurus itu berdiri di atas pagar balkon dekat Xiao Zhou berdiri.
"suami apa maksud semua ini?" tanya Ratu Xhin Ye, yang kini sudah di dekat Xiao Zhou.
"tidak ada Ye'er.... orang-orang itu hanyalah topeng," ucap Xiao Zhou.
Dewa pengetahuan melangkah mendekati Xiao Zhou,
"kau benar Zhou'er... manusia-manusia itu hanya aturan, karena di alam tengah hanya manusia yang boleh menyerang manusia lain, sedangkan Dewa tidak boleh, tapi aku melihat ratusan Dewa ada di belakang mereka, dan mereka sedang mengincar sesuatu dari mu," ucap Dewa pengetahuan.
Xiao Zhou mengangguk,
"aku adalah penguasa pulau ini, biar aku menemui mereka, ini adalah hari bahagia kami, dan mereka sudah merusak kebahagiaan keluarga baruku," ucap Ratu Xhin Ye, yang mulai tidak sabaran.
"pengawal biarkan mereka masuk," teriak Ratu Xhin Ye.
tidak lama berselang, puluhan ribu manusia bercampur dengan Dewa sudah memenuhi halaman sangat luas beralas bata abu-abu di depan istana megah itu, hingga jalanan menuju istana, karena jumlah mereka terlalu banyak.
Ratu Xhin Ye berdiri di tengah-tengah halaman depan istana nya dengan begitu percaya diri, tatapan nya begitu tajam, tidak ada orang yang mampu bertatapan langsung ke mata wanita cantik itu.
"apa yang kalian inginkan?" ucap Ratu Xhin Ye.
seorang pendeta yang sudah sepuh mendekat ke arah Ratu Xhin Ye.
"nyonya.... kami mendengar jika penguasa pulau ini adalah iblis, jadi kami datang untuk menghancurkan nya, pulau ini begitu ramai di kunjungi manusia, kami khawatir jika para pelancong itu di pengaruhi oleh iblis itu." ucap pendeta yang terlihat sedikit gemuk itu.
Ratu Xhin Ye tersenyum tipis,
"aku penguasa pulau ini, apa aku terlihat seperti iblis, pendeta kau boleh mengeluarkan mantra pengusir iblis mu itu padaku," ucap Ratu Xhin Ye.
pendeta itu menggelengkan kepalanya,
"nyonya.... meski hawa Yin dari tubuh mu begitu tinggi, tapi kau bukan lah iblis nyonya, dan kau juga sama sekali tidak dibawah pengaruh iblis, tapi bagaimana dengan suami Anda nyonya," ucap pendeta itu sambil memejamkan matanya
wajah Ratu Xhin Ye berubah menjadi begitu marah, menatap pendeta itu, tiba-tiba terdengar suara menggema di udara.
"mereka tidak akan berhenti sampai mendapat apa yang di inginkan nya," dan seorang dengan menggunakan topeng terbang dengan kedua tangan terkait di belakang punggung nya, dan pemilik suara itu mendarat di dekat Ratu Xhin Ye.
"hahaha... sekarang aku sudah disini, aku lah yang kalian inginkan, aku Xiao Zhou, dan pendeta jika ingin menghancurkan ku silahkan," ucap pria bertopeng itu.
"istriku... mundur lah!!" ucap pria bertopeng itu lagi
Ratu Xhin Ye memejamkan matanya dalam-dalam, dan menganggukkan kepalanya namun wanita itu berpindah di belakang tubuh pria itu dan hampir menempel di tubuh suaminya.
"kenapa kau keluar? aku bisa mengatasi mereka," bisik Ratu Xhin Ye
"aku tidak meragukan mu, tapi tiga puluh ribu manusia mengincar tambang, dan kekayaan di pulau ini, dua ratus Dewa menginginkan pedang semesta, dan satu orang menginginkan mu, katakan bagaimana kau akan mengatasi mereka?" ucap Xiao Zhou pelan hampir berbisik.