Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
masa kekacauan


wajah Li Quan yue begitu muram di depan sebuah nisan, yang baru saja dibuat oleh dirinya sendiri.


" beristirahatlah dengan tenang murid ku Wu Ming" ucap Li Quan yue sambil menutup mata nya dalam-dalam.


Li Quan yue meninggalkan tempat itu, dan terbang menuju pulau mengambang itu.


tidak begitu lama Li Quan yue sudah berdiri di bawah gerbang pulau itu di sambut oleh Lou fang


" saudara Li lama tidak berjumpa silakan masuklah, tapi siapa orang yang mengikuti mu itu?" tanya Lou fang


" aku tidak tahu saudara Lou, dia mengikuti ku dari kota huangdong, kau turunlah" ucap Li Quan yue


orang itu mendarat tidak jauh dari tempat Li Quan yue berdiri.


keduanya saling bertatapan, dan keduanya mulai melangkah perlahan mencari posisi untuk bertarung, dan dari tubuh mereka keluar hawa pembunuh yang sangat pekat.


" jadi kau rupanya yang membunuh murid ku" ucap Li Quan yue


" hahaha... jadi kau guru dari pemuda payah itu, aku begitu menikmati membunuh nya, apa kau akan membalas dendam untuk nya? tanya orang itu dan mengeluarkan pedang dan cincin milik Wu Ming dan melemparnya ke arah Li Quan yue


Li Quan yue mengambil pedang dan cincin milik murid nya, dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan.


"balas dendam?, tidak... aku tidak akan balas dendam, murid ku sudah lama memilih menjadi seorang pembunuh bayaran, dan suatu saat dirinya juga pasti akan terbunuh, karena ada begitu banyak orang yang dendam kepada nya, jadi kematiannya adalah hasil dari perbuatannya selama ini" ucap Li Quan yue dingin.


"hahaha... hati mu begitu dingin, pantas saja kau bisa menjadi dewa pedang, tapi sekarang gelar itu akan aku ambil" ucap orang itu


Li Quan yue hanya mengangguk,


" katakan namamu tuan? karena aku hanya mencabut pedang untuk orang yang memiliki nama yang pantas" ucap Li Quan yue


"hemmm... namaku Yang Tian, aku sudah tiga kali mengelilingi bumi ini, dan sudah tidak terhitung pendekar pedang yang aku bunuh, hanya untuk mencari pendekar pedang yang terkuat" ucap Yang Tian dan mulai mencabut pedangnya secara perlahan


"baiklah tuan Yang Tian, saudara Lou mundur lah sedikit, ini tidak akan lama" ucap Li Quan yue


hawa pembunuh mulai memenuhi udara sekitar, dan mereka mengalir kan tenaga dalam ke seluruh tubuh mereka, membuat kedua nya seperti terbungkus dengan air karena aliran qi murni keluar dari seluruh pori kulit mereka.


keduanya hanya diam dan saling menatap, tampak salju perlahan turun mengiringi pertarungan yang sebentar lagi di mulai


.....


di sebuah gazebo kayu di salah satu taman di samping istana milik Xiao Zhou.


"baiklah zhou'er... aku akan mengatakan semua nya sekarang, hanya tiga dewa yang mendengar isi ramalan suci itu, aku, kaisar langit dan dewa suci Qing Tao" ucap dewa pengetahuan,


jari di tempelkan di keningnya sambil, dan sebuah cahaya putih keluar dari kening nya, dan cahaya tersebut mulai mengembang, dan membuat lingkaran berdiameter satu meter dan terlihat di dalam nya sebuah bunga pohon teratai berwarna ungu, yang melayang di udara.


pohon teratai tersebut hidup di udara, dan mulai bernyanyi dan nyanyian nya begitu merdu, dan tiba-tiba berubah menjadi suara serak seperti suara wanita yang begitu sepuh.


" akan tiba masa dimana keluar nya iblis masa lampau dari mantra segelnya di gunung berapi tengah lautan, di dunia tengah (bumi) dan iblis itu akan berakhir di tangan orang yang berhubungan dengan angka lima belas, tapi masa kekacauan baru di mulai saat lenyapnya iblis itu, dan kekacauan itu akan mengguncang tiga dunia...


kekacauan ini berakhir di tandai dengan berkuasanya seorang yang bukan dari kalangan kultivator, yaitu seorang yang bergelar Sastrawan Tangan Dewa."


dan perlahan lingkaran yang memperhatikan ramalan itu mengecil dan kembali menjadi cahaya kecil melayang dan masuk ke kening Dewa Pengetahuan.


kedua orang itu menarik nafas dalam-dalam, Dewa Pengetahuan mengelus jenggot panjang nya


"Sastrawan tangan dewa? aku belum pernah mendengar nama itu" ucap Xiao Zhou


" zhou'er kau sudah menghabisi iblis masa lampau, tapi sesuai dengan ramalan itu bahwa dengan lenyapnya iblis masa lampau, maka masa kekacauan tidak ikut berakhir, tetapi masa kekacauan itu baru saja di mulai.


saat ini kemampuan mu sangat lemah, tetapi di masa depan kau adalah ancaman besar bagi kekaisaran langit," ucap Dewa Pengetahuan


" kaisar langit berpesan padaku.. sebaiknya padam api selagi masih kecil.. kau mengerti maksud bukan?" tanya Dewa Pengetahuan menatap mata Xiao Zhou


Xiao Zhou menganggukan kepala nya,


" aku tidak mengerti apa yang kalian para Dewa pikirkan, saat ini aku tidak bisa menjawab, tapi jika saat itu tiba, aku akan memberi jawaban yang pantas untuk kalian" ucap Xiao Zhou


Dewa Pengetahuan tersenyum dan mengelus jenggot nya,


" aku puas mendengar jawaban mu zhou'er, kau akan menjadi penguasa yang bijaksana di masa depan," ucap Dewa Pengetahuan.


"oh iya Zhou'er... aku dan kaisar langit juga sedang membicarakan ingin menjalin hubungan politik dengan pulau mu" mudah-mudahan kau setuju dengan usulan kami.


"hubungan politik???, maksud dewa? tanya Xiao Zhou sambil mengerutkan keningnya


" aahhh... ini seperti yang kalian manusia lakukan di dunia tengah, kaisar langit ingin menjodohkan putri satu-satunya dengan mu"


uhukkkkk... Xiao Zhou tersedak.,...


praaannnkkkk....


sebuah piring mendarat di kepala bagian belakang Dewa Pengetahuan


"aahhh... maafkan aku Dewa Pengetahuan, piring itu lepas begitu saja dari tangan ku" ucap seorang wanita cantik dengan topeng di wajahnya dan di ikuti wanita yang tidak kalah cantik di samping nya.


wajah Dewa Pengetahuan sedikit merah karena malu


" ahhh Dewi Yun, Dewi Li lama kita tidak bertemu, senang bisa melihat kalian lagi" ucap Dewa Pengetahuan berbasa-basi


" seperti aku sudah terlalu lama disini, aku mohon pamit" ucap Dewa Pengetahuan lagi dengan sedikit gugup.


" kenapa begitu terburu-buru dewa, adik Li tuangkan teh kepada Dewa Pengetahuan!!" ucap Yun Li Wei bibir nya tersenyum, tetapi mata nya begitu dingin penuh hawa pembunuh.


" baik kakak Yun" ucap Li Mei yin yang memanggil Yun Li Wei dengan sebutan kakak, serta menuangkan minuman dan menyerahkan kepada Dewa Pengetahuan


" silahkan di minum paman, bagaimana keadaan ayahku?" tanya Li Mei yin dengan tatapan yang sama dengan Yun Li Wei


tangan Dewa Pengetahuan gemetar menerima minuman dari Li Mei yin, dan perlahan meminum nya.


" keadaan ayah mu sangat baik, Dewi" jawab Dewa Pengetahuan


" sebaiknya kau tuangkan juga pada suami kita adik Li, seperti suami kita lelah karena akan menjalin hubungan politik dengan dewa pengetahuan" ucap Yun Li Wei, dan tangan nya dengan cepat menangkap kerah baju Xiao Zhou yang mencoba melarikan diri.


Xiao Zhou juga mulai meneguk minuman yang di berikan Li Mei yin,


" tenanglah perut kalian berdua kuat, jika manusia biasa yang meminum teh ini, dalam hitungan jam kulit nya akan penuh bisulan, untuk kalian mungkin hanya gatal-gatal saja" ucap Yun Li Wei dan pergi meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Li Mei yin


kedua orang itu mulai mengaruk-garuk seluruh tubuh mereka, wajah Dewa Pengetahuan penuh bintik-bintik Merah.


" dayang... tolong panggilkan tabib terbaik kita!!!!" teriak Xiao Zhou.


beberapa tabib berlari kearah mereka berdua beberapa saat kemudian.