
kedatangan Xiao Zhou di sambut oleh Lou fang nya membantu di depan persimpangan jalan menuju istana nya.
tongkat bermata golok dengan ujung menghadap ke bawah seperti akan di ayunkan, rambut, jenggot dan kumis panjang nya berkibar karena energi qi yang keluar dari tubuh nya.
tampak ratusan pemahat sedang sibuk dengan pekerjaan mereka tepat di tengah persimpangan itu.
taman berbentuk lingkaran berdiameter sekitar lima belas meter, dan tepat ditengah nya terdapat patung setinggi lima meter berdiri yang hampir jadi.
"tuan kepala desa anda bisa berhenti berpose seperti itu, kami sudah mendapatkan gambaran yang jelas dari tubuh dan ekspresi anda tuan kepala desa" ucap ahli pemahat batu dari suku bulbul itu.
"apa kau yakin ahli pemahat? aku bisa melakukan ini tiga hari penuh" ucap Lou fang bersemangat, keringat nya terlihat sedikit bercucuran.
"ini sudah lebih dari cukup tuan kepala desa" ucap ahli itu lagi, seperti kasihan melihat Lou fang yang sudah setengah hari berdiri.
"baiklah jika begitu, aku juga ada pekerjaan lain," ucap Lou fang dan memasukkan tombak nya kedalam cincin, dan berjalan pelan-pelan.
"apa kau perlu bantuan ku, seperti nya punggung mu sedikit kaku" ucap Xiao Zhou sambil mendekati Lou fang, yang dapat melihat aliran darah Lou fang yang kaku.
"aahhh... rupanya kau penguasa, aku masih belum setua itu, mungkin selama ini kau kurang sedikit berlatih saja" ucap Lou fang sambil memejamkan mata nya dan menggosok pinggang nya.
"beristirahat kepala desa, kau sudah bekerja sangat keras selama ini, dan sekarang pulau ini sudah tampak seperti kota kecil yang indah, sekarang naiklah ke punggung ku" ucap Xiao Zhou menatap sekeliling nya, tampak begitu ramai orang-orang berlalu lalang.
baiklah jika kau memaksa, seperti nya luka lamaku kambuh," ucap Lou fang yang sudah tidak bisa berjalan lagi, dan naik ke punggung Xiao Zhou dan mengantarkan Lou fang kekediaman asri milik nya, dan melanjutkan langkahnya menuju istana.
kerja keras Lou fang selama ini tidak sia-sia
penginapan dan rumah makan, serta rumah hiburan semua tertata rapi, dengan bentuk hampir serupa, begitu pula dengan rumah tamu beserta taman nya yang berjejer menghiasi disepanjang pinggir jalan yang terbuat dari batu Bata hitam.
Xiao Zhou melangkah kan kakinya menuju istana milik nya, terlihat puluhan ribu pekerja sedang merapikan bekas-bekas pekerjaan mereka.
sudah beberapa bulan ini puluhan ribu pekerja itu melakukan merenovasi istana Xiao Zhou, tepat nya membangun ulang, karena sangat berbeda dari bangunan pertama Xiao Zhou lihat.
Xiao Zhou sedikit tercengang menatap gerbang istana nya yang begitu tinggi, dan megah bertingkat lima, tampak dua patung kirin terbuat dari perunggu setinggi tiga meter mengapit jalan masuk gerbang itu.
puluhan penjaga perpakaian lengkap, bersenjata busur panjang sedang berjaga di atas gerbang tersebut.
para pekerja, dayang, dan penjaga dari suku bulbul begitu ramai keluar masuk gerbang tersebut, dan tiba-tiba berhenti dan perlahan menggeser tubuh mereka memberikan jalan kepada Xiao Zhou,
"selamat datang tuan muda, silakan" ucap orang-orang itu sambil membungkuk, mereka tampak begitu bersemangat melihat kedatangan Xiao Zhou.
"baiklah, aku akan masuk" ucap Xiao Zhou dan meninggalkan gerbang itu, dan masuk ke halaman depan istana nya.
beberapa kali Xiao Zhou tertegun melihat keindahan istana baru nya, sambil menggelengkan kepalanya memasuki istana nya. Xiao Zhou bukan kali pertama melihat istana nya akan tetapi selama ini bangunan-bangunan yang sedang di renovasi biasa nya di tutup sehingga ini pertama kali bagi nya melihat secara utuh.
"panggil pejabat keuangan, aku menunggu di ruang baca ku" teriak Xiao Zhou kepada salah seorang penjaga, dan melanjutkan langkahnya.
"ini sedikit berlebihan," guman Xiao Zhou, ruang baca baru nya begitu indah, rak buku berjejer rapi, yang mampu menampung puluhan ribu buku, terdapat ruang pertemuan dengan bangku panjang yang berlapis matras lembut, lengkap dengan meja ornamen khas dataran utama, dan beberapa lukisan bernilai sastra tinggi, menghiasi dinding nya.
"tuan muda pejabat keuangan ingin menghadap" suara penjaga di luar ruang baca nya.
seorang pria berpakaian pejabat, masuk dengan membawa buku tebal membungkuk di hadapan nya.
"tuan muda memanggil hamba" ucap pria itu.
"benar pejabat keuangan, katakan padaku darimana sumber pendanaan untuk membangun istana sebesar dan mewah seperti ini? aku rasa saat ini keuangan kita akan habis" tanya Xiao Zhou.
"besar?" tanya pejabat itu, sedikit mengerutkan dahi nya, dan mengangguk seakan baru memahami arah pembicaraan Xiao Zhou
"ohh... tuan muda jika anda berpikir kita akan kehabisan uang untuk membangun istana ini, itu sangat jauh dari bayangan anda tuan muda.
semua bangunan di pulau ini sampai ke istana ini hanya menghabiskan dana satu persen dari kekayaan milik pulau ini" ucap pejabat itu membuat bibir Xiao Zhou terbuka dan membeku.
"total kekayaan pulau keseimbangan saat ini mencapai....
"cukup, itu sudah cukup kau boleh pergi sekarang" ucap Xiao Zhou sambil mengacak-acak rambut nya.
"baik tuan muda, jika butuh perhitungan lengkap pembangunan seluruh pulau semua tercatat di buku ini tuan muda" ucap pejabat itu meletakkan buku tebal itu pelan di atas meja belajar Xiao Zhou.
Xiao Zhou memejamkan mata nya, dan melambai tangannya, memberi isyarat agar pejabat keuangan itu keluar.
malam itu Xiao Zhou membicarakan masalah pernikahan dengan semua istrinya, dan semua sepakat bahwa pernikahan akan di langsung bulan depan.
dan paginya kabar itu sudah menyebar ke seluruh pulau, semua para pejabat sudah berkumpul di aula utama istana, sambil berbincang serius menunggu kedatangan penguasa mereka.
Xiao Zhou memasuki aula dari pintu besar yang berada di samping aula itu, para pejabat membungkuk memberi hormat.
Xiao Zhou duduk di singgasana nya dan menatap seluruh pejabat nya.
"tuan muda, apa ini tidak terlalu terburu-buru?" ucap pejabat ritual dengan suara sedikit bergetar.
"aku tahu ini akan menyulitkan kalian semua, tapi buat saja aku pernikahan yang sederhana, dan tidak ada undangan selain kerabat dari para wanita ku saja" ucap Xiao Zhou pelan.
semua pejabat saling bertatapan, seperti menyesalkan ucapan dari pejabat ritual.
"aaahhh... bu-bukan begitu maksud hamba tuan muda, kami akan siapkan semua nya dalam sebulan" ucap pejabat ritual itu lagi sedikit gugup.
" itu bagus, persiapan kan semua, aku mengandalkan kalian semua" ucap Xiao Zhou tenang.
"terimakasih tuan muda sudah mempercayakan acara penting ini pada kami," ucap pejabat ritual itu.
"selamat atas pernikahan nya tuan muda" ucap seluruh pejabat di aula itu serempak.
Xiao Zhou mengangguk,
"pertemuan ini sudah cukup, kalian boleh pergi sekarang, jika ada yang kalian ingin tanyakan, kalian bisa bertanya pada para ratu ku" ucap Xiao Zhou dan berdiri dari singasana nya dan keluar aula utama.
para pejabat itu mulai panik, dan berlarian waktu mereka begitu terbatas, dan hampir sepanjang hari masing-masing pejabat mengumpulkan bawahan mereka, untuk membahas tugas dari pernikahan Xiao Zhou sebelum, esok hari nya mulai bergerak.