
Li Mei yin berhasil mendekati Lou fang dan mendarat tidak jauh dari Lou fang yang kini sedang berbincang dengan Zhen lu dan juga harimau berduri itu.
Lou fang dan Zhen lu menatap Li Mei yin, dan sudah tahu tujuan nya datang ketempat itu adalah xiao zhou.
belum sempat Lou fang bicara dengan Li Mei yin terdengar suara dari belakang punggung nya
kraaaakkkkkkkk.....
mata Lou fang melebar mendengar peti mati dewa di belakang punggung nya mulai retak dan melempar peti itu keudara.
terlihat retakan di beberapa bagian dari peti mati dewa itu...
kraaaakkkkkkkk...
blaaarrrrr....
peti mati itu hancur berkeping-keping, Zhen lu hanya tersenyum dingin, sedangkan Lou fang melihat nya seperti tidak percaya dengan penglihatan nya.
terlihat xiao Zhou melayang di udara dan kini sedang menggendong Yun Li Wei dan dengan anggun mendarat dan menurunkan Yun Li Wei
wajah Li Mei yin yang tadinya begitu senang melihat xiao zhou keluar dengan selamat, menjadi begitu kesal setelah melihat Xiao Zhou menggendong Yun Li Wei
" dugaan ku benar ternyata nenek licik itu ikut masuk kedalam peti mati dewa dengan bocah itu" batin Li Mei yin
xiao Zhou menjadi sedikit bingung begitu banyak orang yang ingin dia sapa, tetapi tujuan mereka semua berbeda, semua terdiam sampai harimau berduri itu yang pertama bicara.
" baiklah, karena bocah ini memenuhi syarat untuk tinggal di tempat ini aku tidak akan mengusir kalian, jadi kalian boleh disini" ucap harimau itu
semua orang terkejut dengan ucapan harimau itu, Lou fang mendekati harimau itu
" apa maksud mu bocah ini memenuhi syarat tinggal?" ucap Lou fang
kini harimau yang besar itu perlahan berubah bentuk menjadi manusia paruh baya, dengan tubuh yang sangat kekar.
" bocah itu manusia setengah dewa dan setengah iblis, aku tidak bisa mengusir nya karena dia bukan manusia, bukan dewa dan juga bukan iblis, hanya orang yang memiliki ketiga unsur ini boleh tinggal di tingkat ini, dan karena bocah ini yang pertama jadi dia adalah tuan di pulau ini" ucap harimau itu
harimau itu mendekati xiao Zhou,
" bocah sekarang kau tuan dari pulau ini, berhati-hatilah dan jagalah pulau mu ini, banyak yang menginginkan pulau mu, dan saat ini aku akan pergi dan menyiapkan kediaman mu, tapi jika kau mati aku akan kembali menjaga tempat ini" ucap harimau itu dan menghilang
xiao Zhou hanya mengangguk tidak begitu mengerti ucapan dari harimau tadi.
" jiwa iblis dalam tubuh mu adalah milikku bocah" ucap Zhen lu
semua orang terkejut dengan ucapan Zhen lu terutama Yun Li Wei yang paling tahu kekuatan Zhen lu daripada Lou fang dan Li Mei yin.
Zhen lu menatap tajam kearah Xiao Zhou
" dan sekarang aku akan mengambil nya," ucap Zhen lu dan hawa pembunuh keluar dari tubuh nya.
semua orang di tempat itu menjauh dari kedua orang itu.
mata xiao Zhou dan Zhen lu saling bertatapan angin berhembus kencang membuat salju, debu dan dedaunan berterbangan di sekitar mereka.
tapi mata mereka tidak berkedip sama sekali xiao Zhou mengeluarkankan pedang kematian dan menyelipkan di pinggangnya, begitu juga Zhen lu, pedang bintang sudah di tangan nya dan mengeluarkan asap hitam,
semua orang melihat nya dari jauh,
" selama hidup baru kali ini aku melihat pertarungan begitu menegangkan bahkan sebelum pertarungan itu terjadi," ucap Lou fang
sebuah pukulan di kepala Lou fang
" diam lah kakek tua, dia adalah calon suamiku, jika terjadi sesuatu padanya, kau akan aku hajar" ucap Li Mei yin sambil menatap tajam kearah Yun Li Wei dengan hawa pembunuh
" aahhh Dewi kenapa kau memukuli ku, kalau kau kesal dengan Dewi itu, kenapa kalian berdua tidak bertarung saja" ucap Lou fang menatap kearah Yun Li Wei
"diammmmm" ucap kedua Dewi itu melotot kearah Lou fang, dan sedetik kemudian wajah mereka kembali ke arah xiao zhou.
Zhen lu mulai membuka jurus nya,
" bersiaplah bocah, terima kematian mu saat ini, jurus sayap pedang" ucap Zhen lu
xiao Zhou mencabut pedang panjangnya secara perlahan dan mengeluarkan tehnik menapak Mega milik nya, pakaian dan rambut nya mulai bergoyang seperti didalam air,
" tarian pedang kematian" guman xiao Zhou tersenyum, dan mulai menahan serangan dari Zhen lu
mereka mulai bertarung tubuh Zhen lu seperti memiliki sayap burung yang sangat besar, dan setiap helai bulu dari sayap itu terbuat dari pedang bintang, dan sesekali sayap itu melepaskan ribuan helai bulu nya dan melesat kearah tubuh xiao Zhou.
tarian pedang kematian dapat menahan serangan ribuan pedang, dari jurus sayap pedang milik Zhen lu.
mata Zhen lu sedikit melebar tidak percaya
" bocah ini lumayan juga, jurus pedang tua milik mou lu begitu hebat di tangan bocah ini, walaupun tidak sekuat mou lu tapi gerakan nya lebih lincah dan indah dari mou lu" batin Zhen lu
Xiao Zhou melompat mundur puluhan meter, dan mulai membuat lingkaran di tanah dengan ujung pedang kematian nya,
" lingkaran pedang kematian" ucap xiao zhou dan dari punggung nya keluar selendang pedang yang berwarna merah kehitaman
Zhen lu melindungi tubuh nya dengan sayap pedang nya tidak ada serangan Xiao Zhou yang dapat menyentuh tubuh Zhen lu, sampai saat ini bisa di lihat keduanya masih tanpa luka..
xiao Zhou mulai mendekat kearah Zhen lu yang berlindung di dalam sayap pedang nya, senyum dari bibir xiao zhou masih terlihat,
" apa kau akan terus berlindung dalam sayap mu itu?" ucap xiao zhou
seledang pedang yang terbuat dari ribuan pedang kematian, mulai melilit sayap pedang
bunyi pedang beradu begitu keras dan masif, terdengar lebih seperti hujan logam.
dan dengan sekali hentakan zhen lu mengeluarkan serangan nya
" terjangan sayap naga" teriak Zhen lu
dan tiba-tiba sayap pedang melepaskan ribuan, tidak ribuan, puluhan ribu pedang secara bersamaan.
dan puluhan ribu pedang bintang itu perlahan membetuk naga dan menghancurkan selendang pedang milik xiao Zhou dan naga itu menabrak tubuh xiao Zhou...
blaaarrrrr....
tubuh xiao Zhou terlempar dan menabrak tanah, debu dan salju berterbangan tidak terlihat dimana tubuh xiao Zhou
semua tercengang melihat pertempuran itu, karena untuk pertama kalinya mereka melihat jurus yang begitu banyak dan kuat
" jadi seperti itu jurus dewa-dewa zaman kuno" guman Yun Li Wei
" bocah itu begitu tangguh, padahal dia sudah terluka saat berhadapan dengan ku beberapa hari yang lalu, tapi hari ini bocah itu masih bisa bertarung sehebat ini" ucap Lou fang menggelengkan kepalanya
mata Zhen lu menyipit dan mencari keberadaan xiao zhou, namun belum berhasil menemukan nya di tumpukan salju.