
Park Min Ji sedikit kesusahan dan memperbaiki posisi tangan kanan nya memposisikan milik Xiao Zhou tepat di celah nya, menurunkan sedikit demi sedikit tubuhnya, ujung besar itu mulai menyentuh kain tipis dan juga begitu lentur serta sudah basah kuyup itu.
"ouuuhhhh......" desa*Han Park Min Ji begitu merangsang, saat merasakan benda itu sedikit tertelan di celah nya, dan terus menekan nya hingga kepala benda itu tertelan ujung nya, wanita itu mengangkat sedikit bokong nya dan kembali menekan nya lagi, melakukan nya secara berulang-ulang secara perlahan.
"emmmmsss...ahhh..."
"meski hanya ujung nya saja, bahkan terhalangi pakaian ku, tapi aku sudah begitu merasa nikmat, aaahhh... ini membuat ku gila," batin Park Min Ji
tangan nya tidak bisa diam dan meremas rambut Xiao Zhou, dan sambil menikmati sapuan bibir Xiao Zhou di puncak gunung nya.
"yaaahhh Dewa.... apa yang harus ku lakukan? awalnya aku hanya ingin menggoda nya, aku tidak menyangka akan senikmat ini, dan saat ini aku sedang bermain api," batin Park Min Ji, dan terus mengayunkan bokong nya dengan lembut dan perlahan seperti tidak ingin berhenti.
tampak pemandangan begitu erotis di atas ranjang itu, aroma bi*rahi memenuhi ruangan itu, dua manusia berlainan jenis sedang merengkuh kenikmatan mereka masing-masing, dan tidak peduli lagi perbedaan usia mereka yang seharusnya seperti ibu dan anak.
semakin lama Park Min Ji seperti menggila, kobaran bi*rahi di tubuh nya meledak-ledak, wanita itu meremas apapun yang di genggam nya, bibirnya terbuka dan lidah nya menjilati apapun yang menempel di bibir terbuka nya.
"Ji'er... apa ini tidak sudah terlalu jauh?" tanya Xiao Zhou.
"di-am lah.... jika kau berpikir aku akan memasukkan benda besar ini ke celahku, sebaiknya kau buang jauh-jauh pikiran itu, kita hanya melakukan seperti hi gudang jerami itu saja tidak lebih," ucap Park Min Ji.
gerakan pinggulnya semakin kasar, seakan ingin merasakan lebih, bahkan pakaian dalam nya yang begitu tipis dan lentur itu sesekali menyeruak masuk ke milik nya mengikuti ujung benda yang sesekali tertelan begitu dalam akibat ayunan bokong Park Min Ji yang semakin kencang.
"aaahhhhhsss.... sayang aku benar-benar gatal, aku tidak tahan lagi," bisik Park Min Ji di telinga Xiao Zhou, suara nya bergetar dan terputus-putus, kedua tangan nya memeluk leher Xiao Zhou.
"ini sudah terlalu jauh, tapi aku sudah tidak peduli lagi, aku benar-benar menginginkan nya memasuki ku," batin nya lagi.
Park Min Ji yang sudah tidak tahan, dengan posisi masih berlutut mengangkangi pinggang Xiao Zhou, dan dengan cepat menyingkap pelindung terakhir nya, dan sesaat ujung benda itu menyentuh permukaan milik nya yang sudah basah berlendir, dan wanita itu menekannya bokong nya begitu perlahan, wanita itu memejamkan matanya, bibir terbuka, saat ujung benda itu mulai membuka bibir celah nya yang sudah begitu memerah yang sudah mulai menelan ujung benda itu.
"haakkkk...." pekikan Park Min Ji cukup kencang, kening wanita cantik itu sedikit berkerut, dan sambil meremas rambut Xiao Zhou, dan menggigit bibir bawahnya.
keduanya terdiam sesaat, hanya nafas tersengal dari kedua nya yang terdengar.
Xiao Zhou membuka matanya, saat menyadari kepala benda nya sudah tertelan celah dari Park Min Ji tanpa penghalang kain.
"Ji'er.... kau,"
lagi-lagi Park Min Ji menutup bibir Xiao Zhou dengan jemari nya,
"diam lah, ini terlalu besar, tapi rasanya begitu penuh dan nikmat, rasa gatal ku seperti di begitu dimanjakan," bisik Park Min Ji, yang hanya memikirkan benda yang mulai memasuki tubuhnya itu.
wanita itu mendorong tubuh Xiao Zhou hingga terbaring, dan wanita itu seperti merangkak di atas nya, serta mulai bergerak secara perlahan dan pelan,
"clek....crekkk...cleekkk....creekkk...." suara benda becek bergesekan.
Park Min Ji terlihat begitu menikmati permainan nya, begitu ganas Melu*mat bibir Xiao Zhou, dan sudah tidak mempedulikan liur nya yang menetes bahkan membuat nya semakin buas, semakin lama, benda itu tertelan semakin dalam, ayunan bokong wanita yang sudah pernah bersuami itupun semakin panjang dan lancar bersama buih yang semakin banyak membaluri batang berurat itu, desa*Han Park Min Ji juga sudah semakin kencang dan seperti sudah tidak mempedulikan sekelilingnya
"aahhhh...."
"aahhhhssss..."
"eenngghhh....."
"Ji'er... bagaimana dengan setahap-demi setahap itu? dan juga pernikahan?" ucap Xiao Zhou yang kembali mengingatkan Park Min Ji dengan ucapan nya beberapa menit yang lalu.
"aahhh.... i-tu... lupakan saja, dan kau bocah... apa kau begitu bodoh, jangan mengatakan itu saat kita sedang melakukan ini, aahhhhh..... lakukan saja, aku sudah menginginkan ini saat aku membeli pisau cukur itu, dan aku bahagia kau yang mendapatkan tubuh ku ini," wajah Park Min Ji terlihat kesal untuk sesaat, namun sedetik kemudian sudah kembali fokus pada kenikmatan nya, bibirnya terbuka dan seperti tidak rela melewatkan kenikmatan di miliki nya meski sedetik.
seperti ucap Kim bong Goo tentang keistimewaan tubuh giok, Park Min Ji mampu bergerak begitu hebat didalam milik hanya dengan memikirkan nya saja, membuat pergumulan itu seperti tidak mengenal lelah, meski tubuh mereka sudah seperti bermandikan keringat.
perut bawah Park Min Ji semakin cepat berkedut-kedut tubuh nya mulai melengkung,
"a-ku... akan keluar.... ini benar-benar luar biasa, bisakah kau lebih kencang lagi," bisik Park Min Ji menatap Xiao Zhou dengan sorot ingin menelan pemuda itu, gerakan nya semakin kasar,
Xiao Zhou membalikkan tubuhnya kini Park Min Ji sudah di bawah dan menekuk kedua kaki indah wanita itu hingga menempel di perut wanita itu, Xiao Zhou dengan posisi berlutut, tubuhnya sedikit condong ke depan bertumpu pada kedua tangan nya di kedua paha Park Min Ji yang di tekuk itu.
"aahhh... posisi ini membuat milik ku terlihat begitu gemuk," batin Park Min Ji.
"kau jangan melihat ke arah itu, ini memalukan," ucap Park Min Ji kepalanya sedikit menggeleng.
namun rasa malu Park Min Ji hilang berganti dengan kenikmatan saat Xiao Zhou melakukan nya dengan perlahan namun bertenaga dan begitu dalam menyentuh dasar milik Park Min Ji
"aahhhh.... haakkkk.... dia begitu pintar melakukan nya, milik ku benar-benar terpuaskan hingga kedasar," batin wanita itu.
Park Min Ji meremas dada Xiao Zhou, kepala nya sedikit terangkat menatap ke arah bawah dan terlihat milik nya yang sudah begitu merah, dan cembung serta di hiasi bulu pendek dan rapi itu mulai berkedut yang beradu dengan benda besar berurat, pemandangan itu membuat nya begitu berga*irah, dan seperti singa liar Park Min Ji menyambut Hujaman benda itu dari bawah dengan gerakan begitu panas.nafasnya semakin tersengal, dan cekungan di leher kurusnya semakin terlihat saat wanita itu mulai mengejan sambil menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan tak terkatakan itu,
"aaahhhhhsss.... hhakk aahh... " pekikan Park Min Ji saat mengejan, begitu kencang bersamaan dengan hentakan bokong nya keatas menyambut Hujaman Xiao Zhou, dan menelan hampir seluruh benda besar itu, disertai sesuatu keluar begitu deras dari dalam tubuh wanita itu, tubuh dari keduanya seperti mengejang, dan di akhiri dengan tubuh yang hanya mengenakan pakaian nakal yang mengumpulkan di perut nya saja.
keduanya terkulai lemas, hanya nafas yang masih tersengal yang terdengar.
"yang tadi itu apa? pakaian kita basah dengan air yang keluar dari milik ku, ini begitu memalukan," ucap Park Min Ji dengan suara sedikit serak karena mengerang begitu lama dengan dada masih naik turun mengatur nafasnya
"aku hanya pernah melakukan ini dengan mendiang suamiku, dia begitu kasar saat melihat tubuh ku, aku hanya merasakan perih, tapi untungnya dia melakukan nya hanya beberapa detik saja," ucap Park Min Ji dan memejamkan dalam-dalam matanya.
"aahhh... ternyata selama ini aku sudah melewatkan kenikmatan dunia yang begitu hebat," batin Park Min Ji dan terlelap di pelukan Xiao Zhou.
**