Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 68


pagi itu seperti ucapan jendral Yuan Zhou Dewa Wang Riu memohon izin untuk menyelesaikan beberapa urusan, dan meninggalkan pulau keseimbangan.


dan siang nya terjadi kegemparan di istana pulau keseimbangan, seorang pemuda melayang dengan tawa menggelegar,


"bommm....."


"blarrrrr...."


"blarrrrr...."


terlihat beberapa orang terlempar dan membuat kawah besar di pulau itu, serta beberapa rumah hancur karena tertabrak tubuh manusia batu.


Yang Tian, Dewa Yang Dong, Luo Fang terlempar, tidak mampu menahan tebasan pedang dari elemen api milik jendral Yuan Zhou.


beberapa orang lain nya masih mengurung jendral Yuan Zhou,


"lepaskan tuan kecil, dan aku berjanji akan membunuh mu dengan cepat," ucap seorang pria gemuk dengan alis begitu panjang, dia adalah penjaga pulau tetua Xiang Xun.


di gerbang pulau tampak tetua zhifu sudah menjaga pintu itu,


"tidak ada yang boleh keluar dari pintu ini, sebelum tuan kecil selamat," ucap pria menyerupai harimau itu, dan mencengkeram gagang pedang besar nya.


beberapa pria lain juga melayang dan mengurung jendral Yuan Zhou di udara, salah satunya adalah pria berwajah tampan dengan penutup kepala menyerupai setengah kerucut dengan puluhan roda berputar di sekeliling nya.


"hahaha.... apa hanya ini kekuatan dari pulau keseimbangan?" teriak jendral Yuan Zhou


pria itu melesat ke arah gerbang, tetua zhifu yang sudah bersiap mulai menebaskan pedangnya ke arah leher jendral Yuan Zhou, namun begitu pedang energi itu mendekati nya pria itu menyodorkan leher putera Ratu Xhin Ye sebagai tamengnya.


"tidakkk.... putera ku...." teriak Ratu Xhin Ye dan semua wanita seperti begitu gemas dan ingin bertarung namun Ratu Xhin Ye dari awal sudah melarang nya.


mata tetua zhifu terbelalak, dan dengan sekuat tenaga menarik pedang energi nya, meski tidak berhasil menarik namun pedang energi itu mulai melambat dan melemah,


blarrrrr..... pedang energi itu menghantam dada seorang Shinobi berambut putih, karena pria ini memiliki kecepatan di atas dewa lain nya, dan menyelamatkan putera Ratu Xhin Ye dari tebasan pedang tetua zhifu.


"harimau bodoh," teriak tetua Xiang Xun dan menangkap tubuh Shinobi berambut putih yang terlempar dengan darah mengucur dari tubuh nya.


saat setiap mata menatap ke arah ledakan itu, jendral Yuan Zhou sudah berhasil melewati gerbang dan lenyap begitu saja.


****


tidak jauh dari kota huangdong di sebuah hutan di pinggiran danau biru,


sebuah rumah yang hampir keseluruhan nya terbuat dari kayu, hanya dinding nya saja yang di lapisi kertas putih khas perumahan sederhana di dataran utama.


seorang remaja dengan kuas di tangan kanannya dan guci di tangan kirinya, tampak seorang pria dengan jenggot panjang dan tubuh subur tergeletak dengan cawan yang berantakan, tiba-tiba saja seorang pria sepuh lain nya datang dan masuk ke rumah itu.


pria sepuh yang baru masuk itu mengibaskan tangannya ke udara seperti sedang mengusir aroma alkohol di udara,


"aahhh... aku tidak bisa mempercayai saudara Lou Yi untuk menjaga bocah itu," guman Dewa pengetahuan kesal.


"Zhou'er berhentilah meneguk guci mu itu, dan cepat selesaikan tulisan mu," teriak Dewa pengetahuan dan matanya sedikit menyipit saat melihat sinar keemasan dari salah satu ruangan.


puluhan ribu huruf emas melayang di udara membentuk dinding dan bergerak begitu seirama, tampak Xiao Zhou dengan wajah kebosanan nya, menatap sekeliling, sesekali telunjuk nya menggaruk sudut matanya luar nya.


"demi pengetahuan.... kau minum sebanyak itu, dan masih mampu membuka saripati sungai sastra ini, ini benar-benar," ucapan Dewa pengetahuan terputus bibir bergerak-gerak membaca tulisan yang membentuk dinding itu.


Xiao Zhou tidak menjawab ucapan Dewa pengetahuan, kepala nya sesekali menggeleng,


"Dewa tua apa kau yakin sungai sastra mu ini hanya memiliki 5.736 bab?" tanya Xiao Zhou.


Dewa pengetahuan hanya mengangguk, dan terus mengamati Sambil memainkan ujung kuku nya seperti menghitung sesuatu.


"jadi ini yang membuat sastrawan tangan Dewa tidak terkalahkan, pantas saja," ucap Xiao Zhou


"bocah apa maksud mu?" ucap Dewa pengetahuan.


"dalam sungai sastra mu ini, ada jutaan kutukan, dan pelindung, sehingga kau begitu kuat, hanya saja ada sedikit kekeliruan, sehingga semua mantra ini tumpang tindih dan tidak akan bekerja dengan baik, baiklah aku akan sedikit membantu mu sementara," ucap Xiao Zhou


"hahaha... bocah aku tahu kemampuan mu tinggi, tapi sungai sastra adalah pengetahuan tertinggi, dan kitab ini sudah lengkap dari generasi ke generasi, kau akan seperti menggarami lautan," ucap Dewa pengetahuan.


Xiao Zhou menulis beberapa kalimat di udara, dan tiba-tiba kalimat-kalimat itu masuk ke dalam dinding sungai sastra, dan perlahan tulisan-tulisan itu bergerak begitu cepat dan membentuk dinding baru hingga keluar dari rumah kayu itu hingga memenuhi halaman dan menuju langit.


"apa yang terjadi, bocah katakan apa ini?" tanya Dewa pengetahuan.


"untuk sementara sungai sastra memiliki sembilan ribu bab, dan jika kau beruntung, kau akan mampu mempelajari nya hingga tujuh ribu saja, hahaha...." ucap Xiao Zhou.


"kau?? bocah iblis sombong, aku akan berhasil dalam waktu yang akan membuat mu muntah darah karena terkejut," ucap Dewa pengetahuan kesal.


"benarkah? mulai lah menyalin nya Dewa tua, karena seperti yang aku katakan tadi, ini hanya bantuan sementara saja, baiklah.. putera ada sedikit masalah aku harus pergi sekarang ," ucap Xiao Zhou sambil meneguk isi guci nya dan melangkah keluar ruangan dan sebuah gerbang teleportasi sudah menunggu nya.


****


di sebuah lembah yang hanya di tumbuhi pohon yang begitu tua, batu-batu besar terlihat bertumpang-tumpang, dan di selimuti lumut, jendral Yuan Zhou sedang menatap kuku jari nya, dan membiarkan bocah kecil berlarian di sekitar nya.


mata jendral Yuan Zhou sedikit melebar dan menarik kerah belakang bocah itu, dan membawa nya melayang di atas bebatuan besar itu, saat seorang wanita dengan sehelai bulu dari ekor burung merak menghiasi rambut pendek nya sudah melayang di hadapan nya.


mata jendral Yuan Zhou melebar melihat mata indah dengan ujung luar nya sedikit melengkung ke atas, dadanya berdetak kencang karena belum pernah melihat wanita seindah itu sebelumnya.


"Dewi... katakan kau siapa? apa kau ingin membebaskan bocah kecil ini? meski kau begitu menarik tapi kali ini aku belum bisa memberikan bocah ini, tapi kau bisa menemani ku mengurus bocah ini," ucap jendral Yuan Zhou sambil menelan ludah nya.


wanita itu menarik nafasnya dalam-dalam sambil menggeleng,


"aku hanya memastikan keselamatan mu," ucap wanita itu.


"hahaha.... nyonya, aku bukan pria yang harus dikhawatirkan karena aku bukan pria lemah, tetapi terimakasih, dan aku senang mengetahui ada wanita secantik dirimu mengkhawatirkan keselamatan ku," ucap jendral Yuan Zhou.


"putera ku tidak ada urusan dengan ini, lepaskan dia dan aku berjanji hanya menggunakan seperempat dari kekuatan iblis ku ini, dan jika kau beruntung kau bisa melarikan diri dari kekuatan seperempat ku itu, sehingga kau bisa menikahi wanita itu," ucap Xiao Zhou yang sudah tidur di sebuah dahan pohon, sambil mengamati guci nya.


"hemmm.... dia sudah datang rupanya, dia yang perlu aku khawatirkan, karena bisa merusak rencana ku, dan kini dia begitu berbahaya, dan buas," guman wanita itu pelan dan kini duduk di dahan tidak jauh dari tempat Xiao Zhou.