
langit sudah mulai membiru, mata xiao Zhou terbuka dirinya merasakan beberapa orang sedang di depan pintu kamarnya..
" mereka siapa?" batin xiao Zhou, dan perlahan bangun dari ranjangnya, kedua Dewi masih terlelap dalam mimpi indah mereka, terlihat wajah keduanya begitu indah walaupun sedang tertidur.
Xiao Zhou melangkah pelan, tidak ingin membangunkan kedua Dewi itu, dan membuka pintu kamar nya.
terlihat semua orang yang ada di depan kamarnya terkejut, karena tiba-tiba pintu di buka oleh Xiao Zhou.
"salam Yang mulia," semua orang membungkuk, dan memberi hormat.
Xiao Zhou menggeleng,
" kalian siapa kenapa kalian memanggil ku Yang mulia?" tanya Xiao Zhou
"mereka adalah para dayang dan pengawal anda di istana anda, dan juga dayang dari para ratu" ucap seseorang di belakang orang-orang itu yang tidak lain adalah Zhifu.
"hemmm... baiklah, ini sangat menggangu, aku tidak ingin ada orang di sekitar ku" ucap Xiao Zhou
" maaf Yang mulia, tapi di pulau ini anda harus selalu di temani oleh mereka" ucap Zhifu sopan
Xiao Zhou melangkah keluar istana itu dengan sedikit kesal, dan menuju pinggiran pulau itu. dan di ikuti oleh para dayang dan pengawal itu.
wajah Xiao Zhou berubah dari kesal menjadi sedikit senang, mata nya sedikit melebar melihat pemandangan begitu indah dari pulau itu, udara terasa begitu bersih,dan menyejukkan, terlihat matahari mulai muncul kemerahan, dan pemandangan rumah penduduk dibawah sangat indah di pagi hari.
" ini begitu indah" guman Xiao Zhou
pagi itu mereka sarapan bersama, Yun Li Wei dan Li Mei yin, terlihat begitu menikmati makanan mereka,
"aku tidak tahu kenapa makanan disini begitu enak, dan aku merasa begitu lapar?", tanya Li Mei yin
itu karena di pulau tingkat terbawah ini, walaupun nona seorang Dewi, tapi nona akan merasakan seperti manusia biasa, tapi kekuatan Dewi anda masih tetap." ucap Zhifu yang sudah tiba-tiba masuk ke ruang makan mereka.
"maafkan aku mengganggu acara makan tuan muda, ada yang ingin aku tunjukkan kepada anda" ucap Zhifu dengan sedikit membungkuk.
Xiao Zhou mengangguk, dan berdiri melangkah mengikuti Zhifu keluar istana itu, dan tak lama mereka sudah berada di ujung pulau itu.
terlihat gerbang besar dan begitu megah, seperti gerbang perbatasan kota, mereka semua berdiri di sana.
mata mereka melebar melihat pemandangan di bawah mereka, terlihat danau biru begitu indah dan bersih juga rumah-rumah penduduk yang hampir terlihat seragam, warna dan bentuk atap rumah hampir sama, hanya ada beberapa rumah yang terlihat lebih tinggi dan lebih besar
"itu kota yang sangat indah" ucap Yun Li Wei
"iya itu indah" sahut Li Mei yin sambil menatap kearah bangunan di bawah pulau mereka.
"paman Zhifu ini gerbang apa?" tanya Xiao Zhou
Zhifu mendekati sebuah tugu dari batu setinggi satu meter,
"ini adalah gerbang menuju bumi, jika tuan muda ingin berhubungan dengan manusia di bumi, tuan bisa meneteskan darah tuan di batu ini" ucap Zhifu
Xiao Zhou mengangguk,
" seperti nya tidak adil jika hanya aku yang bisa menikmati keindahan alam ini" batin Xiao Zhou dan mencabut pedang kematian sedikit, dan menggoreskan jempol nya ke mata pedang itu.
Xiao Zhou meneteskan darah nya di batu setinggi satu meter itu, dan perlahan gerbang itu mulai bergetar dan terlihat tangga selebar 10 meter mulai muncul sedikit demi sedikit dari pulau itu menuju pinggiran danau biru
tangga itu terbagi dua, setengah nya berupa anak tangga biasa dan dan setengah lagi seperti jalan halus biasa, yang bisa di lewati oleh kereta kuda, dan terdapat beberapa jalan yang datar untuk tempat beristirahat.
mata Lou fang tidak berkedip, melihat peristiwa itu, Xiao Zhou melihat itu dan mendekati Lou fang...
"kakek apa kau suka tinggal di pulau ini?" tanya Xiao Zhou
"apa aku boleh tinggal di pulau ini" ucap Lou fang seperti bicara sendiri, karena matanya masih melihat tangga itu bertambah banyak agar dapat terhubung dengan bibir kota di bawah nya.
"tentu saja kakek Lou fang, tapi apa itu boleh paman Zhifu?" tanya Xiao Zhou menatap kearah Zhifu.
Zhifu hanya mengangguk,
"tuan muda adalah penguasa pulau ini, jadi tuan muda boleh membawa siapa saja yang tuan inginkan tinggal di pulau ini" ucap Zhifu
Lou fang yang mendengar ucapan Zhifu tersenyum,
dan ada sedikit kesedihan Dimata Lou fang, Xiao Zhou dapat melihat itu.
Xiao Zhou tersenyum,
" kakek Lou fang kenapa kau terlihat sedih?" tanya Xiao Zhou
Lou fang mengelus jenggotnya,
" hemm.. aku sedikit sedih, karena di usia senjaku , aku hanya hidup seorang diri" ucap Lou fang keningnya terlihat berkerut.
dan tiba-tiba saja terlintas usul di kepalanya dan wajah nya berseri-seri lagi..
" aahhh bagaimana kalau kalian berdua memberikan aku cucu" ucap Lou fang mendekati kedua Dewi itu seperti anak kecil, wajah yang sangar selama ini dimiliki Lou fang, tidak berbekas sama sekali saat ini
wajah kedua Dewi itu sedikit memerah, dan menunduk, dada mereka sedikit sesak, memikirkan akan mempunyai anak dari remaja tampan di depan mereka.
" ini... ini terlalu tiba-tiba kakek Lou " ucap Yun Li Wei gugup
Li Mei yin juga hanya mengangguk.
Lou fang mengeluarkan energi qi nya menyeret Xiao Zhou, kearah kedua Dewi itu dan mengikat mereka bertiga dengan tenaga dalam nya, serta mendorong tubuh mereka bertiga kearah istana milik Xiao Zhou..
aahh kalian ini, sudah lah sekarang kalian bertiga kembali ke dalam istana dan buatkan aku cucu yang banyak" ucap Lou fang
Yun Li Wei dan Li Mei yin mencoba meronta, tapi tenaga dalam Lou fang begitu kuat, mereka hanya bisa pasrah dan mendengus kesal
" kakek bodoh, apa kau pikir membuat cucu untuk mu itu mudah seperti membuat makanan hah?" teriak Yun Li Wei dengan tatapan kesal.
"baiklah kakek Lou, kami akan melakukan nya, tapi lepaskan kami" ucap Li Mei yin yang tidak kalah kesal nya dengan Yun Li Wei
wajah kedua Dewi itu sedikit berbeda, sentuhan tubuh Xiao Zhou pada tubuh mereka membuat sedikit getaran pada saraf-saraf di tubuh keduanya.
dan tiba-tiba saja wajah Zhifu sedikit berubah, di ikuti oleh Lou fang dan semua orang di gerbang itu.
Yun Li Wei yang mengetahui siapa yang datang hanya tersenyum,
"tenanglah paman Zhifu, mereka bukan musuh kami" ucap Yun Li Wei sambil mengeluarkan topeng nya dan memakai lagi
terlihat tiga sosok terbang kearah gerbang itu, dan mendarat di tangga yang baru jadi di pulau itu.
dan salah seorang mendekati ke arah Yun Li Wei
"ibu apa kau baik-baik saja" tanya orang itu yang tidak lain adalah Long Fei
Long Fei menarik lengan Yun Li Wei dan menatap Xiao Zhou
"kau jangan berani dekat-dekat dengan ibuku lagi, apa kau mengerti bocah?" ucap Long Fei
terlihat senyum di bibir Li Mei yin,
" seperti nya dewa keberuntungan sedang di pihak ku sekarang" batin Li Mei yin dan dengan manja memeluk lengan panjang Xiao Zhou
" kau tenang saja tuan Long Fei, bocah ini sudah menjadi milikku sekarang" ucap Li Mei yin dan menatap mata Yun Li Wei dengan sorot mata penuh kemenangan
Yun Li Wei begitu kesal melihat tingkah manja Li Mei yin dan menghempaskan tangan Long Fei agar tidak memegang lengan nya lagi.
Wang Jia Li mendekati Xiao Zhou dan mengacak-acak rambut Xiao Zhou,
"untunglah kau selamat bocah, upsss,, maaf apa aku harus memanggil mu ayah??? hihihi... aku tahu dari utusan dari ibu tiriku, aku dengar kau sudah membuat perutnya besar, dasar kau bocah nakal" ucap Wang Jia Li dengan wajah bahagia
kedua Dewi yang ikut mendengarkan ucapan Wang Jia Li sangat terkejut, dan tangan Li Mei yin sudah mencubit perut Xiao Zhou,
" sebaiknya aku memotong itu mu, agar kau tau rasa, benda itu selalu membuat mu membawa istri baru" bisik Li Mei yin, kesal..
dan orang terakhir dalam rombongan Long Fei adalah naga emas Utara, terlihat mata nya berbinar melihat Yun Li Wei yang dalam keadaan selamat.
Xiao Zhou mulai bercerita tentang pulau itu, dan memotong cerita nya mengenai Zhen lu, akhirnya semua masuk kedalam istana milik Xiao Zhou dan di sambut dengan hidangan dari para dayang istana.