Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
peramal cabul


"bulan biru tinggal satu bulan lagi, aku masih belum mendapatkan mutiara formasi itu" guman Xiao Zhou yang sedang berbaring di ranjang besar nya.


"apa ada hubungannya bulan biru dengan mutiara formasi?" tanya Xia xhialun sambil memasukkan tangannya ke celana tidur Xiao Zhou.


"aku tidak tahu lun'er, tapi perasaan ku seperti itu" ucap Xiao Zhou.


"sebaiknya kau bunuh saja pemuda itu, dan ambil mutiara nya" ucap Yumiko yang kini mengelus perutnya yang semakin besar.


"itu tidak mungkin nyonya perut buncit, dewa Lou yi sudah memberitahu ku aku harus menukar mutiara itu dengan mutiara palsu yang sudah di berikan nya padaku, Huang Lang tidak boleh menyadari jika mutiara nya hilang setidaknya tiga hari, karena tiga hari itu waktu yang diperlukan oleh Dewa Lou yi untuk menguasai sepenuhnya mutiara itu." ucap Xiao Zhou.


"hihihi... adik Yumiko, kata-kata mu itu tidak baik saat perut mu sebesar itu" ucap Yun Li Wei


"perut mu juga besar kakak Yun, tapi waktu ku seperti nya sudah dekat, adik Li bilang mungkin beberapa hari lagi" ucap Yumiko.


"suami.. bisakah kau meminjami aku kitab pengetahuan milik mu, aku ingin membaca sesuatu sebelum tidur" ucap Yun Li Wei


Xiao Zhou menyipitkan matanya,


"tentu saja Wei'er, kau boleh meminjam nya?" ucap Xiao Zhou


"kakak Yun kau sudah membaca begitu sering di perpustakaan, apa kau tidak bosan?" tanya Yumiko.


"tidak adik Yumiko, aku tidak bosan sama sekali, aku juga tidak mengerti semenjak hamil aku begitu suka membaca kitab apapun yang aku temui" ucap Yun Li Wei


"suami milikmu ini sudah sangat tegang, bagaimana jika kita melakukan bersama kali ini?" ucap Xia xhialun menatap kedua wanita disampingnya.


"hehe... itu sangat menggoda adik Lun, tapi tidak... perutku sudah sangat besar" ucap Yumiko.


"iya, perutku juga, kau saja yang melakukan nya, kami akan istirahat," ucap Yun Li Wei dan mencium ganas bibir Xiao Zhou dan membawa kitab pengetahuan yang sudah di keluarkan oleh Xiao Zhou.


"jangan terlalu berisik adik Lun" ucap Yun Li Wei meninggalkan tempat itu.


yumiko juga melakukan hal yang sama pada Xiao Zhou, sebelum meninggalkan kedua orang itu di ranjang yang besar itu.


Xia xhialun sudah tidak sabar dan melepaskan pakaian dalam nya saja, dan menyingkap pakaian tidurnya sedikit.


"adik Lun bersabarlah kami masih belum keluar dari ruangan ini" teriak Yumiko kesal.


Xia xhialun tidak mempedulikan teriakan Yumiko, dan mulai permainan panas dengan Xiao Zhou, dan sayup-sayup terdengar erangan Xia xhialun.


"aaahhh... Kaisar jalang itu, masih saya berisik" guman Yun Li Wei sambil menutup mata, dan melangkah menuju ruang baca Xiao Zhou.


"kakak Yun kita juga seperti itu, hehe" ucap Yumiko sambil tersenyum.


"benarkah? benarkah aku seberisik Kaisar jalang itu?" tanya Yun Li Wei wajahnya sedikit memerah.


"he'eh" ucap Yumiko sambil mengangguk,


kedua wanita dengan perut besar itu tertawa bersama dan masuk ke kamar masing-masing.


****


sore itu kediaman Lun Zhing yue begitu berisik, para pelayan wanita tidak henti-hentinya tertawa dan wajah mereka sedikit memerah.


"kalian kenapa begitu berisik?" tanya Lun Zhing yue yang di ikuti oleh Huang Lang di belakang nya.


"maafkan kami nona" ucap pelayan itu sambil tertunduk dengan wajah ketakutan.


Lun Zhing yue mencari sumber keributan itu dan menemukan, Xiao Zhou sedang meramal tangan para pelayan wanita dari balik tirai, tampak sebuah meja di depan Xiao Zhou dan sebuah buku, yang bertuliskan cara membaca garis tangan, milik Lun Zhing yue waktu kecil


"Hem... bocah kecil itu selalu saja kurang kerjaan" batin Lun Zhing yue, beberapa kali terlihat Xiao Zhou mencium tangan para pelayan itu, membuat pelayan wanita itu terlawa geli.


"peramal mesum, aku akan menghajar nya habis-habisan kali ini" ucap Huang Lang kesal tingkah pelayan nya.


"sssttttt, tidak perlu tuan Huang biarkan saja mereka bersenang-senang sedikit" ucap Lun Zhing yue, sambil mengendap-endap ikut ke tempat antrean.


Lun Zhing yue tersenyum, dan mendekati tirai itu untuk di ramal.


Huang Lang begitu kesal, dan menarik tangan Lun Zhing yue yang akan di masukkan kedalam tirai, Huang Lang tidak mau tangan Lun Zhing yue di ciumi oleh Xiao Zhou, keduanya saling bertatapan, sambil tersenyum.


"aku saja" bisik Huang Lang dan memasukkan tangannya kedalam tirai, dan meletakkan nya di atas meja di hadapan Xiao Zhou.


wussshhhh... sebuah angin berhembus dari balik tirai itu, sebuah kristal biru cerah muncul dari kening Xiao Zhou, mata nya berkilau kebiruan, dan serta merta memasang pelindung tubuh agar kultivasi nya tidak dapat tercium.


"apa ini??? ini segel jebakan, aku harus sangat berhati-hati, salah sedikit saja semua akan kacau," batin Xiao Zhou jari-jari tangan Xiao Zhou mulai bergerak dengan cekatan dan stabil, bahkan jari itu tidak bergetar sama sekali dan terlihat begitu tenang dalam bergerak.


"nona kenapa tangan anda seperti laki-laki" tanya Xiao Zhou.


"hihi... cepatlah ramal aku kakak peramal tampan" ucap Lun Zhing yue dengan suara yang di buat berbeda.


"baik nona" ucap Xiao Zhou, dan sudah membuka segel cincin Huang Lang sedari tadi.


"Xiao Zhou mengamati isi cincin penyimpanan Huang Lang, dan hanya berisi kotak seukuran kotak perhiasan, dan membuka nya.


benar, dalam kotak ini ada mutiara seperti mutiara palsu dari Dewa Lou yi," batin Xiao Zhou dan mulai menukar nya.


"akhirnya berhasil" batin Xiao Zhou sambil tersenyum.


"tunggu!!!! apa ini??? ini terlihat seperti kertas yang sudah di remas, ini sobekan dari kitab pengetahuan milikku" batin Xiao Zhou lagi, Xiao Zhou juga menukar kertas itu, dengan kertas dari buku di meja nya, yang di remas seperti bentuk sama persis dengan sobekan kitab itu.


setelah semua selesai Xiao Zhou kembali mengembalikan segel seperti semula, dan menutup kristal biru di keningnya.


"aahhh... nona cantik, aku sedikit kesulitan melihat garis tangan mu, boleh kah aku mencium tangan indah mu ini" ucap Xiao Zhou berpura-pura.


"tentu saja kakak peramal" ucap Lun Zhing yue sambil tersenyum.


Xiao Zhou mulai mengangkat tangan Huang Lang dan mendekatkan ke hidung nya, sampai sebuah pukulan menembus tirai nya dan mengenai kepala nya.


plakkkkk.... Xiao Zhou terlempar beberapa langkah.


"aahhh... kena-pa??? ohhh tuan muda Huang, ternyata anda... maafkan aku tuan muda" ucap Xiao Zhou sambil berlutut.


"pelayan mesum aku akan menghajar mu kali ini" teriak Huang Lang.


"sudahlah tuan Huang, sudah cukup kau memukuli nya, sebaiknya kita pergi" ucap Lun Zhing yue, dan keduanya meninggalkan Xiao Zhou yang sedang berlutut, dengan senyum tersungging di bibirnya.


Xiao Zhou pergi dari tempat itu, dan melakukan semua perintah dari Dewa Lou yi, mutiara itupun melesat ke udara dan dalam beberapa saat sudah menghilang.


****


keesokan harinya Xiao Zhou hanya duduk di depan kamar nya mengawasi ruang baca Huang Lang.


"aku belum bisa pergi dari tempat ini, Huang Lang akan curiga jika aku pergi secara tiba-tiba" batin Xiao Zhou dan beberapa saat seorang wanita cantik masuk ke dalam kediaman Huang Lang.


wanita itu tampak begitu kesal dan muram, tidak ada kata keluar dari bibir wanita itu saat kedua saling bertatapan beberapa saat, hanya terlihat bibirnya sedikit terbuka saja, dan melanjutkan langkahnya masuk ke kamarnya.


"aahhh... bocah pelayan itu sudah membuat ku gila, bahkan kedua pemuda di rumah hiburan itu tidak mampu membuat ku bergairah sedikit pun juga, aku sudah muak, aku harus melakukan sesuatu" batin Han Yui dan berdiri mengganti pakaian nya.


"pelayan di mana majikan mu?" tanya Han Yui sambil melangkah dengan anggun dan menggerakkan badan nya sedemikan rupa, sehingga bokong itu terlihat bergoyang dengan alami dan mengundang birahi.


"tuan muda sedang berkultivasi di ruangan nya nyonya, tidak ada yang di izinkan masuk ke ruangan itu" ucap Xiao Zhou


"ini sempurna... itu berarti hanya kita berdua di bangunan ini, membayangkan tinggal berduaan dengan pelayan itu saja sudah membuat ku basah seperti ini" batin Han Yui dan memanggil pelayan dan menyuruh mereka semua meninggalkan kediaman Huang Lang, hanya penjaga depan saja yang masih bertugas.


berkali-kali Han Yui mondar-mandir di depan Xiao Zhou untuk menggoda nya, tetapi Xiao Zhou tidak bergeming, dan tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai pelayan.


"aahhh... kenapa bocah pelayan itu tidak mencoba mendekati ku sedikit saja, aku tidak mungkin mendahului nya mengajak seorang pelayan bercinta, ini membuat ku gila" batin Han Yui sambil meraba milik nya yang semakin basah.


"aku menyerah" batin Han Yui dan masuk ke kamar tidur Huang Lang dan keluar beberapa saat sambil membawa sesuatu.