Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ketulusan Han Yui


Xiao Zhou hanya tersenyum, dan mengangguk,


"baiklah bibi Yui aku tidak akan melakukan nya," ucap Xiao Zhou.



ilustrasi Han Yui


Xiao Zhou hanya menggesekan benda itu di permukaan kulit milik Han Yui yang sudah sangat licin oleh cairan nya.


mereka kembali berciuman dengan buas, dan gesekan mereka semakin kencang, nafas Han Yui mulai tersengal-sengal, keringat membasahi wajah cantik, dan leher putih bersih wanita dewasa itu.


"aku sangat ingin benda ini masuk," batin Han Yui tapi masih merasa malu karena baru saja dia menolak ketika Xiao Zhou ingin melakukan nya, Han Yui mengangkat sedikit bokong nya saat ujung benda itu di depan gerbang milik, sesekali benda itu membelah milik nya, dan terpeleset keluar karena licin.


"aauuhhhhhsss... ini nikmat, aku bisa gila, aakkku tidak peduli lagi," guman Han Yui dan tangan nya turun dan jemari nya menekan milik Xiao Zhou sebentar, agar benda Xiao Zhou tidak meleset lagi, dan perlahan Han Yui merasakan benda milik Xiao Zhou menekan dan masuk.


mata Han Yui melebar, nafas nya seperti terhenti, menatap ujung benda itu, perlahan memasuki nya, dan menggigit bibir bawahnya menahan desahannya,


"aahhhh.... bocah kenapa kau masukan? ucap Han Yui berpura-pura protes.


"maafkan aku bibi Yui aku tidak sengaja, aku akan mengeluarkan nya," ucap Xiao Zhou dan akan mencabut benda nya, tapi Han Yui memegang bokong Xiao Zhou dan menarik nya sehingga benda itu masuk lebih dalam.


"ahhhkkk...." Han Yui menutup bibirnya dengan jemari nya saat benda itu masuk walaupun tidak seluruhnya, matanya mulai terpejam ingin merasakan sedikit rasa sakit, dan juga kenikmatan menjalar di semua syaraf-syaraf nya.


"aahhhh.... Zhou'er... kau benar-benar gila, ini begitu besar dan sangat nikmat," ucap Han Yui, Han Yui dengan suara bergetar.


Han Yui mulai, mencoba menahan desahannya, tetapi sia-sia kenikmatan yang di dapatkan nya membuat nya tidak mempedulikan sekeliling nya lagi, sesekali kepala nya mendongak saat benda ini begitu dalam memasuki nya.


"aahhh... Zhou'er aku sudah tidak tahan, benda ini nikmat, milikku terasa penuh dan jiwaku terasa lengkap saat ini, aahhhhsss...." jemari kaki Han Yui sudah merapat, tangan nya menarik punggung Xiao Zhou.


"yah Dewa... aku sudah tidak tahan, ini baru beberapa menit, aku ingin merasakan kenikmatan ini lebih lama, tapi aku tidak dapat menahan nya lagi," batin Han Yui, tangan mencengkram bokong Xiao Zhou dan menarik nya dengan kasar.


"aahhh... aahhh... ini tidak mungkin, Zhou'er aku keluarrrrr.... tubuh Han Yui mengejang dan beberapa saat, dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Xiao Zhou, hingga menjauh dari Han Yui.


cairan menyembur dari milik Han Yui dan membasahi semua yang di dekat nya, tubuh nya bergetar hebat, dan terguling kesamping dengan lemas, erangan nya masih terdengar, dan mencoba keras untuk mengatur nafas nya kembali.


tarian masih berlangsung, tetapi wajah para penari sedikit memerah mereka baru saja menyadari apa yang sudah terjadi di ruangan penonton nya, karena teriakan Han Yui begitu kencang, dan terdengar seperti begitu puas.


"aaahh.... akhirnya aku merasakan benda ini, aku sudah sangat menantikan nya selama ini, benda milik bocah ini begitu nikmat, jauh melebihi apa yang kubayangkan, ini luar biasa, aku benar-benar puas," batin Han Yui, mencoba mengatur nafasnya.


mata Han Yui menatap kearah Xiao Zhou yang membersihkan tubuh lemas nya yang basah oleh cairan nya sendiri,


"Zhou'er... terimakasih, dan maafkan aku, aku sangat malu," ucap Han Yui memegang tangan Xiao Zhou.


Xiao Zhou tersenyum lembut dan penuh keteduhan.


"kau sangat cantik, apa kau sudah bisa duduk lagi?" tanya Xiao Zhou.


Han Yui mengangguk dan di bantu Xiao Zhou mereka duduk berdampingan, dan tangan Han Yui tidak mau melepaskan genggaman tangan Xiao Zhou, kepala Han Yui bersabar di dada Xiao Zhou.


"semenjak kita berpisah, aku tidak mau di sentuh laki-laki lagi, bahkan aku tidak mau melayani suami ku, seorang suami harus menjaga istrinya, tapi suamiku demi kemajuan sekte nya dia menjual ku pada pejabat Bao, kami sudah memutuskan untuk berpisah, dan sekarang aku membangun tempat ini, walaupun bukan tempat yang baik, tapi aku memperkejakan banyak orang miskin, dan wanita penghibur disini adalah orang yang benar-benar menyukai pekerjaan nya, jadi aku tidak pernah memaksa mereka untuk melakukan suatu hal yang tidak mereka diinginkan," ucap Han Yui.


Xiao Zhou mengangguk, dan mengelus wajah Han Yui dan mencium lembut bibir nya sesaat.


"tempat baik, tempat buruk, tidak ada yang benar-benar seperti itu bibi, mereka semua akan selalu tercipta selama manusia itu ada, jadi bibi Yui tidak usah berkecil hati, aku akan selalu mendukung bibi," ucap Xiao Zhou.


"hemm... bocah bibir mu begitu manis dan memabukkan, tapi aku merasa begitu tenang saat kau ada untuk ku," ucap Han Yui dan mencium lembut seperti yang di lakukan Xiao Zhou tadi.


"apa kau belum selesai tadi? dan akan kita selesaikan malam ini, tapi sebelum itu katakan apa yang membawa mu ke tempat ku ini?" tanya Han Yui, kemarahan nya sudah berganti dengan kebahagiaan.


Xiao Zhou mengangguk,


"bibi Yui aku ingin membuat kesepakatan dengan mu, aku menginginkan stempel itu, dan bibi apa yang bisa aku bantu?" tanya Xiao Zhou.


"hahaha... Zhou'er kau sudah dewasa rupanya, kau ingin melakukan kesepakatan dengan ku, hahaha... kau membuat aku geli," ucap Han Yui dan tidak dapat menahan tawanya.


"haha... maafkan aku Zhou'er, aku hanya sangat bahagia, jiwaku terasa begitu ringan, ini adalah tawa bahagia ku pertama setelah kita berpisah," ucap Han Yui sambil mengusap air matanya yang keluar saat tertawa tadi.


"tidak... aku tidak bisa membuat kesepakatan dengan mu," ucap Han Yui dan mengeluarkan sebuah bungkusan.


"ini stempel itu, aku tidak bisa membuat kesepakatan dengan orang yang benar-benar aku cintai, yang ada hanya ketulusan dari ku, ambil lah Zhou'er, ambil apapun yang kau inginkan dari ku, dan aku akan dengan sangat senang memberikan nya padamu." ucap Han Yui dengan air mata yang menetes.


Xiao Zhou hanya terdiam, matanya menatap Han Yui dalam-dalam, dan memeluk nya keduanya begitu larut dalam pelukan seperti tidak ingin terlepas satu sama lain, Han Yui merasakan seluruh kebahagiaan dunia adalah miliknya saat ini.


"apa aku terdengar bodoh, dan naif? seperti itulah cinta, cinta akan membersihkan jiwa seseorang dari semua kepalsuan, Zhou'er aku bukanlah orang yang bodoh, aku bisa saja menjadikan stempel ini sebagai alat untuk mengikat mu, tapi itu hanya membuat cinta ku menjadi sampah, jika pun kesepakatan itu membuatku selalu bersama mu, tetapi jiwaku akan menjadi kosong, aku tidak akan bisa merasakan hal seperti tadi lagi, dan aku sangat menyukai hal tadi, aku rela melakukan apa saja agar dapat merasakan hal itu lagi, tidak pernah aku bayangkan bahwa bercinta bisa seperti itu," ucap Han Yui, dan melepaskan pelukannya.


Han Yui memainkan kembali pusaka Xiao Zhou dan kembali mekar dan bahkan kali ini terlihat urat-urat begitu menonjol di seluruh benda itu.


Han Yui mencium lembut bibir Xiao Zhou, dan bangkit dari tempat duduknya, dan mengangkangi pinggang Xiao Zhou dan perlahan menduduki benda itu.


"pelayan kecil... apa kau sudah siap?" ucap Han Yui dengan wajah menantang sambil menggigit bibir bawahnya.


"iya bibi, malam baru saja dimulai," ucap Xiao Zhou yang seperti menerima tantangan Han Yui.


"hihi.... seperti nya malam ini, akan menjadi sangat panjang," bisik Han Yui dan menggigit ringan telinga Xiao Zhou.


tangan Han Yui mengarah milik Xiao Zhou, dan perlahan menduduki, sedikit demi sedikit kepala benda itu tertelan, dan terus hingga setengah nya.


"aahhhhkkkkkk.... " bibir Han Yui terbuka lebar, bola matanya naik keatas menyisakan warna putih nya saja, kepalanya mendongak keatas, lidah nya tampak sedikit keluar terlihat liur membasahi bibirnya.


pinggul Han Yui bergerak perlahan, dan begitu menikmati benda yang ada di milik nya itu


"aaahhh.... walaupun ini kedua kalinya, dan milikku sudah begitu basah, tapi benda ini masih saja begitu terasa, sedikit saja gerakan dari pinggulku, sudah membuat ku begitu nikmat... seperti nya aku tidak akan bertahan lebih lama lagi." batin Han Yui.


Han Yui seperti kehilangan kesadaran nya, memburu bibir Xiao Zhou dan lidah mereka saling bertautan, Han Yui menekan tubuh nya semakin ke bawah mencoba menelan milik Xiao Zhou sepenuhnya dengan milik nya.


"aahhhsss... aku sudah begitu sensitif, hanya dengan beberapa gerakan saja aku mulai merasakan kenikmatan di seluruh tubuh ku, aku sudah tidak tahan lagi," batin Han Yui dan gerakan nya mulai buas dengan nafas yang tidak teratur, bahkan erangan nafas mereka dapat terdengar oleh para penari itu, di sela-sela musik yang kadang terhenti.


"sayang... aku mau lagii.... aaahhh... Zhou'er jika terus seperti ini, kau bisa membuat ku gila.." bisik Han Yui


terlihat benda itu sedikit membengkok, karena tekanan kencang dan sedikit mulai kasar han Yui dari atas, benda itu sedikit lebih besar dari milik Han Yui sehingga benda itu terlihat terjepit oleh milik Han Yui, yang tidak mampu menelan sepenuhnya. teriakan-teriakan nikmat Han Yui kembali terdengar.


Xiao Zhou menarik wajah Han Yui dan meredam teriakan Han Yui dengan menyatukan bibir mereka, lidah mereka saling membelit.


"aahhhh.... Zhou'er... aku keluar lagiii..." teriak Han Yui bibirnya terbuka lebar dengan liur yang menetes.


dan tidak lama berselang kejadian tadi terulang lagi, tapi Xiao Zhou menahan pinggang Han Yui dan menekan nya kebawah membuat Han Yui kejang beberapa saat, dan setelah itu Han Yui berdiri tubuh nya bergetar kembali cairan menyembur membasahi tubuh Xiao Zhou, tempat itu.


Han Yui terjatuh dan menimpa tubuh Xiao Zhou keduanya berpelukan, dengan nafas yang masih terdengar kencang tapi mulai teratur.


" Zhou'er... maafkan aku, bawa aku ke kamar kita, aku sangat malu tempat ini penuh dengan cairan ku," ucap Han Yui yang tidak menyangka akan terjadi seperti itu.


mereka berdua tertidur di ranjang indah dengan dekorasi seperti pengantin baru.


*****


sorry Genk agak lumayan vulgar dan barbar, ini efek gw lagi marah karena kelaparan, bagi yang merasa ini berlebihan komen Genk, biar nanti gw revisi, dan untuk yang merasa terhibur ingat like dan komen, thanks untuk dukungan kalian semua, satu imajinasi... izzyl