
Shinobi berambut putih itu memutar tubuhnya , dan memutar cara memegang pedang nya sehingga ujung pedang itu menghadap ke bawah.
"berhentilah tertawa," ucap Zhan Ji dengan pedang pendek nya menyerang sosok itu dari atas kepalanya.
Xiao Zhou menggeleng melihat aksi dari Zhan Ji.
"dia bukan lawan mu," teriak Xiao Zhou, dan sedikit khawatir melihat siluman laba-laba yang ikut menyerang, dan melepaskan sebuah tebasan nya, dan seekor Phoenix hitam melesat menghalangi sedikit gerakan siluman laba-laba.
pedang pendek itu begitu dekat dengan ubun-ubun dari sosok itu, namun dengan tenang nya sosok yang mengangkat telunjuk kiri nya dan menahan ujung pedang pendek dari Zhan Ji.
"apa?" guman Zhan Ji dengan mata melebar tidak percaya jika sosok itu menghentikan nya hanya dengan telunjuk nya saja.
siluman laba-laba yang melihat kejadian itu dengan cepat melepaskan beberapa benang emas beracun nya ke arah wajah sosok itu, namun tangan kanan sosok itu menggeluarkan jarum yang seperti di awal tadi, dan di saat bersamaan seekor burung Phoenix hitam menghalangi lesatan jarum-jarum dari tangan kanan Dewa iblis.
blarrrrr.....
ledakan dahsyat kembali terjadi, tampak Shinobi berambut putih itu terlempar dan menghantam tanah hingga membuat kawah yang cukup besar, dan juga siluman laba-laba terlempar cukup jauh dengan sebuah jarum menembus tubuh nya.
"aahhkkkk....." sebuah luka baru tampak di wajah sosok itu dan luka itu terlihat mulai membusuk, sosok itu mulai mengerang kesakitan.
Xiao Zhou dengan cepat menggendong dan mendudukkan siluman laba-laba, serta memberikan totokan di beberapa bagian tubuh siluman wanita itu, dan merobek pakaian tepat di belahan gunung nya, siluman laba-laba sedikit terbelalak saat melihat gerakan Xiao Zhou yang merobek pakaian nya di tempat terbuka, namun membiarkan nya saja.
"telan lah pil ini," ucap Xiao Zhou sambil melihat luka kecil namun di sekitar nya terlihat urat-urat keunguan mulai keluar seperti akar tumbuhan,
Xiao Zhou menghela nafasnya dan membantu siluman laba-laba menelan sebuah pil, namun siluman laba-laba menolaknya.
"tunggu penguasa apa kau lupa, jika aku ini ahli racun," ucap siluman laba-laba, tersenyum dan menatap sebuah luka mengerikan itu.
"aku sangat ingat, dan sekarang telan saja," ucap Xiao Zhou dan siluman laba-laba mengikuti perintah majikannya.
"uhukkkk....." wanita cantik dengan bibir berwarna ungu menyala itu memuntahkan darah hitam dan darah hitam itu seperti mendidih.
"racun jenis apa ini? aku sama sekali tidak mengetahui nya," ucap siluman laba-laba seperti begitu tertarik melihat darah yang mendidih itu.
"racun ini sudah ada jauh sebelum zaman kalian, dan tidak pernah ada di zaman kalian, racun itu baru muncul saat ini," ucap Xiao Zhou.
"dia hanya pingsan dan tidak terkena racun," ucap Xiao Zhou menatap ke arah Zhan Ji yang penuh memar dengan pakaian compang-camping.
"jika saja tidak ada burung Phoenix itu, mungkin jantung ku sudah mendidih saat ini, burung itu sudah menghalangi beberapa jarum yang mengarah ke kepala dan tepat ke jantung ku," batin siluman laba-laba.
Xiao Zhou berusaha berdiri namun di tahan oleh siluman laba-laba,
"tunggu penguasa.... kau jangan pergi dulu, biarkan aku mati di pelukan pria yang sangat ku cintai," ucap siluman laba-laba yang merasa nafas mulai tersengal.
"aku tidak tahu kau mati atau tidak, tapi aku akan berusaha menolong mu, saat ini obat ku sedang menahan agar racun itu tidak menyebar ke jantung mu, dan racun yang kau miliki di tubuh mu juga mulai beradaptasi dengan racun jenis baru ini," ucap Xiao Zhou.
"terimakasih penguasa sudah menolong ku, tapi kau tidak perlu bertarung dengan orang itu lagi karena dia sudah terkena benang beracun ku, dia akan mati beberapa saat lagi," ucap siluman cantik itu.
Xiao Zhou mengangguk sambil tersenyum tipis,
"sayang nya dia tidak mati karena racun mu," ucap Xiao Zhou dan melepaskan pelukannya, dan menyandarkan di tubuh siluman laba-laba di sebuah batu, Xiao Zhou melangkah menuju sosok yang sedang berguling-guling di tanah.
"berhenti lah berpura-pura bedebah gila, sebaiknya kita mulai saja," ucap Xiao Zhou begitu serius.
sosok yang berguling-guling itu berhenti bergerak, dan menaikkan kedua kakinya, perlahan kedua kaki itu melangkah di udara dengan kepala di bawah.
"haha.... ini begitu menyenangkan, sayang tidak ada mati dari kedua teman mu itu," ucap orang yang di panggil Dewa iblis itu, dan terus melangkah lagi hingga kepala sekarang di atas.
tangan Dewa iblis menyentuh sudut rahang nya dan dengan perlahan mulai mengupas kulit rahang nya sendiri, dan wajah penuh bekas luka itu mulai lepas,
"aahhh..... masuk ke tubuh menjijikkan ini membuat tubuh ku gatal," ucap Dewa iblis dan melemparkan tumpukan kulit dan rambut ke tanah.
sekarang tampak wajah asli dari Dewa iblis, pria itu tidak memiliki alis, rambut panjang nya keseluruhan di ikat di atas kepalanya, hidung panjang nya membengkok ke bawah, dan dagu runcing dengan bibir begitu lebar
"hihihi.... kau baru saja mengganggu kesenangan ku, harus nya siluman itu mati dengan tubuh membusuk, lalu kau kekasih nya akan bertarung dengan ganas, itu akan sangat menyenangkan, aku sangat menyukai akhir yang menyedihkan, dan itu kematian," ucap Dewa itu dengan senyum lebar mengerikan.
Xiao Zhou hanya mengangguk, jemari nya menggaruk ujung alis nya,
"aahhh benar... aku hampir lupa kau adalah dewa yang gila membunuh, pantas saja kau menyamar dalam tubuh pengawal Adipati Zhou, kalian berdua memiliki banyak kesamaan, dan tangan kanan mu yang melukai kekasih ku itu," Xiao Zhou menghentikan ucapannya sesaat.