
siang itu Xiao Zhou duduk di atas singgasana nya dan menatap serius kepada para pejabat dan kepala desa Lou Fang.
"hari ini tubuh ku berlumuran darah dari orang-orang tidak bersalah yang harus nya aku lindungi, dan ini karena kebodohan ku yang tidak pernah peduli dengan orang-orang yang masuk ke rumah ku sendiri." ucap Xiao Zhou, untuk beberapa saat menghentikan ucapannya, dan menarik nafas dalam-dalam.
"ini sudah terjadi, aku tidak akan menyalahkan siapapun, dan untuk itu mulai hari ini, kita akan memperbaiki semua nya dari awal, pejabat militer perbaiki sistem penjagaan, siapkan seribu pasukan elit yang siap bertempur jika tanda bahaya berbunyi, dan sebar mata-mata di pulau ini.
Aku sudah memerintahkan Shinobi bermata merah untuk mencari tahu para penyerang kita tadi malam, dan Yang Tian sudah mengikuti salah satu pemimpin mereka yang berhasil meloloskan diri tadi malam, setelah kita mengetahui markas mereka, kita akan menghabisi mereka semua," ucap Xiao Zhou terlihat tidak senyum karena telah berhasil menghentikan penyerangan, atau amarah yang berlebihan di wajahnya.
"kami akan melaksanakan perintah anda penguasa," teriak seluruh pejabat di aula utama istana ke 15.
****
di kediaman kepala desa, saat semua orang menghadiri pertemuan di aula utama.
Dewa Song hanya tersenyum culas, melihat Jung Min Ha yang hanya membiarkan aksi nya.
"seperti nya kau tidak menolak ku adik Jung, aku rasa kau juga menginginkan ini," ucap Dewa Song dan sekali gerakan pakaian atas Jung Min Ha sudah tersobek dengan begitu mudah nya.
gunung putih mulus, tidak terlalu besar, yang masih terbungkus pakaian dalam Jung Min Ha terlihat jelas di depan mata Dewa Song Feng, dan dengan penuh nafsu dewa muda itu mulai menyapukan lidah rakus nya, di seluruh permukaan gunung lembut itu.
"tubuh mu ternyata sangat istimewa adik Jung, aku begitu menyukai kulit dan bentuk milik mu ini," ucap Dewa Song.
bibir Jung Min Ha seperti terkunci, tangan nya tidak dapat di gerakkan, matanya begitu jijik menatap tubuh nya sedang di cumbu oleh kekasihnya itu, kaki nya ingin mendorong pemuda itu tapi gerakan seolah seperti sedang memberikan jalan masuk kepada pemuda itu.
"haha... kau terlihat tidak sabaran adik Jung, tenang lah kita akan melakukan nya dengan pelan-pelan, kau pasti akan menyukai nya," ucap Dewa Song Feng.
"oohhh tidak.... demi Dewa iblis, tolong aku," batin Jung Min Ha, perasaan nya begitu hancur saat pemuda itu mencoba menekan ************ nya dengan milik pemuda itu yang masih berlapis pakaian.
"ehhhhh...." erangan Dewa song mulai terdengar,
"baiklah, saat nya aku membuka hadiah ku," ucap Dewa Song Feng tersenyum lebar ke arah tubuh bagian bawah Jung Min Ha.
mata Jung Min Ha melebar, bibir merah darah nya terbuka, kepalanya menggeleng-geleng, mencoba memohon kepada Dewa Song agar tidak melanjutkan aksi nya.
"aku tidak rela ini, siapa saja tolong aku," batin Jung Min Ha, air mata nya mengalir dengan deras nya, matanya terpejam dengan hati yang teramat sakit, saat tangan Dewa Song Feng meraih pakaian nya dan mulai melepaskan perlahan.
sampai tiba-tiba terdengar suara gerbang yang di buka dengan paksa.
braaakkkkkkkk.....
"kakak Min Ha, apa kau di rumah?" terdengar suara seorang wanita di luar kediaman kepala desa Lou Fang, membuat aksi Dewa Song Feng terhenti sesaat, dan berharap orang itu pergi, jika tidak ada sahutan dari dalam rumah.
suara wanita itu tidak lain adalah milik Yun Li Wei, dan suara itu mulai mendekat ke arah mereka, Dewa Song Feng bergegas keluar dan menyapa pemilik suara itu di halaman kediaman kepala desa.
"adik Yun, rupanya kau," ucap Dewa Song, sambil sesekali menelan ludah nya, menatap wanita dewasa yang begitu cantik di hadapan nya.
ilustrasi Yun Li Wei
siang itu Yun Li Wei masih mengenakan pakaian tidur berwarna coklat, dengan bahan yang begitu lembut dan tipis, dan di tutupi dengan jubah berwarna senada membuat lekuk tubuhnya begitu jelas terlihat.
Yun Li Wei menyipitkan matanya dan mengerutkan keningnya.
"adik Yun?" ucap Yun Li Wei
"kau pasti Dewa Song kekasih kakak ku, aku sudah mendengar dari Puteri Yun Qixuan tentang mu," ucap Yun Li Wei
wajah Yun Li Wei sedikit tersenyum masam,
"aku tidak habis pikir kenapa kakak Min Ha memilih pemuda ini, tidak ada yang bagus dari nya, tapi sudahlah aku tidak ingin mencampuri kehidupan pribadi nya," batin Yun Li Wei.
"dengarkan aku baik-baik Dewa muda, tapi kau masih belum menikah dengan nya, jadi sebaiknya kau memanggilku bibi karena aku bahkan lebih tua dari ayah mu, apa kau mengerti," ucap Yun Li Wei.
"haha... baiklah bibi Yun terserah kau saja, tapi tidak lama lagi kau akan jadi adik ipar ku, jadi bersiaplah aku panggil adik," ucap Dewa Song mencoba bertingkah jenaka.
"kalian berdua begitu cantik, aku juga ingin merasakan bagaimana permainan mu di atas ranjang, tapi bersabarlah bibi Yun setelah kau pergi aku akan menikmati tubuh kakak mu terlebih dahulu," batin Dewa Song sesekali menjilati bibir nya dengan ujung lidah nya.
"dimana kakak ku Dewa Song? dari tadi perasaan ku tidak enak," tanya Yun Li Wei membuyarkan lamunan cabul Dewa Song Feng.
"adik Jung sedang beristirahat, dan tidak ingin di ganggu," ucap Dewa Song, mata nya melihat ke arah gerbang istana, terlihat kepala desa Lou fang sudah keluar dari gerbang itu.
"aahhh... sial, tua bangka itu sudah akan datang," batin Dewa Song Feng.
"hemmm... baiklah Dewa muda, aku merasa lega dia baik-baik saja, aku mohon diri," ucap Yun Li Wei, sambil membetulkan pakaian atas nya yang selalu di lirik oleh Dewa Song Feng.
"tunggu bibi Yun, sekarang masih belum benar-benar aman, biar aku mengantar mu, aku ingin lebih mengenal mu," ucap Dewa Song, sambil membuka kedua tangan seperti orang yang ingin di peluk.
Yun Li Wei tersenyum memperlihatkan gigi-gigi kecil nya rapi dan bersih,
"hihihi.... ternyata selera kakak ku kali ini benar-benar luar biasa, terimakasih atas perhatian mu Dewa muda, kau memang pria sejati, tapi kau tidak perlu repot-repot, dan tolong jangan menatap ku seperti itu," ucap Yun Li Wei, yang merasa risih dan mengerti arti tatapan Dewa Song Feng
"maksud ku benar-benar luar biasa payah," batin Yun Li Wei.
"tidak bibi Yun aku memaksa untuk mengantar mu," ucap Dewa Song Feng dan masuk ke dalam rumah, dadanya berdebar hebat saat di puji oleh Yun Li Wei
"hahaha... pria sejati? bibi Yun... kau wanita bersuami yang sangat menggoda, aku akan menunjukkan apa itu pria sejati yang sebenarnya saat berada di atas tubuh indah mu, penguasa ke 15 kau sudah berani menggoda wanita ku, sekarang kau akan tahu bagaimana rasanya jika istrimu akan aku bawa ke tempat tidur, hahaha.... kenapa tidak sejak lama aku datang ke tempat ini," batin Dewa Song Feng.
"cih... aku akan lebih aman jika berjalan sendiri," guman Yun Li Wei dan meninggalkan kediaman kepala desa, tanpa menunggu Dewa Song Feng.
Jung Min Ha menghela nafas lega, dan bergegas mengunci kamar nya,
"hik.... hik.... suara tangisan Jung Min Ha di dalam kamar nya, tangan nya mengepal hebat, dan tidak ingin bertemu siapa pun, siang itu Jung Min Ha menangis sejadi jadinya, semua barang di hancurkan di kamar nya.
"adik Jung, kau tidak apa-apa? tanya Dewa Song dari luar kamar.
Jung Min Ha menghentikan aksi nya, tubuhnya seperti tidak bisa bergerak lagi, bibir nya terasa membeku.
"aku tidak apa-apa Dewa Song," jawab Jung Min Ha.
"baiklah, mungkin kau marah karena aku tidak jadi melakukan itu tadi, tapi sekarang aku harus pergi, nanti malam aku akan kembali, sebaiknya kau bersiap untuk melakukan itu, sekarang aku akan mengantarkan adik mu kembali ke istana," terdengar suara tawa Dewa Song Feng dan pergi dari kediaman kepala desa.
Senyum bahagia terlihat di wajah Dewa Song Feng, dirinya menganggap jika Jung Min Ha marah karena gangguan dari adik nya Yun Li Wei, yang membuat mereka tidak jadi melanjutkan melakukan itu.
Jung Min Ha hanya duduk seorang diri di sudut ruangan kamar nya, sambil memeluk kedua lututnya nya yang di tekuk,
"aku tidak pernah takut akan kematian, tapi kenapa aku begitu takut memikirkan apa yang akan dilakukan orang itu pada tubuh ku nanti malam," batin Jung Min Ha sambil menggigit bibir bawahnya.
"aku tidak bisa seperti ini terus, tapi aku seperti tidak berdaya jika sudah melihat pemuda itu, apa yang harus aku lakukan? yahhh Dewa.... aku begitu lelah." batin Jung Min Ha. bibir nya di tekuk dan terbuka lebar serta menangis sejadi-jadinya, tanpa ada orang yang menenangkan nya.
****
maaf bgt geng, mungkin bakal lama baru up lagi, eps berikut nya ga lolos review, mungkin nunggu biar review nya ga ketat lagi baru up, mudah-mudahan kembali kaya kemarin-kemarin geng, bakal gw coba terus, tetap semangat, satu imajinasi.. izzyl