
Tujuh hari setelah pernikahan Xiao Zhou mulai memasang segel dewa kuno di rumah panggung di atas danau, ke 5 istri Xiao Zhou sudah berbaring diatas ranjang yang sangat besar.
Xiao Zhou mulai memejamkan mata nya dan mengeluarkan 5 inti darah nya, inti darah itu keluar sebesar butiran beras dari kening Xiao Zhou, dan masuk di kening masing-masing ke 5 istri nya sehingga meninggalkan bekas luka sedikit lebih besar butiran beras, di kening masing-masing wanita itu.
Dengan cepat Xiao Zhou memberi totokan kepada lima istri nya di bagian dada, tubuh ke lima istri nya mulai menyerap inti dari darah Xiao Zhou.
terlihat keringat membasahi tubuh semua istri nya yang mulai meronta menahan sakit,
Xiao Zhou membantu mengurangi rasa sakit istri nya dengan menyalurkan qi murni nya, ke wanita-wanita itu secara bergantian.
Teriakan keras para wanita terdengar begitu menyayat hati, cairan hitam keluar dari tubuh ke lima istri nya dan berbau cukup menyengat.
Dua hari berlalu, Teriakan para wanita sudah mereda, dan Xiao Zhou melepas totokan pada bagia dada ke semua istri nya, dan teriakan kali ini lebih keras terdengar dan cairan hitam berampur merah gelap keluar lagi.
3 hari berlalu,
kali ini sudah tidak ada teriakan para wanita lagi, dan tidak ada cairan hitam yang keluar, hanya nafas halus yang teratur yang terdengar.
Xxiao Zhou membuka mata nya tampak luka di kening nya berubah warna menjadi biru seperti berlian biru, menambah sempurna wajah tampan nya.
Ke lima istri Xiao Zhou mulai sadar, dan terbangun lemas, karena masih kelelahan menahan sakit yang sangat.
melihat tubuh mereka berlumur cairan hitam dan merah yang lengket berbau menyengat, entah tenaga dari mana datang nya mereka semua berhambur dan berlari panik,
"suami sebaik nya kau pergi sekarang atau kami bunuh diri." ucap Liu Fenghua.
Xiao Zhou yang bingung, hanya mengeleng dan masuk keruang baca, dan merasa perih di lambung sebelah kiri nya, Xiao Zhou membuka pakaian atas nya dan melihat lima huruf Suci kuno berbaris dari atas kebawah di bawah dada kirinya sampai lambung.
"ini mirip huruf di punggung ku," guman Xiao Zhou.
semua wanita sudah berkumpul di ruang makan, wajah mereka terlihat senang dan terdapat luka di kening mereka dan, berubah menjadi kristal indah berwarna merah.
di bawah telinga kanan mereka terdapat satu huruf Suci Kuno.
tubuh mereka terasa segar kulit putih nya menjadi halus dan lembut seperti kulit Xiao Zhou, meski tidak sekeras kulit berlian Xiao Zhou, para wanita itu masih bisa terluka, dan terlihat lebih cerah dari sebelum nya, mereka makan malam sambil berbincang penuh keributan dan kebahagian.
"kakak Xue besok kami bertiga akan kembali ke ibukota, ucap Yumiko menatap Xue, tersirat wajah sedih di mata semua wanita yang ada di tempat itu.
"mmmm... aku mengerti... sering-sering lah pulang, karena sekarang ini adalah rumah kalian juga" ucap Xue.
"aku akan merindukan kalian" ucap Liu Fenghua, mereka pun tidur bersama di ranjang besar milik Xiao Zhou.
keesokan harinya.
Puteri Ming Mei, Yumiko dan Xia Xhialun meninggalkan lembah kabut di kawal oleh raijuta, mereka menggunakan kereta kerajaan dan meninggalkan villa kabut rindu.
Malam itu bulan tampak bulat penuh, Xiao Zhou menyelam di danau menikmati air danau tubuh nya mengeluarkan hawa hangat sehingga tidak terasa dingin sedikit pun.
"byurrr ......"
seorang wanita cantik ikut menyelam mendekati Xiao Zhou, kaki panjang nya begitu indah tertepa sinar bulan yang begitu terang malam itu
ilustrasi Xue.
mereka mendekat dan saling memeluk, tubuh mereka menempel dengan ketat seakan tidak ingin terlepas, dan mereka naik kepermukaan hanya kepala mereka yang menempel yang keluar dari air... mata nakal Xue begitu menggoda dan terlihat begitu sayu.
Xiao Zhou pun menggendong tubuh Xue dan terbang dari air menerobos jendela kamar nya dan mendarat di lantai kamar nya yang terbuat dari kayu.
"ranjang kita sudah menanti suami kecil ku" bisik Xue.
tehnik lidah kasar seperti kucing Xiao Zhou pun beraksi tangan xue tidak bisa diam, meremas semua yang dapat diraih nya termasuk rambut pendek Xiao Zhou tak luput dari remasan kencang jemari lentik Xue.
"aahhhhh... cepatlah suami kecilku," ucap Xue hampir berteriak karena ingin cepat.
*****
tidak jauh dari benua tempat empat kekaisaran itu, di sebuah pulau kecil yang hanya terdapat gunung berapi, empat dewa penjaga melayang di udara, mengelilingi gunung api tersebut sambil merapal mantra pembentuk segel.
"dalam 2 tahun terakhir lava gunung ini semakin sedikit," ucap salah satu dewa lewat telepati berbicara pada teman nya.
"sesuatu di bawah sana sedang memakan lava itu," jawab salah satu dari mereka.
Uap yang menyembur dari lava itu membuat gunung itu seperti bernafas,
'segel ini tidak akan bertahan lama, mahluk apa yang di segel di bawah yang mengeluarkan hawa begitu menakutkan seperti ini?" ucap salah satu dewa itu lagi sambil menggeleng.
***
Liu Fenghua dan Xue sedang berbincang di villa kabut rindu,
"sudah 2 bulan suami kita pergi kakak Xue perasaanku tidak enak" ucap Liu Fenghua.
"aku juga adik, akhir-akhir ini perasaan ku juga tidak enak." jawab Xue.
mereka berdua saling menatap, dan tangan masing-masing meraba nadi pergelangan mereka.
"kakak" teriak Liu Fenghua dan berhambur memeluk tubuh Xue.
"aku juga adik Liu," mereka meneteskan air mata bahagia,
"kita akan menjadi wanita seutuh nya adik Liu" ucap Xue.
***
Seorang remaja berdiri di sebuah batu karang di tengah lautan, tidak jauh dari gunung berapi yang bergejolak, rambut pendek dan kristal biru di keningnya tersapu kencang nya angin laut, wajah nya terlihat seperti sedang kebosanan.
tiba-tiba seorang pria tampan berusia sekitar 40 tahun sudah di hadapan nya,
"hemmm... pendekar legenda tingkat 3, lumayan juga dengan umur semuda ini," guman pria itu.
"seperti nya kita di pihak yang berbeda" ucap pria itu lagi
"hahaha." Xiao Zhou tidak bisa menahan tawa nya, dengan seringai jahat.
"pak tua kau terlalu banyak bicara, dan merusak keindahan di tempat sini" ucap Xiao Zhou.
"bocah sialan wajah ku ini tidak terlalu tua," ucap pria itu terpancing emosi, dan lupa tujuan datang nya ketempat itu.
"aku tidak di pihak manapun, tetapi jika kau menganggu ku terus aku akan mencabut jenggot jelek mu itu, apa kau mengerti?" ucap Xiao Zhou.
"aahhh... aku begitu sial bisa bertemu bocah gila di tempat ini, kau bocah... tidak tahu bicara dengan siapa hah? namaku Long Fei aku adalah pangeran iblis, jadi,,.......
"sudah lah paman sebaik nya kau diam dan lihat itu" ucap Xiao zhou memotong perkataan Long Fei.
kraakkkkk ....
kraaakkkk....
bommmmmm......
suara retakan pada gunung berapi itu dan tiba-tiba saja terjadi letusan besar, dan bergemuruh di udara, di sertai petir yang terus menyambar.
terlihat gunung itu pecah dan terlihat danau lava mulai bergejolak dan bergerak ke arah lautan.
bumi berguncang, air lautan naik setinggi puluhan meter membentuk tsunami, Xiao Zhou melesat ke udara dan mengeluarkan pedang nya, dan dengan kekuatan penuh menebas beberapa kali secara vertikal.
Gelombang tsunami terbelah di beberapa titik sehingga yang menyebabkan gelombang itu air melemah.