Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Menembus gerbang Reinkarnasi


Xiao Zhou menatap pedang semesta dalam-dalam,


"tapi.... benarkah yang kau katakan? tentang hawa yang begitu tua, jika ada orang mengeluarkan hawa setua itu, aku yakin kemampuan nya pasti begitu tinggi" ucap Xiao Zhou.


"aku tidak bisa berbohong tuanku," ucap pedang semesta.


"bagus... jadi aku harus bertemu orang itu," ucap Xiao Zhou.


"tuanku... aku tidak tahu tentang ini, tapi orang ini bisa saja sangat berbahaya," ucap pedang semesta.


"pedang semesta... semakin berbahaya akan semakin baik, jika ada orang yang mampu melawan Sang Pembunuh Dewa saat ini, mungkin saja orang yang ada di atas sana," ucap Xiao Zhou dan bersiap melangkah.


Xiao Zhou melempar pedang semesta nya, dan berlari mengikuti pedang semesta yang mulai menuju rantai bercabang pertama itu.


pedang kematian pun menghilang dan masuk ke tubuh Xiao Zhou,


"waktu aku pertama datang aku hanya melangkah sampai di tempat ini, sekarang aku akan melewati nya," batin Xiao Zhou dan menghentakkan langkahnya di permukaan rantai itu, dan bersamaan dengan energi qi yang begitu besar keluar dari tubuh nya membuat pakaian nya mengembang seperti dalam air.


"debbbbbb...... " udara seperti berhenti sesaat sebelum Xiao Zhou melesat, dan mengeluarkan gelombang dari tubuh nya, seperti riak air.


wusshhhssss.... Xiao Zhou melesat mengikuti pedang semesta yang semakin membesar, dan menembus dimensi pertama.


mata Xiao Zhou sedikit melebar, menatap lautan larva pijar di bawah nya, dan mengenal betul tempat itu.


"pedang semesta, tempat itulah dulu yang menolak jiwaku," ucap Xiao Zhou.


"itu memang sudah seharusnya tuanku, karena takdir anda memiliki jiwa dari Dewa iblis penguasa neraka, jadi neraka ini tidak akan berpengaruh pada anda," ucap pedang semesta.


"oohhh... seperti itu rupanya, pantas saja aku merasa nyaman di tempat ini," batin Xiao Zhou dan terlihat seringai mengerikan di wajah nya sesekali terkena pantulan cahaya saat menatap lautan larva pijar yang membara itu.


"berpegang lah tuanku," ucap pedang semesta dan semakin membesar, dan berputar mengelilingi tubuh Xiao Zhou, pedang itu begitu besar, bahkan Xiao Zhou terlihat begitu kecil yang memegang lambang Yin Yang di pedang yang melebihi besar bangunan lantai empat itu.


"benda apa itu?" guman Dewa neraka saat melihat cahaya biru melewati angkasa nya.


"biar aku mengejar nya Dewa," ucap salah satu penjaga Dewa neraka.


"omong kosong.... benda itu di luar jangkauan kita, berpura-pura lah tidak melihat nya," ucap Dewa neraka yang tiba-tiba seperti tidak melihat sesuatu.


pengawal itupun mengangguk, dan memejamkan matanya.


"Aahhh.... sebaiknya aku menemui Dewa Obat saat ini," ucap Dewa neraka dan meninggalkan tempat itu tergesa-gesa.


"tuanku.... bersiap memasuki gerbang roda reinkarnasi, jangan sampai anda terhisap tuanku," ucap pedang semesta.


cakar-cakar hitam terlihat dan pedang semesta melewati gerbang itu, cahaya biru semakin terang, dan pedang besar itu kembali berputar melindungi tubuh tuan nya dari cakar-cakar hitam yang mencoba menarik Xiao Zhou.


gerbang itu begitu panjang, dan berliku-liku.


"kenapa gerbang ini begitu panjang?" guman Xiao Zhou, yang merasa begitu lama berada di gerbang itu.


****


di pulau tingkat kedua


Ratu Xhin Ye yang di antar Huan Zhi masuk ke ruang baca Penyihir Agung, membuat Penyihir Agung begitu terkejut dan berdiri meninggalkan tempat duduknya mendekati Ratu Xhin Ye.


"Penguasa... kenapa anda tidak memberi kabar jika akan datang? aku pasti akan menyambut Anda," ucap Penyihir Agung.


"hentikan basa-basi mu Penyihir Agung, aku datang bukan untuk berbasa-basi seperti itu," ucap Ratu Xhin Ye dan duduk di tempat duduk yang awalnya di gunakan oleh Penyihir Agung.


Mata Ratu Xhin Ye menatap kedua orang di hadapan nya, seperti sedang mengisyaratkan untuk duduk.


Penyihir Agung menatap marah kepada Huan Zhi, karena tidak memberi tahu kedatangan Ratu Xhin Ye terlebih dahulu, dan mencari tempat duduk masing-masing di tempat yang lebih rendah.


"Penguasa.... apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Penyihir Agung.


Ratu Xhin Ye tidak berekspresi, mengambil cawan di nampan milik Penyihir Agung dan mulai menuangkan teko teh milik lelaki tua itu.


Ratu Xhin Ye mendekatkan cawan itu ke hidung Bangir nya, dan menghirup aroma segar dari teh itu, dengan mata tenang mulai menyeruput teh itu perlahan.


"Penyihir Agung, apa yang bisa kau lakukan untuk suami ku?" ucap Ratu Xhin Ye.


Penyihir Agung sedikit terkejut dengan pertanyaan Ratu Xhin Ye, dan beberapa saat terdiam, dan mulai mengangguk mengerti maksud dari pertanyaan Ratu Xhin Ye.


"hemmm penguasa... kau sudah begitu mengenal ku dari aku bayi, aku bukan orang yang memiliki loyalitas tinggi, aku ini licik, aku tidak memiliki sifat setia kawan, dan aku akan lari jika dalam bahaya, tapi kali ini akan sedikit berbeda, aku menyukai pemuda itu, dan yang lebih penting aku sudah berjanji padanya untuk membantu nya jika dalam kesulitan, jadi apa Penguasa ingin aku pergi ke gerbang pulau tingkat ke tiga? jika iya.... aku akan dengan senang hati mencari suami anda di tempat itu, meski terdengar bodoh, tapi pemuda itu mampu mengubah ku seperti ini," ucap Penyihir Agung.


Ratu Xhin Ye menggelengkan kepalanya,


"tidak Penyihir Agung, itu adalah pekerjaan yang sia-sia, gerbang itu tidak bisa di lewati sembarangan orang, dahulu aku bisa melewati nya hanya karena aku adalah penguasa pulau ini, dan segel kutukan mendiang suami pertama ku tidak dapat menutupi gerbang itu secara sempurna," ucap Ratu Xhin Ye,


"dan bagaimana dengan mu? bukan kah kau mencintai suami ku?" tanya Ratu Xhin Ye lagi menatap Huan Zhi


Wajah Huan Zhi menunduk dan sedikit memerah,


"benar aku mencintai suami anda, tapi aku sudah memiliki kekasih, anda tenang saja aku tidak akan mendekati nya lagi," ucap Huan Zhi, yang sudah tidak ingin berbohong lagi.


"baiklah... itu sudah cukup aku ingin kalian berdua membantu ku mencari dalang di balik kepergian suamiku," ucap Ratu Xhin Ye.


kedua orang itu saling menatap sesaat, dan hanya mengangguk,


"apa orang yang anda maksud ini adalah orang yang sama dengan apa yang ku pikirkan? dan apa rencana anda Penguasa?" tanya Penyihir Agung.


"serigala akan keluar jika mangsa nya sudah terperangkap, dan mangsa nya adalah mulai dari aku," ucap Ratu Xhin Ye dan tersenyum menatap kedua orang yang duduk di hadapan nya.


****