Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
serpihan terakhir


"aku adalah bagian terkecil dari jiwa mou lu, tanpaku kau tidak akan pernah ada di puncak, tapi jika kau menjadikan aku raja, maka kau harus membuang semua yang kau cintai, itu adalah hukum alam apa yang kau terima maka kau akan membayar nya, dan aku adalah ambisi" suara itu terdengar dari sebuah topeng yang melayang, dalam mimpi Xiao Zhou,


"bagaimana kau ada di tubuhku?" tanya Xiao Zhou


" saat kau bertarung dengan orang yang memakai ku dulu, tanpa kau sadari darahmu beberapa kali menempel padaku, dan aku sudah mengikat perjanjian darah dengan mu" ucap topeng itu.


"bukankah waktu itu kau masih menjadi pengikut Yang Tian?" tanya Xiao Zhou


"hahaha... bocah... aku tidak pernah menjadi pengikut siapapun, mereka menjadikan aku raja mereka, dan aku memberi mereka kejayaan, tapi dengan mu aku adalah pengikut mu, dan dengan jiwa kebijaksanaan mou lu aku tidak akan terlalu berguna untuk mu" ucap topeng itu.


"sudahlah bocah... sudah saat nya aku menyatu lagi dengan semua serpihan ku" ucap topeng itu lagi, dan semua kembali gelap.


dan tiba-tiba saja Xiao Zhou sudah berada di atas batu datar, di pinggiran danau yang begitu tenang, langit tampak aneh karena matahari dan bulan tampak berdekatan, dan sinar mereka begitu redup dan teduh, seperti matahari setelah terbenam.


tampak ada tiga orang duduk bersama Xiao Zhou dan Xiao Zhou mengenali dua diantaranya.


"zhou'er, aku adalah jiwa utuh mou lu, mungkin ini pertama kau melihat wajah ku, dan ini mungkin yang terakhir, karena setelah ini, aku dan adikku Zhen lu akan menyatu seutuhnya dengan jiwa mu" ucap mou lu wajah nya begitu sepuh terdapat lambang matahari di keningnya, tampak bola mata biru cerah penuh kelembutan, kumis dan jenggot panjang menjuntai, yang sesekali tertiup angin.


"kakakku mou lu benar, kau tidak akan bisa memanggilku lagi, dan sama seperti kakak ku, aku akan mewarisi kemampuan ku, dan juga watak ku bocah... hahaha" ucap Zhen lu, yang juga tampak lebih tua, tetapi terlihat jauh lebih segar dari pertemuan terakhir mereka, di keningnya tampak lambang bulan separuh, membuat terlihat tampan.


"apa artinya itu kakek mou lu?" tanya Xiao Zhou


Mou lu hanya tersenyum,


"artinya masa kami dewa kuno sudah berakhir, dan kini adalah masa mu, pergunakan kemampuan kami dengan bijaksana zhou'er, tentunya kau masih ingat pesan ku dulu, hitam dan putih harus selalu seimbang" ucap mou lu dengan suara serak dan pelan.


"dan kau Dewi suci sudah saat nya kau kembali, saat jiwa kami bersatu, aku takut kau akan hancur, jika masih di sini" ucap mou lu


"kau benar dewa mou lu, aku tidak akan bertahan jika kalian bersatu, baiklah aku akan pergi, bocah aku ingin bicara berdua dengan mu" ucap Dewi xhuwuan dan tiba-tiba mereka sudah berada di atas gunung bersalju, dan terlihat kawah membara di bawah nya.


"ini adalah jiwaku bocah, kau sudah mewarisi darah dan juga tulang milikku, di tiga alam hanya kau yang mewarisi itu, jadi kau adalah penerus ku, sayang nya keturunan mu tidak akan ada yang memiliki nya" ucap Dewi xhuwuan.


"apa kita akan menikah?" tanya Xiao Zhou tersenyum.


"bocah.... kau belum berubah juga, aku Dewi suci, aku tidak terpengaruh dengan wajah ataupun perasaan duniawi, apa kau mengerti?" ucap Dewi xhuwuan


"baiklah Dewi... bagaimana jika kau buktikan padaku," dan tiba-tiba saja Xiao Zhou meraih pinggang Dewi xhuwuan dan menarik nya sehingga tubuh mereka kini menempel, tampak wajah keduanya begitu dekat.


"apa yang kau lakukan bocah, aku Dewi suci tidak ada dewa yang berani menyentuh tanganku ini, apalagi tubuh ku seperti ini" ucap Dewi xhuwuan, dadanya berdebar kencang, tangannya menahan dada Xiao Zhou agar gunung tidak menempel di dada Xiao Zhou


"aku bukan dewa yang berhati suci seperti mereka, aku adalah setengah iblis, jadi aku melakukan apapun yang ku inginkan, sebaiknya Dewi bersiap menjadi pengantin ku" ucap Xiao Zhou sambil mengelus anak rambut di atas kening Dewi xhuwuan, dan bibir nya semakin mendekati bibir Dewi xhuwuan.


"lepaskan aku bocah, aku tidak Sudi jadi pengantin mu" ucap Dewi xhuwuan wajahnya semakin memerah, dan bibir mereka begitu dekat bahkan sudah mulai bergesekan.


dada Dewi xhuwuan berdebar begitu kencang, kulit nya menjadi begitu sensitif,


"ini tidak mungkin, sejak kapan aku memiliki perasaan duniawi seperti ini, apakah aku sudah tidak menjadi Dewi suci lagi" batin nya dan membiarkan saja bibir remaja itu menyetuh lembut bibirnya yang indah.


"baiklah Dewi, saat nya anda pergi" ucap suara mou lu di udara, membuat kedua insan itu tersadar, dan sebuah pukulan tepat menghantam wajah Xiao Zhou


buk.... Xiao Zhou terlempar ratusan meter,


"kau rasakan itu bocah mesum, suatu saat aku akan menghajar mu lagi" ucap Dewi xhuwuan dan melesat pergi.


*******


di alam nyata Xiao Zhou sudah 10 hari tidak sadarkan diri, lapisan berlian yang melapisi nya kini sangat tebal dan berwarna hitam.


tubuh Xiao Zhou yang terbungkus berlian hitam itu mulai melayang, satu meter dari ranjang milik nya, dan perlahan berlian hitam itu menjadi cairan dan terus bergerak mengelilingi tubuh Xiao Zhou. dan sebuah bayangan hitam berbentuk burung Phoenix, keluar dari tubuh Xiao Zhou dan berputar beberapa kali, dan terbang menembus langit-langit ruangan itu.


semua istri Xiao Zhou tercengang melihat peristiwa itu,


"tetua Zhifu apa yang terjadi?" tanya Puteri Ming Mei


"aku tidak tahu ratu Ming, tetapi seperti nya tuan muda mulai membaik" ucap tetua Zhifu sambil tersenyum.


"membaik?" bagaimana kau bisa tahu tetua?" tanya Puteri Ming Mei


"kau lihat wajah ku Ratu, wajah ku kembali mirip manusia, dan coba Ratu perhatian penduduk suku bulbul mereka akan mulai bersemangat kembali" ucap tetua Zhifu dan keluar ruangan itu sambil tersenyum lebar.


"tetua Zhifu benar adik Ming, aku bisa merasakan getaran jantung suami kita semakin teratur dan normal." ucap Liu fenghua sambil tersenyum.


terlihat senyum dari semua istri Xiao Zhou, dan mereka mulai meninggalkan ruangan Xiao Zhou dengan perasaan senang.


******


malam itu di rumah makan terapung yang terletak di pinggiran danau biru, seorang pria sepuh sedang berbincang dengan cucu wanita nya yang begitu cantik.


"yueyu, kau masih saja berpenampilan seperti itu," ucap lun Xiang Tien


"kakek, aku lebih suka seperti ini, menggunakan pakaian seperti seorang kultivator membuat ku ingin menghajar semua laki-laki" ucap wanita cantik itu


"bagaimana urusan mu dengan nona Liu fenghua?"tanya lun Xiang Tien.


"semua berjalan lancar kakek, nona Liu begitu baik, kami sudah sepakat bekerjasama mendirikan usaha pil merak putih di kota huangdong ini" ucap Lun Zhing yue


Lun xiang Tien mengangguk, dan mengelus jenggot panjang nya, tatapan nya menjadi serius.


"baiklah.... tapi dari kita berangkat beberapa orang mengikuti kita, dan mereka sudah di sini saat ini, apa kau bisa menyelesaikan nya? tanya pria sepuh yang sering di panggil penguasa timur itu.


"baiklah kakek, akan aku habisi semua nya" ucap wanita itu dan jemari indah nya mulai bergerak, sebuah pusaka keluar dari kening nya dan melesat ke dalam air danau.


pusaka itu bergerak di dalam air dan mengarah ke sebuah kapal berlantai dua di depan rumah makan itu.


hanya beberapa gerakan saja, kapal besar itu terbelah menjadi dua, sebuah senjata menyerupai bulan separuh menghancurkan kapal besar itu dari bawah.


blarrrrrrrr....


senjata pusaka sangat besar dan terlihat begitu berat, mulai berputar, dan menghancurkan bagian-bagian kapal yang mulai tenggelam itu.


hanya beberapa orang saja yang selamat, dan terbang mendekati rumah makan itu,


wajah lun Xiang Tien, masih tetap tenang, tetapi sorot matanya begitu serius, dan menghempaskan kedua telapak tangan kedepan.


para penyerang itu beberapa detik terdiam di udara dan semua aliran darah di tubuh nya tiba-tiba pecah, dan darah menyembur keluar dari setiap pori-pori kulit mereka.


semua penyerang itu kehilangan nyawa mereka di udara, dan tubuh mereka terjatuh di atas danau biru itu.


"apa yang kau lakukan cucuku, apa ada yang mengganjal di pikiran mu?" tanya lun Xiang Tien


"maafkan aku kakek karena ada yang lolos, aku hanya sedikit lelah" ucap lun zhing Yue dan pusaka besar itu kembali mengecil hanya sebesar liontin kalung bersinar dan masuk ke kening lun zhing Yue.