
Ratu Xhin Ye bergegas turun dari kamar nya di lantai tiga, dan menunggu Xiao Zhou di ruang aula keluarga, aula itu tampak indah, dengan perabotan mewah, dan benda-benda memiliki nilai seni yang tinggi.
Ratu Xhin Ye, duduk di sebuah bangku panjang yang empuk, dan menatap kedua orang yang sedang berbincang masuk ke aula itu,
"suami... kau sudah datang rupanya, kau terlihat lelah," ucap Ratu Xhin Ye lembut, berdiri mendekati Xiao Zhou.
"oohhh ada pejabat pertahanan sihir rupanya, apa ada yang ingin kau bicarakan padaku pejabat," ucap Ratu Xhin Ye menatap Huan Zhi, sengaja menyebut jabatan Huan Zhi agar tidak terlalu akrab.
"maafkan aku penguasa, namaku Huan Zhi muda, aku datang karena kakek ku Penyihir Agung ingin mengundang tuan Yu Jin ke kediaman nya, dan kami membutuhkan izin mu untuk ke tempat Penyihir Agung," ucap Huan Zhi dengan wajah begitu tegang.
"benarkah? aku akan mengizinkan jika suami ingin menerima undangan itu." ucap Ratu Xhin Ye begitu lembut dengan ekspresi wajah siap membunuh.
Xiao Zhou yang mendengar memberikan izin dan suara lembut itu, mengangguk karena tidak mengerti ekspresi wajah Ratu Xhin Ye.
"tentu saja istri ku, aku juga ingin menanyakan sesuatu dengan Penyihir Agung," ucap Xiao Zhou.
"baiklah kami akan pergi sekarang istriku," ucap Xiao Zhou terlihat senyum senang di wajah Huan Zhi dan kedua nya melangkah keluar dari aula keluarga itu, meninggalkan Ratu Xhin Ye dengan wajah kesal nya.
"suami tunggu, mungkin Penyihir Agung lupa jika tuan Yu Jin muda, sudah memiliki pasangan saat ini, jadi kita akan ke sana bersama," ucap Ratu Xhin Ye dan menarik lengan Xiao Zhou agar menempel padanya.
Xiao Zhou hanya mengangguk, dan mengikuti Ratu irama tubuh Ratu Xhin yang seperti menjaga jarak dengan Huan Zhi.
"dengarkan aku bocah, aku melakukan ini bukan karena cemburu, aku hanya tidak ini wibawa ku jatuh, orang akan berpikir jika aku wanita yang tidak bisa menjaga suaminya," bisik Ratu Xhin Ye.
"kau boleh melakukan apa saja nyonya, kau tidak perlu menjelaskan apapun padaku, apa kau mengerti?" ucap Xiao Zhou kesal, dan memeluk pinggang Ratu Xhin Ye.
"apa yang kau lakukan?" bisik Ratu Xhin Ye lagi dengan mata melebar, tangan nya memegang jemari Xiao Zhou dan meremas nya, tetapi tidak menolak tangan itu.
"ini akan menunjukkan jika kau pintar menjaga suami, apa kau mengerti?" bisik Xiao Zhou, membuat Ratu Xhin Ye mengangguk dan membiarkan tangan mereka bersatu.
"hemmm... ini sedikit membuat ku nyaman, tapi dada ku berdetak kencang, dan sedikit terasa sesak, batin Ratu Xhin Ye sambil tersenyum.
terlihat perjamuan di rumah Penyihir Agung begitu mewah, tidak banyak tamu undangan malam itu, hanya Xiao Zhou saja tamu luar yang di undang dalam perayaan itu, selebihnya hanya anggota keluarga dari Penyihir Agung.
Penyihir Agung, menyambut kedatangan mereka,
"aku tidak menyangka penguasa akan datang juga, kalian pengantin baru terlihat begitu mesra, ini sangat bagus, hahaha... sangat bagus...." ucap Penyihir Agung, tersenyum lebar, membuat Xiao Zhou tersadar dan melepaskan pelukannya.
"Hahaha... aku hanya menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri, menemani suamiku ke acara seperti ini, tapi Penyihir Agung kau sedang mengadakan perayaan besar rupanya, maafkan aku Penyihir Agung, aku bahkan tidak menggunakan pakaian yang pantas," ucap Ratu Xhin Ye, punggung halus nya terlihat karena terburu-buru mengikuti Xiao Zhou.
"rubah tua, kau tidak akan aku biarkan mendekati anak muda ini," batin Ratu Xhin Ye.
"anda terlalu sungkan penguasa, ini adalah pulau anda, jadi anda selalu menjadi tuan rumah nya," ucap Penyihir Agung.
"aahhh, wanita ini sungguh merepotkan," batin Penyihir Agung.
mereka mulai duduk mengelilingi sebuah meja bundar, dengan hidangan mewah di atas nya, semua tampak begitu menikmati sajian itu, para pemusik memulai aksi mereka mengiringi denting mangkuk makanan di acara itu.
Penyihir Agung tampak berbicara serius dengan penguasa, di sela-sela acara minum mereka.
Huan Zhi juga terlihat begitu antusias berbincang masalah pekerjaan baru nya, tampak kedua nya begitu akrab karena bekerja pada bidang yang sama.
ujung mata Ratu Xhin Ye sesekali mencuri pandang ke arah kedua orang itu, bibir nya tampak kesal saat Huan Zhi tanpa sengaja menyentuh bahu Xiao Zhou.
"bocah itu bahkan melupakan jika aku ada di tempat ini," batin Ratu Xhin Ye, yang sudah tidak menghiraukan ucapan dari Penyihir Agung, dengan satu jentikan jari cawan di depan Xiao Zhou tumpah dan menyiram pakaian Xiao Zhou.
"rasakan itu bocah," batin Ratu Xhin Ye, tersenyum, menatap marah ke arah Xiao Zhou.
Huan Zhi dengan cepat mengeluarkan sapu tangan nya, dan membantu Xiao Zhou mengelap pakaian nya yang basah. Xiao Zhou yang merasa malu di bantu di hadapan orang banyak, dengan cepat meraih tangan Huan Zhi.
wajah Huan Zhi memerah matanya menatap mata Xiao Zhou saat tangan nya di genggam oleh tangan Xiao Zhou, pikiran nya kembali teringat peristiwa di koridor gedung pelatihan mereka.
perasaan itu tiba-tiba muncul lagi, matanya menatap bibir Xiao Zhou, dan membiarkan tangan Xiao Zhou menggenggam tangannya.
"degggg...."
"apa ini? kenapa aku begitu kesal saat tangan wanita itu memegang tangan anak muda itu? aku ingin mematahkan tangan wanita itu," batin Ratu Xhin Ye, tubuh nya terasa panas.
Ratu Xhin Ye sudah tidak tahan lagi melihat kemesraan pemuda dan pemudi itu, dan berdiri mendekati Xiao Zhou, dan meraih lengan Xiao Zhou mengagetkan Huan Zhi, dan dengan cepat Huan Zhi menarik tangan nya yang di genggam Xiao Zhou sebelum nya.
"suami seperti nya aku tidak terlalu sehat, sebaiknya kita kembali," ucap Ratu Xhin Ye menatap Xiao Zhou, dengan penuh intimidasi dan seperti sudah tidak mempedulikan orang-orang yang menatap nya.
Xiao Zhou hanya mengangguk, dan berdiri dan melepaskan jubah nya, dan mengenakan nya pada tubuh Ratu Xhin Ye.
"ini akan sedikit menghangatkan mu," ucap Xiao Zhou.
Ratu Xhin Ye hanya mengangguk, wajah nya terlihat memerah, senyum simpul terlihat di sudut bibirnya, memperlihatkan gigi samping nya yang kecil dan rapi, hati nya begitu bahagia saat Xiao Zhou, memperlakukan nya begitu hangat di hadapan semua orang.
Xiao Zhou berpamitan dengan semua orang dan membawa Ratu Xhin Ye meninggalkan acara itu.
"maafkan aku, seharusnya kita tidak ke tempat ini tadi," ucap Xiao Zhou dan membantu Ratu Xhin Ye berjalan dengan memeluk nya pinggang nya.
bibir Ratu Xhin Ye sedikit terbuka, tidak menyangka pinggang nya di peluk lagi oleh Xiao Zhou, dadanya berdebar kencang, wajah nya semakin memerah, tapi membiarkan saja jari-jari panjang Xiao Zhou menyentuh hingga ke perut Ratu Xhin Ye, wanita itu semakin membungkuk kan sedikit tubuh nya, dan berjalan begitu pelan.
terlihat wajah Huan Zhi seperti begitu beku, tidak ada gurat senyuman saat mereka semua mengantarkan Xiao Zhou dan Ratu Xhin Ye ke gerbang kediaman Penyihir Agung.
"apa yang kau bicarakan dengan gadis muda itu?" tanya Ratu Xhin Ye kesal.
"kami hanya berdiskusi tentang pekerjaan," ucap Xiao Zhou
"hemmm.... masalah pekerjaan rupanya," guman Ratu Xhin Ye dan sedikit memutar otak nya.
"aku akan membuat ramuan untuk mu," ucap Xiao Zhou, saat mereka berjalan menuju istana milik Ratu Xhin Ye.
"tidak perlu, aku sudah sehat aku hanya bosan di tempat Rubah tua itu," ucap Ratu Xhin Ye.
"oohhh, begitu rupanya" ucap Xiao Zhou dan melepaskan pelukan di pinggang Ratu Xhin Ye.
bola mata Ratu Xhin Ye bergerak melihat jemari tangan Xiao Zhou melepaskan pinggang nya, terlihat sedikit kekecewaan di matanya,
"auuhhhh.... seperti aku sedikit kesulitan berjalan," ucap Ratu Xhin Ye, dan Xiao Zhou memegang nya seperti semula, membuat hati Ratu Xhin Ye berdebar lagi.
di depan gerbang istana sang pengganti sudah menunggu mereka, tampak wajah nya begitu gelisah.
mata nya sedikit melebar saat melihat Xiao Zhou sedang memeluk pinggang Ratu Xhin Ye, dengan cepat sang pengganti mendekati kedua nya.
serta Merta Xiao Zhou melepaskan pelukannya, dan sedikit mundur mengingat ucapan Ratu Xhin Ye, dirinya harus menjauh saat ada sang pengganti.
"ada apa dengan bocah ini? kenapa dia melepaskan pelukannya nya, seharusnya dia bersikap seperti seorang suami di hadapan sang pengganti," batin Ratu Xhin Ye.
"penguasa apa yang terjadi?" ucap sang pengganti sedikit panik.
"penguasa sedang tidak sehat," ucap Xiao Zhou semakin membuat wajah sang pengganti khawatir, dan mendorong tubuh Xiao Zhou menjauhi wanita itu dan sang pengganti memegang bahu Ratu Xhin Ye, yang ingin membantu nya berjalan.
mata Ratu Xhin Ye sedikit terbelalak, saat tubuh nya di pegang oleh sang pengganti.