Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Serigala bulan salju


"-apa dia benar-benar suamiku? wajah nya begitu tampan, kulit putih bersih nya ini membuat nya terlihat begitu muda, hanya saja aku akan terlihat seperti ibu dari bocah ini, aahhh... aku sedikit malu jika harus berdampingan dengan nya," batin Ratu Xhin Ye, memejamkan matanya.


"apa kau tuan Yu Jin muda?" tanya Huan Zhi yang tidak bisa percaya jika Xiao Zhou ternyata begitu tampan.


"nona Huan Zhi apa maksud mu?" tanya Xiao Zhou yang tidak menyadari jika wajah nya sudah kembali bersih.


"tidak... hanya saja kau terlihat sangat muda, dan kau... kau terlihat lebih cantik dari ku," ucap Huan Zhi sambil menunduk, wajahnya nya memerah karena pertama kalinya memuji penampilan seorang pria.


"ehemmm... " Xiao Zhou terlihat sedikit kesal karena di katakan cantik oleh Huan Zhi, dan melebar matanya yang agak kecil agar terlihat lebih jantan, tapi usaha nya tidak membuahkan hasil.


"ooohhh.... anak muda, kau tampak sangat berbeda, baiklah aku datang dengan urusan mendesak," ucap Penyihir Agung, mencairkan suasana yang mulai kaku.


Ratu Xhin Ye tidak mengeluarkan sepatah kata pun, lebih sering menunduk pikiran nya begitu berkecamuk,


"yaahhh Dewa... apa yang harus aku lakukan? aku akan terlihat seperti seorang wanita tua yang tergila-gila pada seorang remaja," batin Ratu Xhin Ye, dan tidak dapat berkonsentrasi.


mereka berempat mengelilingi sebuah meja batu, dan memindahkan beberapa mangkuk berisikan buah-buahan yang di bawa dayang setiap hari untuk Xiao Zhou, dan meletakkan kitab tebal milik serigala biru.


"dalam kitab itu di jelaskan bahwa ada sesuatu yang selalu menghidupkan makhluk-makhluk itu di desa Fuzhu, tetapi hanya saat bulan mati sesuatu itu dapat di rasakan, karena hawa yin saat itu akan begitu pekat, dan bulan mati akan datang sekitar dua bulan lagi, dan aku ingin masuk ke desa Fuzhu malam itu, penguasa," ucap Penyihir Agung.


"itu tidak bisa Penyihir Agung, bagaimana jika segel itu rusak dan mahluk itu keluar dari desa itu, meskipun kita sudah mengurung desa itu dengan tembok tinggi dan ribuan penjaga, tapi aku tidak berani mengambil resiko," ucap Ratu Xhin Ye.


Penyihir Agung mengangguk, sambil mengelus janggut panjang nya.


"aku mengerti tentang kekhawatiran mu penguasa, tapi pikirkan tentang masa depan pulau ini, tanpa ginseng pengetahuan generasi tiga klan akan menjadi sampah," ucap Penyihir Agung.


Ratu Xhin Ye menghela nafas nya, karena ucapan Penyihir Agung sangat benar.


"penguasa izinkan aku melihat segel milik legenda serigala biru," ucap Xiao Zhou.


"untuk apa kau melihat nya suami?" tanya Ratu Xhin Ye, matanya sedikit lebih lama dari biasanya menatap wajah suaminya.


"aku sedikit tahu tentang segel, jika tidak terlalu rumit aku bisa masuk tanpa merusak segel itu," ucap Xiao Zhou.


"hahaha... benarkah? anak muda malam ini kita akan berangkat, karena hanya malam hari segel itu muncul," ucap Penyihir Agung seperti mengambil keputusan sendiri dan begitu antusias.


"baiklah... kau boleh melihat segel itu, tapi hanya melihat saja," ucap Ratu Xhin Ye, wajah nya terlihat sedikit khawatir.


***


bulan separuh sudah menunjukkan wujud nya, malam itu kedua orang itu sudah di atas tembok, beberapa prajurit bersiap di tempat masing-masing, hanya komandan mereka yang mengawal penyihir Agung dan Xiao Zhou.


Xiao Zhou melihat segel milik serigala biru, terlihat di bawah segel itu beberapa tumbuhan bergerak-gerak seperti ada yang bergerak di tempat terkurung tembok tinggi itu.


"Penyihir Agung... ini tidak terlalu rumit, aku bisa membuka nya tanpa merusak nya," ucap Xiao Zhou.


"cobalah.... agar aku yakin dua bulan lagi kita tidak datang dengan sia-sia," ucap Penyihir Agung.


praaakkkkk.....


segel itu terbuka sedikit di hadapan Xiao Zhou.


Penyihir Agung tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan satu lambaian tangan Xiao Zhou sudah terlempar kedalam segel itu dan masuk ke dalam desa Fuzhu.


komandan pasukan itu berlari dan bersiap membantu,


"tunggu!!!! kau tenang lah biar aku membantu pemuda itu, dia adalah penyihir terbaik ku, aku akan membantu nya, mahluk itu bukan lah lawan kami, kau tetap di sini tidak perlu membuat kegaduhan," ucap Penyihir Agung.


komandan yang tidak mengenal Xiao Zhou hanya percaya pada ucapan Penyihir Agung, dan hanya berdiri tidak jauh dari tempat Xiao Zhou terjatuh.


Penyihir Agung melompat di segel yang terbuka sedikit itu.


"kau melempar ku Penyihir busuk," ucap Xiao Zhou.


"tenanglah bocah, kita sebaiknya selidiki sedikit tempat ini, tempat ini selalu di rawat siang hari nya oleh suku Fiji, sehingga masih terlihat seperti sebuah desa, meski pada malam hari begitu mencekam," ucap Penyihir Agung.


keduanya melompat dengan pelan ke atas bekas tembok rumah tua yang masih berdiri, terlihat reruntuhan di mana-mana, jalanan yang terlihat sudah ditumbuhi semak, dan tampak beberapa mahluk mulai bergerak di antara semak-semak itu,


dalam kegelapan Xiao Zhou dapat melihat dengan jelas, mereka adalah tubuh tanpa jiwa, tubuh mereka sudah sebagian rusak, tetapi masih dapat bergerak dengan lincah,


"Penyihir tua, mereka itu apa?" tanya Xiao Zhou.


"awalnya mereka hanya jasad dari pada penduduk zaman dulu, tapi suatu benda menghidupkan mereka lagi, tubuh mereka akan tetap seperti itu setiap malam, dalam kitab di jelaskan hanya orang yang meninggal saat bulan separuh yang dapat hidup lagi, dan di desa ini ada ratusan mahluk seperti itu." ucap Penyihir Agung.


"Penyihir tua, aku bisa merasakan hawa ini dari tempat itu," ucap Xiao Zhou membuat wajah Penyihir Agung terkejut.


kening Penyihir Agung berkerut tatapan nya masih ke arah makhluk-makhluk itu.


"benarkah? katakan siapa sebenarnya dirimu bocah, aku yakin kau memiliki sesuatu yang berbeda dengan kami dalam dirimu," tanya Penyihir Agung, dan menatap kearah Xiao Zhou.


wajah Xiao Zhou sedikit tegang karena melakukan kesalahan membuka penyamaran nya di hadapan orang seperti Penyihir Agung.


"Penyihir tua, hawa ini hanya bisa di rasakan oleh jiwa iblis tua dalam diri ku, kalian di sini adalah dewa, sangat wajar jika hawa ini tidak bisa kalian rasakan, tapi aku rasa pertanyaan mu kali ini salah," ucap Xiao Zhou.


"bocah ini benar, siapapun dia tidak penting sekarang, yang jelas saat ini harus mengetahui benda yang mengeluarkan hawa jahat ini," batin Penyihir Agung.


"hahaha.... maafkan aku Yu Jin muda, aku tadi salah bicara, kita hampir mirip rupanya, pertanyaan ku adalah tunjukkan tempat benda itu," ucap Penyihir Agung, yang tidak suka mempedulikan asal-usul seseorang, mereka lebih senang mencari tahu hal-hal yang lebih penting terlebih dahulu.


keduanya saling tersenyum, dan Xiao Zhou melompat dari pohon ke pohon dengan pelan, dan tidak lama mereka sudah berada di sebuah pemakaman.


"seperti nya kau benar, legenda serigala biru juga menulis kemungkinan benda itu adalah peninggalan orang-orang pertama yang datang ke pulau ini bersamaan dengan penguasa," ucap Penyihir Agung.


"benda itu ada di sana Penyihir Agung," ucap Xiao Zhou menunjuk sebuah makam yang sudah tidak terawat karena terlihat begitu tua, bahkan batu nisan nya sudah hancur.