
sebuah sinar berbentuk lingkaran muncul di lantai aula utama di istana ke 15, para pejabat yang sedang melakukan pertemuan sedikit terkejut, dan mengetahui hanya seorang penguasa pulau yang bisa membuka gerbang antar pulau mengambang.
mereka menatap dengan wajah sedikit khawatir, jika yang datang adalah penguasa pulau gunung terbalik yang baru, ini bisa saja menjadi petaka bagi mereka.
seorang pria berwajah mirip harimau maju mendekati cahaya melingkar di lantai itu.
"tutup semua jalan keluar dari tempat ini, dan amankan para ratu dan tuan kecil" teriak tetua Zhifu mencabut pedang besar nya.
para pengawal istana sudah bersiap, dengan menutup semua pintu keluar dari aula utama, mereka tidak ingin tamu yang tidak di undang itu, keluar dari aula itu dan membahayakan keluarga penguasa mereka.
tetua Zhifu mengencangkan gagang pedang di tangan nya, dan berdiri paling depan.
para istri Xiao Zhou berkumpul, dan terlihat begitu tegang.
"katakan pengawal apa yang sedang terjadi," teriak Xue yang memeluk putera nya.
"maaf Ratu, kami mendapat perintah untuk menjaga anda dan para tuan kecil, sedang terjadi sesuatu di aula utama, saat ini tetua Zhifu sedang mengurus nya, semoga saja ini tidak buruk." ucap seorang pejabat militer yang wajah nya sedikit tegang, yang tidak menyangka akan ada serangan di aula utama.
dan bersamaan dengan itu pintu aula keluarga terbuka, wajah tetua Zhifu terlihat begitu senang, dan Xiao Zhou masuk dengan seorang wanita di punggung nya.
"ini jelas sangat buruk pejabat, suami kami datang dengan wanita baru lagi," teriak Liu fenghua yang belum mengetahui jika yang di punggung Xiao Zhou adalah puteri Yun Qixuan.
***
Ratu Alisa, dan Xue membantu Xiao Zhou membersihkan diri, dan memotong rambut panjang Xiao Zhou, Xia xhialun beberapa kali ingin menerobos ruang mandi Xiao Zhou namun selalu di halangi oleh beberapa istri Xiao Zhou lain nya.
"adik Xia... jika kau membantu, suami kita tidak akan selesai membersikan dirinya," ucap Liu fenghua.
Xia xhialun hanya tersenyum, dan pergi meninggalkan tempat itu.
"istriku, bisakah lebih pendek, aku juga ingin terlihat gagah, dan jantan." ucap Xiao Zhou.
"suami ini sudah pendek," ucap Ratu Alisa.
Xiao Zhou menatap bayangan nya di cermin, dan mulai menyisir rambut nya, mata Xiao Zhou mulai melebar saat rambut nya kembali acak-acakan setelah berulang kali di sisir, dan berusaha mulai menyisir nya lagi,
"ada apa dengan rambut ku?" teriak Xiao Zhou dan terlihat pasrah sambil melempar sisirnya, dan melangkah gontai meninggalkan cermin di ruangan nya.
"sudahlah suami, kau sekarang jauh terlihat lebih mirip laki-laki," ucap Xue mencoba menghibur Xiao Zhou.
"kakak Xue benar, kami hampir tidak mengenali mu," ucap si kembar Puteri Shin, dan mengacak-acak rambut Xiao Zhou lagi.
Xiao Zhou menaikkan bola matanya, dan mengetahui jika istrinya hanya menghibur nya saja, dan berganti pakaian dengan tatapan kosong.
ilustrasi Xiao Zhou.
pesta pun di mulai, semua tampak senang, ketakutan yang terjadi siang itu berubah menjadi kegembiraan, karena mengetahui penguasa mereka sudah sembuh.
Xiao Zhou duduk di belakang sebuah meja, makan malam di hidangkan untuk semua orang, jari-jari panjang nya mengelus kening nya, dan menyantap makanan nya dengan tatapan bodoh.
"kenapa jenggot dan kumis ku tidak pernah tumbuh? seperti nya aku harus menumbuhkan nya" batin Xiao Zhou, yang masih terobsesi dengan penampilan jantan, dan tersenyum-senyum sendiri.
"ada apa dengan wajah bocah itu?" bisik Lou Rong kepada Xue sambil menatap Xiao Zhou
"bocah itu terpengaruh garis lintang kehidupan, Zhou'er ku tidak akan pernah bisa menjadi dewasa, bahkan saat ini ucapan nya semakin dingin dan pedas, setelah bersatu dengan iblis Zhen lu," bisik Xue dan mengabaikan wajah suaminya.
beberapa kabar gembira datang dari istri Xiao Zhou, kali ini Zhania, Kim Yun dan Li Mei yin yang sudah mulai makan masakan berbeda, dan lebih mengejutkan lagi Xia xhialun juga mendapat makanan yang berbeda, karena kesemua wanita itu sudang mengandung.
Zhania dan Kim Yun berkali-kali meneteskan air mata nya, sedangkan Li Mei yin dan Xia xhialun terlihat lebih tegar, berita bahagia ini membuat Xiao Zhou melupakan kekesalan nya, dan ikut larut dalam kebahagiaan itu.
****
di tempat lain seorang wanita cantik dan seorang pemuda tanpa ekspresi sedang menikmati makan mereka, di sebuah rumah makan.
"kenapa kau selalu mengikuti ku?" tanya wanita cantik itu.
"ini adalah perintah tuanku," ucap pria itu
"ini membosankan, sampai kapan kau akan mengikuti ku," ucap wanita itu lagi.
"iblis kecil, kau benar-benar membuat aku marah, lihat saja... aku akan menghajar mu jika kita bertemu lagi," ucap wanita cantik itu yang tidak lain adalah Jung Min Ha.
dan tiba-tiba seorang pria datang mendekati Jung Min Ha.
"nona kecantikan mu sangat luar biasa, aku adalah Wang Feng putera bangsawan Wang, bolehkah aku berkenalan dengan mu," ucap pemuda yang baru datang itu, mengeluarkan rayuan andalan nya.
"aku tidak peduli," ucap Jung Min Ha acuh, dan tidak menatap pemuda itu.
Yang Tian, berdiri di hadapan pemuda itu dan menatap nya tanpa berkedip, membuat pria itu membeku tidak mengerti maksud dari Yang Tian.
"tuan katakan apa kau kekasih dari wanita ini?" ucap Wang Feng.
Yang Tian tidak menjawab,
"apa kau pria baik-baik? kau terlihat sangat mencurigakan?" ucap Yang Tian.
"hentikan paman," teriak Jung Min Ha dan keluar dari rumah makan itu, dan di ikuti oleh pemuda yang baru berkenalan itu.
"maafkan aku nona, aku hanya menjalankan perintah," ucap Yang Tian yang kini sudah berada di depan mereka membuat Wang Feng itu terkejut, jika Yang Tian sudah berpindah tempat.
"kalian semua sama saja, aku ingin pulang," ucap Jung Min Ha, dan tidak jauh dari nya seorang pria sepuh tersenyum dan mendekat ke arah nya.
"ayah angkat," ucap Jung Min Ha dan memeluk pria sepuh itu.
"hahaha... Puteri ku, sebaiknya kita pulang," ucap pria sepuh itu yang tidak lain adalah Lou fang.
"ayah angkat kenapa iblis kecil itu mengirimkan orang menjaga ku, aku hanya keluar dari istana, bukan keluar pulau ini," ucap Jung Min Ha kesal.
"sudahlah gadis nakal, jangan marah, biar ayah yang mengurus pemuda bermata sipit itu, penguasa tidak tahu jika kau masih ada di pulau ini," ucap Lou fang, dan menggelengkan kepalanya kepada Yang Tian sebagai isyarat untuk pergi.
kecantikan Jung Min Ha begitu cepat tersebar, banyak pemuda yang ingin berkunjung ke pulau keseimbangan hanya untuk melihat nya saja, bahkan beberapa dewa dan iblis menyamar untuk melihat kecantikan nya.
***
langit mulai gelap, Puteri Yun Qixuan mulai bertengkar dengan Xiao Zhou,
"kalian berdua berhenti lah, suami cepat antar kan tuan Puteri, kepala ku sakit mendengar kalian berdua." teriak Li Mei yin sambil mengelus perut nya, yang belum terlihat membesar.
Li Mei yin terlihat begitu menikmati masa kehamilan nya, wajah nya terlihat begitu bahagia, kulit nya semakin bercahaya di balut pakaian indah dan lembut.
tidak beberapa lama Xiao Zhou dan Yun Qixuan sudah keluar gerbang istana nya, untuk mengantarkan Puteri Yun Qixuan ke arah kedai mie di kota kecil pulau keseimbangan.
"bocah berikan punggung mu aku lelah," ucap Puteri Yun Qixuan.
"jika lelah sebaiknya kau tidur bukan keluar rumah," guman Xiao Zhou sambil membungkuk.
Puteri Yun Qixuan tersenyum begitu senang, melihat Xiao Zhou yang merunduk.
"diam lah aku sangat kesal mendengar ocehan mu yang seperti anak kecil," ucap Puteri Yun Qixuan, dan naik ke punggung Xiao Zhou.
Xiao Zhou hanya diam, tidak ingin berdebat dengan Puteri Yun Qixuan.
"jika kau terus menurut seperti ini, mungkin aku akan mempertimbangkan jika kau ingin memiliki anak dari ku," ucap Puteri Yun Qixuan.
"dengarkan aku baik-baik Puteri gila, siapa yang ingin memiliki anak dari mu? tubuh mu begitu kurus kau akan terlihat aneh jika perut mu besar," ucap Xiao Zhou.
Puteri Yun Qixuan menarik rambut acak-acakan Xiao Zhou hingga kepala sedikit mendongak, dan berbisik di telinga Xiao Zhou.
"tubuh ku ini tidak ada hubungannya dengan kehamilan, tapi kau benar juga bocah, benda mu sangat besar aku rasa itu akan sulit...."
"diammmm!!!!!.. bisakah aku bersikap seperti seorang tuan Puteri yang normal," teriak Xiao Zhou kesal karena Puteri Yun Qixuan mulai berbicara ke arah yang tidak seharusnya di bicarakan di depan umum," ucap Xiao Zhou, membuat Puteri Yun Qixuan menutup bibir nya dengan jari nya, tersadar beberapa orang sedang menatap mereka.
Xiao Zhou melangkah, dengan kesal sesekali mengumpat, dan tiba-tiba terdengar suara seorang wanita, di belakang mereka.
"hei gadis bodoh.... turun dari punggung iblis kecil ku sekarang juga," ucap suara itu membuat Xiao Zhou menghentikan langkahnya.
bola mata Puteri Yun Qixuan di naikan menyisakan putih nya saja, dan memejam untuk sesaat, serta menghela nafas panjang nya.
"hemm... seperti nya ada iblis yang ingin mencari gara-gara dengan ku," guman Puteri Yun Qixuan yang mengenal betul pemilik suara itu.