
"bagaimana kau bisa melihat ku? apa kau pernah ke neraka," ucap pria itu menatap Xiao Zhou.
"suami kau sedang tidak bercanda bukan? k-au benar-benar bisa melihatnya?" tanya Park Min Ji.
Xiao Zhou mengangguk,
"dan kau bedebah licik, kau tidak benar-benar ingin menolong nya empat puluh tahun lalu, seharusnya mutiara itu sudah menyembuhkan nya, tapi kau mengikat jiwa seorang gadis kecil yang membutuhkan pertolongan mu, kau berusaha mengelabui neraka, dan menukar jiwa kalian jika kau mati duluan," ucap Xiao Zhou.
"hihihi... aku tidak tahu siapa dirimu, tapi di dunia ini memang kejam, semua ada imbalan nya bukan," ucap pria itu.
Park Min Ji melebarkan matanya, tidak percaya jika selama ini dirinya sudah di manfaatkan oleh penyihir itu.
tanpa di lihat oleh Park Min Ji, Xiao Zhou menulis sebuah huruf suci di udara berwarna merah keemasan, dan tidak lama huruf itu terserap ke tubuh Park Min Ji membuat tubuh wanita itu melengkung seperti busur dan sesaat kemudian tubuh Park Min Ji lemas tidak sadarkan diri, dan Xiao Zhou memeluk nya agar tidak terjatuh.
"a-pa yang kau lakukan?" tanya pria berambut panjang itu.
"aku hanya melepas ikatan mu di jiwa wanita ini," ucap Xiao Zhou dengan wajah acuh nya.
"bocah keparat.... siapa kau? apa kau penyihir?," ucap pria itu.
"aku tahu... dan itu bukan urusan mu, tapi bicara tentang neraka, aku memiliki teman untuk mu," ucap Xiao Zhou dan sebuah lubang teleportasi begitu besar tercipta tidak jauh dari mereka.
pria berambut panjang itu mengerutkan keningnya, seperti tidak percaya.
"i-tu lubang neraka," ucap pria berambut panjang itu bersiap melarikan diri.
dan sesosok tubuh manusia begitu besar muncul dari lubang teleportasi itu, tampak mata mendelik, kumis tebal dan jambang lebat di sekujur pipinya hingga jenggot nya, pakaian nya tampak seperti seorang jendral dengan lempengan logam gelap di beberapa bagian, membuat nya terlihat begitu berwibawa dan berat.
"aahhhh... kau selalu menggangguku... jiwa gila," ucap pria besar itu, yang memanggil Xiao Zhou dengan jiwa gila sejak jiwa pemuda itu di tolak oleh lautan lava nya.
"untuk pertama kali nya aku senang melihat mu raja neraka," ucap Xiao Zhou.
"raja neraka?" pria berambut panjang itu menatap ke arah kedua orang itu secara bergantian,
"Dewa.... aku benar-benar tidak mengenalimu, tolong ampunilah aku," ucap pria berambut panjang itu bersujud meski tubuhnya masih melayang.
"bukan tugas ku mengampuni jiwa seperti mu," ucap Xiao Zhou.
"raja neraka... aku menemukan jiwa yang bersembunyi begitu lama, apa kau tidak berniat membawanya?" tanya Xiao Zhou menatap raja neraka.
"hahaha.... tentu saja, kau harus nya datang ke tempat tiga puluh tahun lalu," ucap raja neraka sambil mengeluarkan gulungan nya dan melambaikan tangannya, dan jiwa pria berambut panjang itu pun tertarik ke dalam gulungan nya, diiringi jeritan begitu menakutkan.
raja neraka duduk di bangku di depan Xiao Zhou keduanya saling menatap, meski tubuh nya begitu besar namun bangku kayu itu mampu menahan bobot badan dari raja neraka.
Park Min Ji mulai tersadar dan melihat raja neraka di hadapan nya, matanya menatap ke arah Xiao Zhou.
"apa yang terjadi dengan ku? dimana orang berwajah pucat itu, dan siapa pria besar ini?" tanya Park Min Ji, tubuh nya terasa hangat lagi.
"aahhh... nyonya aku aahhkkkk...." mata raja neraka terbelalak, dan berteriak keras karena kakinya di injak Xiao Zhou, membuat Park Min Ji terkejut.
"istriku.... kau buatkan teman bodoh ku ini minum, dia terlihat begitu haus, hingga berteriak begitu kencang," ucap Xiao Zhou.
Park Min Ji yang di panggil istri, terlihat begitu senang dan sedikit malu, hanya mengangguk dan melupakan teriakan kesakitan raja neraka.
"istri?" tanya raja neraka mendekatkan wajahnya yang besar ke arah Xiao Zhou, setelah wanita itu meninggalkan tempat mereka.
"kalian belum menikah, dia adalah Park Min Ji, dan berdasarkan gulungan kematian dia sudah meninggal sekitar sebulan lalu," ucap raja neraka sambil melihat catatan kematian nya.
mata nya teralih ke sebuah kue di atas meja,
"hahaha... aku benar-benar berencana mengundang ku rupanya, dan menyiapkan kue basi untuk ku, hahaha... aku benar-benar menyukai kue ini," ucap raja neraka dan dengan sekali gerakan pria besar itu sudah mengunyah dan menelan kue itu.
bibir Xiao Zhou sedikit terbuka, menatap kejadian itu,
"ehemmm.... bagaimana jika kau lupakan tentang kue itu dan juga catatan dalam gulungan mu, dan aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang kau yang mencuri guci antik Kaisar Langit terdahulu," ucap Xiao Zhou sambil jempol nya mengelus bibir nya yang dirapatkan.
"uhukkkk...uhuk.... jiwa gila, pelankan suara mu, lagipula guci itu tidak di pergunakan lagi, aku hanya meminjam sebentar," ucap raja neraka matanya menatap sekeliling.
"baiklah... seperti itu rupanya, tapi aku juga memiliki guci tua milik Dewa suci Qing Tao, aku tidak mengerti tentang benda tidak berharga seperti ini," ucap Xiao Zhou sambil mengeluarkan sebuah guci indah dengan tulisan asli dari Dewa suci Qing Tao.
mata raja neraka melebar, tangan nya bergetar ingin menyentuh guci itu,
"plaakkkkk.... jauhkan tangan kasar mu dari guci ini," ucap Xiao Zhou
"hemmm... jiwa gila.. jika kau berpikir aku akan menerima suap mu ini, kau tidak berhasil, ini adalah tugas yang harus kulakukan, kecuali kau benar-benar menikahi nyonya Park, dan seperti istrimu yang lain kalian tidak lagi di bawah aturan langit lagi," ucap raja neraka seperti kesal karena tidak berhasil menyentuh guci itu, dan memunggungi Xiao Zhou, dan melihat kedua tangan nya di dada nya.
Park Min Ji menghidangkan teh untuk kedua pria itu,
"silahkan tuan.... " ucap Park Min Ji meletakkan cawan dan menuangkan teh ke dalam nya.
"aahhh... terimakasih nyonya," ucap raja neraka sambil tidak berkedip menatap guci di hadapan Xiao Zhou, membuat Park Min Ji mengikuti arah mata raja neraka.
"suami ini guci apa?" tanya Park Min Ji.
"aku menemukan nya di gudang saat membersihkan tempat itu kemarin," ucap Xiao Zhou
"ini seperti nya guci murahan, sebaiknya aku menaruh nya di belakang," ucap Park Min Ji dan mengambil guci itu dengan menenteng nya sembarang.
mata Xiao Zhou dan raja neraka terbelalak, raja neraka dan dengan secepat kilat sudah merampas guci itu dari tangan Park Min Ji dan memeluk nya dengan begitu hati-hati.
"nyonya Xiao... biar aku saja yang mengurus guci ini," ucap raja neraka dengan wajah seperti ingin menangis karena senang.
"oohhhh.... jiwa... maksud ku Zhou'er... baiklah... kali ini kau menang, aku akan tutup mata tentang ini, tapi dewa kematian tidak akan tinggal diam," ucap raja neraka, sambil mengelus guci itu seperti anak anjing.
Xiao Zhou mengangguk
"tentu saja, aku akan mengurus nya," ucap Xiao Zhou.
"kalian bicara apa, sangat membingungkan," ucap Park Min Ji dan meneguk teh dari cawan nya.
"baiklah Zhou'er.... aku banyak pekerjaan, nyonya Xiao, aku mohon diri," ucap raja neraka.
"tunggu raja... maksud ku temanku, bawalah benda ini, aku tidak yakin dengan ini, tapi seperti nya kau akan membutuhkan benda ini," ucap Xiao Zhou dan meraih tangan kanan raja neraka dan meletakkan sebuah mutiara itu di telapak tangan nya yang besar, jemari Xiao Zhou mengepalkan tangan kanan raja neraka itu dengan cepat.
sesaat tampak wajah raja neraka merah seperti bara, dan sekujur tubuh nya mengeluarkan asap, dan dengan cepat Xiao Zhou merapal mantra dan tangan kanan nya menyentuh pundak raja neraka membuat nya tampak mulai berangsur-angsur seperti semula.
"ini inti..."
ucapan raja neraka terpotong oleh ucapan Xiao Zhou,
"sebaiknya kau cepat pergi," ucap Xiao Zhou, dan seperti mengerti raja neraka pun dengan gontai membuat sebuah lubang teleportasi.
"terimakasih kue basi nya yang begitu enak," ucap raja neraka, tubuh nya setengah tenggelam dalam lubang teleportasi nya.
mata Park Min Ji melebar dan menatap ke kain pembungkus kue nya, tampak bekas serpihan kue kering yang berceceran di atas meja,
"tidak.... itu kue milik ku," teriak Park Min Ji melemparkan semua barang di atas meja itu ke arah raja neraka, dan berlari namun Xiao Zhou memeluk wanita yang sudah bercucuran air mata itu.
"bocah tengik lepaskan aku!!! dan kau gemuk... kembalikan kue mahal ku, aku akan mengejarmu hingga ke neraka," teriak Park Min Ji sambil meronta-ronta dalam pelukan Xiao Zhou
namun raja neraka sudah menghilang bersama suara pecahan cawan di kepala nya.
semalam penuh Xiao Zhou mencoba menenangkan wanita itu yang terus mencakar seluruh tubuh nya, karena begitu sedih kehilangan benda kesayangan nya, dan marah kepada raja neraka, hingga menjelang pagi barulah Park Min Ji tidur karena kelelahan.
***