
tampak segel dari pulau tingkat kedua sedikit bergetar, jari-jari panjang dari tangan Xiao Zhou meraba permukaan segel kuno itu, tiba-tiba senyum nya berubah menjadi sedikit tegang, dan menarik jari-jari dari permukaan segel itu.
"ini sangat menarik, tapi di luar kemampuan kita saat ini" ucap Xiao Zhou matanya kembali normal, dan melangkah menuju istana nya
"aahhh... penguasa pulau kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya, dan mahluk apa yang mampu menggetarkan segel dewa kuno ini" guman Zhifu keringat dingin terlihat mengucur di wajah nya.
"paman Zhifu kemarilah, aku ingin tahu tentang pintu sembilan gerbang itu" teriak Xiao Zhou dan melangkah masuk kedalam istana nya
keduanya sekarang berada di depan sebuah pintu
" pintu ini menuju sembilan tempat yang akan tuan muda pilih, dan pernah tuan muda lewati, jadi sebaiknya pilihlah tempat secara bijaksana tuan muda, karena anda hanya bisa memiliki sembilan tempat saja" ucap Zhifu
Xiao Zhou hanya mengangguk dan keduanya berbicara cara mengunakan pintu sembilan gerbang.
.......
........
seribu prajurit sedang mengawal kereta kuda yang begitu mewah, terdengar suara musik mengiringi nya, perlahan kereta mewah itu pun menaiki jalan menuju pulau mengambang itu, yang memang di persiapkan untuk jalur kereta berkuda.
menjelang sore hari rombongan kereta mewah itu memasuki gerbang pulau mengambang, beberapa prajurit perkasa mendekati Lou fang yang berdiri tegap dan terlihat begitu berwibawa.
"salam tetua, kaisar kami ingin beristirahat, dan menikmati keindahan pulau anda, kami harap tetua tidak keberatan" ucap salah satu prajurit yang perkasa tadi penuh kesopanan.
"aku Lou fang, aku adalah kepala desa di tempat ini, jika kaisar kalian ingin berlibur di tempat ini, aku tidak keberatan" ucap Lou fang
tiba-tiba dari kereta mewah itu turun seorang wanita yang begitu cantik, secara perlahan tangan nya memegang perutnya yang tampak buncit.
Zhifu yang awalnya hanya melihat dari jauh tiba-tiba mendekati wanita itu,
"selamat datang Ratu, maaf aku tidak mengenali anda" ucap Zhifu
"berani sekali kau orang tua, nyonya ini adalah Yang Mulia Kaisar Zhang Rui," teriak salah satu prajurit gagah itu dan bersiap mencabut pedang nya, tetapi di halangi oleh Zhang Rui
"jangan gegabah, tempat ini tidak sesederhana yang kalian pikirkan"ucap Zhang Rui menatap pasukan nya
Zhifu hanya mengangguk,
"anda memang pemimpin yang bijak nyonya, tentu saja, nyonya ini mungkin saja kaisar di tempat lain, tapi di tempat ini beliau adalah ratu, karena ayah dari bayi di perut nyonya ini adalah penguasa pulau ini, jadi Ratu Zhang silahkan aku akan mengantarkan nyonya kekediaman tuan muda kami" ucap Zhifu tenang
Zhang Rui menyipitkan matanya,
"tunggu sebentar tetua, apa maksud ucapan mu, tentang ayah dari bayi yang aku kandung, merupakan penguasa di sini? tanya Zhang Rui
"sebaiknya anda mengikuti ucapan orang itu nyonya," ucap seorang pemuda, yang tiba-tiba sudah berada di samping nya
"aahhh.. tuan muda anda sudah di sini rupanya, jika begitu hamba mohon diri" ujar Zhifu dan meninggalkan tempat itu
Zhang Rui hampir terjatuh, untung saja pemuda yang disampingnya itu memegang nya, kedua kakinya terasa lemas, mendengar suara yang sangat dikenali nya, dan sangat dirinya rindukan.
matanya sedikit memerah, dan berair melihat wajah Xiao Zhou yang kini ada di depan matanya, dan segera tersadar banyak prajurit yang masih menatap nya dan Xiao Zhou,
"apakah ini mimpi? jikapun ini mimpi perintahkan jangan ada yang berani membangunkan aku" bisik Zhang Rui dan mulai melangkah di papah oleh Xiao Zhou menuju istana milik nya.
"bocah kau jangan menatapku seperti itu, apa aku terlihat jelek? tubuh ku sedikit mengembang di beberapa tempat, apa kau masih menyukai ku?" tanya Zhang Rui seperti gadis kecil saat mereka sudah duduk di ruang tamu
"sebentar lagi kau akan menjadi ibu dari anak ku, tentu saja aku akan selalu menyukai mu" ucap Xiao Zhou mengelus lembut jemari tangan Zhang Rui
"oh ternyata ada tamu, apa kau tidak ingin mengenalkan padaku" ucap Li Mei yin yang kini sudah di hadapan mereka
"apa dia salah satu istrimu" ucap Zhang Rui dan mendorong Xiao Zhou keduanya kini berdiri saling menatap
"adik... namaku Zhang Rui, bagaimana jika kita bicara berdua saja sambil minum teh," ucap Zhang Rui
"adik?? tapi karena kau sudah hamil, jadi baiklah kakak Zhang, namaku Li mei yin, dan aku mengetahui tempat minum teh yang indah di tempat ini, ikutlah dengan ku kakak Zhang" ucap Li Mei yin tersenyum dan kedua sudah menghilang dari hadapan Xiao Zhou.
langit sudah mulai gelap ratusan tenda militer sudah didirikan oleh pengawal Kaisar Zhang Rui, dan para pelayan yang di bawa dari istana kekaisaran sibuk menyiapkan makanan. tapi ada beberapa prajurit yang ingin menikmati dan membeli makanan di rumah makan yang di sudah berdiri di pulau tersebut.
"aahhh... masakan di rumah makan ini sungguh berbeda dari tempat yang pernah aku temui" ucap salah seorang prajurit yang puas akan masakan dari rumah makan di pulau itu.
para dayang sedang menyisir rambut panjang dan indah milik Zhang Rui, malam itu Zhang Rui hanya menggunakan pakaian tidur hitam, yang begitu kontras dengan warna kulit nya yang seputih salju.
Zhang Rui mendekat kearah ruang makan di dekat kediamannya, terlihat Xiao Zhou dan Li Mei yin sedang mulai menikmati makan malam mereka.
"kakak Zhang duduklah," teriak Li Mei yin
"aku harap kehadiran ku tidak menggangu kalian" ucap Zhang Rui yang kini sudah bergabung di meja makan mereka.
"kau bicara apa Rui'er, kita sudah jadi keluarga saat ini, dan keluarga bukanlah gangguan" ucap Xiao Zhou, Li Mei yin pun ikut mengangguk
"kakak Zhang apa kau berencana melahirkan di istana ini?" tanya Li Mei yin
"iya adik Li, aku menyukai tempat ini, aku tidak mengerti tetapi aku tempat ini seperti rumah bagiku" ucap Zhang Rui
Xiao Zhou hanya mengangguk kepalanya, matanya tidak pernah lepas dari bongkahan gunung milik Zhang Rui yang sedang mekar-mekar nya
"plakkkk... apa mata mu tidak lelah suami?" ucap Li Mei yin yang melihat tingkah Xiao Zhou dari awal
gleekkk... hanya itu terdengar dari bibir Xiao Zhou, dan kedua wanita cantik itu hanya tersenyum.
"istriku besok aku akan berangkat ke kekaisaran Ming, jadi yin'er bantulah kakak mu mempersiapkan semua kebutuhan untuk melahirkan" ucap Xiao Zhou menatap mata Li Mei yin
"kau tenang saja bocah kecil, aku sudah biasa melakukan hal itu" ucap Li Mei yin dan memegang jari tangan Zhang Rui
"terimakasih adik Li aku jadi sedikit lega, ini adalah yang pertama bagiku, aku juga berharap kau ada di dekat ku saat itu tiba suami" ucap Zhang Rui
"adik Li apakah kau tidak keberatan jika bocah ini menemani sebentar di kamar ku, ada yang ingin aku tunjukkan padanya" ucap Zhang Rui lagi dan sedikit membetulkan posisi gunung nya sehingga kali ini nampak begitu nyata keindahan seorang wanita hamil.
"bocah apa kau dengar, antar kakak Zhang ke kamarnya, setelah urusan kalian selesai datang lah kekamar ku ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan sebelum kau berangkat ke kekaisaran Ming besok" ucap Li Mei yin yang juga membetulkan posisi gunung nya seperti tidak mau kalah dari Zhang Rui
Xiao Zhou hanya mengangguk dan membantu Zhang Rui berdiri,
"kau tidak usah memapah ku suami aku masih kuat, bahkan berlari pun aku masih mampu" ucap Zhang Rui.