
di alam Qing Sui tiga tahun lalu,
Xiao Zhou mengendong Jung Min Ha di punggung nya, dan keluar dari gerbang ke tiga menuju alam ke empat, dan mata mereka berdua melebar saat melihat laut yang di maksud oleh Zhing.
"selera bercanda iblis air itu benar-benar bagus" ucap Xiao Zhou saat menatap laut di depan mereka.
lautan itu berwarna merah dan meletup-letup, dan mengeluarkan asap-asap putih yang menyembur ke atas.
"ini lautan lava cair," guman Xiao Zhou
dan terlihat beberapa batu hitam di tengah lautan itu sebagai pijakan jika seseorang ingin melewati nya.
"pegangan yang erat gadis busuk," ucap Xiao Zhou.
"baiklah iblis kecil, apa kau tidak bisa berbicara lebih lembut kepada ku?" tanya Jung Min Ha.
Xiao Zhou tidak menjawab pertanyaan Jung Min Ha dan melompat dari batu ke batu yang lain nya, hawa panas begitu kental terlihat membuat batu-batu hitam itu mengeluarkan asap putih, tapi bagi Xiao Zhou yang memiliki darah Phoenix itu hanya terasa begitu hangat dan menyenangkan.
"apa kau kepanasan gadis kecil?" tanya Xiao Zhou.
"sama sekali tidak, mungkin ini khasiat dari pil yang di berikan oleh iblis air itu" ucap Jung Min Ha.
beberapa anak panah api dilepaskan oleh mahluk aneh dari batu-batu yang mengambang di atas lautan lava pijar itu kearah Xiao Zhou, dan dengan mudah di hancurkan oleh Xiao Zhou,
"aku tidak bisa terlalu lama di tempat ini" batin Xiao Zhou dan melesat dengan tehnik menapak Mega nya, dan dalam sekejap para mahluk pemanah itu sudah berjatuhan ke dalam lautan lava pijar dengan tubuh yang tidak utuh.
Xiao Zhou akhirnya melewati lautan lava itu dan mendarat di sebuah dataran yang terbuat dari batu, retakan-retakan di batu-batu itu mengeluarkan asap, menandakan bahwa batu itu begitu panas.
Xiao Zhou terus melangkah dan sebuah gerbang terbuka, terlihat seorang pemuda dengan tubuh kekar melayang di udara dengan tubuh di selimuti oleh api.
Xiao Zhou masuk dan tiba-tiba sebuah tebasan pedang energi dengan elemen api mengarah kepada nya, Xiao Zhou melakukan hal yang sama menggunakan pedang panjang nya, dan tebasan energi pedang Xiao Zhou berwarna hitam pekat
blaaarrrrr......
kedua pedang energi itu beradu membuat sebuah ledakan dahsyat, tetapi pedang energi milik Xiao Zhou tetap menembus ledakan itu dan dengan cepat pemuda melayang itu menghindari nya.
"Hemmm.... api hitam? sangat panas dan mengesankan." ucap pemuda itu dan mulai mendarat tidak jauh dari hadapan Xiao Zhou.
"seperti nya penjaga di gerbang ini tidak begitu bersahabat" ucap Xiao Zhou dan menurunkan Jung Min Ha di halaman sebuah istana di tempat itu.
Xiao Zhou melangkah dengan pedang panjang di bahunya dan mendekati pemuda yang masih di selimuti api itu.
mata pemuda itu menyala untuk beberapa saat,
"apa ini? aku belum pernah melihat kulit sekeras ini, pedang ku tidak akan mampu mengores kulit nya" batin pemuda itu, dan pedang di tangan nya lenyap berganti dengan sebuah palu raksasa yang terbuat dari batu.
"melihat struktur tulang mu, aku tidak akan mampu menghadapi mu dengan pedang," ucap pemuda itu.
"hemmm... pilihan yang bijak, dan lakukan apa yang terbaik untuk mu, karena aku akan segera pergi dari tempat ini" ucap Xiao Zhou.
"iblis sombong, kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa" guman pemuda itu dan selimut api dari pemuda itu semakin membesar.
Xiao Zhou memejamkan matanya dan mengeluarkan energi qi yang begitu panas di sekeliling, dan udara mulai memuai di sekitar kedua pemuda yang sedang saling berhadapan.
selimut api itu mulai melebar dan mendekati Xiao Zhou sampai tiba-tiba dari atas turun seorang remaja dengan senyum riang tepat di tengah dari kedua orang itu.
"tuan Xiao Zhou, benar kah itu nama anda?" tanya Zhing dan melangkah mendekati Xiao Zhou
Xiao Zhou menarik energi panas nya dan udara kembali normal di sekitar nya.
"iblis air aku sudah mengalahkan mu, kenapa kau ingin mengganggu ku lagi" teriak Xiao Zhou dan membuka mata nya
"benar, tuan sudah mengalahkan aku, tapi aku disini tidak untuk bertarung dengan mu, biarkan aku menangani bocah panas itu" ucap Zhing dan mengacungkan jari telunjuknya ke arah pemuda dengan selimut api di sekeliling nya.
"apa? apa maksud mu?" teriak pemuda dengan selimut api itu.
"kakak Zhang lama tidak berjumpa, biarkan tuan ini lewat, biar aku yang menjadi ganti nya" ucap Zhing masih tersenyum.
"kau tahu apa artinya itu adik?" tanya Zhang.
Zhing mengangguk, senyuman nya berubah menjadi wajah yang begitu dingin.
"itu artinya salah satu dari kita harus mati, sesuai aturan alam ini" ucap Zhing dengan dingin.
"tuan kami tidak bisa saling membunuh, tapi yang bisa saling mengalahkan, dan sial nya bagi yang kalah energi nya akan terhisap oleh alam ini, dan lenyap untuk selamanya" ucap Zhing dengan wajah riang kembali.
"bagaimana bocah ini bercerita tentang hal yang begitu mengerikan dengan wajah begitu senang" batin Xiao Zhou, mengerutkan keningnya.
Zhang menarik energi qi nya dan mendekati Zhing,
"adik Zhing kenapa kau melakukan ini? bahkan kau tahu jika kau akan mati jika berhadapan dengan ku" ucap Zhang.
"aku tahu kakak Zhang, tapi kau berhadapan dengan tuan Xiao Zhou, kau akan kalah dan tuan Xiao Zhou terluka parah, dan akan sulit menang melawan penjaga gerbang ke tujuh, jadi biarkan tuan Xiao Zhou menghadapi penjaga gerbang di atas kita dengan tubuh segar" ucap Zhing.
"apa ini tidak mungkin? maksud mu kau sudah memilih orang ini sebagai penguasa alam ini?" tanya Zhang.
"benar, kami juga sudah memilih nya sebagai penguasa baru di alam ini" ucap seorang wanita cantik dengan tubuh yang begitu menggoda turun dari atas atap istana Zhang, dan di temani pemuda berpakaian Shinobi.
"jadi kalian semua sudah mengambil keputusan itu,?" tanya Zhang.
"kami sudah bosan hidup seperti ini terus Dewa api Zhang, kami ingin kembali ke alam tengah, dan menikmati kehidupan, mungkin aku memiliki keluarga, tua dan mati, itu terdengar sangat menarik." ucap pemuda berpakaian Shinobi itu.
"kalian semua pasti sudah gila, bagaimana dengan orang sang pembunuh dewa?" tanya Dewa Zhang.
"hihi... kakak Zhang, hari ini kau begitu cerewet, suara Zhing terhenti wajah nya kembali begitu dingin dan penuh hawa pembunuh.
"yang seharusnya terjadi, biarlah terjadi" ucap Zhing melanjutkan kata-katanya, dan dua pedang kembar sudah di belakang punggung nya.
"tuan cepat pergi dari tempat ini, sebelum Nona cantik itu ikut terluka" ucap Zhing.
Zhing mengeluarkan hawa dingin dari tubuh nya, dan membuat tempat di sekitar nya berubah menjadi es dalam sekejap, dan hal sebaliknya terjadi pada Zhang di sekitar nya berubah menjadi merah terbakar.
"pemandangan yang sangat menarik, baiklah iblis air... aku biarkan kau berhadapan dengan kakak Dewa mu, aku harap kau tidak mati" ucap Xiao Zhou,
Xiao Zhou dan beberapa orang penjaga gerbang melangkah keluar dari tempat itu dan membuka gerbang selanjutnya.
Xiao Zhou mengendong Jung Min Ha di punggung nya.
dan keluar dari gerbang ke tiga menuju alam ke empat, dan mata mereka berdua melebar saat melihat laut yang di maksud oleh Zhing.
"selera bercanda iblis air itu benar-benar bagus" ucap Xiao Zhou saat menatap laut di depan mereka.
lautan itu berwarna merah dan meletup-letup,
"ini lautan lava cair," guman Xiao Zhou
dan terlihat beberapa batu hitam di tengah lautan itu sebagai pijakan jika seseorang ingin melewati nya.
"pegangan yang erat gadis busuk," ucap Xiao Zhou.
"baiklah iblis kecil, apa kau tidak bisa berbicara lebih lembut kepada ku?" tanya Jung Min Ha.
Xiao Zhou tidak menjawab pertanyaan Jung Min Ha dan melompat dari batu ke batu yang lain nya, hawa panas begitu kental terlihat membuat batu-batu hitam itu mengeluarkan asap putih, tapi bagi Xiao Zhou yang memiliki darah Phoenix itu hanya terasa begitu hangat dan menyenangkan.
"apa kau kepanasan gadis busuk?" tanya Xiao Zhou.
"sama sekali tidak, mungkin ini khasiat dari pil yang di berikan oleh iblis air itu" ucap Jung Min Ha.
beberapa anak panah api melesat kearah Xiao Zhou, dan dengan mudah di hancurkan oleh Xiao Zhou,
"aku tidak bisa terlalu lama di tempat ini" batin Xiao Zhou dan melesat dengan tehnik menapak Mega nya, dan dalam sekejap para mahluk pemanah itu sudah berjatuhan ke dalam lautan lava pijar dengan tubuh yang tidak utuh.
Xiao Zhou akhirnya melewati lautan lava itu dan mendarat di sebuah dataran yang terbuat dari batu, retakan di batu-batu itu mengeluarkan asap, menunjukkan bahwa batu itu begitu panas.
Xiao Zhou terus melangkah dan sebuah gerbang terbuka terlihat seorang pemuda dengan tubuh kekar melayang di udara dengan tubuh di selimuti oleh api.
Xiao Zhou masuk dan tiba-tiba sebuah tebasan pedang energi dengan elemen api mengarah kepada nya, Xiao Zhou melakukan hal yang sama menggunakan pedang panjang nya.
blaaarrrrr......
kedua pedang energi itu beradu membuat sebuah ledakan dahsyat.
"seperti nya penjaga di gerbang ini tidak begitu bersahabat" ucap Xiao Zhou dan menurunkan Jung Min Ha di halaman sebuah istana di tempat itu.
"