
jadi kau sudah datang penguasa ke 15," ucap jendral Yuan Zhou dan sebuah pedang terbuka dari api sudah muncul di tangan jendral itu, serta tangan kiri nya masih memegang kerah pakaian putera Ratu Xhin Ye.
Xiao Zhou membangunkan tubuh nya, alis kanan nya sedikit terangkat menatap pedang yang terbuat dari elemen api.
"apa ini? ahli pedang tanpa pedang? kau tidak benar-benar ingin bertarung melawan ku hanya menggunakan pedang elemen bukan?" tanya Xiao Zhou dengan nada merendahkan.
"seperti nya jiwa iblis sudah membuat kesombongan memenuhi otak pemuda ini, aku sedikit menyukai sifat pria seperti ini," batin wanita bercadar itu, dan memperbaiki posisi duduk nya dengan tangan kanan menopang dagu nya, seperti sedang menikmati sebuah pertunjukan.
"bocah sombong... aku tidak ada waktu untuk mu, cepat pergi atau tulang leher anak mu ini akan hancur," ucap jendral Yuan Zhou,
tangan kiri nya melepaskan kerah jubah bocah itu, selanjutnya tangan itu membentuk cakar ingin mencengkeram leher bocah itu.
bola mata Xiao Zhou semakin gelap, wajah tampan nya terlihat menjadi dingin, dan sorot matanya begitu marah.
"aahkkkkkk...." terdengar pekikan dari jendral Yuan Zhou.
tiba-tiba saja Xiao Zhou sudah mencekik leher Yuan Zhou dan mengangkat tubuh jendral itu ke udara, dan wajah Xiao Zhou mendekati wajah jendral Yuan Zhou.
jendral Yuan Zhou dengan cepat berubah menjadi uap hitam, namun Xiao Zhou juga mengikuti nya menjadi uap hitam, keduanya muncul di beberapa tempat di sekitar tempat itu, namun posisi mereka masih tetap saja sama,
"Yuan Zhou.... aku berharap tidak pernah mendengar nama itu lagi," ucap Xiao Zhou suara nya begitu berubah menjadi parau dan sedikit serak.
"aakkk... aahh... tuan Zhen lu, apakah itu anda?" suara jendral Yuan Zhou terputus-putus.
"iblis tua itu sudah lenyap, tapi ingatan nya ada padaku, terutama tentang apa yang kau lakukan saat itu, masih ku ingat kata demi kata yang begitu berbisa kau susupkan ke otakku," ucap Xiao Zhou, dan kuku jarinya semakin tertekan masuk ke kulit di bawah rahang dari jendral Yuan Zhou.
wajah jendral Yuan Zhou sudah membiru dengan lidah yang terjulur keluar, urat-urat keunguan memenuhi wajahnya, dan tidak lama lagi kepala itu seperti akan meledak.
"lepaskan dia," ucap wanita berambut pendek itu.
Xiao Zhou seperti tidak peduli dan tetap mencekik jendral Yuan Zhou.
"kau cukup kuat juga rupanya, cepat lepaskan," ucap wanita itu lagi Sambil membaca mantra dari balik cadar nya.
Xiao Zhou seperti begitu marah, dan seperti seorang bawahan yang menerima perintah yang begitu sulit, akhirnya Xiao Zhou dengan terpaksa melemparkan tubuh pria itu hingga menabrak sebuah batu besar hingga hancur.
Xiao Zhou menghela nafasnya, dan menatap ke arah wanita yang masih duduk di dahan pohon Een yang begitu tua,
jendral Yuan Zhou sudah melayang dari reruntuhan bebatuan besar, mata nya menyala dengan sebuah pedang api, perlahan mendekat ke arah Xiao Zhou.
"berhenti," ucap wanita itu.
"tadi aku hanya meremehkan nya dan itu membuat ku tidak mampu bergerak, tapi kali ini aku akan serius, kita akan beradu tehnik pedang, nyonya... kau duduk dan perhatian saja, dan kau iblis kau akan merasakan jurus pedang yang bahkan Mou Lu sendiri tidak akan percaya, jika aku juga mempelajari nya," ucap jendral Yuan Zhou.
"hahaha... seperti bawahan mu sudah tidak menganggap mu lagi nyonya," ucap Xiao Zhou dan mengeluarkan pedang kematian dan menyelipkan di pinggang nya.
"apa? bawahan? tidak mungkin," ucap jendral Yuan Zhou.
"kau sangat mengecewakan ku jendral Yuan Zhou, bagaimana kau bisa seceroboh ini, kau bahkan menantang tanpa membawa senjata," ucap wanita itu dan kini suara nya berbeda.
wajah jendral Yuan Zhou menjadi pucat mendengar suara yang begitu di rindukan nya, suara yang begitu di sukai nya, suara indah dari balik singasana bertirai, dan baru kali ini dirinya bisa melihat wanita itu langsung meski masih menggunakan cadar, dadanya berdegup kencang menatap wanita itu.
"Ya-ng Mulia ibu Ratu? guman jendral Yuan Zhou dan berlutut menatap ke arah wanita itu,
"pergilah jendral.... dan jangan kembali sebelum kau siap," ucap wanita itu begitu dingin.
jendral Yuan Zhou mengepalkan tinju dan menyatukan nya di depan dadanya memberi hormat, dan jendral itupun menjadi uap hitam.
Xiao Zhou menatap wajah putera nya, remaja itu menghembuskan nafas nya pelan, berusaha mengendalikan hawa pembunuh nya, namun wajah nya masih begitu dingin dan hawa iblis masih begitu pekat, dan pemuda itu mendatangi putera nya dengan begitu pelan.
namun bocah kecil itu mundur dan berlari ke arah wanita berambut pendek itu, bersembunyi di belakang jubah yang menutupi kaki panjang wanita itu, seperti takut melihat wajah Xiao Zhou
wanita berjongkok, mengusap rambut bocah itu, dan bocah itu pun memeluk wanita itu begitu erat.
"ibu... aku begitu takut," ucap bocah itu membuat wajah wanita itu membeku.
"i-bu?" ucap wanita menatap Xiao Zhou seperti pandangan protes.
"dia masih kecil," ucap Xiao Zhou tanpa mengeluarkan suara hanya bibirnya yang bergerak, serta mengangkat jemari seperti meminta wanita itu untuk menenangkan Putera nya.
"hahaha... tenanglah anak lucu.... i-ibu akan menjaga mu," ucap wanita itu dengan tawa yang di paksakan dan suara sedikit gugup, serta bola matanya ke segala arah.
bocah itu melepaskan pelukannya menatap wanita bercadar itu, dan kembali lengan-lengan kecil itu memeluk leher wanita itu, dan wanita itu memeluk serta menggendong putera ratu Xhin Ye dan berdiri.