Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.52


Park Min Ji sudah di luar dari rumah sewaan pangeran ke empat, dan dengan kemampuan meringankan tubuh nya wanita itu begitu cepat meninggalkan daerah itu, dan melihat puluhan orang berkuda mencoba mengejar nya.


Park Min Ji melompat dari atas rumah ke rumah yang lain dan dari pohon ke pohon, pikiran nya begitu kacau dan tidak memiliki tujuan pasti, namun gerakan nya tanpa di sadari nya menuju rumah sederhananya.


"aku harap kau masih di rumah itu, aku harus mengetahui bagaimana perasaan nya padaku, apapun itu aku harus tahu, aku tidak ingin penasaran disisa hidup ku ini," batin Park Min Ji.


langit mulai gelap, gerimis masih menyelimuti seluruh dataran utama, wanita bertubuh giok itu sudah berada di depan sebuah rumah sederhana, hatinya sedikit cerah saat melihat ada cahaya dari dalam bangunan.


Park Min Ji memperbaiki rambut nya yang acak-acakan saat melarikan diri, dan perlahan masuk dengan langkah begitu pelan,


"aahhh....."


"aahhh...."


langkah kaki Park Min Ji terhenti, wajah nya sedikit tegang saat mendengar dengan samar suara lenguhan wanita dari kamar milik nya,


wanita itu semakin mendekati ruangan yang biasa di gunakan nya, dan menempelkan telinganya di pintu itu, dan mengetahui jika suara itu adalah desa*Han orang yang sedang bercinta.


Park Min Ji memejamkan mata, hatinya begitu hancur, dan meninggalkan ruangan yang biasa di gunakan nya.


"kenapa aku kembali ke rumah ini? aku sudah tahu jika dia tidak memiliki perasaan apa-apa padaku, aku begitu bodoh, saat setiap detik yang ku miliki selalu untuk memikirkan nya, tapi dia... dia membawa wanita lain dan melakukan itu di kamar milik ku," batin Park Min Ji air mata mengalir begitu deras.


"demi dewa.... aku akan senang jika ajalku datang saat ini juga," guman Park Min Ji dan melepaskan jubah Xiao Zhou,


wanita itu melangkah gontai keluar dari rumah sederhana itu, air hujan kembali membasahi wajah wanita yang terlihat begitu lelah dan putus asa itu, dan melihat dua orang sedang saling berpelukan tidak jauh dari nya.


Park Min Ji menyipitkan matanya berusaha menatap kedua orang berpelukan di bawah payung milik nya.


semakin dekat kedua orang itu semakin jelas, seorang remaja sedang berusaha memapah seorang pria gemuk dengan wajah terlihat begitu mabuk.


Park Min Ji menatap Xiao Zhou dengan mata melebar, dadanya bersorak begitu bahagia mengetahui jika yang di dalam ruangan itu bukan lah Xiao Zhou, bibir nya tidak mampu tersenyum hanya sedikit terbuka dan bergetar.


kedua nya tidak melanjutkan langkah mereka dan hanya membeku satu sama lain


tuan Song yang melihat Park Min Ji dengan cepat melepaskan pelukan nya di leher Xiao Zhou dan dengan cepat menyambar payung di tangan Xiao Zhou serta mendekati wanita itu,


"kakak ipar kau rupanya, kau kehujanan," ucap tuan song dengan aroma alkohol yang begitu kuat, dan berusaha memayungi Park Min Ji.


"adik ipar masuk lah, dan jangan pernah keluar jika tidak aku panggil," ucap Park Min Ji matanya masih menatap Xiao Zhou, dan kembali air mata itu membasahi pipinya.


"brakkk..."


terdengar suara pintu tertutup menandakan jika tuan song sudah masuk ke rumah sederhana itu.


Park Min Ji menangis sejadi jadinya di dada Xiao Zhou,


"maafkan aku Zhou'er.... maafkan aku.... hari ini begitu berat untuk ku, aku sudah tidak sanggup," teriak Park Min Ji meluapkan kekesalannya mengingat kejadian dengan Kim bong Goo.


Xiao Zhou mengelus kepala Park Min Ji,


"ini sudah berakhir nyonya, biar aku yang mengurus sisanya," ucap Xiao Zhou.


Park Min Ji menatap Xiao Zhou sambil mengerutkan keningnya,


"tidak.... kau tidak tahu apa yang aku alami hari ini, ini sungguh berat, aku tidak akan bisa tenang, tidak akan," ucap Park Min Ji air mata, air hidung dan air hujan bercampur di wajah halus nya itu, sambil memukul-mukul dada Xiao Zhou.


"tenangkan dirimu nyonya," ucap Xiao Zhou namun wanita itu terus saja bergerak seperti begitu kesal,


Xiao Zhou memejamkan matanya sesaat membiarkan saja dada nya di pukuli, dan seperti mencari cara agar wanita itu tenang, dan pemuda itu membuka matanya tangan kanan Xiao Zhou memegang tangan kiri Park Min Ji dan jemari panjang tangan kiri nya menyentuh ujung rahang hingga kebelakang telinga wanita itu, dan sedikit menarik nya dengan lembut, sehingga bibir mereka menempel


Xiao Zhou memiringkan wajahnya dan dengan buas menci*um bibir merah Park Min Ji, membuat wanita itu melebar matanya seperti tidak menyangka jika Xiao Zhou mampu berbuat seperti itu, tangannya kanan nya berhenti memukul dada Xiao Zhou dan meremas jubah pemuda itu.


Xiao Zhou melepaskan ciumannya, Park Min Ji sedikit mencondongkan tubuh atasnya ke belakang, dan kedua tangan nya di dada pemuda itu.


"sekarang apa kau bisa tenang?" tanya Xiao Zhou dan melepaskan tangan Park Min Ji, namun tangan kiri Xiao Zhou masih di tengkuk wanita itu.


"bocah bodoh, apa kau sadar apa yang baru saja kau lakukan?" ucap Park Min Ji seperti tidak percaya, bibir tampak semakin memerah karena hisapan dari pemuda itu.


Xiao Zhou hanya mengangguk,


"aku baru saja mencium mu bibir mu nyonya," jawab Xiao Zhou.


"apa kau sudah gila, aku tidak pernah di cium seseorang, bahkan mendiang suamiku saja tidak aku izinkan mencium ku, tapi kau... aku akan...


"cup....."


Xiao Zhou kembali mencium bibir Park Min Ji membuat wanita itu terdiam, Xiao Zhou tidak melu*mat seperti pertama hanya menempelkan saja bibir nya, mata nya menatap mata Park Min Ji, hingga keduanya saling kini saling menatap, yang terdengar hanya debaran dadi dada Park Min Ji begitu kencang.


melihat tidak ada penolakan dari wanita cantik itu, perlahan Xiao Zhou menggerakkan bibirnya lagi dan sedikit menekan bibir lembut Park Min Ji, mata mereka masih saling menatap dan Xiao Zhou semakin dalam mencium wanita itu.


" yah dewa apa yang sedang kami lakukan? dadaku terasa begitu sesak, aku hampir tidak bisa bernafas, tapi apa dia juga menyukai ku? kenapa aku tidak berusaha menolaknya? ta-pi ini terasa begitu nikmat, bibir basah nya dan begitu lembut, apa yang harus kulakukan? aku begitu menyukai ciu*man indah ini," batin Park Min Ji begitu campur aduk, bahagia, malu, dan juga berga*irah.


nafas Park Min Ji semakin memburu, dan tidak memikirkan apapun lagi, hanya mengikuti naluri nya saja, dan perlahan menutup matanya, dengan sedikit berjinjit wanita itu mulai membuka bibir nya sedikit lebih lebar, dan dada Park Min Ji semakin bergetar saat lidah pemuda itu mulai masuk ke bibir nya, dan Park Min Ji menyambut lidah itu.