Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
itu hanya patung


Zhang Rui memasuki kamar nya dan melepaskan mantel hitam panjang nya begitu mereka melewati pintu kamarnya.


mata Xiao Zhou melebar menatap tubuh Zhang Rui yang kini sudah lebih besar dari biasanya pada bagian paha dan dada nya


"hihihi... suami kenapa matamu begitu nakal, aku rasa kau sudah sering melihat tubuh istri mu ini" guman Zhang Rui menggoda Xiao Zhou


"iya... apa kau tahu, tubuh mu kali ini sangat menggoda ku" ucap Xiao Zhou jujur


"aku tahu suami, sebaiknya kita lakukan cepat aku sudah merindukan ini sejak kau pergi dari kekaisaran Wang waktu itu," ucap Zhang Rui dan mendorong tubuh Xiao Zhou ke arah ranjang


keduanya mulai berciuman lembut dan mulai menjadi panas, dan saling bergulat di atas ranjang, yang di tutupi tirai lembut kain transparan


"kau jangan khawatir suami, aku rasa anakmu tidak akan apa-apa" ucap Zhang Rui yang mengetahui tindakan Xiao Zhou yang selalu berhati-hati


dan tidak begitu lama mulai terdengar desahan dari Zhang Rui yang semakin lama semakin kencang


"istriku.... sebaiknya suaramu sedikit di pelankan" bisik Xiao Zhou


"aku rasa semua istri mu juga akan melakukan hal seperti ku jika sedang melakukan ini" jawab Zhang Rui dengan suara terputus-putus dan tubuh nya mulai bergetar lagi dan berteriak kencang, dan tidak lama setelah nya Zhang Rui terlihat tertidur lelap dengan senyum penuh kebahagiaan.


.....


....


pagi itu Zhang Rui terbangun dengan perasaan begitu lega, para dayang sedang membantu membersihkan tubuhnya, dan menyiapkan pakaian nya.


para tabib sudah menyiapkan ramuan untuk nya dan juga tabib wanita sudah siap untuk membantu saat melahirkan nya kelak.


"kandungan anda sangat sehat nyonya," ucap salah seorang tabib yang paling tua


"terimakasih tabib, apa suamiku sudah berangkat ke kekaisaran Ming?" tanya Zhang Rui


"belum ratu, mereka sudah menanti anda untuk sarapan di lantai dua" ucap salah satu dayang istana itu


setelah semuanya selesai Zhang Rui melangkah dan menuju ke lantai dua, terlihat beberapa orang sudah duduk di depan meja makan.


Zhang Rui menatap ada seorang pemuda yang tidak di kenali nya ikut sarapan di meja mereka, tampak wajah yang tidak berekspresi sama sekali dari awal.


"suami siapa pemuda ini?" tanya Zhang Rui menatap tamu nya itu


"dia adalah pelayan ku yang akan menemaniku ke kekaisaran Ming, namanya Yang Tian" ucap Xiao Zhou


"hamba Yang Tian nyonya" ucap Yang Tian berdiri masih dengan wajah datar nya


Zhang Rui hanya tersenyum dan mengangguk saja


"seperti nya kakak Zhang sangat lelap tidur semalam, aku hampir tidak mendengar apa-apa dari dalam kamar mu" ucap Li Mei yin dengan nada sindiran


wajah Zhang Rui sedikit memerah, dan terbatuk


"ehemmmm.... seperti nya aku begitu terlelap adik Li, saat aku terjaga menjelang pagi, aku juga tidak mendengar suara apa-apa dari kamar kalian berdua" balas Zhang Rui yang sebenarnya tahu bahwa Xiao Zhou kekamar Li Mei yin dan mendengar desahan dari Li Mei yin cukup keras.


" aahhh... kakak Zhang kau terbangun rupanya" ucap Li Mei yin malu-malu.


Xiao Zhou menyipitkan matanya menatap wajah Yang Tian yang sama sekali tidak berubah,


"ada apa dengan wajahmu,?" tanya Xiao Zhou


"maafkan aku tuanku, tapi wajahku memang seperti ini, semenjak aku menjadi pembantai wajahku tidak pernah berekspresi, sampai aku mendapat topeng itu, hanya di balik topeng itu aku bisa merasakan wajah ku berekspresi" ucap Yang Tian dengan tenang.


Xiao Zhou hanya mengangguk,


"apa tidak apa-apa menggunakan wajah bodoh itu seharian?" tanya Li Mei yin sambil menggeleng


"baiklah kami akan berangkat," ucap Xiao Zhou berdiri dan kedua wanita cantik itu berebut memeluk dan menciumi nya.


"kalian berhentilah, apa kalian tidak sadar disini ada orang yang melihatnya" ucap Xiao Zhou menatap kearah Yang Tian


"itu hanya patung" ucap Li Mei yin yang masih memeluk Xiao Zhou.


akhirnya menjelang sore Xiao Zhou dan Yang Tian berangkat ke kekaisaran Ming, tidak semudah itu melepaskan diri dari dua wanita yang selalu memiliki alasan untuk tidak membiarkan Xiao Zhou pergi


pagi itu di depan sebuah gedung megah, di kekaisaran Ming.


kereta kuda mewah berhenti, seorang wanita berpakaian putih dengan motif bunga tulip, turun dari kereta mewah tersebut.


rambutnya di Gelung ke atas memperlihatkan leher jenjang yang begitu indah, di balut kulit putih bersih dan begitu halus. senyum indah tampak terus terlihat di wajahnya, dan di susul seorang anak kecil yang begitu lucu di samping nya


wanita cantik itu memasuki gedung megah itu dan di sapa oleh seorang pelayan wanita yang bertugas menjadi penerima tamu di bagian depan gedung itu. beberapa alchemis senior memberikan hormat kepada wanita cantik itu


"selamat pagi nyonya dan tuan kecil, anda terlihat sangat berbeda pagi ini? ada tuan muda yang sedang mencari anda"ucap pelayan wanita itu


"hihi... benar kah? aku sudah ada janji dengan nya, antar kan tuan muda itu ke ruangan ku, dan juga untuk hari ini jangan biarkan ada yang masuk ke ruangan ku, apa kau mengerti?" ucap wanita cantik itu yang tidak lain adalah Liu fenghua


"dan satu hal lagi, bisakah kau menjaga tuan kecil ini untuk hari ini" ucap Liu fenghua lagi


"tentu saja nyonya, semua seperti yang anda inginkan" ucap pelayan wanita itu dengan gesit melakukan semua yang di perintahkan Liu fenghua.


setelah Xiao Zhou meninggalkan kekaisaran Ming 4 tahun lalu, Liu fenghua lah yang menggantikan posisi nya di gedung megah itu.


di bawah kepemimpinan Liu fenghua semua berjalan begitu teratur dan rapi, membuat usaha milik Xiao Zhou menjadi yang terbaik di empat kekaisaran di dataran utama saat ini, karena memiliki kualitas pil terbaik di banding usaha saingan mereka.


Liu fenghua melangkah dengan anggun nya ke lantai teratas bangunan megah itu, hatinya mulai berdebar, saat tangan nya membuka pintu di ruangan nya, terlihat ruangan yang mewah dengan meja dan bangku panjang empuk menghiasi ruangan itu, terlihat seorang pemuda membelakangi nya, dan menatap keluar dari jendela ruangan tersebut.


Liu fenghua melangkah mendekati pemuda itu, dengan dada berdebar dan memeluk nya dari arah belakang pemuda itu.


"aku tidak akan tahan jika terlalu lama seperti ini" ucap Liu fenghua


pemuda itu hanya mengangguk, matanya masih menatap kearah luar jendela di ruangan itu. tiba-tiba pemuda itu berbalik dan menggendong tubuh ramping dan indah milik Liu fenghua, dan menuju bangku panjang yang lembut.


"ranjang nya di ruangan sebelah" bisik Liu fenghua manja di telinga pemuda yang menggendong nya itu.