
hujan mulai berhenti, dan tampak bulan penuh terlihat di atas ibukota kekaisaran Ming, menyinari beberapa orang di gerbang timur ibukota itu.
"kakak Zhen lu benar, seharusnya aku tidak melepaskan rantai itu, kau benar-benar licik dan mengerikan" ucap Lou Rong yang seperti tidak terpengaruh dengan cekikan di lehernya.
"hahaha... si busuk Zhen lu, dia pikir dialah yang terkuat, aku sudah sangat lama menunggu saat ini, dan kau akan jadi betina ku, bersiap lah nona hahaha..." teriak Sun Long yang menotok serta melempar tubuh Lou Rong ke tanah.
tubuh Lou Rong menghantam tanah dan membuat nya terluka, wajah nya begitu kesal dan tampak begitu jijik dengan cairan lengket berbau di beberapa bagian tubuhnya. namun tubuh nya tidak bisa bergerak karena totokan dari Sun Long.
"kau akan berakhir burung kecil" teriak Sun Long.
dari punggung Sun Long mengalir energi qi yang begitu besar, dan mulai masuk ke tubuh Xiao Zhou.
mata Xiao Zhou mulai merah menyala karena energi qi yang begitu besar masuk ke dalam tubuh nya.
"apa ini?? bocah ini bukan manusia, energi qi murni ku harus nya menghancurkan dantian kecil milik nya, energi yang ku keluarkan bisa membunuh dewa dalam sekejap, tapi bocah ini... sekarang dia lah yang menghisap hampir seluruh energi qi yang ada di dantian ku" batin Sun Long terlihat ketakutan di matanya, dan tidak percaya akan kekuatan lawannya.
"hahaha... apa hanya ini yang kau miliki bedebah??, harus nya kau membunuhku di awal tadi, tapi sekarang semua sudah terlambat, kau tidak akan aku lepaskan" teriak Xiao Zhou, dan seakan berbalik, rantai itu bergerak dan menghantam kan tubuh Sun Long ke beberapa bangunan di dekat nya.
semua orang yang melihat itu begitu terkejut dengan apa yang terjadi saat ini, tubuh Xiao Zhou yang masih terikat mampu menghajar Sun Long.
"kau akan menyesal bocah sudah mempermainkan aku" teriak Sun Long dan mulai mengeluarkan energi yang lebih besar lagi, membuat rantai itu kini terlihat membara.
"jurus tebasan ganda iblis kegelapan, raungan neraka" teriak Sun Long dan menebaskan pedangnya ke arah Xiao Zhou yang terlilit rantai di udara.
"walaupun kulit mu tidak bisa terluka, tapi jurus ku ini akan menghancurkan semua organ dalam mu bocah" teriak Sun Long.
"kau benar-benar bedebah pengecut" ucap Xiao Zhou dengan mata menyala merah.
pedang energi itu melesat kearah Xiao Zhou, Yang Tian dan Raijuta berdiri dan melesat kearah Xiao Zhou mencoba menahan serangan itu, tapi jarak mereka berdua terlalu jauh, secepat apapun mereka tidak akan sampai tepat waktu, dan kedua nya hanya bisa menyaksikan tuan mereka terbunuh.
"sudah cukup" teriak Lou Rong dan dengan semua kekuatan yang di milikinya mencoba melepaskan totokan di tubuh nya.
plaanggg....
totokan itupun terlepas, dan tubuhnya seperti tidak dapat di kendalikan oleh pikiran nya, melesat kearah Xiao Zhou dan menahan tebasan pedang energi yang akan menghantam Xiao Zhou, dengan pedang nya
"tidaaaaakkkkkkkkkkk" teriak Xiao Zhou
pedang energi itu menghantam pedang milik Lou Rong membuat tubuh Lou Rong terlempar menghantam tubuh Xiao Zhou, walaupun tubuh nya tidak putus tapi organ dalam nya mulai hancur perlahan-lahan
wajah nya tersenyum menatap kearah mata Xiao Zhou,
"aku harap di kehidupan ku selanjutnya aku bertemu dengan mu dalam keadaan yang berbeda" ucap Lou Rong, tubuh nya terjatuh dari udara dan di tangkap oleh Yang Tian, dan membaringkan nya di lantai salah satu bangunan di dekat nya.
Xiao Zhou begitu murka, mata nya mulai menjadi Hitam pekat, dan energi qi yang di alirkan oleh sun Long sudah tidak berpengaruh lagi di tubuh nya.
"kau akan mendapat balasan nya iblis" ucap Xiao Zhou
Xiao Zhou berbalik mengeluarkan aliran energi qi di rantai membara itu, sehingga kedua energi qi itu bertabrakan, dan membuat rantai itu hancur berkeping-keping.
Xiao Zhou mendarat dan menancapkan pedang kematian di tanah, dan menggerakan jari-jari dari kedua tangan sedemikian rupa.
"matilah kau bedebah" teriak Xiao Zhou dan melesat kearah sun Long
"jurus pedang pembuka surga, level 9, surga ke abadian" guman Xiao Zhou pelan dan tidak berselang lama
"ilusi iblis" teriak Xiao Zhou lagi, dan membelah dirinya menjadi sembilan dan kesembilan ilusi itu kini mengeluarkan jurus yang berbeda dan mengarah ke tubuh sun Long.
bommmmm......
kesembilan jurus berbeda itu menghantam tubuh Sun Long membuat nya terlempar ratusan meter dan menghantam bangunan hingga hancur.
uhuueeekkkkk.... darah hitam keluar dari bibir dan hidung nya, tangan kirinya sudah tidak ada lagi
"itu jurus surga keabadian, ilusi akan menjadi nyata saat surga keabadian masih berlangsung" ucap Xiao Zhou melangkah ke arah Sun Long dengan pedang panjang di bahu nya, matanya beralih ke tubuh Lou Rong yang masih menyisakan nafas terakhir nya.
langkah Xiao Zhou berhenti dan berputar ke arah Lou Rong terbaring, Sun Long memanfaatkan kesempatan itu, untuk melarikan diri,
Xiao Zhou tidak mengejar sun long dan mendekati Lou Rong serta menggendong nya,
"maafkan aku nyonya, aku tidak bisa mewujudkan keinginan terakhir mu" ucap Xiao Zhou dan membawa tubuh Lou Rong ke dalam kegelapan malam.
******
beberapa hari setelah malam itu, Xiao Zhou bertemu dengan Kaisar Ming, butuh waktu dua jam sebelum dirinya bisa bertemu langsung dengan Kaisar, walaupun sudah menggunakan lencana pemberian Yumiko.
penjagaan begitu ketat setelah terjadi pembantaian di gerbang timur ibukota kekaisaran itu.
"hahaha... menantu ku Xiao Zhou kemari lah, kau akhirnya mengunjungiku juga" ucap Kaisar Ming dengan tawa kencang nya memenuhi aula kekaisaran nya, tampak banyak pejabat yang ikut tersenyum melihat Kaisar mereka begitu bahagia, karena setelah kejadian di gerbang timur, Kaisar begitu gundah dan wajah nya sangat tertekan.
hanya ada satu wajah yang sedikit kesal menatap remaja itu.
"ooohh... apa ini??? apa kalian sedang bertengkar?"tanya Kaisar Ming lagi melihat ekspresi wajah Puteri nya tampak kesal.
"Yang Mulia... kita sedang di aula kekaisaran, banyak pejabat di sini, seharusnya Yang Mulia bisa menahan diri" ucap Puteri Ming wajah nya terlihat dingin dan begitu cantik siang itu.
"baiklah.... hari ini sudah cukup, pertemuan ini aku akhiri, kalian bisa meninggalkan tempat ini" ucap Kaisar Ming dan bangkit dari singasana nya dan melangkah mendekati Xiao Zhou, para pejabat seperti mendapat nafas segar, dan dengan cepat meninggalkan aula yang sangat mengerikan bagi mereka akhir-akhir ini.
"apa ada yang serius menantu?" tanya Kaisar Ming
"tidak ada Yang Mulia, hamba hanya membawa barang milik bekas salah satu pejabat Yang Mulia" Xiao Zhou menyerahkan cincin milik penasehat Huang.
"hemmm... harta yang begitu banyak" ucap Kaisar Ming setelah melihat isi dari cincin itu dan mereka duduk di taman belakang aula kekaisaran Ming.
"sebaiknya kau simpan saja harta ini menantu, ini hadiah untuk mu aku tidak ingin cucu-cucu ku kekurangan kelak, kau tahu istrimu itu suka membeli pakaian yang mahal" bisik Kaisar Ming sambil tersenyum.
"aahhh... Yang Mulia tidak perlu begitu khawatir, aku sudah memiliki harta yang cukup, walaupun istriku ini sedikit agak boros Yang Mulia" ucap Xiao Zhou.
"hmmmm... aku tahu kau sama sekali tidak tertarik dengan harta seperti orang kebanyakan, tapi kau tertarik cuma dengan wanita saja, bagaimana... jika aku memberikan hadiah selir yang banyak untuk mu menantu?" tanya Kaisar Ming
"terimakasih Yang Mulia.... Puteri anda pasti akan membunuhku jika membawa selir pulang" ucap Xiao Zhou pelan.
"iya ayah aku akan membunuh nya jika membawa wanita lagi" ucap Puteri Ming Mei yang sudah di dekat mereka saat ini
"sebaiknya Yang Mulia memberikan hadiah yang lain bukan selir" ucap Puteri Ming Mei lagi dengan mata melebar menatap Kaisar Ming yang tidak berani menatap Puteri nya dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain sambil mengelus jenggotnya.
"dan kau suami, sebaiknya kita pulang sekarang, kami semua sudah menunggu mu" ucap Puteri Ming Mei menyeret lengan Xiao Zhou meninggalkan Kaisar Ming.
"hamba mohon diri Yang Mulia" ucap Xiao Zhou
"baiklah menantu... cepat-cepat pergilah" jawab Kaisar Ming melambaikan jari nya seperti sedang mengusir anak kucing, matanya masih tidak berani menatap Puteri nya, .