
di kekaisaran Yunha 2 tahun lalu.
Choe Eun Soo dengan stempel istana sudah di tangan nya, memasuki sebuah kediaman seorang Jendral yang menjadi atasan nya.
dia adalah Jendral Tae Yoon, hubungan keduanya begitu baik, karena jendral Tae Yoon lah yang menyelamatkan Choe Eun Soo dari tipuan ayah mertua nya, dan membantu Choe Eun Soo menjadi mata-mata kekaisaran.
Choe Eun Soo di sambut baik oleh pasangan suami istri Tae Yoon, dan mereka terlihat begitu akrab,
"aku senang kau bisa kembali adik, kami sempat berpikir yang tidak-tidak," ucap istri Jendral Tae Yoon.
Jang Song Yi adalah istri yang begitu lembut, berusia 39 tahun dengan wajah cantik keibuan, tubuh yang sedikit berisi, namun pinggang nya panjang dan ramping, hanya bagian pinggul nya saja yang terlihat lebar,dan tinggi yang ideal.
"terimakasih sudah mengkhawatirkan ku kakak Jang, berkat doa kalian aku bisa kembali dengan selamat," ucap Choe Eun Soo.
"hahah... bagus... bagus, kita akan rayakan ini, aku senang kau kembali meski kau gagal, tidak masalah untuk ku," ucap jenderal Tae Yoon.
"tapi kakak Tae Yoon aku tidak gagal," ucap Choe Eun Soo.
wajah jenderal Tae Yoon berubah menjadi tegang, dan menatap sekeliling.
"apa maksud mu adik?" tanya Jendral itu.
Choe Eun Soo mengeluarkan sebuah bungkusan, dan meletakkan di atas meja.
"demi dewa... adik Choe kau berhasil," tangan Jendral Tae Yoon bergetar, setelah memastikan stempel itu asli, dan memasukkan nya ke dalam cincin.
dan tiba-tiba saja seorang prajurit yang menjaga kediaman jenderal itu menghadap,
"Jendral pangeran ke empat ingin bertemu," ucap prajurit itu,
"dasar bodoh... cepat persilahkan masuk! teriak Jendral Tae Yoon, dan berlari ke arah pintu gerbang.
Jang Song Yi sedikit menunduk wajahnya terlihat memerah,
"kakak Jang apa kau sakit?" tanya Choe Eun Soo.
"hehe... tidak adik, kau tahu? pangeran ke empat itu begitu tampan, dan menawan, dan sudah bisa di tebak istrinya begitu banyak, berhati-hatilah dia adalah penakluk wanita," ucap Jang Song Yi dengan senyum indah nya.
langit mulai gelap mereka masih berbincang berempat di ruang tamu, sesekali mata pangeran ke empat melirik ke arah Choe Eun Soo, dan Jang Song Yi.
"aahh... pangeran ke empat aku begitu menyesal, tapi aku harus ke kediaman perdana menteri saat ini, aku benar-benar minta maaf," ucap Tae Yoon.
"oh benarkah, pergilah paman Tae, lagipula aku bisa di temani dua wanita cantik ini sementara," ucap pangeran ke empat menatap kedua wanita itu seperti sedang bercanda.
"hihihi... pangeran ke empat, apa kau masih termasuk cantik?" ucap Jang Song Yi.
"istriku... kau kenapa bicara seperti itu pada pangeran negeri ini, dasar...!!! ucap Tae Yoon.
"sudah... sudah paman sebaiknya kau pergi, aku sudah sering bercanda dengan bibi Jang," ucap pangeran tampan itu.
Choe Eun Soo hanya tersenyum, menatap ke arah Jang Song Yi, terlihat kedua nya seperti sudah biasa bercanda.
"kakak Tae aku juga mau pulang sebaiknya kita jalan bersama," ucap Choe Eun Soo.
dan kedua sudah keluar dari kediaman Jendral Tae Yoon.
"tentu saja kakak," ucap Choe Eun Soo, dan kembali ke kediaman Jendral Tae.
Choe Eun Soo melangkah mendekati ruang keluarga, namun tempat itu sepi, tidak ada pangeran ke empat ataupun Jang Song Yi.
perasaan Choe Eun Soo sedikit tidak enak, dan mulai memelankan langkah nya, dan terdengar seseorang seperti sedang berbisik, dari kamar tidur Jang Song Yi.
Choe Eun Soo yang merupakan seorang mata-mata dengan mudah membuka sedikit, jendela dan melihat apa yang terjadi.
Jang Song Yi bersandar di pintu, sedang di himpit oleh tubuh pangeran ke empat.
"lepaskan aku pangeran," ucap Jang Song Yi saat tangan nya di genggam oleh pangeran ke empat, sedikit berontak, bulir-bulir keringat mulai tampak di kening dan lehernya.
"bibi Jang, sebaiknya kau tidak perlu malu, aku tahu kau menyukai ku dari awal," ucap pangeran ke empat pelan, dan mencium pelan leher wanita berwajah keibuan itu, dan semakin turun ke arah gunung besar milik Jang Song Yi
"aahhsss.... sudah pangeran hentikan, memang benar aku menyukai mu, tapi ini sudah melewati batas," ucap Jang Song Yi, matanya terlihat sayu dan mulai terangsang.
"aahhhhsss..." kembali ******* nya terdengar saat tangan pangeran ke empat mulai membuka sedikit di bagian dada wanita berpinggul besar itu, dan menciumi nya dengan liar.
dan seperti tidak membiarkan wanita itu untuk berpikir ulang, tangan pangeran ke empat mengangkat satu paha Jang Song Yi, dan dengan pelan menempelkan milik nya meski masih berbalut pakaian lengkap.
bibir Jang Song Yi sedikit terbuka, saat merasakan sentuhan pelan pada bagian sensitif nya.
"aahhh.. aku benar-benar terangsang, milik ku begitu nikmat bergesekan dengan milik pemuda ini," batin Jang Song Yi, tubuh nya mulai sedikit bergetar dan bergerak pelan mengikuti irama pelan dari pangeran ke empat.
"sudah.. cukup pangeran!!! ini sudah berlebihan," ucap Jang Song Yi, matanya mulai terpejam,
"apa maksud mu berlebihan bibi Jang, bahkan pinggul mu bergerak sendiri, apa kau ingin menggesekkan nya milik mu lebih kasar? katakan aku menyukai ini bibi Jang?" ucap pangeran ke empat dan menyibakkan pakaian bawah Jang Song Yi dan menempelkan nya dengan lebih kencang.
"itu tidak benar," ucap Jang Song Yi, matanya masih terpejam, dan seperti begitu menikmati gesekan kasar itu, tubuh nya sudah bermandikan keringat.
"aku akan memuaskan mu bibi Jang, suami mu itu tidak akan bisa memberikan seperti yang akan aku berikan," ucap pangeran ke empat.
"aahhh... kenapa aku begitu terangsang saat pemuda ini menyebut nama suamiku, aku ingin merasakan yang lebih," batin Jang Song Yi,
"tapi... pangeran ini tidak benar," ucap Jang Song Yi,
"bibi Jang sebaiknya kita menikmati nya, waktu kita tidak banyak, sebentar lagi suami bodoh mu akan kembali," ucap pangeran ke empat, dan kembali menciumi leher mulus Jang Song Yi.
"aahhhhsss... aku sudah tidak tahan, aku sudah benar-benar basah, dan gatal," batin Jang Song Yi.
"benar... suami bodoh ku akan segera kembali, tapi kau jangan mengeluarkan nya di dalam!!!" bisik Jang Song Yi yang tidak ingin hamil dari orang lain, tangan nya dengan cepat membuka pakaian bawah pangeran ke empat.
"kakak Jang....!!!!" terdengar suara Choe Eun Soo di halaman, membuat Jang Song Yi dan pangeran ke empat berhamburan dan merapikan pakaian mereka.
Choe Eun Soo berpura-pura baru datang,
"kakak Jang kenapa wajahmu begitu merah dan berkeringat?" tanya Choe Eun Soo dan menatap ke arah pangeran ke empat.
"aaah... bibi Jang aku harus pergi, nona Choe aku mohon diri," ucap pangeran ke empat dan buru-buru meninggalkan tempat itu.
****.