
" kecepatan pedang yang cukup mengesankan anak muda, tapi kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa" ucap Hua Bai setelah melihat beberapa murid dari sekte nya, yang setingkat pendekar ahli dan raja terbunuh hanya dengan sekali tebasan.
"aku tidak peduli berurusan dengan siapa, tapi yang jelas kau sudah ingin merusak kehormatan wanita, itu sudah cukup alasan bagiku untuk menghabisi mu" ucap pemuda itu dingin.
"hahaha.... kehormatan wanita? jadi kau pahlawan muda rupanya, sudah tidak terhitung berapa wanita yang sudah aku nodai, seperti nya kau sangat kesiangan pahlawan, baiklah... sudah cukup basa basi nya kali ini kau akan menyesali sikap pahlawan mu itu, demi wanita yang sama sekali tidak kau kenal" ucap Hua Bai dan bersiap menyerang.
"kau salah, aku mengenal wanita itu, bahkan sangat mengenal nya karena dia adalah istri ku" ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Xiao Zhou.
"apa istri? hahaha... hayalan mu terlalu tinggi, sudahlah kau terlalu banyak bermimpi, tentu saja.... sama seperti ku, kau akan langsung menyukai begitu melihat wanita secantik itu, kau masih sangat muda dan berharap mempunyai istri secantik itu, teruslah bermimpi bocah, bahkan kau tidak tahu jika wanita itu adalah Dewi " ucap Hua Bai dan mengayunkan tongkat ke arah Xiao Zhou.
Xiao Zhou menahan pukulan dari tongkat Hua Bai dengan mudah, dan mulai berbalik menyerang Hua Bai dengan brutal, membuat nya terdesak.
"bocah kecil ini memiliki tingkat kultivasi sama seperti ku di ranah pendekar suci, dan begitu ahli dalam menggunakan pedang, aku tidak bisa meremehkan nya" batin Hua Bai, dan mulai mengeluarkan jurus andalan nya.
"jurus serangan laba-laba hitam" teriak Hua Bai dan tampak Hua Bai seperti memiliki delapan lengan dan tujuh dari delapan tangan mulai menyerang dengan tongkat yang sama, hanya satu tangan kanan Hua Bai yang masih tertutup jubah nya.
serangan tujuh tangan Hua Bai begitu menyulitkan pergerakan Xiao Zhou, beberapa serangan Hua Bai berhasil merobek pakaian Xiao Zhou.
Xiao Zhou melompat beberapa meter kebelakang, dan berjongkok diatas pedang kematian yang tertancap di tanah.
"pria tua ini setengah iblis, bahkan aku bisa merasakan jiwa yang begitu busuk di balik tubuhnya" batin Xiao Zhou sambil menggeleng.
"lingkaran pedang kematian" ucap Xiao Zhou dan berputar di udara, ujung pedang kematian bercahaya dan membuat lingkaran di udara seperti jarum jam.
Xiao Zhou menyerang Hua Bai dengan tatapan begitu dingin, tidak ada ekspresi senang seperti biasanya, tebasan demi tebasan menghancurkan semua serangan dari Hua Bai.
darah mulai terlihat di sekujur tubuh Hua Bai yang terlempar beberapa meter kebelakang.
"hehehe... rupanya kau mulai serius bocah kurang ajar, kau tidak akan kubiarkan mati dengan mudah, aku Hua Bai akan menyiksamu lebih dulu, sebelum kematian mu" ucap Hua Bai yang merobek pakaian atas nya dan melemparnya begitu saja.
ilustrasi Hua Bai.
mata Xiao Zhou terbelalak, dan melihat gambar laba-laba hitam di belakang punggung Hua Bai saat tubuh nya berputar.
"selama hidup kau manusia terburuk yang pernah aku lihat, apa kau ketua dari sekte laba-laba hitam?" ucap Xiao Zhou, yang mengetahui bahwa gambar itu adalah lambang dari sekte laba-laba hitam di kitab pengetahuan nya.
"huahahaha... pengetahuan mu boleh juga bocah kecil, kau benar akulah ketua sekte laba-laba hitam" ucap Hua Bai, dan melempar beberapa kertas kuning ke udara.
"ilusi beracun" ucap Hua Bai lagi, dan kembali melempar beberapa kertas kuning nya.
Xiao Zhou memikul pedang panjangnya, melangkah kearah Hua Bai.
"baguslah, selama ini aku memang sedang mencari mu" ucap Xiao Zhou dan langkah nya semakin cepat kearah Hua Bai dan menebaskan pedangnya, yang tanpa di sadari nya beberapa mahluk mirip binatang di lengan Hua Bai keluar dari balik semak-semak.
binatang-binatang beracun itu begitu besar, dan memiliki panjang lebih dari lima meter menyerang kearah Xiao Zhou dari arah belakang.
sraaasssstttt....
Xiao Zhou menebas tubuh binatang yang mirip kelabang itu menjadikan nya beberapa bagian, dan mengeluarkan cairan hijau yang bertebaran di udara, serta membuat meleleh apa saja yang terkena cairan hijau itu.
"sebaiknya kau memiliki sesuatu yang hebat jika ingin memberikan kematian padaku, tapi setelah melihat kemampuan mu, aku rasa kau akan sulit mewujudkan keinginan mu, bahkan kau bukan petarung, kau hanya seorang ahli racun" ucap Xiao Zhou.
"mereka hanya ilusi, tetapi racun yang di keluarkan adalah nyata" batin Xiao Zhou.
beberapa binatang kembali menyerang Xiao Zhou, namun tiba-tiba binatang-binatang itu terlilit oleh gelombang pedang runcing seperti ular raksasa.
"sungai pedang Fei yu" guman Xiao Zhou yang begitu mengenal jurus pedang itu.
sekelebat bayangan hitam melesat mengikuti gerakan sungai pedang itu, dan dengan cepat menghilang.
"ahhh... bocah tengik, harusnya kau mengajak kami jika ingin bersenang-senang" ucap Fei yu yang kini sedang berdiri di atas atap salah satu rumah penduduk.
"kami?" batin Xiao Zhou dan menatap sekeliling nya, dan terlihat Yang Tian sudah merapal mantra dengan dua jari merapat di depan bibirnya, sampai seekor ular besar menelan nya.
Xiao Zhou dan Fei yu kaget melihat kejadian itu, bahkan sungai pedang Fei yu berbalik arah menuju kepada ular itu.
blarrrr....
tubuh ular itupun hancur dan keluar delapan sulur gurita dari dalam sebuah bayangan pagoda hitam.
"tuanku... maaf aku terlambat, dewa penyair itu selalu saja merepotkan ku," ucap Yang Tian, yang sudah selesai menghabisi beberapa binatang beracun itu.
Xiao Zhou menarik nafasnya dalam-dalam sambil menggeleng lega, melihat Yang Tian tidak apa-apa.
ilusi binatang-binatang itu semakin banyak, Xiao Zhou melompat ke udara, dan bergerak kearah Hua Bai.
"baiklah... ku serahkan binatang-binatang kecil ini pada kalian aku masih ada urusan dengan induk binatang ini" ucap Xiao Zhou dan melesat ke udara, dan menatap Hua Bai yang sekarang sudah di selimuti puluhan binatang beracun.
"terjangan naga iblis" teriak Xiao Zhou dan seekor naga hitam melesat kencang kearah Hua Bai menghancurkan binatang-binatang beracun yang berusaha melindungi majikan mereka.
sraaasssstttt.....
sraaasssstttt.....
binatang-binatang ilusi itu hancur, dan hanya menyisakan tubuh Hua Bai dengan caping nya terbelah dua dan darah pun mulai mengalir ke wajah nya, kedua kaki yang sudah putus.
Xiao Zhou mendarat pelan di hadapan Hua Bai dan mengangkat pedang kematian nya serta menebaskan pedangnya secara vertikal.
"matilah kau sialan" teriak nya dengan mata merah nya.
"tunggu!!!!!" ucap Hua Bai sambil menahan sakit karena kehilangan kedua kakinya.
"tunggu bocah, kau tidak bisa membunuh ku, karena jika aku mati dantian ku akan meledak, dan mengeluarkan racun yang begitu banyak. kota huangdong ini akan menjadi kuburan, jika kau tetap membunuh ku, ha-ha-ha... sebaiknya kau melepaskan aku" ucap Hua Bai dengan suara putus-putus.
"dia benar, racun dari dantian manusia ini akan merusak alam seluas 10 kilo meter persegi, selama seratus lima puluh tahun, dan tidak akan ada yang bertahan memasuki daerah yang tercemar racun dari dantian nya. manusia ini sangat keji, kematian terlalu bagus untuk nya" ucap seorang pria sepuh yang begitu berwibawa, terlihat kebencian saat menatap wajah Hua Bai
"kali ini siapa lagi yang datang?" guman Xiao Zhou.