Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
reuni dengan kakak chu


tiga tahun berlalu, saat penguasa ke 15 menghilang, kekacauan mulai menyebar, karena lemah nya pengawasan dari para kaisar, yang saat ini sedang fokus menahan serangan dari markas iblis di kota shinjong.


di pulau keseimbangan, Zhang Rui dan Xia xhialun sedang berbincang serius, wajah mereka tampak begitu gusar.


"kakak Zhang, kita tidak bisa bertahan seperti ini terus" ucap Xia xhialun


"kau benar, semenjak pasukan suku bulbul menarik pasukannya nya, kita begitu kewalahan mempertahankan benteng shinjong" ucap Zhang Rui.


"kekaisaran Wang sudah kehilangan sepuluh ribu prajurit di kota shinjong selama dua tahun ini, dan ini membuat ku pusing" ucap Zhang Rui lagi.


"ahhh... andai saja suami kita ada di sini, beban ku tidak akan seberat ini" ucap Zhang Rui sambil mengelus kening nya.


"bulan ini kami akan mengirimkan lima ribu pemanah, ke benteng shinjong, aku harap itu cukup membantu" ucap Ratu Alisa yang masuk ke ruangan mereka.


"itu akan sangat membantu kakak Alisa, aku sangat berterimakasih" ucap Zhang Rui sambil memegang tangan ratu Alisa.


"tidak usah begitu sungkan adik Zhang, perang ini juga merupakan tanggung jawab kami" ucap Ratu Alisa sambil duduk di tempat itu


*****


di kota shinjong.


"kakak Chu, kita sekarang di kekaisaran Wang, merampok di sini sedikit lebih sulit dari di tempat kita dulu" ucap teman orang yang di panggil kakak Chu itu


"kau benar adik ma, di sini hampir setiap desa memiliki kultivator hebat, aahhh sebaiknya kita pindah ke tempat kita dulu" ucap kakak Chu yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya.


"kakak Chu apa kakak mendengar cerita tentang goa di pegunungan tidak jauh dari kota shinjong ini?" tanya adik Ma.


"adik Ma, cepat katakan aku terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk mendengarkan cerita orang-orang tidak penting" ucap kakak Chu.


"baiklah, kakak Chu, aku dengar beberapa bulan terakhir goa itu di huni oleh seorang iblis yang sangat mengerikan, hawa yang di keluarkan iblis itu mampu membunuh apapun yang mendekati goa itu, dan raungan nya membuat merinding orang yang mendengar nya, rambut hitam panjang, dan mata merah nya, membuat orang yang melihat nya akan mati seketika, tidak ada orang yang selamat setelah melihat iblis itu" ucap adik Ma sambil memperbaiki pakaian yang karena merinding.


"jika tidak ada yang selamat setelah melihat iblis itu, darimana mereka tahu rambut dan mata iblis itu?" tanya seseorang yang ikut mendengarkan cerita adik Ma itu.


adik Ma tampak bingung,


"aiiihhhh... aku juga tidak tahu" ucap adik Ma, dan sebuah pukulan mendarat di kepala nya, pukulan itu berasal dari kakak Chu.


***


dan di sebuah goa yang di bicarakan itu, terdengar raungan iblis yang seperti suara seekor naga.


tidak ada binatang yang berani mendekat, ke tempat itu.


seorang pria, dengan darah hitam menyembur dari bibirnya, dan sesekali berteriak karena menahan sakit yang teramat sangat, dan seorang anak kecil membawa kan nya mangkuk yang berisi ramuan dan pria itu pun meminum nya.


dan beberapa bulan setelah nya, pria itu terlihat sudah sembuh, wajah terlihat segar dan keluar dari goa itu di ikuti oleh seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahun.


iblis kecil sebaiknya kau membersihkan tubuh, kita akan memasuki kota, kau terlihat menakutkan dengan pakaian compang-camping seperti itu" ucap gadis kecil itu, saat mereka berhenti di pinggir aliran sungai yang arus nya tidak terlalu deras.


orang yang di panggil iblis kecil itu adalah Xiao Zhou, hanya mengangguk dan melepaskan pakaian dan melompat kedalam sungai yang sangat jernih.


gadis kecil itu mengalihkan pandangannya ke tempat lain, tidak ingin melihat ketelanjangan Xiao Zhou


"dasar tidak tahu malu" guman gadis kecil itu yang tidak lain adalah Jung Min Ha.


"gadis kecil kenapa kau tidak membersihkan dirimu tadi?" tanya Xiao Zhou yang kini sudah mengenakan pakaian baru, dengan warna hitam dan juga jubah panjang senada, dengan corak pohon bambu putih.


"aku ini wanita, aku tidak mandi sembarangan seperti mu itu" ucap Jung Min Ha, yang membantu Xiao Zhou merapikan rambut panjang nya.


"hahaha.... kau itu masih 10 tahun, tidak akan ada orang yang tahu jika kau itu wanita atau laki-laki" ucap Xiao Zhou sambil terkekeh.


"iblis kecil kau??? sudah aku tidak ingin bicara dengan mu lagi" ucap Jung Min Ha kesal.


mereka berdua tidak bicara dan memasuki gerbang kota shinjong, dan masuk ke sebuah penginapan, dan mereka berpapasan dengan kakak Chu yang di ikuti adik Ma.


"kita bertemu lagi" ucap Xiao Zhou


kakak Chu membuka lebar bibirnya, tidak percaya jika mereka akan bertemu dengan Xiao Zhou.


"adik Ma berikan cepat" teriak kakak Chu


adik Ma dengan terburu-buru merogoh pakaian nya, dengan tangan gemetar dan menyerahkan kunci kamar nya kepada Xiao Zhou.


"silahkan kakak" ucap kakak Chu gemetaran.


"hemmm... aku harap kalian tidak keberatan" ucap Xiao Zhou dan menerima kunci itu.


"tentu saja kakak, kami perampok, kami sudah biasa tidur di hutan" ucap kakak Chu dan dengan buru-buru meninggalkan Xiao Zhou.


Xiao Zhou berjongkok agar tubuhnya sejajar dengan Jung Min Ha.


"gadis bodoh, pergilah ke kamar aku masih ada sedikit urusan" ucap Xiao Zhou.


Jung Min Ha hanya mengangguk, dan memeluk Xiao Zhou.


"iblis kecil cepatlah kembali" ucap Jung Min Ha.


****


di pesisir barat kota shinjong.


genderang perang terus terdengar, kedua pasukan yang bermusuhan saling bertarung, dengan strategi masing-masing.


terlihat biksu suci Guang Tong dan pedang khayangan Li Quan Yue, seperti kewalahan menghadapi seorang pria dengan pedang kembar yang panjang.


"matilah kalian" ucap pemuda bertopeng dengan pedang kembar nya


traaangggg....


"pagoda emas level 9" teriak biksu suci Guang Tong.


traaangggg.....


pedang panjang itu beradu dengan pagoda emas biksu Guang Tong


biksu suci Guang Tong tidak dapat menahan energi qi yang begitu besar dari pemuda bertopeng itu dan terlempar,


"ini tidak mungkin, pagoda emas ku retak oleh pemuda itu" guman biksu suci Guang Tong darah hitam menyembur dari bibirnya.


biksu suci Guang Tong mulai bersila, dan memejamkan matanya, tangan kanannya membentuk tapak di depan dada nya.


pemuda bertopeng dengan pedang kembar itu, tidak menyia-nyiakan kesempatan dan melesat keudara mengeluarkan tebasan silang dari udara ke arah biksu suci, pemuda bertopeng itu tidak lain adalah Sun Long


traaangggg.....


pedang energi yang di lesakkan sun Long beradu oleh tebasan pedang energi yang di lepaskan oleh seorang wanita cantik, wanita itu tidak lain adalah Lou Rong.


Lou Rong tampak sangat berbeda, kulit putih nya tampak halus dan bercahaya, wajah nya terlihat begitu cantik, dengan bibir merah alami, sebuah huruf suci kuno terlihat di belakang telinga kiri nya, dengan pakaian sedikit berani, memperlihatkan gunung besar nya yang indah, dan juga paha panjang nya sesekali terlihat.



ilustrasi Lou Rong.


"nona Lou Rong berhati-hatilah, pemuda bertopeng ini memiliki energi qi saat besar" ucap Li Quan Yue, yang sudah mengenal Lou Rong karena selama dua tahun ini Lou Rong selalu ikut membantu mempertahankan kota shinjong.


"iya... aku sangat mengenal pemuda bertopeng ini, dan aku sudah lama menunggu kesempatan ini" ucap Lou Rong dengan wajah dendam.


biksu suci Guang Tong, melempar kalung yang berbentuk bola-bola sebesar kepalan tangan orang dewasa ke udara, kalung itu melilit tubuh Sun Long, dan mengikat nya di udara.


"saudara Li, saat nya" teriak biksu suci Guang Tong, dengan wajah penuh keringat.


Li Quan Yue, mengangguk, dan melepaskan jurus nya.


"jurus delapan belas pedang khayangan, tingkat akhir" teriak Li Quan Yue.


bilah pedang khayangan, seperti terbelah dan menjadi delapan belas bagian, dan setiap bagian itu membesar dan mengarahkan ke tubuh Sun Long.


Sun Long yang posisinya terikat oleh kalung biksu Guang Tong memejamkan matanya, dan dua buah rantai berputar di sekeliling, menahan delapan belas bagian pedang yang menyerangnya.


rantai itu berhasil menahan pedang dari Li Quan Yue, walaupun beberapa berhasil menembus tubuh Sun Long, darah Sun Long menyembur di wajah nya sendiri, membuat nya begitu marah.


"kalian, berani sekali" teriak Sun Long dan membelalakkan matanya,


praaannnkkkk.....


kalung biksu suci Guang Tong putus bola-bola kecil itu berhamburan di udara.


salah satu rantai Sun Long melilit biksu Guang Tong dan satu nya lagi melilit Lou Rong.


semua mata terbelalak tidak percaya, kalung itu terputus, dan tidak menyadari pergerakan rantai besar milik Sun Long.


Li Quan Yue dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan karena dalam posisi menyerang penuh, tanpa pertahanan sedikit pun, dan itu terlihat oleh mata Sun Long, dan hanya dalam satu kedipan mata Sun Long sudah ada di belakang Li Quan Yue, dengan pedang panjang siap menebas.


"hehehe.... matilah kau" ucap Sun Long dari balik topeng.


Lou Rong, dan biksu suci Guang Tong tidak menyangka Li Quan Yue adalah sasaran Sun Long berikut nya, mata keduanya hanya bisa terbelalak melihat nyawa Li Quan Yue sudah tidak tertolong lagi.


seorang pemuda melihat dan dengan cepat melesat kearah Li Quan Yue, dan bersamaan dengan tebasan kencang Sun Long.


slaaassshhhh....


pedang Sun Long hanya memotong udara kosong.


mata Sun Long terbelalak tidak percaya, jika Li Quan Yue bisa menghilang begitu saja, mata nya mencari keberadaan Li Quan Yue, tapi tidak di temukan, mata Sun Long terpejam saat merasakan seseorang di belakang nya dan memukul punggung nya dengan keras.


blaaarrrrr.....


tubuh Sun Long terlempar dengan sangat kencang, dan menghantam tanah.


bommmm.....


tubuh Sun Long membuat kawah yang begitu besar di tanah.


semua orang menatap seorang pemuda berambut panjang dengan topeng menutupi sebagian wajahnya, sedang memegang pakaian Li Quan Yue, dan melepaskan nya, Li Quan Yue berusaha menguasai tubuh nya agar tidak terjatuh dan mendarat di samping biksu Guang Tong dan juga pemuda itu.


"kau tampak sangat berbeda teman lama" ucap Li Quan Yue.


"aku? tidak, aku tetaplah seperti ini dari dulu" ucap Xiao Zhou, dan mencabut pedang panjang nya dan menebas rantai Sun Long, membuat nya hancur.


"katakan saudara muda, apakah kau penguasa ke 15?" tanya biksu Guang Tong yang mengenal topeng Xiao Zhou.


"aku tidak menyukai situasi berbasa-basi seperti ini, tapi baiklah... aku Xiao Zhou penguasa ke 15 biksu" ucap Xiao Zhou memperkenalkan dirinya, dan melesat ke udara dimana Lou Rong masih terikat rantai.


"sudah lama tidak bertemu nyonya, apa kau mengenaliku?" ucap Xiao Zhou dan menebas rantai itu hingga hancur.


"kau?" hanya itu kata yang keluar dari bibir Lou Rong, mata nya menatap dalam-dalam ke arah mata Xiao Zhou.


"mata itu aku tidak akan pernah melupakan nya," ucap Lou Rong lagi wajah cantik nya tampak memerah, dan dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Sun Long, yang mulai berdiri dengan kemarahan yang sangat.


"biar aku saja, sudah saatnya mengubur bedebah ini selamanya" ucap Xiao Zhou dan melesat serta mendarat di hadapan Sun Long.


dada Lou Rong berdebar kencang, membuat nya sedikit sesak,


"bocah kecil itu sudah berubah, walaupun tingkat kultivasi masih di tingkat surgawi, tapi aura nya begitu berbeda dari pendekar surgawi pada umumnya, meskipun dengan topeng itu, dia terlihat begitu kharismatik, dan tetap mempesona ku" guman Lou Rong sudut bibir nya melengkung ke atas.