
manusia tua itu harus nya sudah mati, tapi aku mengajari kegilaan membunuh membuat nya begitu bahagia dan syarafnya muda kembali tumbuh, tapi ada apa dengan tangan kanan ku ini?" tanya Dewa iblis sambil menatap tangan kanan nya.
"aku membencinya," ucap Xiao Zhou dan melemparkan pedang kematian ke arah Dewa iblis.
zreeeebbbb..... pedang melengkung ini menembus tulang lengan kanan dari Dewa iblis.
"aahhkkkk...." Dewa iblis sedikit menunduk tubuh nya tangan kanan tidak dapat di gerakan karena luka begitu parah.
"hihihi... tidak buruk, serangan sederhana mu mampu melukai ku, aku sudah begitu merindukan rasa sakit, namun tidak ada yang mampu melukai ku seperti ini, tapi ini masih kurang menyakitkan," ucap Dewa iblis dan menarik lengan dengan perlahan,
"aakkkhhhhh..... ini begitu menyenangkan," teriak nya,
tampak otot-otot lengan nya mulai terbelah dan putus menyisakan urat-urat yang menyatukan lengan dengan tubuh nya.
"apa kau menyukai nya?" tanya Dewa iblis menatap kearah Xiao Zhou sambil memegang lengan nya yang belum sepenuhnya terlepas.
"hehehe.... ini menyenangkan, sangat...., jika kau ingin bermain brutal, seharusnya minta dari awal," ucap Xiao Zhou dengan seringai liar nya, dengan bola mata semakin gelap.
****
di waktu bersamaan, tidak jauh dari kota huangdong, sebuah lubang teleportasi terbuka, dan setetes air keluar dari lubang itu, tetesan air itu jatuh dan menghantam bumi, membuat sebuah kawah begitu besar.
burrrr.......
bumi bergetar, air laut berguncang membuat gelombang tinggi, badai topan disertai petir, mulai datang menerjang dan meluluhkan lantakan hampir seluruh daratan utama, dan setetes air itu membuat daerah seluas puluhan kilometer menjadi debu, dan di pusat kawah baru, setetes air itu mulai bergerak dan perlahan membentuk sosok manusia.
"aahhh... tubuh ku terasa begitu pegal sekian lama di dalam es abadi," ucap sosok itu yang tidak lain adalah Dewa Wang Riu.
pria mengenakan jubah putih bermotif seekor naga biru itu mulai menatap sekeliling nya, wajah nya begitu tampan dan dewasa itu tampak sangat tenang, meski badai petir begitu ganas di sekeliling nya, pria itu merapatkan telunjuk dan jari tengah nya dan menuliskan sebuah huruf di depan wajah.
pria dengan kristal merah berbentuk tetesan air di kening nya itu mulai memejamkan matanya, dan huruf di depan wajah mulai berubah menjadi api biru melayang-layang,
"aku memanggil mu," ucap Dewa Wang Riu menatap api biru melayang itu.
"tuanku... aku siap melayani mu," ucap api biru dan sedikit menjauh dari Dewa Wang Riu dan berubah menjadi seorang pria berpakaian perang lengkap dengan penutup kepala terbuat dari logam, yang hanya menampakkan mata nya yang beruap biru.
Dewa Wang Riu memejamkan matanya sesaat dan mengangguk, seperti menyetujui ucapan dari pria berpakaian perang itu, Wang Riu membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah pulau keseimbangan yang mengambang jauh di hadapan nya.
pria berpakaian perang itu sedikit mengerutkan keningnya,
"a-pa? ta-pi maafkan aku tuanku, tuanku bisa menjadi Kaisar Langit dengan kemampuan anda, tapi kenapa harus menguasai tempat rendahan seperti ini," ucap pria berpakaian perang itu.
"tidak Liu Bai.... aku tidak menginginkan kekuasaan tertinggi, Ye'er lebih memilih alam tengah daripada alam indah di langit, maka aku akan menjadi orang yang paling berkuasa di alam tengah ini, kami tidak akan terpisahkan lagi, tapi sekarang ada yang sangat penting aku kerjakan, sudah saat nya aku menghadap ibu Ratu," ucap Wang Riu
"hamba akan melaksanakan perintah anda tuanku," ucap pria berpakaian perang itu dan menghilang bersama tiupan angin.
"bersabarlah Ye'er... aku akan datang dan menjadi pendamping mu, seorang pendamping yang lebih layak daripada pengendali waktu itu," guman Dewa Wang Riu.
****
di Medan pertarungan dewa iblis sedikit terbelalak menatap sorot mata Xiao Zhou yang begitu buas.
"mahluk apa ini? tatapan nya membuat ku berkeringat dingin," batin Dewa iblis tangan nya sedikit bergetar, dan dengan cepat memutuskan lengan kanan nya yang masih tertancap oleh pedang kematian.
darah hitam menyembur dari urat-urat yang terputus secara acak-acakan, urat itu mulai memanjang dan membentuk sebuah lengan baru.
"kita akan mulai," ucap Dewa iblis, menatap serius ke arah Xiao Zhou.
Xiao Zhou menatap langit yang seperti mengamuk dengan kilatan petir nya, dan mulai meneteskan air hujan, remaja berwajah acuh itu menatap jauh ke arah kota huangdong.
"apa alam langit sudah tidak menarik lagi untuk para dewa? sehingga harus turun ke alam tengah," ucap Xiao Zhou.
"kau tahu jawabannya, para dewa sangat penasaran dengan kemampuan mu, dan mereka semua ingin mengujinya, apa kau benar-benar seperti yang di bicarakan atau hanya sampah yang sedang beruntung," ucap Dewa iblis, yang juga merasakan getaran bumi saat Dewa Wang Riu turun ke alam tengah.
hujan semakin deras mengguyur tempat itu kedua saling menatap dengan penuh hawa pembunuh, energi dari hawa pembunuh dari kedua membentuk bulatan mengelilingi tubuh mereka dan semakin lama semakin membesar, rumput-rumput dan mahluk hidup lain nya di sekitar tubuh dewa iblis seketika mengering dan mati, bahkan bebatuan besar mulai pecah' dan terangkat, kedua bulatan energi itu kini saling beradu,
"bocah ini benar-benar mengerikan, wajah nya begitu tenang tapi hawa iblis nya begitu pekat, bahkan aku yang berdarah iblis murni terasa begitu sesak, ini tidak menguntungkan untuk ku," batin Dewa iblis merapatkan gigi nya menahan hawa yang begitu menekan nya, darah hitam mulai menetes dari sudut bibir nya yang lebar.
Xiao Zhou melangkah pelan dan seringai iblis mulai muncul di bibir,
"hahaha... bagaimana? apa aku terlihat seperti iblis yang siap memanggang iblis lain nya?" ucap Xiao Zhou, dan bulatan energi itu mulai mengeluarkan api hitam yang begitu panas, membuat Dewa iblis mengerutkan keningnya menahan panas, bulatan energi Xiao Zhou dengan mudah meretakkan bulatan energi milik Dewa iblis dan perlahan energi Xiao Zhou masuk ke bulatan energi milik Dewa iblis.