
guru, apa ini tidak berlebihan?" ucap Xiao Zhou yang sedikit terkejut dengan perbuatan Lun Zhing Yue.
"apa maksud mu Zhou'er, kita tidak melakukan apa-apa, aku hanya mengajarimu satu lagu apa kau setuju dengan ku?" ucap Lun Zhing Yue.
"tentu saja guru" ucap Xiao Zhou.
tangan Xiao Zhou mulai masuk ke dalam jubah transparan Lun Zhing Yue, dan mulai meraba dada Lun Zhing Yue dari balik pakaian nya.
"emmms.... seluruh tubuh ku terasa begitu sensitif" batin Lun Zhing Yue.
tubuh lun zhing Yue bergetar, mata nya mulai terpejam menikmati permainan tangan Xiao Zhou, suara kecapi nya mulai tidak teratur.
Lun Zhing Yue mengangkat tubuh nya sedikit saat tangan Xiao Zhou menarik pakaian tengah nya keatas, tangan Xiao Zhou kini sudah mengelus kulit perut Lun Zhing Yue dan bermain di dada dan bawah perut Lun Zhing Yue.
"aahhh... apa yang kau lakukan?" guman Lun Zhing Yue mata nya masih terpejam.
"tidak ada guru, aku hanya menikmati permainan musik mu," ucap Xiao Zhou di telinga Lun Zhing Yue.
"aahhkk... bibir Lun Zhing Yue sedikit terbuka, terdengar pekikan dari bibir itu, saat tangan Xiao Zhou mulai menyingkapkan pakaian dalam nya, dan membebaskan gunung indah milik nya, dan juga pakaian dalam bagian bawah Lun Zhing Yue.
tangan Lun Zhing Yue sudah tidak bermain kecapi lagi, kedua tangan nya mengepal menahan kenikmatan di bagian paling sensitif di tubuh nya.
Xiao Zhou membebaskan pusaka nya, dan benda itu kini sudah saling menggesek,
"haanggg... aku sudah tidak tahan lagi" batin Lun Zhing Yue.
Lun Zhing Yue mengangkat tubuh nya sedikit, dan tangan nya mengarah benda itu mencari tempat yang tepat.
"guru bolehkah aku menikmati permainan musik mu sekarang?" tanya Xiao Zhou dan ujung benda itu sudah mulai sedikit membelah milik Lun Zhing Yue, dan di iringi pekikan dari bibir Lun Zhing Yue.
"yaahhh dewa.... ini sangat nikmat, aku sangat menginginkan benda besar itu masuk ke dalam tubuh ku saat ini, aku tidak peduli lagi jika aku ini istri orang atau bukan," batin Lun Zhing Yue
"aahhkkk..." tangan Lun Zhing Yue menutup bibirnya agar suara pekikan nya tidak keluar.
"iya... kau boleh menikmati nya, suara musik ini begitu besar, pelan-pelan" ucap Lun Zhing Yue dan perlahan menurunkan pinggulnya nya, di berengi dengan desahan yang keluar dari bibir kedua nya.
kedua nya kini sudah benar-benar melupakan sekitar, yang ada hanya kenikmatan yang menjalar di sekujur tubuh mereka.
"ini benar-benar nikmat, apa bocah ini belum keluar? ini tidak boleh terjadi, jika terus begini aku akan mendapat puncak kenikmatan, dan itu akan membunuh bocah ini" batin Lun Zhing Yue yang baru tersadar jika dirinya belum bisa mengendalikan tehnik pengendalian darah secara sempurna.
"hentikan zhou'er, kau akan mati jika aku mencapai puncak" ucap Lun Zhing Yue dengan suara bergetar nya.
Xiao Zhou tidak mempedulikan ucapan Lun Zhing Yue dan menarik wajah Lun Zhing Yue sehingga wajah nya memutar sedikit dan mereka mulai berciuman.
"aahhh..... aku akan mencapai puncak, tapi tubuh ku tidak bisa berhenti, tidak.... aku akan membunuh pemuda yang sangat ku cintai" batin Lun Zhing Yue yang masih membelakangi tubuh Xiao Zhou.
"hentikan, aku tidak ingin ka-u mati, dan meninggalkan ku" guman Lun Zhing Yue di sela-sela ciuman mereka.
Lun Zhing Yue berusaha sekuat tenaga berdiri dan memberontak, tapi tangan Xiao Zhou menekan tubuh nya ke bawah, membuat benda itu masuk dengan sempurna, dan membuat tubuh Lun Zhing Yue mengejang.
"tidakkkkk.... aku kelu-ar" ucap Lun Zhing Yue air matanya keluar, tubuh nya tertelungkup di atas meja, mulai mengatur nafasnya, dan dengan cepat-cepat berdiri dan memeluk Xiao Zhou.
"tidak.... tidakkk.... ini tidak akan kubiarkan.... Zhou'er.... katakan kau tidak akan mati" teriak Lun Zhing Yue air matanya seperti air yang mengalir dan menetes dengan deras.
Xiao Zhou membalas pelukan Lun Zhing Yue dan mata Lun Zhing Yue terbelalak, tidak menyangka pemuda itu masih hidup.
"tenanglah guru, aku tidak apa-apa," ucap Xiao Zhou.
Lun Zhing Yue melepaskan pelukannya nya dan berdiri menatap wajah Xiao Zhou dan memastikan pemuda itu tidak apa-apa.
air matanya masih terus mengalir, tangan nya mengelus wajah Xiao Zhou.
"maafkan aku, kenikmatan yang kau berikan benar-benar membuat otak ku tidak bisa berpikir jernih" guman Lun Zhing Yue dan memeluk tubuh Xiao Zhou dan duduk di pangkuan nya.
"tenanglah guru, darah ku adalah darah Phoenix abadi, sifat nya hampir seperti api, jadi aku tidak terpengaruh oleh kekuatan pengendali darah milik mu" ucap Xiao Zhou.
mata Lun Zhing Yue melebar, tidak percaya ucapan Xiao Zhou.
"benarkah? ahh... itu sangat melegakan" ucap Lun Zhing Yue dan memeluk tubuh Xiao Zhou Kembali.
"jadi tidak apa-apa jika kita melakukan nya lagi" ucap Lun Zhing Yue, mata nya terpejam karena malu akan ucapan nya barusan.
"lagi?? apa kau menyukai nya?" tanya Xiao Zhou.
wajah Lun Zhing Yue sedikit memerah, dengan pertanyaan Xiao Zhou dan keduanya saling bertatapan.
"he'eh....." Lun Zhing Yue mengangguk,
" aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti itu, aku sangat menyukai nya" ucap Lun Zhing Yue.
"kau sangat perkasa, apa kau belum keluar?" tanya Lun Zhing Yue.
"sebaiknya kita kembali ke istana" ucap Xiao Zhou
"tidak murid, malam belum larut, latihan kita baru saja di mulai, dan kita tidak akan kemana-mana, sebelum benda nakal itu puas" ucap Lun Zhing Yue, tersenyum nakal.
"aku tidak percaya dengan ucapan ku ini, dengan pemuda ini, aku begitu bebas menggoda nya, dan ini sangat menyenangkan" batin Lun Zhing Yue yang tidak pernah menggoda suami nya dengan ucapan nakal seperti itu.
dan mereka mulai saling ******* dan melakukan itu lagi, dan hanya beberapa gerakan tubuh Lun Zhing Yue kembali mengejang, dan keduanya berhenti saat Xiao Zhou mencapai puncak nya.
"apa kau tidak apa-apa?" tanya Xiao Zhou.
"iya hatiku sangat baik, hanya tubuh ku seperti hancur rasanya, tapi juga terasa begitu ringan dan melegakan" ucap Lun Zhing Yue
"sebaiknya kita tidur di kamar, aku ingin tidur berdua dengan mu malam ini" ucap Lun Zhing Yue lagi.
Xiao Zhou hanya mengangguk, keduanya berpelukan beberapa saat, dan Xiao Zhou berdiri melangkah menuju satu-satunya kamar di bangunan itu.
"tunggu!!!"
"Zhou'er.... aku rasa kita tidak akan bertemu lagi, dan walaupun aku tidak tahu apapun tentang janji mu tiga tahun lalu maka hari ini, aku Lun Zhing Yue membebaskan mu dari janji darah yang pernah kau ucapkan padaku" ucap Lun Zhing Yue.
petir tiba-tiba menyambar permukaan danau biru dan air danau bergejolak, hujan salju mulai turun deras.
Xiao Zhou mengeluarkan pedang panjang nya, dan mengoreskan jempol kanan nya, sehingga terluka dan darah segar keluar dari jempol nya, dan mengoreskan jempol berdarah itu ke kening Lun Zhing Yue.
"dan aku Xiao Zhou, membayar darah yang kau tumpahkan untuk ku waktu malam itu," ucap Xiao Zhou.
jederrrrt,
petir kembali menyambar berkali-kali, di tempat itu
Xiao Zhou terjatuh dan dari tubuh keluar asap hitam dan hilang beberapa saat kemudian.
Lun Zhing Yue memapah Xiao Zhou dan mendudukkan nya kembali.
"Zhou'er, kau tidak apa-apa?" tanya Lun Zhing Yue
"aku tidak apa-apa," ucap Xiao Zhou mata nya sudah berubah kembali berwarna hitam kecoklatan.
"nyonya, bisakah anda memotong rambut ku," ucap Xiao Zhou lagi, saat kedua sudah duduk dengan tenang.
"seperti aku sudah kembali normal, tapi tanpa anting dari Dewi xhuwuan, sifat arogan ku akan sulit ku hilang kan" batin Xiao Zhou.
Lun Zhing Yue menganggukan kepala nya, dan memotong rambut Xiao Zhou dengan pedang panjang itu, dan beberapa saat mereka sudah kembali berbincang dengan begitu akrab,
"kau terlihat manis dengan rambut tidak terlalu panjang ini, aku menyukai nya" ucap Lun Zhing Yue dan mengacak-acak rambut Xiao Zhou.
"seperti akan ada badai, sebaiknya kita ke ranjang kita" ucap Xiao Zhou.
wajah Lun Zhing Yue sedikit memerah mendengar kata ranjang dari bibir Xiao Zhou, dan membayangkan apa yang akan mereka lakukan di atas nya.
dan tiba-tiba seorang wanita cantik dengan tubuh begitu indah mendarat di hadapan mereka.
"apa yang sedang kalian lakukan?" tanya wanita itu yang tidak lain Liu fenghua.
"eh... itu, kakak Liu kami baru saja selesai latihan" ucap Lun Zhing Yue dan memperbaiki pakaian nya menutupi dadanya yang penuh bekas bibir Xiao Zhou.
"hemmm.... baiklah sepertinya kalian berdua begitu kelelahan latihan, dan kau bocah ada apa dengan rambut mu? hemm... seperti kau sudah kembali, dan aku sangat senang" ucap Liu fenghua dan memeluk Xiao Zhou, dan mendekatkan bibirnya di telinga Xiao Zhou.
"kau bocah, apa yang kau lakukan pada istri orang hah?, tunggu lah... sebentar lagi kami akan menghajar mu sesampai di rumah" ucap Liu fenghua, dengan senyuman mematikan, terlihat wajah Xiao Zhou sedikit memucat, belum pernah wajah nya seperti ini lagi selama berubah menjadi iblis.
"hemmm... adik Lun, seperti nya malam ini kau harus pulang, suami mu sudah menunggu mu di pulau" ucap Liu fenghua.
wajah Lun Zhing Yue seketika berubah, dadanya terasa begitu sakit, dan pikiran nya menjadi kacau.