
Park Min Ji tidak ingin membuang waktu lagi dan tanpa bicara menarik lengan panjang Xiao Zhou,
"jika ingin selamat ikuti aku," ucap Park Min Ji pelan.
Park Min Ji menarik Xiao Zhou ke arah semak-semak tidak jauh dari tempat nya memancing, dan tampak sebuah goa dan Park Min Ji mengambil sebuah lentera yang memang di sediakan tidak jauh dari goa itu, dan dengan cepat masuk dan menelusuri goa itu, goa itu mengeluarkan udara begitu hangat meski goa itu penuh dengan cabang, namun Park Min Ji seperti sudah terbiasa dan seperti tanpa berpikir memilih cabang dari goa itu.
dan tidak lama kedua berada di sebuah ruangan cukup luas, dan tampak lima mulut goa di sekitar ruangan luas itu.
"nyonya apa tahu goa apa ini?" tanya Xiao Zhou.
"diamlah sebentar, aku tahu ini goa Kirin api karena goa inilah aku membangun rumah di tempat ini, nanti aku jelaskan lagi, sekarang biarkan aku berpikir," ucap Park Min Ji.
Park Min Ji berhenti sambil menelan ludah nya, kening nya berkerut seperti sedang berusaha mengingat sesuatu, dan kepala tiba-tiba mengangguk, dan kembali menarik lengan Xiao Zhou dan masuk kedalam salah satu goa, dan terus melangkah, dengan menggunakan penerangan lentera nya.
hampir dua jam mereka berjalan, dan malam begitu larut saat keduanya keluar dari goa itu, dan mereka kini sudah berada di dalam hutan,
Park Min Ji terus melangkah tampak dengan tergesa, bulir-bulir keringat membasahi kening dan jubah mandi nya.
dan tidak lama mereka sudah berada di pinggiran sungai besar, dan Park Min Ji melepaskan pegangan nya di lengan Xiao Zhou.
"seperti kita sudah aman, pelayan bisakah kau menyalakan api, tubuh ku begitu kedinginan," ucap Park Min Ji.
meski sudah berlari begitu lama, namun tubuh giok Park Min Ji tidak terasa panas sedikit pun.
Xiao Zhou hanya diam dan mengumpulkan kayu bakar, dan mulai menyalakan nya, tampak wajah Park Min Ji begitu lega, dan Xiao Zhou duduk di seberang Park Min Ji mereka di pisahkan oleh api unggun.
"baiklah nyonya sebaiknya kau jelaskan sekarang, apa maksud mu membawa ku ke tempat ini," ucap Xiao Zhou tenang.
Park Min Ji mengusap noda di kening nya dengan lengan jubah nya.
"pelayan kau seharusnya berterima kasih padaku, kau tidak tahu bukan? tempat kita telah di serang ratusan orang, dan aku sudah menyelamatkan nyawa mu malam ini, kau berhutang nyawa padaku," ucap Park Min Ji.
Xiao Zhou memejamkan matanya begitu kesal,
"aku tahu nyonya, karena itu lah aku ke rumah besar itu, untuk membantu teman-teman anda," ucap Xiao Zhou.
Park Min Ji menggeleng,
"membantu? maksud ku kau dengan pedang panjang itu?" tanya Park Min Ji sambil menunjuk pedang kematian milik Xiao Zhou sambil tersenyum tipis.
Xiao Zhou menatap penampilan nya dan pedang nya,
"nyonya Park... apa ada yang salah dengan pedang ku?" ucap Xiao Zhou menahan kekesalan nya.
"haha... berhenti lah bermain-main adik kecil, kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi di rumah itu, kau tidak bisa berkultivasi, ingin membantu dengan lengan kurus mu itu, dan juga yang terburuk Pedang mu itu, hahaha... dari mana kau mendapatkan nya? pedang itu terlalu panjang, kau akan kesulitan mencabut nya apalagi menggunakan nya, sebaiknya kau lari, karena para penyerang itu begitu terlatih dalam membunuh," ucap Park Min Ji dengan jemari kurus nya menutup bibirnya menahan tawanya.
Xiao Zhou memejamkan matanya, begitu kesal karena wanita itu menertawakan pedang nya.
"aahhh... tidak ada gunanya aku berdebat di tempat ini," ucap Xiao Zhou sambil menarik napas dalam-dalam, dan merebahkan tubuhnya di atas batu.
"itu bagus... aku juga sedang tidak ingin berdebat," ucap Park Min Ji
keduanya hanya terdiam benak keduanya di penuhi pemikiran masing-masing, Park Min Ji menatap api unggun dan mulai merasakan kehangatan nya, otak nya mulai bekerja dengan baik, dan menatap ke arah jari-jari kaki nya yang kurus, dan hanya mengenakan sendal kayu yang biasa nya untuk di ruang mandi, pandangan nya terus ke atas menuju lutut nya, tampak paha putih nya sedikit terlihat, matanya sedikit melebar dan menatap dalam-dalam lengan jubah nya.
"ooh tidak... ini adalah jubah mandi, aku tidak mengenakan apa-apa lagi selain jubah ini," batin Park Min Ji dan dengan cepat menatap jemari nya Mencari keberadaan cincin penyimpanan nya.
wanita itu memejamkan matanya,
"ini sempurna, aku melupakan semuanya," batin wanita itu lagi.
wanita itu membuka matanya, perlahan sudut matanya mengintip ke arah Xiao Zhou, berharap pemuda itu tidak menyadari pakaian nya malam ini, wajah Park Min Ji sedikit lega karena Xiao Zhou masih merebahkan tubuhnya di atas batu, namun tiba-tiba Xiao Zhou terbangun dan menatap ke arah Park Min Ji.
"apa?" ucap Park Min Ji seperti terkejut saat Xiao Zhou menatap nya, dan dengan pelan merapikan pakaian nya agar tidak ada celah yang mengintip tubuh nya.