
Xiao Zhou memejamkan matanya, dan menarik nafas dalam-dalam.
"haahhhh.... baiklah aku mengerti tentang apa yang kau rasakan, bagaimana pun juga aku memiliki anak, hemmm... karena kau seorang ibu memohon, kali ini tidak ada yang bisa aku lakukan sebentar lagi dia akan lahir, katakan padanya agar tidak mengikuti jejak ayahnya, dan juga jangan sampai berjumpa dengan ku kelak," ucap Xiao Zhou, dengan wajah serius menatap jaring terbuat dari urat-urat besar itu, dan berbalik meninggalkan tempat itu.
"terimakasih tuan Xiao Zhou, aku akan mengatakan nya, ku rasa kita tidak akan berjumpa lagi," ucap iblis darah.
"kau benar kita tidak akan pernah bertemu lagi, selamat tinggal," ucap Xiao Zhou tanpa berbalik dan mengangkat tangan nya sedikit menggoyangkannya sambil melangkah.
Xiao Zhou sudah keluar dari sisa reruntuhan perpustakaan milik Dewa Suci Qing Tao, dan mampu mendengar jeritan terakhir dari iblis darah, setelah sesosok mahluk buas menghisap seluruh jiwa nya.
Xiao Zhou menghela nafasnya, dan sebuah gerbang teleportasi terbuka di hadapan nya, dan remaja itu pun memasuki nya, dan di ikuti oleh cincin langit.
gerbang teleportasi milik Xiao Zhou terbuka di depan sebuah tebing terjal di lembah kuno alam langit, dan tempat itu begitu di kenali oleh Dewi Xiao beng.
"bocah kenapa kita ke tempat ini? jangan katakan kau ingin membebaskan aku," ucap Dewi Xiao beng.
Xiao Zhou tidak menjawab dan membuka segel di tebing itu dan masuk udara terasa begitu dingin dan terlihat tubuh wanita yang begitu cantik sedang terbaring di dalam sebuah bongkahan es yang begitu tebal, dan tidak jauh dari tempat itu terlihat tubuh seorang pria tampan juga di dalam sebuah bongkahan es.
"apa itu tubuh mu?" tanya Xiao Zhou menatap ke arah tubuh wanita terbaring dalam bongkahan es tebal itu.
"kau sudah tahu, benar itu adalah tubuh ku," ucap Dewi Xiao beng.
"kau terlihat begitu cantik saat tertidur seperti itu," ucap Xiao Zhou dengan wajah nya yang acuh.
"jangan menatap tubuh ku seperti itu, aku sudah tahu apa yang kau pikirkan, jangan pernah bermimpi bocah mesum," ucap Dewi Xiao beng.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis, dan pandangan nya beralih dan menatap tubuh seorang pria tampan itu, dan cincin langit memutar di sekeliling bongkahan es yang menutupi tubuh pria itu.
"dia adalah adik seperguruan ku, dia satu generasi di atas istrimu Ratu Xhin Ye, dia adalah Dewa tertampan di zaman ku, dia begitu mencintai istri mu Ratu Xhin Ye dan rela membeku selama nya demi kebahagiaan Ratu Xhin Ye bersama Kaisar Langit di zaman kami," ucap Dewi Xiao beng.
"hemm... kisah cinta yang begitu memilukan," ucap Xiao Zhou.
"jaga bicaramu bocah, kata-kata mu begitu pedas, Dewa Wang Riu sudah seperti adikku sendiri, dia adalah penguasa lautan selama ribuan tahun di alam tengah, tidak ada yang mampu menandingi nya jika sudah berada di air, dan aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebegitu hebat," ucap Dewi Xiao beng.
"baiklah... maafkan ucapan ku, sebaiknya kau bersiap," ucap Xiao Zhou dan memutar telapak tangan kirinya, dan cincin langit berputar di depan Xiao Zhou.
Xiao Zhou mulai merapalkan mantra, terlihat rambut sedikit panjang nya mulai bergoyang, dan kristal biru di kening nya bersinar.
"aaahhh.... aku merasa kan kebebasan ku, katakan apa yang bisa aku lakukan sebagai ucapan terimakasih ku Zhou'er," ucap Dewi Xiao beng.
Xiao Zhou menatap ke arah tubuh wanita yang terbaring di dalam gumpalan es tebal itu.
"tidak... apa yang kau pikirkan itu tidak akan pernah terjadi," ucap Dewi Xiao beng, yang melihat pandangan remaja dengan sedikit nakal.
"hahaha... aku hanya bercanda, kau tidak perlu melakukan apapun untuk ku, aku melepaskan mu hanya karena kesal mendengar teriakkan mu setiap hari, baiklah aku sedang banyak urusan jaga dirimu," ucap Xiao Zhou dan memasuki sebuah gerbang teleportasi dan menghilang.
"pria yang aneh, hihihi.... sudahlah sebaiknya aku melupakan nya, aku sudah tidak sabar," ucap Dewi Xiao beng tersenyum indah dan menggeleng, serta dengan cepat masuk ke dalam tubuh wanita yang berada dalam bongkahan es itu, dan tanpa memperhatikan jika ujung es abadi nya sudah menyatu dengan ujung es abadi dari Dewa Wang Riu
dan tiba-tiba mata wanita itu terbuka, dan terpejam lagi, huruf-huruf suci mulai keluar dari dinding es tebal itu, dan perlahan permukaan es itu retak, dan tanpa di sadari oleh Dewi Xiao beng es yang menyelimuti Dewa Wang Riu pun ikut retak.
prannkkkkk.....
prannkkkkk......
bongkahan es yang menutupi tubuh Dewi Xiao beng hancur, udara di sekitar tempat itu mulai tertarik dan masuk ke hidung indah wanita itu, dan bibir merah Dewi Xiao beng mulai bergerak, dan memperlihatkan senyum menawan nya.
"aaahhhh.... aku bisa merasakan tubuh ku lagi," guman Xiao beng.
"apa itu kau Dewi Xiao?"
sebuah suara berat terdengar membuat wajah Dewi Xiao beng membeku, mata nya melebar dan tidak mampu mengerakkan tubuh nya sama sekali.
"ini tidak mungkin, Dewa Wang Riu?" guman Dewi Xiao beng dengan wajah begitu terkejut.
***
disebuah istana di pulau keseimbangan seorang wanita terlihat tertidur lelap di atas ranjang nya yang empuk, wanita cantik itu tiada lain adalah Ratu Xhin Ye.
dan tiba-tiba saja mata Ratu Xhin Ye terbuka, dan terbangun dari tidurnya.
"Wang Riu," kata pertama yang keluar dari bibir cantik nya, dan menatap sekeliling ruangan nya, dengan mata terbelalak seperti tidak percaya.
****