
tampak pulau keseimbangan tertutup karena berkabung, tidak ada asap terlihat lagi, hanya penduduk suku bul-bul dan Fiji, yang tampak begitu sibuk menyiapkan pemakaman Lou Fang dan raijuta meski jasad nya sudah menjadi abu, namun di pulau itu dibuat kan makan untuk pria itu,
Xiao Zhou berlutut mengenakan pakaian berkabung, di antara dua makam besar, remaja itu menatap ke salah satu makam dimana hanya pedang salju yang terkubur di makam itu.
"teman ku raijuta, terimakasih kau sudah begitu setia padaku, kau sudah menjagaku begitu lama, kau bahkan mati tanpa jasad, aku benar-benar tuan yang tidak bertanggung jawab," ucap Xiao Zhou,
remaja itu menatap makam ayah mertua nya,
"ayah mertua... beristirahat, kelak aku dan Puteri angkat mu akan datang mengunjungi mu," ucap Xiao Zhou.
****
hari itu adalah hari terkering di awal musim gugur, kabut tipis menyelimuti seluruh tanah dan rerumputan yang sudah menguning, butiran salju mulai jatuh, dan menimpa rambut kecoklatan dengan potongan tidak terlalu panjang pemuda itu.
Xiao Zhou menggendong tubuh siluman laba-laba yang terlihat tidur begitu damai, dan berdiri di gerbang pulau nya, pemuda itu menatap setiap sudut di pulau nya yang hampir sebagian besar sudah menjadi puing, tampak semua penghuni pulau pagi itu tidak melakukan aktivitas, mereka berdiri di jalanan menuju gerbang pulau mereka, semua tertunduk dengan wajah lesu, remaja itu memejamkan matanya dalam-dalam, seperti ingin menyimpan kenangan itu di dalam pikirannya.
Xiao Zhou melompat serta melayang dia atas danau biru,
"selamat tinggal," ucap Xiao Zhou tanpa menatap pulau nya lagi.
"penguasa.... penguasa.... kami mohon segera kembali," terdengar suara dari seluruh penghuni pulau itu begitu pilu, dan saling bersahutan, seperti tidak rela penguasa mereka pergi.
remaja itu mendarat di sebuah perahu yang terapung di atas danau biru, dan tidak lama dataran itu bergetar hebat, semua orang di kota huangdong keluar rumah mereka, dan melihat kearah pulau keseimbangan, karena merasakan getaran itu berasal dari pulau itu.
jembatan menuju pulau keseimbangan mulai pecah, dan runtuh, penduduk kota huangdong semua berdiri saling berdekatan dan saling berangkulan, dengan bibir terbuka dan sorot mata tidak rela, saat menyaksikan kejadian langka itu, tampak puing-puing jembatan mulai tenggelam menuju dasar danau.
kabut tebal pun datang dan menutupi pulau itu, dan seluruh penduduk kota huangdong seperti dalam mimpi buruk mereka, karena pulau mengambang itulah yang membuat kota huangdong menjadi besar, karena begitu ramai di kunjungi orang dari berbagai tempat, kini menghilang bersama kabut tebal.
"tuanku... kemana kau membawa nyonya laba-laba,?" tanya seorang pria sipit yang mendayung di ujung belakang perahu itu.
"Yang Tian... kita akan menuju Utara untuk mengambil setengah jiwa nyonya laba-laba, aku sudah kehilangan memori teleportasi ku, dan kau juga tidak bisa begitu payah dalam tehnik itu, nyonya laba-laba akan beristirahat di alam Qing sui, terus lah mendayung Yang Tian, kita akan menuju hutan iblis terlebih dahulu," ucap Xiao Zhou, dan tubuh siluman laba-laba yang tertidur itupun menghilang masuk ke alam Qing sui.
perahu itu semakin menjauh dan menghilang dari pandangan.
tamat.
*****