
mereka bertiga berpamitan,, Wang Jia memeluk xiao Zhou,,
"datang lah ke pernikahan kami, adik kecil" ucap Wang Jia Li
"baiklah akan aku usahakan" ucap xiao zhou sembari tersenyum bahagia mendengar pernikahan mereka,,
Long Fei mendekati xiao Zhou,, tapi tidak mau memeluk,, maaf bocah laki-laki tidak saling memeluk... belum selesai bicara xiao Zhou sudah memeluk Long Fei,,
"jaga nona Wang baik-baik" ucap xiao zhou
Long Fei sangat kesal di peluk mantan musuh bebuyutan nya,,,
"cepat lepaskan bocah,," guman long Fei dengan gigi bergeretakan geram,,,
mereka berpisah xiao Zhou mengarah ibukota... sedangkan Long Fei ke arah istanya nya yang searah ke kekaisaran Ming....
..... ....
malam itu sebuah pulau mengambang muncul,, pulau memiliki tiga tingkatan yang terpisah-pisah dan di hubungkan dengan jembatan masing-masing,, hanya tingkatan terbawah yang bisa di masuki dengan cara terbang, karena tidak ada jalan yang menghubungkan pulau itu dengan dataran utama....
pulau itu berada tepat di pertengahan dataran utama,, 100 Meter melayang di atas sebuah danau terbesar di daratan utama,, yaitu danau biru,,,
pulau itu muncul lima belas ribu tahun sekali,, dan akan muncul selama setahun penuh,,
setiap kemunculan nya para dewa, iblis, bahkan manusia selalu berusaha memasuki pulau itu,, tapi sampai saat ini belum ada yang mampu memasuki nya karena di jaga binatang yang sangat kuat,, seperti malam ini,, prajurit langit sudah bersiap di pinggiran pulau terbawah itu... dan seorang jendral gagah perkasa sebagai pemimpin nya,,
seekor harimau dengan tinggi lebih dari 10 meter, muncul di pulau tingkat ke tiga itu,, para prajurit mulai bersiap,, jendral itupun memerintahkan prajuritnya menyerang harimau besar itu,, tapi sayang semua nya terlempar hanya dengan Auman dari harimau itu,, darah keluar dari seluruh rongga kepala prajurit langit itu,,
jendral gagah itu juga bernasib sama,, telinga keluar darah dan tidak bisa menggerakkan tubuh nya,, malam berdarah itu di akhiri dengan jeritan jendral itu dimana tubuhnya sudah di makan oleh harimau besar itu.....
....
beberapa hari kemudian... di ibukota kekaisaran Wang,,
seorang remaja menggunakan caping memasuki sebuah rumah makan,, remaja itu duduk dan membuka caping nya,,
wajah tampan dengan kristal biru cerah sebesar butiran jagung di kening terlihat, membuat semua mata menatap remaja itu,, dengan tatapan kagum atas keindahan wajah remaja itu,,,
setelah beberapa saat mereka kembali kehidupan masing-masing, dan sibuk kembali dengan hidangan nya lagi...
tiba-tiba beberapa orang menggunakan caping bercadar naik kepenginapan itu,, salah seorang menatap nya,, beberapa saat..
xiao Zhou juga mulai makan sambil mendengarkan cerita orang-orang di rumah makan itu... dan juga mendengar tentang muncul nya pulau mengambang di atas danau biru,,
"aahhh orang-orang ini kebanyakan minum arak mungkin" batin xiao Zhou yang tidak percaya apa yang di dengar nya...
setelah makan xiao Zhou memesan kamar untuk menginap di rumah makan tersebut,, yang terletak di lantai tiga bangunan itu...
"aahhh akhirnya aku dapat tidur di ranjang empuk ini" ucap xiao zhou senang,, dan mulai ke alam mimpi...
.....
siang itu xiao zhou tertidur... dan terbangun saat langit mulai gelap,,,
pendengaran xiao Zhou mulai berfungsi lagi,, dan terdengar keributan di luar penginapan,, pertempuran dan jeritan terdengar dimana-mana...
xiao Zhou bangkit dari ranjang nya,, mencoba mencari tahu, melihat dari balkon kamarnya,, terlihat jalanan di penuhi prajurit istana,, yang bertempur melawan sesama prajurit istana,, yang membedakan mereka hanya pita merah yang Terdapat di lengan mereka...
"apa yang terjadi?" pikir xiao Zhou dan xiao Zhou mencoba keluar kamar nya,, tiba-tiba sudah banyak prajurit yang berjaga di lorong kamar nya,, dan menangkap serta membawa xiao Zhou kesebuah ruangan terbesar di lantai tiga bangunan tersebut....
xiao Zhou hanya mengikuti saja sambil mencari tahu apa yang terjadi...
xiao Zhou berlutut dan beberapa orang yang berada di penginapan itu termasuk pemilik penginapan itu,, seseorang duduk menggunakan caping yang xiao Zhou lihat tadi siang,, dan di beberapa prajurit sedang berbincang...
wanita yang dipanggil ratu itupun tidak bergeming wajah tidak terlihat karena masih menggunakan caping bercadar..
"biarkan saja dulu,, jika mereka ribut bunuh saja" ucap wanita yang dipanggil ratu itu...
seketika semua orang tidak ada yang berani bicara, bahkan bernafas pun sangat pelan,,
tiba-tiba seorang prajurit berpakaian sedikit berbeda masuk dan berlutut...
hamba melapor ratu Zhang,, yang mulia kaisar telah wafat... sekarang kekuatan pemberontak semakin kuat,, ucap prajurit tadi...
ratu menarik nafas dalam-dalam... "bagaimana dengan putra mahkota jendral?" tanya ratu Zhang itu
"putra mahkota masih mencoba bertahan di istana dengan sisa pasukan nya, tapi hamba rasa tidak akan bertahan lama" ucap orang yang dipanggil jendral itu...
"sebaiknya anda bersembunyi ratu, hamba takut para pemberontak itu mengetahui kalau ratu bersembunyi di sini" ucap jendral itu lagi....
"tidak jendral aku akan disini sampai akhir kau kembalilah bertugas" ucap ratu Zhang itu,, dan jendral itu pun keluar...
beberapa jam kemudian,,
jendral yang tadi itupun datang,, lapor ratu Zhang,, para pemberontak sudah menguasai istana dan membantai seluruh keluarga kaisar,, bahkan semua selirpun di bunuh oleh mereka" ucap jendral itu gugup....
wajah Ratu Zhang pun jadi memucat,
"para pemberontak itu sangat kejam bahkan selir pun mereka bunuh, sebaiknya kita pergi dari sini" ucap Ratu Zhang dan berdiri,,
baik Ratu" ucap jendral itu...
tiba-tiba terdengar keributan dari lantai bawah suara pertempuran terdengar, "serahkan Ratu Zhang" terdengar teriakan di sela-sela denting pedang yang bersahutan...
Ratu Zhang dan semua prajurit di ruangan itu, mulai bersiaga,, dan keluar dari ruangan itu,, para pemberontak yang menang jumlah, berhasil menerobos masuk ke lantai tiga,, pertempuran pun tak dapat di elakan lagi antara pasukan pengawal ratu dan para pemberontak,,,
.....
orang-orang yang tadi berlutut ikut keluar ruangan itu, dan melihat pertempuran di lorong lantai tiga bangunan itu... orang-orang yang tadi berlutut itu berhamburan mencoba menyelamatkan diri,,
namun naas pasukan pemberontak itu, tidak menginginkan siapa saja keluar dari penginapan itu dalam keadaan hidup,
Ratu Zhang perlahan mundur dan kembali ke ruangan tadi,, di mana xiao Zhou masih tetap berdiri, tak bergeming,,
"seperti kita semua akan mati disini anak muda,," ucap Ratu Zhang
xiao Zhou hanya mendengus kesal...
aku sangat sial sebenarnya aku hanya ingin melihat ibukota saja,, tapi kenapa harus terjadi pemberontak sekarang" guman xiao Zhou....
Ratu Zhang tersenyum di balik cadarnya,, mendengar ocehan xiao Zhou,, "anak muda yang malang" guman Ratu Zhang...
"sebenarnya mudah saja bagiku untuk meninggalkan tempat ini,, tapi para pemberontak itu begitu kejam,, tidak ada salahnya mengurangi jumlah mereka sedikit" ucap xiao zhou menatap Ratu Zhang.... dan mengeluarkan pedang panjang nya dan menyelipkan di pinggangnya...
Ratu Zhang sedikit terkaget mendengar ucapan xiao Zhou,,
" kau masih terlalu muda untuk bicara seperti itu bocah,, apa kau pernah membunuh orang?" tanya Ratu Zhang yang melihat tubuh xiao Zhou begitu remaja dan wajah nya yang seperti belum pernah merasakan kejam nya dunia,,
" tapi keberanian mu cukup lumayan juga,, bahkan kau terlihat sangat tenang" ucap ratu Zhang....
xiao Zhou hanya tersenyum diremehkan oleh Ratu Zhang,,
" kalau Ratu ingin tetap hidup jangan terlalu jauh dari ku" ucap xiao zhou dan melangkah ke arah lorong yang sekarang sudah di hiasi banyak mayat dan darah,,,