
gadis kecil itu mulai membuka matanya, tubuh nya tidak dapat di gerakkan karena masih begitu lemah, dan sekelebat bayangan membuat nya mampu untuk duduk sambil melihat bayangan tadi.
"Huang Fu" ucap nya lemah suara nya hampir tidak bisa di dengar.
sorot mata gadis kecil itu penuh kemarahan dan dendam yang mendalam, dan pandangan nya tidak pernah lepas dari sosok pilar langit Huang Fu yang sedang bertarung.
Xiao Zhou masih berdiri dan mulai membuat garis setengah lingkaran pada permukaan tanah di hadapan nya dengan ujung pedang panjang nya.
"lingkaran pedang kematian" guman nya pelan mata nya masih tetap terpejam
hawa pembunuh terasa begitu memenuhi tempat itu, pilar langit Huang Fu melakukan gerakan seperti awal, melambaikan tangan kanannya kearah Xiao Zhou, dan tangan kirinya menebaskan pedangnya, dan seekor ular besar yang terbuat dari ribuan pedang bergerak dengan cepat kearah Xiao Zhou
tapi kali ini Xiao Zhou dapat merasakan segel itu mendekati nya dan mulai melesat ke udara untuk menghindari nya, dan juga sesekali menyerang balik ular yang terbuat dari pedang membuat ular pedang itu hancur.
"bocah itu sudah mengetahui bahwa yang membuat nya sulit bergerak adalah segel rahasia ku, dan sekarang dia mencoba menghindari nya," batin pilar langit Huang Fu
"hahaha... bocah bodoh meskipun kau bisa melihat segel ku, dan menghindar tetap saja itu sia-sia karena kecepatan mu masih sangat lamban" teriak Huang Fu tanpa membuka bibirnya,
pilar langit Huang Fu merapatkan kedua jari kanan nya dan menggigit ujung jari tangan nya hingga berdarah dan melakukan gerakan seperti menyentil sesuatu di udara ke arah Xiao Zhou.
bammmm....
kembali tubuh Xiao Zhou terbungkus segel rahasia milik pilar langit Huang Fu, dan segel itu mulai membuat gerakan Xiao Zhou kaku, dan pakaian atas yang dikenakan nya mulai hancur terpotong-potong,
"hahaha bagaimana bocah, apa kau masih bisa menghindar, kali ini kau tidak akan selamat" ucap pilar langit Huang Fu
Xiao Zhou melipat pedang panjang nya kebelakang punggung nya, membuat ujung pedang nya menghadap ke atas, dan merapat kan kedua jari tangan kiri nya, dan meletakkan di depan bibir nya.
cahaya biru mulai muncul pada gambar tanda tambah di punggung Xiao Zhou, bibir nya mulai merapal mantra dan melakukan gerakan seperti sedang menulis di udara.
dan sebuah huruf suci kuno mulai bersinar terang berwarna kekuningan di depan tubuh Xiao Zhou.
"itu terlihat seperti huruf, aku tidak pernah melihat huruf semacam itu," batin pilar langit Huang Fu.
"hehe... bocah kau tidak akan bisa merusak segel tingkat langit milikku itu, butuh waktu seratus tahun untuk....
praaangggg...
suara pilar langit Huang Fu terputus, bibir terbuka dengan mata terbelalak, terdengar suara seperti benda pecah di udara, dan terlihat segel pilar Langit Huang Fu pecah seperti gelembung bening.
"katakan aku tidak sedang bermimpi" guman pilar langit Huang Fu suaranya hampir tidak terdengar.
"bocah kurang ajar kau sudah menghancurkan segel ku, kali ini aku akan benar-benar serius" teriak Huang Fu, bibir nya sudah mulai bergerak lagi.
blaaarrrrr.... tubuh pilar Langit Huang Fu melesat ke udara dan tubuh nya mengeluarkan energi qi yang begitu besar.
rambut nya kini sudah terurai, sorot matanya begitu marah di bawah alis panjang nya yang melengkung keatas, hawa iblis begitu terasa keluar dari tubuh pilar langit Huang Fu
"hahaha... seorang pelindung para Dewa memiliki kekuatan iblis, ini kenyataan yang sangat terbalik, aku sudah menduga nya, hahaha " ucap Xiao Zhou sambil memperlihatkan senyum lebarnya.
"aku pasti kan kau akan menyesali kebodohan mu yang sudah berani berurusan dengan ku" ucap pilar langit Huang Fu dan melesat kearah Xiao Zhou melepaskan ribuan tebasan pedang energi.
"ini sangat menyenangkan bedebah, kau sangat menghibur" teriak Xiao Zhou dan mulai menyambut serangan dahsyat dari pilar Langit Huang Fu.
traaangggg......
traannnngggg.....
sreettttsssss.....
kedua orang itu saling bertukar serangan, dan sudah tidak mempedulikan lagi luka-luka di tubuh mereka, wajah mereka menunjukkan ekspresi yang begitu menikmati pertarungan itu.
tampak dari kejauhan beberapa ular besar terbuat dari ribuan pedang saling berbelit dan menyerang tubuh kecil Xiao Zhou,
Xiao Zhou menghindar, dan sesaat mengeluarkan tebasan nya dan seekor Phoenix hitam keluar dari tebasan nya melesat menembus kepala dari ular-ular pedang itu.
pilar langit Huang Fu tiba-tiba menghilang dan muncul di atas Xiao Zhou.
"kecepatan nya tidak masuk akal," batin Xiao Zhou
jendaaaaaannnnngggggg.....
boommmmmm....
suara tubuh Xiao Zhou membentur permukaan tanah dengan keras,
uhukkkkk.... seteguk darah keluar dari bibir Xiao Zhou.
Xiao Zhou berusaha berdiri dengan bantuan pedang kematian nya, tubuh nya penuh dengan luka dalam, debu biru mulai keluar di sekujur tubuh nya.
"ini bukan kecepatan, bahkan tarian kematian ku tidak bisa membaca serangan nya, orang itu bisa muncul dimana saja" batin Xiao Zhou
"aku rasa batas kemampuan ku sudah terlihat saat ini" guman Xiao Zhou pelan, menyadari sudah tidak akan bisa menahan serangan pilar langit Huang Fu lagi.
pilar langit Huang Fu masih melayang di atas kepala Xiao Zhou, dan tubuhnya berputar sekarang kepada menghadap kebawah dan kaki dan tubuh nya lurus ke atas.
dan jari-jari tangan kanannya terbuka dan mengeluarkan cahaya dan mengarahkan ke kepala Xiao Zhou dari atas.
jederrrrt.... cahaya dari telapak tangan pilar langit Huang Fu menekan kepala Xiao Zhou dari atas membuat nya tidak dapat berdiri, posisi nya hanya setengah berlutut.
Xiao Zhou mencoba berdiri dengan bantuan bertumpu pada pedang kematian yang di tancapkan di tanah, tetapi usaha nya tidak berhasil.
"tolong lepaskan pemuda itu Huang Fu" ucap gadis kecil itu tapi tidak ada suara yang keluar dari bibir nya dan mencoba mendekati kearah dua orang itu,
Huang Fu mendarat tidak jauh di hadapan Xiao Zhou.
"kau cukup menghibur bocah kecil, sudah lama aku tidak bertemu lawan yang bisa melukai ku, hanya kau bisa yang melakukan nya, walaupun lukaku ini sangat ringan" ucap pilar langit Huang Fu.
"apa ini? kau seperti begitu terkejut melihat kemampuan ku, apa penguasa ke 15 tidak mengetahui apa itu teleportasi?" tanya pilar langit Huang Fu
"apa? itu teleportasi? pantas saja tarian kematian ku tidak bisa membaca nya, tarian kematian tidak bisa membaca orang yang tidak ada di tempat ini, dia hanya sesekali muncul di samping ku, dan melepaskan serangan nya, teleportasi aku membenci mu" batin Xiao Zhou
"hahahah... kau benar-benar pengecut, aku sedikit meragukan kemampuan mu bertarung" ucap Xiao Zhou mencoba mengulur waktu untuk mengobati luka dalam nya, dan mengumpulkan energi qi nya lagi.
"baiklah bocah... ini adalah jurus terakhir ku, belum ada yang bisa selamat dari ini sebelum nya" ucap pilar langit Huang Fu.
pilar langit Huang Fu mengangkat pedang nya dengan tangan kirinya, dan mengalirinya dengan cahaya hijau kekuningan
"ini adalah jurus sembilan neraka tingkat tertinggi, dan terkuat setiap aku mengeluarkan nya nyawa seseorang pasti tercabut, kau tidak bisa bergerak lagi, karena kau tergencet segel, semakin bergerak kau semakin tertekan" ucap pilar langit Huang Fu, dan melepaskan pedang di tangan kiri nya.
pedang sembilan neraka itu bergerak berlahan kearah jantung Xiao Zhou.
"hahaha... selamat tinggal bocah kecil, walaupun tubuh mu sangat keras, dan pedang ini tidak dapat melukai kulit mu, tapi jurusku ini akan mengambil jiwa mu, andai saja kau mau menjadi pelayan ku, aku akan mengampuni mu, ini sangat di sayangkan," ucap pilar langit Huang Fu.
gadis kecil itu berlari sekuat tenaga dan mendekati Xiao Zhou,
"tidakkkk.... aku mohon lepaskan penolong ku ini" ucap gadis kecil itu tapi kakinya begitu lemas, dan terjatuh mata menatap Xiao Zhou penuh penyesalan
"maafkan aku bocah, kau harus berakhir seperti ini karena menolong ku" ucap gadis kecil itu
Xiao Zhou hanya mengangguk dan tersenyum,
"tidak apa-apa nona, aku bukan orang yang takut menghadapi kematian ku, aku senang bisa menolong mu nona, jika waktu bisa di putar aku akan terjun ke sumur itu lagi, dan mengeluarkan mu dari tempat keji itu lagi dan lagi" ucap Xiao Zhou tenang.
"tidakkk bocah bodoh, kau tidak boleh berakhir seperti ini," ucap gadis kecil tangan nya mengepal dan menghantam tanah karena kesal dirinya tidak mampu melakukan apa-apa.
pedang sembilan neraka sudah begitu dekat dengan Xiao Zhou,
"ini adalah hari terakhir ku, energi ku sudah terkuras, aku tidak bisa mengeluarkan jurus Phoenix abadi ku lagi," aahhh... malam yang indah untuk mati" guman Xiao Zhou menatap bulan biru yang sudah sedikit meredup.
traaangggg.....
seorang wanita berlutut di hadapan Xiao Zhou dan membelakangi nya, sebuah pusaka berbentuk bulan separuh, keluar dari punggung nya dan mencoba menghalangi pedang itu, tetapi sayangnya pusaka milik wanita itu hancur berkeping-keping, dan pedang itu menembus jantung wanita cantik itu, dan pedang itupun menghilang.
darah segar pun menyembur dari tubuh wanita itu,
aahhhkkk....
terdengar teriakan keluar dari bibirnya, dan wanita cantik itu pun terbaring, dengan darah keluar dari dada nya.