Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
kekaisaran song


di salah satu kamar pengawal untuk Puteri Ming Mei.


Xiao Zhou memperhatikan lencana pemberian puteri Ming Mei dengan teliti,


"kakek tungku batu apakah lencana ini bisa digunakan?" tanya xiao zhou.


"tentu saja tuan dia bagian jiwa yang paling dekat dengan ku," ucap tunggu batu di kepala Xiao Zhou.


"kakek tungku... bagaimana cara menggunakan nya?" tanya Xiao Zhou lagi.


"sama seperti yang lain nya, teteskan darah mu pada lencana itu, jika dia mau menjadi pengikut mu dia akan bicara padamu, tapi jika tidak dia tidak akan bicara sama sekali," ucap tungku batu,


Xiao Zhou mengikuti petunjuk dari tungku batu, dan mengeluarkan pedang kematian nya dan mencabut pedang itu beberapa centi, dan menggoreskan jempol nya, di mata pedang itu, darah pun mulai menetes, dan meneteskan di permukaan lencana tersebut.


"lencana itu tidak bereaksi apa," batin Xiao Zhou menyerah dan meletakan nya di atas meja,


"mungkin dia tidak mau mengikuti kakek," ucap xiao zhou dengan wajah kecewa.


"seperti nya tuan tidak berjodoh dengan saudaraku itu, kau simpan saja tuan lencana itu, akan sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah," ucap kakek tungku batu.


"baiklah kakek" ucap Xiao Zhou seperti orang gila bicara sendiri karena tungku batu ada di dalam cincin nya.


"aku tadi meletakan lencana itu disini" guman Xiao Zhou.


tiba-tiba ada suara di dalam pikiran nya,


"aku adalah penguasa alam Him Sui dan kau adalah tuan ku yang kedua, walaupun kau bukan orang yang suka menolong, setidak nya kau bukan orang yang keji dan aku memilih mu menjadi tuanku, karena aku percaya kau tidak akan menghancurkan alam Him Sui ku yang sudah ku rawat jutaaan tahun," ucap suara itu.


"apakah kau suara lencana itu?" tanya Xiao Zhou.


"anak kecil sebaik nya kau bicara yang penting saja jangan terlalu suka berbasa basi" ucap token itu,


"kau sendiri bicara begitu banyak yang tidak aku mengerti dasar lencana bodoht," batin Xiao Zhou.


"hemmm... anak ini, baiklah aku terangkan aku harap otak mu yang kecil itu akan mengerti" ucap lencana itu.


"aku sudah masuk ke dalam tubuh mu," ucap lencana itu.


"apa itu alam Him Sui?" tanya Xiao Zhou


"baiklah pejamkan matamu fokus dengan apa yang aku ajari" suara lencana itu, dan dalam pikiran Xiao Zhou masuk sebuah mantra dan gerakan.


Xiao Zhou merapal sebuah mantra dan jari tangan kanan nya melakukan gerakan seperti membuat segel formasi. dan menyentuhkan tangan nya kedepan, tiba-tiba terdapat sebuah gerbang dimensi tercipta dan membuka nya.


Xiao Zhou pun masuk kedalam nya, dan betapa kaget nya pemuda itu di hadapan nya kini membentang sebuah hutan, yang begitu luas, terlihat danau, dan juga sebagian yang mirip lautan.


"inilah alam Him Sui, disini hanya terdapat tumbuhan dan binatang roh, tidak ada manusia di sini, waktu disini adalah satu hari di bumi sama dengan 100 tahun di sini, hanya dirimu yang bisa masuk ke alam ini, karena aku sudah menyatu dengan tubuh mu," ucap lencana itu.


***


Hari itu Puteri Ming Mei dan Xiao Zhou berangkat ke kekaisaran song, untuk mengunjungi bibi dari Puteri Ming Mei yang di nikahi adik bungsu Kaisar Song.


di kawal puluhan pengawal dengan kemampuan tinggi dan seorang pendekar suci, serta beberapa pelayan wanita.


....


perjalanan ke kekaisaran Song membutuhkan waktu satu bulan, tak ada hambatan bagi rombongan ini, hanya sesekali saja ada perampok yang bernasib naas bertemu seorang pendekar suci.


Mereka sampai di kekaisaran Song dan di sambut Kaisar Song sendiri, dan mereka melanjutkan perjalanan ke kediaman bibi dari Puteri Ming Mei.


....


Mereka di sambut wanita yang begitu cantik berusia sekitar 35 tahun, wanita itu bernama Xia xhialun merupakan adik dari mendiang ibu Puteri Ming Mei.


"Bibi lun lama tak berjumpa," ucap Puteri Ming Mei,


"mei'er kau tumbuh dengan sangat cantik," ucap Xia xhialun.


mereka berpelukan dan berbincang setelah makan malam mereka semua beristirahat.


sudah beberapa hari Puteri Ming Mei di kediaman bibi nya, terlihat ada sedikit kejanggalan, suami dari bibi nya tidak pernah terlihat.


"bibi apa boleh aku mengajak temanku," ucap Puteri Ming Mei.


Xia Xhialun mengerutkan keningnya,


"teman? baiklah Mei'er... kau boleh mengajak teman mu itu," jawab bibi lun.


"bibi lun kemana paman?" tanya Puteri Ming Mei lagi.


"paman mu sedang ada keperluan perdagangan keluar pulau," ucap Xia xhialun, dengan tatapan kosong.


***


keesokan harinya.


di lantai lima rumah makan mewah dan sekaligus penginapan di pinggiran kota Hangdu mereka di jamu oleh keluarga Wang.


Wang Qibo adalah nama pria berusia 60 tahun dengan kulit legam dan tubuh kekar, matanya begitu lebar, dengan kumis dan janggut nya yang lebat, tampak sedikit bulu di punggung tinju nya, mata nya tanpa bekedip menatap tubuh dua wanita tamu nya itu.


"ada sesuatu yang tidak benar," guman Xiao Zhou yang melihat sorot mata Wang Qibo, dan menatap ke arah Xie Wei jin pendekar suci yang menjadi pengawal Puteri ming mei saat ini, menggantikan komandan Li setelah penyerangan Puteri Ming Mei beberapa bulan lalu.


Xie Wei jin pun menganggukkan kepala sependapat dengan Xiao Zhou.


Xiao Zhou dan Xie Wei jin berdiri di belakang agak jauh tempat kedua wanita itu makan.


Setelah makan malam mereka berbincang,


dan tiba-tiba ratusan orang sudah mengepung rumah makan itu.


"kalian mau apa?" tanya Xia Xhialun menatap benci ke arah Wang Qibo, seperti mereka sudah bermusuhan cukup lama.


"aku sudah tidak tahan lagi malam ini saat nya kau melayani ku," ucap Wang Qibo


"kalian bertiga boleh pergi, dan tinggalkan nyonya lun disini, kami tidak ingin ada urusan dengan kaisar Ming," ucap Wang Qibo lagi.


"ahhhhkkk...." Xia xhialun memegang perutnya,


" apa kau meracuni kami?" ucap Xia Xhialun, yang merasakan sakit saat menggunakan qi nya.


"kalian hanya terkena racun pelemah qi, tidak akan membunuh kalian, kalian hanya tidak bisa mengeluarkan qi dalam 1 hari, dan tubuh sedikit lemas," ucap Wang Qibo.


Puteri Ming Mei dan Xia Xhialun kesulitan berdiri sehingga harus di papah oleh xiao zhou dan Xie Wei jin.


"sebaiknya kalian pergi dari sini," ucap Xia Xhialun.


"keparat itu hanya menginginkan ku," ucap Xia Xhialun lagi.


"tidak bibi lun kami akan membawa mu pulang," ucap Puteri Ming Mei sambil meringis menahan sakit di lambung nya.


"hahaha kalian tidak akan bisa membawa wanitaku hari ini, kami akan bersenang-senang di penginapan malam ini," ucap wang qibo, dengan wajah penuh *****.


"kalian cepat tangkap wanita itu," pengawal itu pun mulai menyerang ke arah Xiao Zhou dan tetua Xie Wei jin.


jumlah mereka terlalu banyak dan semua setingkat pendekar raja tingkat akhir.


pertarungan sengit pun terjadi beberapa pengawal Wang Qibo terbunuh,


"Xiao Zhou bawalah bibi lun pergi dari tempat ini, aku percaya dengan kecepatan mu, mereka tidak akan melukai kami," ucap Puteri Ming Mei, yang pernah melarikan diri dan gendong Xiao Zhou.


Xiao Zhou mengangguk,


"tetua Xie... jaga Puteri Ming Mei," ucap Xiao Zhou dan menggendong Xia Xhialun yang tubuh nya terlihat lemas, dan melesat keluar jendela, dengan jurus menapak Mega milik nya tidak ada diantara mereka yang mampu mengejar nya.


"kejar mereka bodoh," ucap Wang Qibo


dengan marah dan meniggalkan tetua Xie Wei jin dan Puteri Ming Mei.


Xiao Zhou sempat mengecoh mereka dan kembali ke arah rumah makan itu dan melihat dari jauh Puteri Ming Mei tidak ada yang menggangu, xiao zhou pun melesat menjauh dari ibukota, dan beberapa pengawal Wang Qibo terlihat mengejar nya, dan tiba-tiba muncul seseorang yang memiliki kekuatan pendekar legenda, mampu mengimbangi kecepatan nya, membuat Xiao Zhou terus berlari.


****