
sudah beberapa bulan sejak mimpi buruk Xiao Zhou.
Xiao Zhou berdiri di tempat tertinggi di istana nya dan menatap ke halaman belakang istana nya, beberapa pria sepuh sedang menimang bayi, sesekali para dayang pengasuh menghampiri mereka dan membantu menenangkan bayi-bayi kecil itu.
wajah Xiao Zhou terlihat begitu gundah, entah apa yang ada dalam pikiran nya,
"selama ini aku sudah berusaha begitu keras berlatih, tapi hasilnya jauh dari yang aku harapkan, pedang semesta bisakah kau memberi ku saran?" batin Xiao Zhou.
"tuanku akhirnya kau bertanya juga, baiklah saat ini kau hanya naik satu tingkat kultivasi, jika dilihat pada umumnya ini adalah hal yang menggembirakan, tapi saat ini lawan yang akan tuanku hadapi jauh di atas tuanku, jadi hasil ini begitu mengecewakan, tuanku... untuk lebih mudah menyerap jurus pedang tanpa tuan, sebaiknya anda mengetahui inti dari jurus-jurus tingkat dewa, itu akan mempermudah untuk memahami lawan anda," ucap pedang semesta.
Xiao Zhou mengangguk, dan mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh pedang semesta.
"katakan pedang semesta dimana aku bisa mempelajari kitab dari jurus-jurus pedang tingkat Dewa itu? apa Dewa Pengetahuan memiliki nya?" tanya Xiao Zhou.
"tidak tuanku, jurus-jurus pedang tingkat Dewa yang ada di alam Langit hanyalah saduran, jurus-jurus itu hanya warisan dari zaman dewa pertengahan, banyak inti ataupun rahasia dari jurus itu tidak di wariskan, jadi sebaiknya anda belajar dari kitab asli nya, dan kitab asli nya ada pada dewa pertengahan," ucap pedang semesta.
"pedang semesta aku akan menelan mu hidup-hidup jika kau terus berputar-putar seperti ini," batin Xiao Zhou kesal.
"ketidak sabaran adalah salah satu kelemahan manusia, baiklah tuan manusia ku, anda bisa menemukan kitab aslinya di pulau tingkat ke dua," ucap pedang semesta tidak kalah kesal.
"itu jauh lebih baik pedang semesta, tapi bagaimana bisa ada Dewa zaman pertengahan di pulau tingkat ke dua?" tanya Xiao Zhou lagi.
"Dewa pertengahan musnah karena kesombongan dan keserakahan mereka tuanku, mereka bertempur menunjukkan siapa terbaik dari mereka, dan pertempuran tidak pernah berhenti, dan menuju ke arah penghancur peradaban, dan beberapa klan terkuat saat itu melihat kehancuran itu, mengurung diri mereka di sebuah pulau, dan mengunci pulau itu dari dunia luar, dan semakin lama mereka semakin bodoh dan terlalu percaya diri dengan kemampuan mereka, dan mereka tidak pernah belajar.
klan-klan itulah yang tersisa dari zaman pertengahan, dan sekarang mereka di sebut klan Dewa Yang terlupakan," ucap pedang semesta.
"klan Dewa Yang terlupakan," guman Xiao Zhou sambil mengerutkan keningnya.
"tapi sebelum pergi ke tempat itu, ada satu hal yang perlu aku lurus kan saat ini." guman Xiao Zhou lagi.
"kakak ipar... kita sudah melewati garis yang kita buat, aku tahu dia sudah memiliki kekasih, tetapi jika dia menginginkan, aku siap bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan," batin Xiao Zhou.
musim dingin tahun itu udara terasa begitu kering, tampak pepohonan sudah mulai mengugurkan sedikit daun yang berwarna coklat, dan tampak warna tanah dan rumput hampir sewarna coklat kekuningan.
Dan sore itu kekediaman kepala desa Lou Fang, terlihat seorang wanita dewasa dengan rambut di gelung seadanya, bertingkah seperti anak kecil yang menginginkan mainan, yang tidak di belikan oleh ayahnya.
Seharian ini Jung min Ha terlihat uring-uringan dan marah-marah setiap bicara dengan ayah angkat nya. beberapa helai rambut menutupi wajah, dan tengkuk leher nya yang jenjang, memperlihatkan jika wanita itu sedang dalam suasana hati yang buruk.
ucapan wanita itu sangat terbalik dari apa yang terlihat di dapur nya, wanita itu bahkan belum memasak sama sekali.
"aahhhh... Puteri ku belakangan ini kau selalu ingin membawa makanan kepada penguasa, tapi Puteri ku saat ini penguasa tidak boleh di ganggu, tidak ada yang di izinkan menemui nya, sudahlah Puteri ku ayah akan memakan semua masakan mu yang lebih itu, kau tenang saja, hehehe." ucap Lou Fang sambil mengelus jenggotnya.
Jung Min Ha masuk ke dalam dapur dengan hawa pembunuh begitu pekat keluar dari tubuh nya.
prannkkkkk... terdengar seperti benda terlempar, membuat wajah Lou fang sedikit memucat, dan menelan ludah nya.
trak....takk... trakkk.takkk....
suara pisau memotong sayuran dengan kencang, mata Jung Min Ha terlihat kosong menatap kedepan, tanpa melihat hasil potongan sayuran nya.
"aahh... kenapa sulit sekali menemui bocah itu sekarang, semenjak hari itu kami bahkan tidak pernah bertemu sekali pun, apa yang sedang dilakukan nya?" batin Jung Min Ha, pisau di tangan nya masih bergerak sembarang memotong apapun di bawah nya.
"Puteri ku kau sudah mematahkan dua pisau kita dari kemarin," ucap Lou Fang sedikit gusar akan tingkah Puteri nya.
"ayah angkat, bisakah ayah mencarikan aku ayam di tempat paman Rui di desa bul-bul, seperti nya kita kehabisan daging," teriak Jung Min Ha dengan nada tinggi dari arah dapur, seakan ayah angkat nya berapa di ujung pulau.
seorang pemuda memasuki gerbang kepala desa Lou Fang, dan keningnya sedikit berkerut mendengar teriakan-teriakan kesal dari Jung Min Ha.
"aahhh... penguasa kau datang ke tempat ku, sebaiknya kita bicara di tempat lain, hari ini Puteri ku sedang marah-marah." terdengar suara Lou Fang sedang berbicara dengan seseorang membuat jantung Jung Min Ha seperti berhenti berdetak, tangan nya gemetaran, wajah nya terasa terbakar karena malu bercampur bahagia, orang yang sangat ingin di temui nya kini tiba-tiba saja sedang mendatangi nya.
"tunggu," suara Jung Min Ha tidak dapat keluar dari bibirnya.
kaki nya berlari ke arah luar sambil merapikan rambutnya, langkah nya berhenti saat melihat Xiao Zhou berdiri di halaman dan sedang menatap ke arah nya. bulir-bulir keringat membasahi kening dan leher panjang gadis cantik itu, ketiga nya terlihat begitu kaku,
"penguasa kita sebaiknya pergi dari tempat ini," bisik Lou Fang agar suara nya tidak terdengar oleh Jung Min Ha.
Lou Fang menatap sekilas wajah merona Puteri angkat nya, dan tidak mengerti maksud dari wajah itu, tangan nya memegang lengan Xiao Zhou dan ingin menarik nya, sebelum Puteri nya melempar isi dapur ke arah mereka.
Xiao Zhou yang kedatangan nya ingin bertemu Jung Min Ha, hanya diam kedua tangan nya di belakang punggung nya, menunggu di persilahkan masuk oleh Lou Fang.
di sisi lain Jung Min Ha yang merasa malu karena peristiwa malam itu tidak berani bicara, hanya sesekali mencuri pandang ke arah Xiao Zhou, dan berharap agar ayah nya mempersilahkan Xiao Zhou masuk.
ehemmm.... Xiao Zhou hanya berpura-pura batuk, menunggu di persilahkan masuk.