
sore dua pasangan sedang menikmati matahari yang mulai tenggelam, mereka duduk berempat di belakang rumah mewah sambil menatap ke arah telaga indah tidak jauh dari tempat mereka.
jalan terbuat bata abu-abu yang di hiasi semak yang terawat di pinggiran nya tampak begitu serasi menuju telaga tenang itu, dua orang pelayan tua mulai menyalakan lentera di sepanjang jalan turunan itu, meski langit belum gelap.
"aku begitu menyukai senja di tempat ini, uhukkk...," ucap Park Min Ji wajah nya terlihat semakin pucat.
"kakak Min Ji bagaimana keadaan mu?" tanya Park Geun Soo sambil meremas lembut jemari indah sepupu nya itu.
Park Min Ji hanya tersenyum tipis, bibir nya yang terlihat begitu lembut seperti di paksakan melengkung,
"dengan hawa panas di ruangan ku, aku merasa jauh lebih baik adik," ucap Park Min Ji berbohong.
Kim bong Goo terlihat mulai berhasil mendekati Park Geun Soo, kedua tidak segan-segan saling memegang tangan, dan saling merajuk.
"ji'a bagaimana jika kita jalan-jalan sebentar," ucap pangeran ke empat memegang tangan Park Min Ji.
Park Min Ji hanya mengangguk lemah, dan kedua nya pun meninggalkan pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.
"ji'a... sesampainya di kekaisaran Yunha, kita akan mencari tabib terbaik, aku juga akan menceraikan ke 10 istriku dan aku akan menjadi milik mu seorang," ucap pangeran ke empat yang mengetahui jika Park Min Ji begitu kesal saat di angkat menjadi Selir.
Selir Park Min Ji berbalik kedua nya saling menatap,
"pangeran... sebaiknya kau urungkan niat mu itu, kau tahu sendiri aku sakit, lagipula aku adalah mantan selir ayah mu, aku seperti ibu mu, dan kesepuluh istri mu akan begitu terpukul," ucap Park Min Ji.
"tidak ji'a.... aku begitu mencintaimu sejak kita pertama bertemu, dan jangan lupa kau sudah berjanji jika kita akan menikah setahun lagi, aku tidak ingin membahas nya lagi," ucap pangeran ke empat.
"kau benar pangeran... aku tidak akan mengingkari janji ku, tapi aku harap kau memikirkan nya lagi," ucap Park Min Ji datar.
"terimakasih ji'a.... aku begitu bahagia mendengar saat kau menerima perasaan ku, aku berjanji akan membahagiakan mu," ucap pangeran ke empat.
pangeran ke empat memeluk pinggang kekasihnya itu dan mendekatkan wajahnya ke arah Park Min Ji, tetapi wanita itu mengangkat telunjuk nya dan meletakkan di bibir pangeran ke empat, dan menggelengkan kepalanya.
"he.. eh.... bersabarlah pangeran... hari ini aku sedikit lelah," ucap Park Min Ji dan melangkah menjauhi pangeran ke empat.
tampak beberapa orang sedang menuju ke arah pasangan serasi itu, dan pangeran ke empat begitu kesal karena orang-orang yang datang itu mengganggu kesenangan nya, dan terpaksa harus meninggalkan Park Min Ji karena teman-teman nya adalah orang-orang penting di kekaisaran itu.
"ji'a.... sebaiknya kita masuk, teman-teman ku sudah datang," ucap pangeran ke empat.
"pergilah pangeran.... aku ingin di sini sebentar." ucap park Min Ji dan menelusuri pinggiran telaga tenang itu.
Park Min Ji mulai mendengar seperti suara gaduh, dan tawa dari dermaga di balik semak-semak.
"aaahhh.... adik Xiao, kau begitu sial, sudah seharian kita memancing, dan kami sudah mendapat beberapa ikan, kau bahkan sama sekali tidak mendapat apa-apa," ucap salah seorang pelayan laki-laki yang biasanya datang hanya untuk membersihkan taman.
"kau benar paman, hari ini aku begitu sial," ucap Xiao Zhou, yang masih sibuk dengan alat pancing nya.
Selir Park Min Ji memiringkan wajahnya, matanya yang lebar dengan bulu mata lentik menatap Xiao Zhou lebih lekat,
"pantas saja adik sepupu begitu terobsesi, wajah itu akan dengan mudah di gilai para gadis muda, mungkin jika aku masih remaja akan berusaha mencuri perhatiannya," guman nya begitu pelan.
Selir Park Min Ji mengejap-ngejap kan mata nya,
"demi Dewa.... apa yang telah aku pikirkan, tapi masa remaja adalah masa-masa terindah," batin Selir Park Min Ji dan mendekati para pelayan pria itu.
"nyonya...." ucap salah seorang pelayan mengetahui kedatangan Park Min Ji dan membungkuk kepalanya dan di ikuti oleh semua orang termasuk Xiao Zhou.
"eehemm...." cuma itu yang keluar dari bibir wanita cantik itu, dan melangkah lebih dekat ke arah mereka.
"kau ikut aku, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Selir Park Min Ji menunjuk Xiao Zhou.
semua pelayan menatap ke arah Xiao Zhou, dan menyenggol bahu Xiao Zhou agar segera mengikuti Selir Park.
"aku? baik nyonya," ucap Xiao Zhou dan mengekor di belakang wanita itu menjauh dari para pelayan lain nya, yang menatap Xiao Zhou dengan sorot kasihan.
"apa adik Xiao melakukan kesalahan?" guman salah satu teman memancing Xiao Zhou.
Park Min Ji duduk di sebuah batu, dan menatap ke arah matahari yang setengah tenggelam.
"cukup kau jawab pertanyaan ku saja, dan jangan balik bertanya kepada ku, dan aku ingin jawaban yang jujur, aku tidak akan memaafkan pembohong," ucap Park Min Ji dengan wajah datar.
Xiao Zhou hanya mengangguk, hanya menatap ujung sepatu nya.
"uhukkkk.... eehemmm... katakan bagaimana hubungan mu dengan sepupu ku nyonya Park Geun Soo?" tanya wanita itu, seperti sedang mengatur nafasnya karena batuk nya.
"kami hanya berteman nyonya," ucap Xiao Zhou.
"berteman? haha... kau pasti sedang bercanda, jawab aku!! bisakah seorang bangsawan dan pelayan berteman?" tanya Park Min Ji dengan nada mencemooh.
"nyonya.... aku sudah berusaha...." suara Xiao Zhou terputus.
"cukup..." ucap Park Min Ji menatap tajam Xiao Zhou
"jawab saja pertanyaan ku," ucap Park Min Ji lagi sambil mengangguk, seperti mempersilahkan remaja itu untuk menjawab.
"tidak nyonya," ucap Xiao Zhou, menundukkan kepalanya lagi
Park Min Ji melihat wajah Xiao Zhou yang tertunduk itu, membuat nya mulai merasa kasihan dan menghela nafas nya, dan merapat bibir merah pucat nya.
"sejujurnya aku melakukan ini demi kebaikan mu, aku mengerti kau dalam usia yang sedang panas-panasnya, dan ingin mengetahui hal-hal tentang wanita, tapi sepupu ku bukan lah orang yang tepat, sebaiknya kau cari wanita sebaya dan sederajat dengan mu," ucap Park Min Ji
"aku mengerti, terimakasih" ucap Xiao Zhou
"apa? terimakasih? tatap mataku anak muda apa kau sedang kesal aku bicara seperti ini padamu?" tanya Park Min Ji dengan senyum tidak percaya.
"sejujurnya iya nyonya, aku kesal," ucap Xiao Zhou.
mata Park Min Ji sedikit melebar,
"kau begitu jujur rupanya, kau begitu menuruti perintah ku, baiklah katakan kenapa kau kesal?" tanya Park Min Ji, mulai meninggikan nada bicaranya.
"aku kesal karena nyonya mengatakan hal-hal yang tidak penting untuk ku," ucap Xiao Zhou menatap tenang mata Park Min Ji.
"kau?? hahaha... demi dewa aku tidak percaya apa yang ku dengar ini, dan hal terburuk nya aku mendengar dari seorang pelayan, uhukkk..." guman Park Min Ji menatap ke atas dengan senyum di satu sudut bibir saja.
"hal-hal tidak penting? baiklah aku juga tidak ingin bicara dengan orang tidak penting seperti mu," ucap Park Min Ji lagi sambil menahan dada nya yang ingin terbatuk lagi, dan melompat dari tempat duduknya, bersiap meninggalkan tempat itu.
namun tiba-tiba pandangan nya kabur dan hampir terjatuh, Xiao Zhou yang melihat itu dengan cepat memegang bahu Park Min Ji agar tidak terjatuh.
kedua tangan Xiao Zhou memegang bahu wanita itu kepala nya yang lemas dan rebah di pundak Xiao Zhou.
"nyonya Park?" ucap Xiao Zhou mencoba membangun wanita itu, namun wanita itu masih terpejam sambil mengerutkan keningnya.
"aahhh tidak... aku benci ini," ucap Xiao Zhou lagi.
Xiao Zhou melepaskan tangan kanan nya di bahu wanita itu, dan jemari nya bergerak dan kadang menekan di tulang punggung Park Min Ji, seperti sedang mengukur jari-jari Xiao Zhou bergerak sedemikian rupa terus ke atas, dan terakhir menotok tengkuk wanita itu, karena bahu Park Min Ji di lepaskan oleh Xiao Zhou maka tubuh nya yang lemas jatuh di pelukan Xiao Zhou, dan dengan sigap Xiao Zhou kini sepenuhnya memeluk pinggang ramping park Min Ji.
Xiao Zhou membiarkan beberapa saat posisi itu, hampir lima menit Park Min Ji dalam posisi seperti itu, sekarang tampak wajah nya tidak mengerutkan kening lagi, nafas nya mulai terdengar teratur, mata nya perlahan terbuka, tubuh nya terasa begitu nyaman kepalanya bersandar di dada Xiao Zhou dan memejamkan matanya kembali, untuk beberapa saat.
"tubuh ku terasa segar, pelukan remaja ini terasa begitu nyaman, dan mendamaikan," batin Park Min Ji
"pelukan?" batin nya lagi
hanya dalam hitungan detik kesadaran kembali pulih dan menyadari jika dirinya dalam pelukan remaja yang baru saja bertengkar dengan nya membuat mata Park Min Ji melebar, dan seketika mendorong tubuh Xiao Zhou.
"kau? pelayan kurang ajar," guman Park Min Ji.
plaakkkkk.....