
saat nya kau mati bocah pengacau" ucap pilar langit Huang Fu.
tebasan-tebasan pedang bercahaya itu membentuk beberapa ular dan mendekati tubuh Xiao Zhou.
*****
diwaktu yang sama, di pulau keseimbangan.
aaahhhhkkkkkkkk.......
mmmmmmsssss........
teriakan Yun Li Wei memenuhi ruangan, bahkan sampai terdengar dari ruangan keluarga di lantai tertinggi di istana ke 15.
"tarik nafas dalam-dalam kakak Yun" ucap Li Mei yin.
Yun Li Wei mengikuti ucapan Li Mei yin, dan menarik nafas nya dalam-dalam, keringat terlihat mengucur dari wajah dan tubuhnya,
"bagus kakak Yun, bertahanlah sebentar lagi bayi mu akan segera keluar, aku akan melihat kakak Yumiko dulu" ucap Li Mei yin.
"aaahhh.... " Yun Li Wei hanya mengangguk.
"apa suami kita belum datang?" tanya Yun Li Wei
"suami kita sebentar lagi pasti datang kakak Yun, tenang lah" ucap Li Mei yin mencoba menenangkan Yun Li Wei dan meninggalkan ruangan itu, dan masuk ke ruangan di sebelah nya, di mana terlihat Yumiko dalam keadaan yang hampir sama.
para tabib dan dayang kepala, terlihat begitu sibuk menyiapkan segala sesuatunya.
"apa kalian berjanji melahirkan di waktu bersamaan?" guman Li Mei yin sambil memeriksa bagian bawah Yumiko yang berbaring di ranjang dengan kedua kaki di tekuk dan melebar.
semua istri Xiao Zhou menunggu di ruang keluarga di lantai empat, wajah mereka terlihat khawatir.
"tuan dewa Fei yu bisakah tuan mencari zhou'er?" tanya Xue menatap Fei yu yang duduk tidak bicara sedari tadi.
"tentu saja kakak Xue, aku akan menyeret pemuda berandalan itu ke sini" ucap Fei yu dan melangkah keluar ruangan itu dan di ikuti Yang Tian.
"apa yang kau lakukan? sebaiknya kau tetap disini" ucap Fei yu melarang Yang Tian mengikuti nya.
Yang Tian hanya mengangguk dan kembali duduk di pojok ruangan itu.
Fei yu keluar gerbang pulau keseimbangan dan akan melesat ke udara sampai seorang pria sepuh menghalangi nya.
"sebaiknya kau tidak mencari nya sekarang" ucap pria sepuh itu yang tidak lain adalah dewa pengetahuan.
"apa maksud mu paman?" tanya Fei yu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap dewa pengetahuan.
"hemmm.... saat ini zhou'er sedang bertarung antara hidup dan mati menghadapi pilar langit Huang Fu, sebaiknya kau tidak membantunya" ucap Dewa Pengetahuan.
"apa ini? pilar langit Huang Fu? apa kau sudah gila? apa paman pikir bocah itu akan mampu menghadapi pilar langit Huang Fu?" tanya Fei yu bertubi-tubi seperti tidak percaya jika Dewa Pengetahuan menghentikan nya.
"Zhou'er tentu saja tidak mampu menghadapi seorang pilar langit, setidaknya untuk saat ini, tapi kau tenang lah Fei yu, bocah itu telah membantu kekaisaran Langit, dan kesulitan nya saat ini juga di sebabkan karena membantu kekaisaran langit, jadi Kaisar Langit sudah menyiapkan orang untuk membantu nya kali ini" ucap Dewa Pengetahuan sambil mengelus jenggotnya.
"seseorang? aku harap orang itu cukup bagus menghadapi pilar langit Huang Fu" ucap Fei yu
"hemmm... aku rasa juga seperti itu, selain para penjaga pulau, saat ini hanya lima orang di seluruh alam yang memiliki kemampuan setara dengan pilar langit Huang Fu, dan yang lebih penting lagi orang itu harus mampu mengintimidasi pilar langit Huang Fu, agar tidak ada kehancuran yang parah di alam tengah ini" ucap Dewa Pengetahuan.
Fei yu hanya mengangguk, dan mereka berdua masuk kembali ke pulau keseimbangan
"aku harap paman bisa memberi tahu semua istri bocah itu tanpa membuat mereka khawatir" ucap Fei yu sambil berjalan beriringan dengan Dewa pengetahuan.
secara tiba-tiba angin berhembus kencang, dan air danau biru yang tadinya begitu tenang sekarang bergejolak hebat, tapi tidak ada bangunan yang hancur karena badai sesaat itu.
Dewa pengetahuan menatap sekeliling nya, dan mulai memainkan ujung kuku nya, sambil mengangguk dan tersenyum.
"ini pertanda bagus.... hehehe sangat bagus" guman nya dan membuat Fei yu sedikit bingung.
semua istri Xiao Zhou berkumpul dan memberi selamat kepada Yun Li Wei atas kelahiran bayi nya.
"bagaimana dengan adik Yumiko?" tanya Yun Li Wei sambil menggendong bayi nya.
"adik Yumiko baru saja memiliki bayi laki-laki, sama seperti mu kakak Yun" ucap Xue sambil membelai pipi bayi lucu milik Yun Li Wei.
"aku juga ingin memiliki bayi seperti mu kakak Yun" ucap Kim Yun sambil menciumi gemas bayi di pelukan Yun Li Wei.
"adik Kim tentu saja kau akan memiliki nya kelak, bersabarlah" ucap Yun Li Wei sambil tersenyum.
"tapi kakak Yun kau tidak mendapat inti darah suami kita bagaimana kau bisa hamil?" tanya Kim Yun yang masih saja mengganggu tidur bayi itu.
"nyonya Yun memiliki hawa yang sama dengan hawa yang ada di tubuh suami kalian, jadi walaupun tidak sekuat pondasi tubuh suami kalian, tetapi rahim nyonya Yun mampu menahan bayi dari zhou'er." ucap Dewa Pengetahuan yang sudah berada di kamar tempat Yun Li Wei bersalin.
"nyonya boleh kah aku?" ucap Dewa Pengetahuan, sambil mendekati Yun Li Wei yang masih setengah berbaring lemah dan bersandar di kepala ranjang itu.
"tentu saja kakak Chan," ucap Yun Li Wei sambil menyerahkan bayi nya.
Dewa pengetahuan kini menggendong bayi Yun Li Wei, mata nya sedikit melebar menatap tajam kearah bayi itu.
"otak bayi ini sedikit berbeda, bayi ini akan menjadi sangat pintar, hemmm... seorang jenius baru saja terlahir di alam tengah" batin Dewa Pengetahuan tersenyum.
****
di pinggiran tebing curam, terhampar dataran yang di tumbuhi padang ilalang yang cukup luas, terlihat banyak mayat dari tetua sekte pilar keadilan tergeletak, bahkan beberapa dari mereka sudah tidak dapat dikenali lagi karena tubuh nya terpotong hampir tidak berbentuk.
dua orang sedang bertarung, meskipun pertarungan itu terlihat berat sebelah, dan beberapa orang sedang mendekati tempat tersebut.
"tunggu!!! aku mengenal perasaan ini, ini seperti ini adalah segel langit, segel ini mampu menyegel seseorang walaupun sedang bergerak, dan membuat nya tidak mampu bergerak" batin Xiao Zhou
bammmm...... tubuh Xiao Zhou terhantam tebasan pedang energi yang berbentuk seperti ular.
tubuh Xiao Zhou membentur tanah, darah hitam keluar dari bibirnya, dengan perlahan Xiao Zhou kembali berdiri, dan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.
"cih, sampai kapan kau akan menyembunyikan kekuatan mu yang sebenarnya" ucap Xiao Zhou
"oohhh... kau benar-benar mengagumkan bocah, kau bahkan mampu mengukur kemampuan ku, dan kau bisa merasakan segel rahasia ku hahaha," ucap pilar langit Huang Fu, walaupun tanpa membuka bibirnya sama sekali.
"bagaimanapun harus aku akui tubuh mu itu sangat kuat, kau bisa lihat serangga tadi mereka semua terkena segel yang sama dengan mu, dan tubuh mereka semua terpotong-potong seperti itu, tapi tubuh mu bahkan tidak tergores sama sekali" ucap Huang Fu lagi.
"berhentilah mengoceh seperti anak kecil bedebah, jika kau berpikir akan membunuhku semudah itu kau pasti sedang bercanda" ucap Xiao Zhou dan memejamkan matanya terlihat sekelebat warna biru cerah di bola matanya.
"hehe... tentu saja, baiklah bocah aku akan membunuhmu kali ini, pertarungan ini sedikit membosankan aku bahkan tidak tersentuh sama sekali" ucap pilar langit Huang Fu
sreettttsssss......
terlihat lengan baju pilar langit Huang Fu sedikit tersobek.
"apa ini? kapan bocah itu melepaskan serangan nya, ini tidak mungkin, itu artinya bocah itu mampu melihat segel ku" batin Huang Fu tidak percaya.