Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
empat penguasa tertinggi dunia kultivator


terlihat seorang menggunakan pakaian prajurit, terbang dengan kecepatan tinggi, dan mendarat di depan gerbang pulau keseimbangan.


dan berjalan dengan tergesa-gesa, mendekati Lou fang yang kebetulan sedang bicara dengan salah satu penjaga gerbang di pulau keseimbangan.


mereka berdua terlibat pembicaraan, dan keduanya berjalan ke arah istana milik Xiao Zhou.


"hamba jendral Bai ho melapor sesuatu Yang Mulia" ucap jendral itu di depan Zhang Rui sambil berlutut.


"katakan jendral Bai apa yang terjadi?" ucap Zhang Rui memperbaiki cara duduk nya karena perut nya yang sudah semakin besar.


"Yang Mulia... bekas benteng kita di pesisir barat, kini sudah menjadi markas iblis, tidak ada yang memasuki tempat itu Yang Mulia, karena tertutup segel misterius, dan menurut mata-mata kita, belakang ini terlihat ada pergerakan pasukan di sekitar benteng itu" ucap jendral Bai ho.


"aku pernah mendengar tentang hal ini, baiklah jendral.... dan aku sudah mengundang tiga Kaisar yang berhadapan langsung dengan markas iblis itu, kau bawalah semua pengawal ku yang ada di tempat ini, dan buat lah benteng pertahanan di kota terdekat dengan markas iblis itu, awasi semua pergerakan mereka, dan laporkan jika ada yang serius" ucap Zhang Rui


"kota terdekat adalah kota shinjong Yang Mulia, kami akan melaksanakan perintah anda, hamba mohon diri" ucap jendral Bai ho dan meninggalkan tempat itu.


jendral Bai ho, mengambil alih pimpinan pengawal Zhang Rui di ada di pulau keseimbangan, dan membawa dua ribu pengawal itu untuk membuat benteng di bagian barat kota shinjong.


pulau keseimbangan kini terlihat seperti kota kecil, banyak rumah makan, tempat hiburan dan penginapan di dan juga rumah-rumah sewaan yang tampak sederhana, tetapi begitu indah, dan mewah di dalam nya, semua bangunan dan jalan tertata rapi, membuat para pengunjung pulau itu sangat puas, dan betah ingin tinggal lebih lama di pulau itu.


*******


dalam beberapa hari, perwakilan dari tiga kekaisaran sudah mulai berdatangan, tampak wajah serius mereka, saat memasuki pulau keseimbangan. adalah biksu suci Guang Tong, kepala biksu dari sekte kuil cahaya suci dari kekaisaran Ming, dan beberapa murid nya sudah memasuki gerbang pulau itu. Guan Tong merupakan empat dari penguasa tertinggi dunia kultivator saat ini.


"selamat datang di pulau kami saudara Guan," ucap Lou fang


"k-kaukah itu saudara Lou?" ucap biksu Guan Tong seperti tidak percaya


"legenda penguasa petir, aku dengar kau sudah meninggalkan dunia kultivator?" ucap biksu itu lagi


"kau benar saudara Guan... hahaha.... aku sudah meninggalkan hal-hal semacam itu, dan sekarang aku disini bukan ikut pertemuan kalian, aku tinggal di tempat ini, dan menjadi kepala desa di pulau ini, hahaha..." ucap Lou fang begitu senang bertemu teman lama nya


"ohhhh... kepala desa? ini sangat menarik dulu kau bahkan menolak menjadi kaisar, hahaha..." ucap biksu Guan Tong sambil memeluk Lou fang.


dan tampak di udara beberapa orang melayang dan mendarat di depan gerbang,


"seperti aku terlambat" ucap seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan.


"oh... pedang khayangan Li Quan yue, kau sudah seharusnya datang, sudah sekian lama kau tidak pernah ikut pertemuan seperti ini" ucap biksu Guan Tong.


"ini sedikit menarik saudara Guan," ucap Li Quan yue


" aku rasa sang penguasa timur tidak akan datang" ucap biksu Guan Tong lagi


dan tiba-tiba terdengar suara di udara,


"maaf membuat mu kecewa saudara Guan, tapi kali ini aku datang" ucap seorang sepuh, wajahnya tampak sangat berwibawa, dengan tubuh yang kurus dan tinggi, dan mendarat tepat di bawah gerbang pulau keseimbangan.


"oh... hahaha... aku tidak percaya ini, semua sudah hadir, sudah sangat lama kita tidak duduk dan berbincang, silahkan kalian semua" ucap Lou fang.


dan tiba-tiba saja seorang wanita cantik mendekati penguasa timur,


"kakek sebaiknya kakek beristirahat, besok kakek akan menghadiri pertemuan dengan tiga Kaisar" ucap wanita cantik itu, wajah nya terlihat begitu serius.


"aahhh... ini adalah cucuku dari generasi ke 126, nama nya Lun Zhing yue, dia juga ada urusan dengan istri pemilik pulau ini" ucap penguasa timur, dan meninggalkan kediaman Lou fang menuju rumah yang di sediakan oleh Lou fang.



ilustrasi lun zhing Yue (Yuyu)


**********


enam pulau kecil sudah muncul, dan enam gerbang sudah di buka oleh Xiao Zhou, terlihat halaman istana milik nya begitu ramai, para istri Xiao Zhou begitu terlihat bahagia, melihat beberapa bocah sedang berlari dan menarik-narik janggut panjang milik Lou fang, yang di ikuti oleh para dayang pengasuh yang ikut sibuk menjaga anak-anak Xiao Zhou, dan beberapa dayang sedang membujuk seorang bocah yang berdiri di atas pohon, bocah itu memiliki sembilan ekor kecil di belakang nya,


"tuan kecil sebaiknya anda turun sekarang, atau bibi akan melaporkan mu pada ayah mu" ucap seorang dayang pengasuh.


"biar aku saja, kalian pergilah" ucap seorang remaja mendekati pohon itu.


"baik tuan muda" ucap para dayang itu pergi.


"ayah" ucap bocah itu melihat kedatangan Xiao Zhou


"apa hanya itu kemampuan anak tertua ayah?" ucap Xiao Zhou dengan nada meremehkan.


"lihat ayah aku bisa berlari di atas ranting kecil sekalipun" ucap bocah kecil berekor sembilan itu dan mulai berlari di atas pohon semakin tinggi.


"apa kau ingin mencelakai anak mu, suami kecilku?" ucap seorang wanita cantik terlihat taring nya saat tersenyum membuat senyuman itu begitu menggoda.


gleekkk... suara ludah tertelan dari bibir Xiao Zhou


"hihi suami kecil apa yang ada di otak kecil mu itu? kau takut? atau kau ingin itu? bisik Xue di telinga Xiao Zhou dan meraba dada tidak terlalu berotot milik Xiao Zhou,


Xiao Zhou hanya mengangguk, dan menatap Xue dengan tatapan memohon,


"baiklah suami kecil, malam ini sepertinya giliran ku, menghangatkan ranjang indah mu itu, bersiaplah," bisik Xue pelan dan terdengar suara tubuh menghantam tanah


buuugggggg....


"istriku anak kita terjatuh" ucap Xiao Zhou


"tenanglah suami kecil, anak kita sudah biasa terjatuh dari ketinggian 20 meter, dan menimpa batu hingga hancur, biarkan saja aku tidak mau menjadikan nya manja seperti mu" ucap Xue, sambil menjewer telinga bocah berekor sembilan itu, dan mereka kembali bergabung dengan orang-orang yang sedang berbahagia di taman istana itu.


sekilas mata Xiao Zhou menatap dua orang sedang duduk menikmati pemandangan kota huangdong dari pinggir pulau nya,


"bukankah itu Yang Tian dan Dewi Xiang yu, seperti nya Yang Tian mulai menaklukkan hati Dewi itu" batin Xiao Zhou dan beberapa saat terlihat Yang Tian sudah terlempar ke bawah dan menghantam permukaan danau biru.


"uuuuhhh... seperti itu sakit" batin Xiao Zhou menggeleng dan kembali berkumpul dengan keluarganya..