
langit sudah mulai membiru,
pilar langit Zhou shilin tampak sedang duduk bersila dan mengatur pernafasan nya, sesekali darah segar keluar dari hidung nya.
"dewa apa kau masih bisa bertahan?" tanya tetua Zhifu.
pilar langit Zhou shilin hanya mengangguk, dan memejamkan matanya,
beberapa Dewa keluar dari gerbang langit dan membawa pilar langit kembali ke alam atas.
Yang Tian tiba di tempat itu, melangkah mendekati Xiao Zhou dan melihat telah terjadi pertarungan dari seorang yang berkemampuan di atas nya.
"maafkan aku tuan, aku datang terlambat," ucap Yang Tian, tercium bau alcohol dari nafas nya.
"tidak apa-apa, sebaiknya kau bantu Dewa Yang Dong" ucap Xiao Zhou yang mendekati gadis kecil yang masih terlihat menangis.
Xiao Zhou mensejajarkan tubuh nya dengan gadis kecil itu.
"nona Min Ha sebaiknya kita pulang," ucap Xiao Zhou sambil mengelus rambut halus Jung Min Ha.
Jung Min Ha mengangguk, dan memeluk tubuh Xiao Zhou dan beberapa saat sudah ada di punggung Xiao Zhou.
"iblis kecil... aku sangat menyayangi adik fu-fu, dan juga aku sangat menyayangi mu," ucap Jung Min Ha.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"aku tahu, aku juga menyayangimu nona Min Ha" ucap Xiao Zhou, dan terus melangkah menuju pulau keseimbangan.
"aku senang mendengar nya," ucap Jung Min Ha yang kini terlihat senyum di wajah nya.
"iblis kecil, apa kau menyayangi ku seperti para istri mu itu?" tanya Jung Min Ha.
"haha... tidak seperti itu, ini lebih seperti kau menyayangi adik fu-fu mu itu," ucap Xiao Zhou.
wajah Jung Min Ha terlihat begitu kecewa, matanya kembali berair,
"iblis kecil... tidak bisakah kau menyayangiku seperti istri-istri mu itu? aku berjanji akan menjadi wanita yang cantik kelak," ucap Jung Min Ha.
Xiao Zhou hanya tersenyum mendengar ucapan Jung Min Ha, dan sambil menggelengkan kepalanya.
Yang Tian sedang mencari keberadaan Dewa Yang Dong.
dan menemukan beberapa tumpukan batu besar yang sudah hancur.
"ini seperti mirip dengan mu, Dewa batu beristirahat dengan tenang, aku akan mendoakan mu" ucap Yang Tian tanpa berekspresi dan mulai duduk berdoa.
"pendeta, aku disini dan masih hidup" ucap Dewa Yang Dong yang berada di bawah reruntuhan, tidak jauh dari belakang Yang Tian.
Yang Tian dengan cepat berdiri mencari sumber dari suara berat itu, dan menghacurkan reruntuhan yang menutupi tubuh Dewa Yang Dong.
"aku senang kau masih hidup Dewa batu, aku akan mengendong mu," ucap Yang Tian.
dan pemandangan tampak aneh saat Yang Tian mengendong tubuh besar Dewa Yang Dong di belakang punggung nya.
"pendeta apa aku berat?" tanya Dewa Yang Dong.
"apa kau sudah gila, tubuh mu terbuat dari batu, tentu saja kau sangat berat, tapi tidak apa-apa ini tidak ada artinya untuk ku," ucap Yang Tian, dan mereka semua sudah kembali ke pulau keseimbangan.
****
beberapa hari sudah berlalu, Xiao Zhou lebih sering mengurung diri di ruang baca nya.
semua orang mencoba menghibur nya, mereka tahu kekecewaan Xiao Zhou karena tidak mampu melindungi Puteri Yun Qixuan.
"ini benar-benar membuat ku putus asa, oooohhh... tidakkkk..." guman Xiao Zhou dan menjambak rambut nya sesaat, dan menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
malam itu giliran Yun Li Wei yang menemani nya tidur, Xiao Zhou terlihat lelah, kepala nya tertidur di atas perut Yun Li Wei.
tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar nya, Xiao Zhou terbangun dan membuka pintu, terlihat Jung Min Ha sedang berdiri tanpa beralas kaki.
"iblis kecil... beberapa hari lagi aku akan pergi dari istana ini, bisakah malam ini aku tidak bersama kalian" ucap Jung Min Ha.
setelah kematian pilar langit Huang Fu, Jung Min Ha sudah memutuskan akan meninggalkan istana ke 15, ingin melihat dunia luar, dan semua orang mendukung keinginan Jung Min Ha.
Xiao Zhou menatap Yun Li Wei, dan wanita cantik itu hanya mengangguk, Xiao Zhou tersenyum menatap Jung Min Ha.
Jung Min Ha memeluk Xiao Zhou dan mereka tidur bersama malam itu.
dan tanpa di sadari Xiao Zhou malam itu terjadi sesuatu yang aneh, dan sangat tidak pernah di bayangkan oleh Xiao Zhou.
matahari sudah bersinar, Xiao Zhou membuka mata nya dan mencari keberadaan Yun Li Wei, namun wanita itu sudah tidak ada di sisi nya, dan menatap kesebelah lain nya lagi, dan mata Xiao Zhou terbelalak, dan melihat seorang wanita dewasa tanpa sehelai benang sedang memeluk tubuh nya.
ilustrasi wanita itu.
mata keduanya saling menatap, wanita itu tersenyum dengan sangat indah.
"iblis kecil... kau sudah bangun," ucap wanita cantik itu.
Xiao Zhou melompat dari tempat tidur nya dan kembali menatap wanita cantik itu.
"siapa kau" tanya Xiao Zhou.
Jung Min Ha menatap tangan nya, mata nya juga terbelalak, dan menatap kearah tubuh bagian bawah nya.
tidakkkk.... iblis kecil... tutup matamu" teriak Jung Min Ha dan mengambil selimut dan menutupi tubuhnya.
Yun Li Wei masuk saat mendengar keributan di kamar tidur Xiao Zhou.
"Wei'er... ini tidak seperti yang terlihat," ucap Xiao Zhou
Yun Li Wei hanya tersenyum,
"aku tahu, suamiku aku perkenalkan ini adalah kakak ku," ucap Yun Li Wei dan mendekati Jung Min Ha.
Xiao Zhou hanya membeku, tidak ada kata yang keluar dari bibirnya.
"bagaimana kau bisa memiliki kakak, kau adalah bunga mawar darah?" ucap Xiao Zhou
"suami... kau sendiri tahu, jika benda yang menghisap hawa semesta pasti akan terbelah, begitu juga dengan mawar darah itu, kami terbelah, dan sebagian dari bunga itu jatuh ke kekaisaran Yunha, jadi kakakku iblis langit mewarisi kecantikan wanita Yunha," ucap Yun Li Wei.
Xiao Zhou mengerutkan keningnya, dan mulai mencerna ucapan Yun Li Wei.
"ini sama seperti pedang kematian ku, dia jatuh ke kekaisaran biru, dan mengadaptasi bentuk dari pedang di daerah itu," batin Xiao Zhou.
"tapi bagaimana kau mengetahui jika dia kakak mu," tanya Xiao Zhou lagi.
"semalam baru aku menyadari nya, saat melihat luka yang sama ku miliki di punggung Min Ha, aku meraba nya, dan ingatan ku mulai kembali, dan saat kakakku sampai di bumi, dialah yang lebih dulu menjadi manusia, sedang kan aku masih dalam bentuk bunga yang hanya sebagian dan mulai bernafas" Yun Li Wei membantu Jung Min Ha bangkit dari ranjang Xiao Zhou.
"iblis kecil, katakan tadi kau tidak melihat apa-apa bukan?" tanya Jung Min Ha, menatap tajam dengan mata melebar ke arah Xiao Zhou.
"tentu saja, tadi aku tidak melihat tubuh dewasa mu," ucap Xiao Zhou berbohong.
****
beberapa hari kemudian Jung Min Ha sudah bersiap pergi, matanya sedikit berkaca-kaca.
"iblis kecil.... selamat tinggal, jagalah baik-baik adikku dan istri mu yang lain, aku berharap bisa bertemu lagi," ucap Jung Min Ha, dan memeluk tubuh Xiao Zhou dengan sedikit canggung.
"selalu berhati-hatilah nona Min Ha, dengan kecantikan mu ini, akan banyak orang yang akan menginginkan mu, semoga kau bertemu orang yang tepat," ucap Xiao Zhou dan mengelus kepala Jung Min Ha seperti yang sering di lakukan nya sewaktu Jung Min Ha dalam tubuh kecilnya.
mereka semua mulai saling berpelukan dan berpisah.