Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
wujud baru


"apa kalian sudah menerima dan mengerti pesan dari Puteri Kaisar Langit?" tanya Yun Qixuan


"iya" ucap Yang Tian dengan wajah tidak berekspresi sama sekali


" baiklah kalian boleh berdiri" ucap Yun Qixuan dan memasukkan gulungan surat kosong itu kedalam cincin nya


"sekarang katakan jawaban mu penguasa ke 15" ucap Yun Qixuan lagi


Yang Tian hanya diam dan menatap Xiao Zhou, membuat Yun Qixuan ikut bingung karena tidak ada kata-kata dari Yang Tian.


"baik tuan muda biar hamba yang menjawab nya, nona boleh saya yang menjawab pesan dari majikan nona?'


"tidak, aku diperintahkan untuk langsung mendapat jawaban dari penguasa ke 15" ucap Yun Qixuan


Yang Tian hanya mengangguk,


"baiklah, katakan kepada majikan mu itu, aku menerima apapun yang dia inginkan" ucap Yang Tian seperti tidak peduli dan melangkah pergi.


"apa penguasa ke 15 memang seperti itu? maksud ku apa wajah nya selalu seperti itu?" tanya Yun Qixuan bertanya kepada Xiao Zhou karena penasaran.


Xiao Zhou hanya mengangguk dan juga melangkah meninggalkan Yun Qixuan.


"mereka berdua benar-benar aneh, tidak ada rasa kecewa sama sekali dari wajah penguasa bodoh itu, apa mereka benar-benar bodoh?" guman Yun Qixuan penasaran dan mengejar kedua orang itu


"kalian berdua tunggu, aku ikut" ucap Yun Qixuan


"nona, ada apa lagi?" tanya Xiao Zhou


"aku terlalu lelah berkerja di istana langit, saat ini aku ingin berjalan-jalan sebentar di bumi mengikuti kalian," ucap Yun Qixuan


Xiao Zhou hanya mengangguk,


"baik nona silahkan saja" ucap Xiao Zhou dan mulai melanjutkan perjalanan nya sambil berbincang dengan Yun Qixuan.


"katakan Zhifu kau ini apa? dewa, manusia, atau iblis?" tanya Yun Qixuan


"aku adalah binatang suci kuno, aku adalah harimau berduri" ucap Xiao Zhou berbohong


"hihi jadi kau bocah harimau, kenapa kau tidak memiliki ekor?" tanya Yun Qixuan lagi


"aahhh... nona kenapa kau begitu cerewet, ekor ku aku lilitkan di perut ku, agar tidak menarik perhatian or- orang, suara Xiao Zhou terhenti, mata nya terbelalak dan menatap kebawah perut nya, terlihat tangan Yun Qixuan memegang itu nya.


"hihi... kau benar bocah harimau, aku bisa merasakan ekor besar mu ini di perut mu" ucap Yun Qixuan dan melepaskan tangannya dari kebanggaan Xiao Zhou


"nona sebaiknya kau jangan pernah memegang ekorku lagi, aku tidak suka" ucap Xiao Zhou kesal


"hihi, baiklah bocah harimau, tapi kau harus menjawab semua pertanyaan ku" ucap Yun Qixuan.


Xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya, karena merasa kesal, menghadapi wanita cerewet seperti Yun Qixuan.


sore itu mereka beristirahat, di tepi perbukitan yang begitu sejuk, Xiao Zhou menyiapkan tenda dan meja untuk makan malam.


"bocah harimau kenapa kita tidak melanjutkan perjalanan saja, aku rasa kultivator seperti kalian sudah biasa melakukan perjalanan malam" ucap Yun Qixuan


"kami harus seperti manusia biasa, agar tidak menarik perhatian orang-orang" ucap Xiao Zhou berbohong, mereka beristirahat karena isi dari surat usang itu.


Xiao Zhou dengan terampil menyiapkan makanan di atas meja, wajah nya yang indah, dan tubuhnya yang tinggi membuat dada Yun Qixuan sedikit bergetar.


"hemmm... bocah harimau itu lumayan lucu juga, seandainya dia seorang dewa pasti banyak Dewi yang mengejar nya" batin Yun Qixuan


mereka bertiga menikmati makan malam mereka,


"masakan mu cukup enak bocah harimau, apa kau sudah menikah?" tanya Puteri Yun Qixuan


"sudah" jawab Xiao Zhou kesal dan berharap pembicaraan itu cepat selesai.


"apa istrimu harimau betina?" tanya Yun Qixuan lagi dengan makanan penuh mengisi bibirnya


"selera makan ku hilang," ucap Xiao Zhou dan mengeluarkan guci kesayangan dan meneguk isi nya dengan rakus.


"apa kau ingin, aku bisa membagi arak ini dalam situasi seperti ini" ucap Xiao Zhou sambil menaruh guci arak nya di dekat Yang Tian.


Yang Tian menggelengkan kepalanya,


"aku seorang pendeta, pantang bagiku meminum minuman kotor seperti itu" ucap Yang Tian tanpa ekspresi.


"kau penguasa ke 15, kenapa kau tidak terlihat kecewa, pernikahan mu di tolak oleh puteri Yun Qixuan yang sangat cantik itu" ucap Yun Qixuan.


Yang Tian menatap Xiao Zhou, dan Xiao Zhou pun hanya mengangguk,


"istriku sudah banyak, dan aku tidak ingin menambah penderitaan ku" ucap Yang Tian tenang.


"hemmmm... apa alis mu memang sekecil itu?, aku hampir tidak bisa melihat nya, mata mu juga begitu sipit, kau sama sekali bukan selera majikan ku" ucap Yun Qixuan lagi.


ujung mata Yang Tian sedikit bergerak, dan mengambil guci milik Xiao Zhou dan meminum dengan tak kalah rakus dari Xiao Zhou.


"tuan Zhifu wanita ini sangat menyebalkan, katakan saja kapan boleh aku membunuh nya" ucap Yang Tian dengan wajah datarnya


"tunggu besok tuan muda Xiao, jika masih menyebalkan lakukan saja" ucap Xiao Zhou


"kalian berdua memang benar-benar gila" ucap Yun Qixuan kesal dan masuk kedalam tenda dan tidur.


"sebaiknya kau tidak jauh-jauh dari kami nona" ucap Xiao Zhou yang sudah menyelipkan pedang panjangnya ke pinggangnya.


Yun Qixuan mulai tegang, menyadari hawa pembunuh sudah mengurung dari berbagai tempat, sedangkan Yang Tian masih dengan wajah tenang nya, mulai memperbaiki ikatan rambut panjangnya.


.....


........


di tempat lainnya digubuk tua di dalam hutan, seorang laki-laki dan wanita sedang berbincang,


sssttttt... desis ular sesekali terdengar, dari lidah bercabang milik Yun fengyin.


"selamat, tuanku kemampuan anda sudah kembali pulih" ucap seorang wanita cantik yang tidak lain adalah iblis darah


"hahahah... kekuatan ku??? kekuatan ini hanya lah sampah dari kekuatan yang sebenarnya ku inginkan" ucap Yun fengyin


Yun fengyin yang kini sudah memiliki wujud baru, matanya merah, dan wajah putih pucat kebiru-biruan, dengan rambut tidak terawat, serta kulit nya kasar, terlihat sisik ular di beberapa bagian tubuh nya,


"sebentar lagi kau akan melihat kekuatan sesungguhnya, dan aku akan memiliki nya, lihat saja" ucap Yun fengyin lagi.


dan di luar gubuk itu sesosok mengerikan mendekat,


"tuanku" ucap sosok mengerikan itu yang tidak lain adalah iblis tanpa wajah, sambil berlutut


Yun fengyin keluar dari gubuk itu, dan mendekati iblis tanpa wajah.


"kau sudah kembali, katakan dimana dewa suci Qing Tao berada?" tanya Yun fengyin dingin, sesekali terlihat lidah bercabang nya keluar.


"dewa suci Qing Tao saat ini berada di perpustakaan tua, di sebelah barat ibukota kekaisaran Ming tuanku, tetapi lima dewa pemburu saat ini sedang menjaga dewa suci itu" ucap iblis tanpa wajah dengan gugup


sssttttt.... lidah bercabang Yun fengyin mulai mendesis lagi,


"hemmm... begitu rupanya, mereka sudah mengetahui rencana ku, baiklah kau sekarang ambil kulit lamaku, dan kau rubah lah dirimu menjadi wujud lamaku, alihkan perhatian lima dewa pemburu itu" ucap Yun fengyin


"baiklah tuanku, akan aku laksanakan" ucap iblis tanpa wajah dan perlahan mundur dan pergi dari gubuk tua itu.


"sebentar lagi lima dewa pemburu itu bukan tandingan ku lagi, sssttttt" guman Yun fengyin



ilustrasi Yun fengyin, saat ini.