
Satu bulan setelah pertemuan nya dengan penjaga tahta Puteri Ming Mei, di bagian timur kekaisaran Wang, Kaisar Zhang Rui sedang berkunjung ke daerah perbatasan dengan kekaisaran Tang yang kini di kuasai oleh Adipati Zhou.
Kaisar Zhang Rui ingin memastikan jika tidak ada pemberontakan di perbatasan itu, dan menambah prajurit untuk berjalan di setiap jalan yang menghubungkan kedua kekaisaran itu.
kediaman Kaisar Zhang Rui begitu megah dan mewah, dengan penjagaan yang sangat ketat, ribuan prajurit dengan kemampuan pendekar ahli memadati rumah kediaman megah itu membuat nya terlihat lebih mirip seperti benteng di Medan pertempuran dari pada rumah peristirahatan.
malam itu seorang jendral menghadap di depan pintu ruangan istirahat Kaisar Zhang Rui, dan wanita dengan tubuh bongsor itu sedang mengganti pakaian kebesaran nya.
"Yang Mulia... empat orang ingin bertemu anda, dan salah satunya memiliki lencana resmi Kekaisaran Yunha, dan mengaku selir Park Min Ji," ucap jendral itu tidak berani masuk ke ruangan Zhang Rui
"Selir Park Min Ji? aku pernah mendengar jika nama itu dari adik Kim, dia adalah kekasih pangeran ke empat, untuk apa dia ingin menemui ku?" guman Zhang Rui sambil mengenakan pakaian sutra nya yang indah.
"siapkan perjamuan untuk mereka, sebentar lagi aku akan menemui nya," ucap Kaisar Zhang Rui dingin.
jendral itu pun berlutut dan melangkah meninggalkan tempat itu, dan melakukan perintah Kaisar nya.
ke empat tamu Zhang Rui hanya duduk menatap hidangan lezat di atas meja, dua orang wanita yang terlihat begitu cantik dan dua orang pemuda gagah, dan salah satunya adalah pangeran ke empat.
Mereka terlihat sedikit gugup saat beberapa prajurit terlihat sedikit membungkukkan kepala mereka yang menandakan seseorang yang penting akan melewati tempat mereka berjaga.
Kaisar Zhang Rui melangkah tenang di iringi beberapa dayang dan pengawal di belakang nya.
ke empat tamu nya pun berdiri dan mereka duduk dan mulai berbincang.
"uhuk.... terimakasih Yang Mulia... anda Sudi menerima kedatangan kami di waktu sibuk anda, aku Selir Park Min Ji, dan ini adalah pangeran ke empat Kekaisaran Yunha, mungkin anda sudah mengenal nya, uhuk.... uhuk.... dan dua lainnya adalah teman ku," ucap Selir Park Min Ji dengan bahasa dataran utama yang begitu fasih, terlihat urat di leher panjang wanita cantik itu seperti mencoba menahan batuk nya.
"tidak perlu terlalu sungkan nyonya Park, anda sudah jauh datang ke tempat ku, sudah seharusnya aku menyambut Anda, ternyata rumor itu tidak salah, dan juga anda juga terlihat kurang begitu sehat." ucap Kaisar Zhang Rui dan menatap ke arah pangeran ke empat.
"terimakasih sudah memperhatikan kesehatan ku, berkat anda aku baik-baik saja, tapi maafkan aku Yang Mulia... rumor tentang apa ini?" ucap Selir Park Min Ji dengan wajah sedikit tegang.
"tubuh giok anda, kulit anda terlihat begitu halus seperti lilin, aku benar-benar takjub," ucap Zhang Rui yang tidak ingin membicarakan tentang rumor perselingkuhan nya dengan pangeran ke empat.
Selir Park Min Ji hanya tersenyum hambar, meremas tangan nya di bawah meja, yang mengetahui maksud sebenarnya Zhang Rui, adalah rumor nya dengan pangeran ke empat.
"terimakasih pujian anda Yang Mulia, anda juga terlihat begitu cantik dan anggun," ucap Selir Park Min Ji, yang melihat penampilan Zhang Rui yang nyaris sempurna.
di atas balkon ruang tamu itu, Kaisar Zhang Rui sedang meminum anggur dari gelas tembaga nya yang cantik menatap beberapa prajurit yang sedang berjaga.
"aku sudah mencoba mencari mu di istana mu di kekaisaran Wang, kenapa kau tidak pernah bersedia menemui ku?" tanya pangeran ke empat, mendekati Kaisar Zhang Rui.
"pangeran ke empat... aku berterimakasih karena kau dan nona Choe sudah pernah menyelamatkan putera adik Kim, dan juga memberikan hari yang menyenangkan untuk putera ku, tapi sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi," ucap Kaisar Zhang Rui dengan sungging di sudut bibirnya.
"sebaiknya kita hentikan basa-basi ini, kau sangat tahu jika aku mencintaimu nyonya, dan aku rasa kau juga memiliki perasaan yang sama dengan ku," ucap pangeran ke empat dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Zhang Rui.
"bahkan aku harus memanfaatkan Selir Park, agar kita bisa bertemu hari ini, tolong berikan aku kesempatan," ucap pangeran ke empat lagi.
Zhang Rui menggelengkan kepalanya,
"pangeran ke empat... kau sudah dewasa, tolong berpikir seperti usia mu, itu bukan cinta, itu nafsu.
Aku bisa melihat di mata mu setiap kau menatap tubuh ku, sangat berbeda dengan tatapan suamiku yang penuh kasih sayang padaku," ucap Zhang Rui dan membuang wajah nya agar wajah mereka tidak terlalu dekat.
"apa? kasih sayang? hahaha.... nyonya kau jangan menjadi wanita bodoh dan naif, suami mu yang sudah kehilangan dantian nya, remaja itu hanya menunggu waktu saja, dia tidak akan bisa membantu mu lagi, berbeda dengan ku jika aku mendampingi mu, dengan relasi orang-orang kuat yang ku miliki aku sangat yakin kau akan bisa mempertahankan posisi ini hingga anak cucu kita kelak," ucap Kaisar Zhang Rui.
"hahaha.... pangeran ke empat, anak cucu kita? kau sudah terlalu jauh, semua orang bisa bicara seperti itu tapi tidak semua orang mampu melakukan nya, mungkin jika lima belas tahun yang lalu kau berbicara seperti itu padaku mungkin aku akan memilih mu sebagai pembantu ku dalam memberontak untuk mendapatkan posisi ku saat ini, tapi saat ini setelah aku menjadi istri dari remaja yang kau katakan itu, aku telah berubah, yang aku inginkan hanya berada di sisinya saja, bahkan aku sudah tidak menginginkan posisi Kaisar ku lagi, aku masih menjadi Kaisar saat ini hanya memenuhi tanggung jawab ku saja, mungkin setelah aku menemukan pengganti yang tepat untuk menjadi Kaisar, aku akan dengan senang hati melepaskan jabatan ku ini, dan menghabiskan sisa hidup ku bersama keluarga besar kami di pulau keseimbangan," ucap nya dengan mantap.
"tidak... aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini, nyonya... kau hanya lelah karena harus memikul tanggung jawab yang begitu berat seorang diri, kau tidak boleh menyerah saat ini, biarkan aku di sisi mu, dan nyonya bisa beristirahat di rumah biar aku yang menyelesaikan sisa nya untuk mu," ucap pangeran ke empat, jemari nya mulai memegang tangan Zhang Rui.
Zhang Rui menatap jemari nya di remas oleh pemuda itu, hanya menggeleng.
"sudah cukup pangeran.... aku tidak bisa melarang mu menyukai ku karena itu adalah hak mu untuk menyukai siapa saja, dan aku sudah mencoba menjelaskan mu dengan baik-baik, tapi kau tidak boleh memaksa orang untuk menikah dengan mu, aku adalah wanita yang sudah bersuami, silahkan tinggalkan tempat ini atau aku tidak segan lagi, aku begitu kasihan melihat Selir Park Min Ji yang sudah termakan rayuan mu itu," ucap Zhang Rui dengan wajah mulai marah, dan menarik tangan nya.
pangeran ke empat tersenyum sambil merapatkan bibirnya, mendekati Zhang Rui dan berputar di belakang nya, matanya menatap bokong menonjol wanita itu dan mendekatkan kepalanya ke rambut harum Zhang Rui, tampak anak rambut yang lepas dari ikatannya, terurai di tengkuk nya yang halus.
"melihat reaksi marah mu ini aku mengerti, kau hanya cemburu aku bersama Selir Park, hahaha.... baiklah nyonya.... aku akan pergi, jika kau berpikir aku akan menyerah kau salah, aku justru semakin menyukai mu nyonya, tunggulah setahun lagi aku akan kembali, dan berhenti lah mendewakan suami mu itu karena dia bukan Dewa, suatu saat kau akan melihat kekeliruan mu karena telah memilih seorang pecundang yang tidak memiliki ambisi apapun," ucap pangeran ke empat dan meninggalkan Kaisar Zhang Rui, yang masih berdiri menatap penjaga di gerbang Paviliun nya.
"kau benar pangeran suami ku bukan Dewa, dan aku sangat beruntung karena nya, tapi benarkah aku cemburu?" guman Zhang Rui mengerutkan keningnya sambil menggeleng.
****